Usulan Pengangkatan 100 Ribu Guru CPNS Disetujui Menpan RB

Usulan Pengangkatan 100 Ribu Guru CPNS Disetujui Menpan RB
Guru, pahlawan tanpa tanda jasa yang kesejahteraannya sering diacuhkan oleh Pemerintah wajib bersyukur karena ada kabar baik terkait pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2018.
Melalui laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan https://www.kemdikbud.go.id Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menyatakan sudah mendapatkan sinyal persetujuan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) terkait usulan pengangkatan 100 ribu guru baru. Adapun proses seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guru sepenuhnya menjadi kewenangan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menegaskan bahwa penentuan proporsi guru yang diangkat baik dari kalangan honorer maupun kategori guru CPNS jalur umum, bukanlah kewenangannya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hanya akan menyampaikan kriteria-kriterianya sesuai kebutuhan.
“Jadi 100 ribu itu tidak musti dari honorer semua ya, walaupun honorer tetap akan diprioritaskan untuk mengikuti seleksi,” jelas Mendikbud sekaligus meluruskan isu yang beredar tentang pengangkatan khusus guru honorer.
Setidaknya saat ini paling tidak dibutuhkan 736 ribu guru PNS baru di seluruh wilayah Indonesia. Kebutuhan tersebut untuk mengganti guru-guru yang memasuki masa pensiun, maupun penempatan di sekolah-sekolah baru, dan sekolah-sekolah di daerah khusus.
Penambahannya dilakukan bertahap setiap tahun mulai tahun ini (2018) dengan jumlah kuota yang signifikan setelah beberapa tahun ditetapkan moratorium pengangkatan guru PNS.
Mengingat telah lamanya nasib honorer yang terombang-ambing tidak menentu akan mendapatkan titik terang. Harapannya adalah bahwa pengangkatan guru honorer menjadi PNS tidak mendapat pengecualian semuanya diangkat karena telah memiliki masa kerja dan penempatan di sekolah masing-masing. 
Adapun prosedur pengangkatan harus dilakukan dengan seleksi administrasi yang sangat ketat mengingat potensi rekayasa data yang selalu memiliki celah oleh oknum-oknum tertentu. 
Pengangkatan guru PNS juga dimungkinkan harus memberikan kesempatan bagi pelamar umum agar sama-sama memiliki ruang untuk berbakti karena semua memiliki hak yang sama dalam hal ini.
Semoga berita ini bukanlah angin surga yang dihembuskan sesaat hanya untuk menghibur para pengabdi di dunia pendidikan apalagi jika hal ini dikaitkan dengan perhelatan pesta demokrasi di tahun 2019.
Share:

"Dia Mengikuti Kami...."

Udah malam Jum'at lagi nih... Eh ini malam Jum'at atau Kamis malam ya? Hehe. Entahlah gimana enaknya aja mau malam Jum'at atau Kamis malam ngga begitu berefek, sama-sama gelap dan sedikit bau horror.
Karena identik dengan horror maka ada baiknya share cerita cerita ga menyeramkan. Karena memang tidak menyeramkan soalnya kurang bisa bercerita horror. Lagian kurang berpengalaman karena jarang mengalami hal-hal horror. Kecuali cerita ga horror berikut ini. Yuk pantengin.
Waktu itu saya masih berusia kurang lebih 11 tahun, kebetulan sejak kelas satu SD sudah menjadi "santri kalong". Ada yang tahu istilah "santri kalong" ? Yakni santri yang menuntut ilmu ketika malam saja, masuk kobong sejak ashar dan pulang ke rumha ketika pagi untuk melanjutkan sekolah formal.
Lanjut-lanjut...sampai mana tadi yaa... Oh iya belum sampai kemana-mana, hihi.
Malam itu jarum jam di dinding mesjid sudah menunjukan angka sembilan lebih seperempat ketika kami memutuskan untuk pergi ngobor pada malam hari. Kegiatan ini kami lakukan untuk sekedar mengisi waktu jika mengaji tidak berlangsung sampai larut malam. Sering kami pergi ke sungai-sungai kecil di pinggiran sawah dengan membawa obor, senter, ember dan jaring untuk persiapan menangkap ikan dan belut sawah. Dengan alat seadanya itu kami sering berangkat beramai-ramai. Kami suka melakukannya karena hasilnya sering kami olah dengan dibakar atau dimasak kemudian kami santap bersama-sama. Makanan lezat dan penuh gizi bagi anak-anak kampung seperti kami. Oh iya, dulu itu listrik belum masuk ke wilayah kami jadi kondisi perkampungan pada malam hari penerangannya hanya menggunakan lampu minyak saja, kalaupun ada yang menggunakan genset dan accu besar itu hanya untuk kalangan orang berada, itupun jarang.
Kami berangkat malam itu hanya berlima saja, kebetulan santri-santri yang lain banyak yang tidak ikut, entah kenapa. Haah ya sudahlah, karena sudah melakukan persiapan kami berangkat saja, kadung.
Maka berangkatlah kami dengan masing-masing peralatan di tangan kami. Seperti biasanya semuanya berjalan secara rapi dalam 1 barisan karena jalan yang kecil galengan sawah.
"Eh bagus ya terang bulan." Celetuk Agus
"Iya, bakalan dapat banyak geura lah!" Didi menyahut
"Mudah-mudahan aja lah, kita lapar berat ini, butuh makan banyak, haha!
"Tapi aneh banyak yang tidak ikut, katanya pada cape tadi siang habis sepakbola"
"Ga cape gimana mereka main bola di lapang gede tapi pemainnya dikit...."

Sampailah kami ke sungai kecil tujuan kami mencari ikan, kebetulan airnya sedikit surut karena beberapa minggu ini hujan tak turun di daerah tempat tinggal kami. Tapi itu lebih bagus karena lebih mudah ditangkap ketika ada ikan terlihat.

"Bantu penerangan ke arah sini dong"
"Iya iya, obornya susah nyala Gus"
"Minyaknya kurang mungkin, coba dilihat"
"Banyak kok, nah udah siap!

Mulailah kami mencari ikan di sungai dengan arah mengikuti aliran ke bawah. Lumayan tangkapan kami satu per satu kami masukan ke dalam ember. Kami begitu senang karena sepertinya malam ini agak banyak. Tidak terasa sudah jauh kami berjalan menyusuri aliran sungai dan hasilnya pun lumayan.

"Udah banyak, udahan yuk"
"Nanti dulu, masih banyak ini"
"Udah aja dulu, malam besok turun lagi"
"Ah berisik, teruskan aja dulu"

"Ih udah malem, besok Subuh kesiangan dimarahin Pa Ustad! Mau?
"Ga bakalan, dijamin bangun awal deh"
"Heuh, hayu pulang"
"Bentar lagi, kalau mau pulang sendiri aja sana"

Karena kalah suara akhirnya saya mengikuti suara terbanyak agar tetap melanjutkan mencari ikan.
Semua berjalan normal kecuali saya merasa ada seseorang yang mengikuti dari belakang. 
Kemudian saya menengok.

Tidak ada siapapun!

Ah mungkin hanya perasaan saya saja. Kemudian saya melanjutkan kembali berjalan menyusul teman-teman yang meninggalkan saya beberapa jarak di depan.
Namun kemudian ketika mempercepat jalan kembali saya mendengar air sungai di belakang saya kersuara seperti ada seseorang berjalan diatasnya.
Saya tengok kembali, tidak ada siapapun, tidak ada apapun kecuali gelap malam.
Hmm, saya mulai menghitung kembali semua teman yang asyik mencari ikan.

"Satu, dua, tiga, empat dan limaaa..." 

(telunjuk mengarah ke dada sendiri menunjukan saya di hitungan terakhir)
Kami berlima, dan keempat teman saya berada di depan.

"Ah mungkin yang di belakang hanya suara kodok yang loncat ke air." Bisik saya

Perasaan mulai tak menentu tapi terpaksa tidak berani pulang sendiri karena jarak terlalu jauh dan keadaan malam ini sedikit menyeramkan.

Semakin saya mempercepat kaki untuk melangkah semakin saya merasa ada sesuatu mengikuti dari belakang.
Mencoba berhenti dan menoleh ke belakang, saya arahkan obor ke kegelapan malam.
Dan...
Tidak ada apapun, hanya samar-samar semak di pinggir sungai.

Saya berjalan kembali tidak terlalu cepat.
Namun lagi-lagi terdengar seolah di belakang saya ada derap langkah kaki yang mengikuti setiap langkah saya.
Kali ini saya tidak berhenti dan tetap berjalan.
Keringat dingin mulai terasa di sekujur tubuh, entah karena berjalan atau karena situasi malam ini yang sedikit berbeda.
Suara itu tetap ada, dan tidak mau menjauh.
Sedikit saya mempercepat langkah dan semakin cepat pula suara langkah di belakang mengikuti. 
Perasaan semakin berkecamuk sementara saya berjalan tanpa berani menoleh ke belakang.
Bulu kuduk semakin berdiri tatkala telinga kiri terasa ditiup dari belakang dan itu terasa sekali.
Spontan saya berhenti.
Mematung berdiri dengan badan bergetar karena rasa takut mulai menyelimuti.
Cuaca yang membuat udara lebih dingin tak membuat badan saya dingin. Justru sebaliknya badan terasa berkeringat.
Tak sanggup saya untuk menoleh ke belakang.
Matapun dipejamkan
Saya memaksakan untuk berani menoleh ke belakang.
Suara air seperti dimainkan semakin terdengar dan itu persis di belakang saya, mungkin hanya berjarak 2-3 langkah saja.

=====================================bersambung=========================

Share:

Benarkah Polisi Tidak Berhak Menilang Kendaraan Yang Pajaknya Mati?

Benarkah Polisi Tidak Berhak Menilang Kendaraan Yang Mati Pajak?
Berawal dari banyaknya postingan yang sering banyak kalangan netizen share di berbagai sosial media yang kontennya berisi bahwa polisi tidak berhak menilang kendaraan yang memiliki tunggakan pajak tahunan. Hal itu membuat penasaran benar atau tidaknya hal tersebut.
Entah karena kebetulan saya juga sebagai pemilik kendaraan bermotor dan menggunakannya sebagai kebutuhan transportasi harian yang seringkali menjumpai razia kendaraan di beberapa titik sepanjang perjalanan di daerah Cianjur dan beberapa kali diberhentikan untuk diperiksa kelengkapan perangkat keselamatan berkendara dan surat-surat kendaraan.
Sepintas sempat terfikir juga pajak kendaraan tak terkait dalam keselamatan berkendara jadi tak seharusnya polisi berhak menilang dan bukankah pajak itu urusan administrasi?
Ah, tapi saya tidak berani mengambil kesimpulan untuk kedua pendapat tersebut. Sehingga pada akhirnya berusaha mencari alasan dan sumber hukum yang menjadi dasar bahwa polisi berhak menilang kendaraan yang pajaknya mati.
Iseng mencari beberapa peraturan yang dijadikan dasar penilangan kendaraan yang pajaknya mati/menunggak di beberapa situs online, pada akhirnya menemukan titik terang dan sepertinya bagi orang awam seperti saya butuh langkah pengkajian lebih jauh untuk memahaminya.
Ini dia diantaranya:
1. UU No 22 Tahun 2009, Pasal 288 ayat (1):
 “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)”. Yang kedua adalah…
2. Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor. Pasal 37:
Ayat (2):
"STNK berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan bermotor.
Ayat (3):
"STNK berlaku selama 5 (lima) tahun sejak tanggal diterbitkan pertama kali, perpanjangan atau pendaftaran mutasi dari luar wilayah regident dan harus dimintakan pengesahan setiap tahun."

Baca juga : Memilih Laptop Berkualitas Harga Terjangkau
Lebih detailnya nih dalam Undang-undang Lalu lintas no.22 Tahun 2009 disebutkan bahwa yang menyangkut kelengkapan kendaraan, termasuk surat-surat SIM dan STNK yang masih hidup, atau berlaku, lampu motor, lampu sein, dan seterusnya, berhak ditindak oleh polisi dengan cara menilang. Nah kan, jadi yang digunakan adalah status pengesahan yang tidak bisa dilakukan ketika pajak terlambat bayar. Lagipula memang betul juga syarat pengesahan STNK salah satunya harus membayar pajak. Kalau tidak membayar pajak, berarti belum ada pengesahan. Kalau dilihat STNK-nya belum ada pengesahan, maka petugas berhak menilang.
Jadi ya begitu bagi pemilik kendaraan bermotor yang belum bayar pajak STNK alangkah bagusnya segera tunaikan kewajiban membayar pajak, karena pepatah Kementerian Pajak dan Bea Cukai mengatakan:
Jadi kesimpulannya adalah mengacu pada aturan tersebut, STNK dinyatakan belum sah jika pajaknya belum dibayarkan dan Petugas Polri dapat melakukan penindakan. Saran saya, sebagai Warga yang baik, patuhi peraturan lalu lintas dan taat membayar pajak.
Git Agusti menunggu bagi yang lebih memahami hukum untuk memberikan lebih banyak pemahaman tentang undang-undang diatas.
Share:

Lingsir Wengi, Benarkah Ini Lagu Pemanggil Makhluk Gaib?

Ada yang sudah pernah menyaksikan film horror Indonesia yang berjudul "Kuntilanak" atau "The Doll 2"?
Jika anda sudah menonton salahsatu atau kedua film horror tersebut maka akan familiar dengan sebuah kidung atau lagu yang senantiasa mengiringi detik-detik perjalanan dari awal hingga akhir film-film tersebut.
Gambar hanya sebagai ilustrasi
Sumber : http://www.berbagaireviews.com
LINGSIR WENGI...

Ya, Lingsir Wengi adalah judul kidung yang menjadi backsound dalam film yang dibintangi oleh seorang artis cantik yang acapkali berperan sebagai sosok yang dingin dan misterius bernama Julie Estelle.
Tapi bukan sosok artis ini yang akan dibahas, melainkan kidung berbalut mitos di sebagian masyarakat kita yang mempercayai bahwa kidung tersebut dapat dijadikan sebagai salahsatu kidung pemanggil hantu kuntilanak.

Lagu ini menjadi terkenal ketika dinyanyikan oleh Samantha (Julie Estelle) dalam sebuah film berjudul "Kuntilanak". Dengan pembawaan lagu yang membuat orang yang mendengarnya akan merasa sedikit merinding, apalagi jika didengarkan dalam keadaan sedang tidak bersama oranglain dan di tempat yang sepi, dijamin akan membuatnya terbawa mimpi, dan mungkin MIMPI BURUK.

Diperkuat oleh film tersebut, kemudian terciptalah beragam pendapat di kalangan masyarakat bahwa lagu tersebut memiliki aura mistis dan negatif. Banyak orang yang memang sejak dahulunya percaya bahwa lagu tersebut bisa dijadikan lagu untuk memanggil makhluk halus.

Hal itu semakin diperkuat dengan adanya cerita yang beredar bahwa ada beberapa orang yang didatangi hantu kuntilanak setelah menyanyikan kidung itu. Hmm, semakin liar saja.

Namun, benarkah lagu ini mengandung aura magis untuk memanggil kuntilanak?.

Jika anda penasaran dengan kidung tersebut, silahkan perhatikan lirik berikut ini:

Lingsir Wengi
  Lingsir wengi
  Sepi durung biso nendro
  Kagodho mring wewayang
  Kang ngreridhu ati
  Kawitane
  Mung sembrono njur kulino
  Ra ngiro yen bakal nuwuhke tresno
  Nanging duh tibane aku dewe kang nemahi
  Nandang bronto
  Kadung loro
  Sambat-sambat sopo
  Rino wengi
  Sing tak puji ojo lali
  Janjine mugo biso tak ugemi
 
Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebih seperti ini artinya:
Menjelang Tengah Malam
saat menjelang tengah malam
sepi tidak bisa tidur
tergoda bayanganmu
di dalam hatiku
permulaannya
hanya bercanda kemudian terjadi
tidak mengira akan jadi cinta
kalau sudah saatnya akan terjadi pada diriku
menderita sakit cinta(jatuh cinta)
aku harus mengeluh kepada siapa
siang dan malam
yang saya cinta jangan lupakan ku
janjinya kuharap tak diingkari
 Untuk mendengarnya langsung, Git Agusti juga sudah mencarikannya (Sumber tertera) dalam bentuk audio visual, check this out!


Film kuntilanak merupakan awal mula terjadinya kesalahpahaman mengenai makna lagu lingsir wengi. Di dalam film ini, kidung lingsir wengi dijadikan tembang yang dinyanyikan untuk memanggil para kuntilanak. Sehingga masyarakat banyak yang menghubungkan lagu ini dengan hal-hal yang berbau mistik dan gaib.
Dengan kondisi keberagaman masyarakat yang masih kental dengan hal-hal gaib dan mistis dipadukan dengan berbagai sajian informasi yang seringkali ditelan mentah-mentah oleh masyarakat yang terkadang malas untuk teliti dalam mencerna suatu informasi yang berasal dari dunia maya menjadikan mitos seperti ini dengan mudahnya menjadi kepercayaan dan lambat laun menjadi mitos yang salah kaprah.
Padahal sebenarnya menurut beberapa referensi bahwa kidung ini adalah kidung yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga.
Lahir sekitar tahun 1450 SM dengan nama kecil Raden Said. Sunan Kalijaga salah satu wali yang menyebarkan ajaran Islam dengan media budaya jawa. Seperti wayang kulit, seni ukir, gamelan, dan yang lainnya termasuk melalui lagu-lagu ciptaan beliau.

sunan kalijogo pencipta lingsir wengi
Sunan Kalijaga
Lagu Lingsir Wengi merupakan lagu yang memiliki makna penolak mahluk halus, sedangkan lingsir sendiri artinya adalah "terbenam" jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia. Namun beberapa dari mereka salah mengartikan menjadi pengundang mahkluk halus. Lagu lingsir Wengi diciptakan sebagai penolak bala godaan mahluk halus. Arti dari lagu ini memiliki makna yang baik bertujuan mengingatkan kita pada Tuhan Sang Pencipta Alam. Awal lagu tersebut menceritakan jika kita terbangun pada malam hari dan tidak bisa tidur kembali. Maka ingatlah (beribadahlah) pada Tuhan. pada lagu tersebut juga memiliki makna untuk selalu cinta kepada Tuhan. Berharap Tuhan tidak menghilangkan cinta kita kepada-Nya.

Lalu kenapa di masyarakat sendiri ada penyimpangan dalam memaknai lagu ini?
Salahsatunya adalah perbedaan dalam lirik lagu asli dengan lirik lagu yang dinyanyikan dalam film-film horor sehingga masyarakat mengenal dan menyimpulkan memang lirik lagu tersebut demikian adanya. 
Apa saja perbedaannya?
Lirik lingsir wengi yang dinyanyikan di film horror
Lingsir wengi sliramu tumeking sirno
Ojo Tangi nggonmu guling
awas jo ngetoro
aku lagi bang wingo wingo
jin setan kang tak utusi
jin setan kang tak utusi
dadyo sebarang
Wojo lelayu sebet
Bisa kita artikan dalam bahasa Indonesia
Menjelang malam, dirimu(bayangmu) mulai sirna
Jangan terbangun dari tidurmu
Awas, jangan terlihat (memperlihatkan diri)
Aku sedang gelisah,
Jin setan ku perintahkan
Jadilah apapun juga,
Namun jangan membawa maut

Nah, di beberapa bagian ada perbedaan yang menjadikan maknanya berubah drastis sehingga memang mengarahkan pemikiran masyarakat ke arah yang tidak seharusnya sebagaimana awalnya lagu Lingsir Wengi tercipta. 

Anyway, mungkin ada beberapa fakta yang salah dalam ulasan bukan horor ini, hanya sebagai pengisi kejenuhan di Kamis sore. Jika mau memperbaiki, I'm waitin' with my pleasure....

Jangan lupa untuk mengecek kembali jendela dan pintu yang mungkin belum sempat dikunci di malam Jum'at ini.
Share:

Hebat! Berbagai Apresiasi Untuk Yohanis Gama Marschal Lau, Pahlawan Kecil dari Atambua

Aksi Yohanis Gama Marschal Lau menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia karena menunjukkan betapa putra bangsa yang tinggal di daerah perbatasan sangat mencintai negaranya.
Tindakan heroiknya serta merta mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan. Pujian dan apresiasi berdatangan dari berbagai pihak.
Dikutip dari beberapa media pemberitaan, beberapa apresiasi mulai berdatangan termasuk dari PT PLN (Persero). Apresiasi disalurkan melalui program PLN Peduli diberikan dalam bentuk beasiswa hingga jenjang pendidikan tinggi Strata 1 (S1). 

Hal ini berawal sejak kemarin siang media sosial diramaikan dengan sebuah video yang viral.
Baca Juga : Dirgahayu Indonesiaku Ke-73 ! Patriotisme Seorang Anak Dari Atambua
Dalam video tersebut terekam seorang anak memanjat sebuah tiang bendera tepat pada saat bendera tersebut akan dinaikan. Penyebabnya adalah karena tali bendera tersebut lepas sehingga tim pengibar Paskibra tidak bisa menaikkan bendera tersebut ke puncak tiang. Dengan respon cepat aksi heroik siswa SMP tersebut keluar dari barisannya dan langsung memanjat tiang tersebut. Yohanis yang baru berumur 14 tahun ini secara spontan dan lincah memanjat tiang bendera yang cukup tinggi tersebut.
Yohanis dan keluarganya saat menerima kunjungan dari perwakilan PLN, Jumat (17/8/2018). (DOK PT PLN)
Sumber : http://makassar.tribunnews.com
Belum lagi menurut kabar yang beredar, salahsatunya di media berita dia juga akan diajak menyaksikan pembukaan Asian Games 2018.
Selain itu, Yohanis Gama Marschal Lau juga direncanakan akan mendapat perhatian berupa beasiswa dari beberapa kementrian seperti Kemendispora, Kemendikbud, Kemen Infokom, PLN, Kemen BUMN bahkan Panglima TNI. Kemen BUMN melalui Pertamina langsung menyerahkan sejumlah penghargaan uang tunai.
Share:

Dirgahayu Indonesiaku Ke-73 ! Patriotisme Seorang Anak Dari Atambua

Pelaksanaan Peringatan Hari Ulang Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-73 serentak dilakukan di seluruh pelosok tanah air. Dimulai dari upacara yang begitu megah di Istana Merdeka di Jakarta hingga pelaksanaan upacara yang dilakukan di puncak-puncak gunung yang tersebar di seantero nusantara oleh para pecinta alam.


Sejak kemarin siang media sosial diramaikan dengan sebuah video yang viral. Dalam video tersebut terekam seorang anak memanjat sebuah tiang bendera tepat pada saat bendera tersebut akan dinaikan. Penyebabnya adalah karena tali bendera tersebut lepas sehingga tim pengibar Paskibra tidak bisa menaikkan bendera tersebut ke puncak tiang. Dengan respon cepat aksi heroik siswa SMP tersebut keluar dari barisannya dan langsung memanjat tiang tersebut. Yohanis yang baru berumur 14 tahun ini secara spontan dan lincah memanjat tiang bendera yang cukup tinggi tersebut. Setelah melakukan tindakan heroik tersebut terlihat di foto lainnya kemudian anak tersebut berdiri di samping Pembina Upacara, kemungkinan besar itu adalah bentuk penghargaan pertama atas aksi kepahlawanannya tersebut.


Siapa pahlawan kecil tersebut?
Sumber : https://www.tribunnews.com

Sumber : https://www.tajuktimur.com

Bocah pahlawan itu bernama Yohanis Gama Marschal Lau, saat ini menduduki bangku kelas VII SMP Negeri Silawan, Nusa Tenggara Timur. Yohanis tinggal di Dusun Halimuti, Desa Silawan Kecamatan Tastim, Kabupaten Belu. Jarak rumahnya dari kota Atambua sekitar 21 kilometer berbatasan langsung dengan Timor Leste. 
Aksi anak bungsu dari 9 bersaudara ini membuat decak kagum para peserta upacara saat itu. Tindakan Yohanis menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia karena menunjukkan betapa putra bangsa yang tinggal di daerah perbatasan sangat mencintai negaranya.
Sosoknya bisa menjadi teladan bagi generasi muda lainnya di seluruh nusantara karena memiliki inisiatif yang tinggi, berani mengambil keputusan dalam waktu singkat, berani mengambil resiko yang cukup besar mengingat bisa saja tiang tersebut patah dan menyebabkan dia jatuh dan terluka.
Semoga tindakannya tersebut menjadi percontohan bagi yang lainnya untuk dapat menunjukan patriotisme dalam diri masing-masing ke dalam tindakan nyata meski dalam keseharian dan dalam hal-hal sederhana.
Share:

Wajib Tahu! Gelaran Karnaval 70.000 Detik Festival Cianjur Jago


Sampurasun wargi Cianjur? Kumaha daramang?
Sebagai warga Cianjur nih, sudah pada tahu belum ada apa di Cianjur hari ini?
Ya! Cianjur dengan sejuta pesonanya menghadirkan gelaran Karnaval 70.000 Detik Festival Cianjur Jago.
Menurut informasi yang didapatkan oleh Git Agusti nih, bersumber dari akun Instagramnya Humas Cianjur @humascianjur gelaran karnaval akan diikuti oleh para Pegawai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Kab. Cianjur, BUMN dan BUMP serta Ormas/LSM di Kab. Cianjur.
Hayu atuh segera merapat!

  

Agar tidak ketinggalan acaranya, perhatikan dulu rundown dari acaranya. Sok ah mangga diperhatoskeun.

a.    Karnaval :
1)    Jam 04.30 – 05.00 WIB    : Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Agung Cianjur
2)    Jam 05.00 – 05.15 WIB    : Pembukaan 70.000 Detik & Penyalaan 7 Lodong
3)    Jam 05.15 – 06.00 WIB    : Persiapan Panitia dan Peserta Karnaval
4)    Jam 06.00 – 08.30 WIB    : Cek, Daftar Ulang dan Penyusunan Barisan
5)    Jam 08.30 – 08.45 WIB    : Pelepasan Peserta Karnaval oleh Bupati Cianjur
6)    Jam 08.45 – 13.00 WIB    : Pelaksanaan Karnaval sampai selesai
Adapun rute karnaval adalah :
Start :
Lap. Jebrod/Jl. Perintis Kemerdekaan - Jl. Prof. M, Yamin - Jl. Arif Rahman Hakim belok ke Jl. KH. Hasyim Ashari - Jl. Suroso - Jl. Taifur Yusuf - belok ke Jl. Otista II - Jl. Siti Jenab - belok ke Jl. Siliwangi - Panggung Kehormata
Finish!
Sedangkan mobil hias lanjut ke Jl. Siliwangi – belok ke Jl. Pangeran Hidayatuloh dan dijajarkan/display.
7)    Jam 13.00 – 17.00 WIB    : Display Mobil Hias di Jl. Pangeran Hidayatulloh
8)    Jam 13.00 – 17.00 WIB    : 7 Panggung Hiburan di lapangan Prawatasari

b.    70.000 Detik Festival Cianjur Jago :

1)    Jam 20.00 – 20.05 WIB    : Opening Ceremonial
2)    Jam 20.05 – 20.15 WIB    : Tallent Show (Imenk, Mahkota, D’Meisess, Nova)
3)    Jam 20.15 – 20.30 WIB    : Pengumuman Penghargaan Karnaval & OPD Award
4)    Jam 20.30 – 21,50 WIB    : Tallent Show (Denials, D’Meisess, Gita, Imeng / Mahkota, Nova, All Artist dan Bupati)
5)    Jam 21.50 – 22.00 WIB     : Prepare Guest Stars
6)    Jam 22.00 WIB – selesai    : Penampilan Artis Utama “PADI REBORN”.

Itu dia rentetan acara demi acaranya, semoga lancar dan menyenangkan.
Pembukaan Karnaval 70.000 Detik Festival Cianjur Jago dengan membunyikan 7 lodong di halaman Masjid Agung Cianjur, sabtu (18/8/18)

Eh hampir lupa, di dalam acara ini ada lombanya juga!
Yu ah para vlogger dan youtuber ikutan, dapatkan hadiahnya lumayan tuh (Juara I : Rp. 1.500.000, Juara II : Rp. 1.000.000, Juara III : Rp. 500.000) buat jajan bakso sampai kenyang mah, haha.
VLOG Fest Competition 2018

SYARAT DAN KETENTUAN -
1. Peserta yang mengikuti kompetisi ini sudah memiliki minimal 100 subcriber di youtube 2. Peserta wajib subcribe channel youtube Humas Cianjur
3. Peserta umum
4. Vlog/Video di upload di media sosial masing - masing
5. Durasi vlog/video Youtube 3 - 5 Menit
6. Kirim file vlog/video ke email bayuramdhanapriyana@gmail.com dan whatsapp 0857 1056 8854
7. Sertakan caption maksud dari vlog/video yang dibuat dan berikan hastag #70ribudetik #cianjurjagofestival #harijadicianjur #DirgahayuRI #semarakbudaya #cianjurjago #humascianjur
8. Vlog/video tidak boleh mengandung unsur kekerasaan, pornografi, dan sara
9. Dengan mengikuti kompetisi ini, peserta secara sadar bersedia memenuhi semua persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
 

Share:

Tentang Saya

Git Agusti

Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Blogger Cianjur | Buzzer | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Random Writer | ...Read More

Ikuti Saya Melalui Email

Label

Teknologi (20) Jalan-Jalan (17) Stories (16) opini (13) edukasi (12) Report (2)

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Komentar Terbaru

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"

Git Agusti | Lifestyle Blogger