Cara Aman Berkendara Roda Dua Ala Blog Rider

Touring dan konvoi menggunakan sepeda motor secara bersama-sama merupakan salah satu kegiatan para pengendara kendaraan roda dua atau empat. Kegiatan ini dilakukan dengan berkendara menuju tempat yang biasanya memiliki jarak yang menengah atau jauh. Entah itu tujuan untuk touring menjelajahi rute tertentu atau akan menuju titik tertentu dalam suatu acara perkumpulan. Nah kali ini saya ingin membahas tentang aturan dalam berkonvoi, meskipun saya sendiri bukan termasuk pengendara roda dua yang tergabung dalam komunitas berkendara.

Meskipun bukan anggota komunitas akan tetapi bisa dikatakan sering melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor bersama dengan pengendara lain di jalanan karena kesamaan arah yang dituju. Sehingga kemudian terkumpul dalam perjalanan hingga seringkali menjadi kelompok yang beriringan. Apalagi sebagai blogger yang suka traveling dengan gaya biker, lebih suka efisiensi waktu dan budget, maka roda dua menjadi solusi yang tepat meskipun tidak selamanya baik karena berbagai alasan yang berhubungan dengan resiko yang mungkin didapatkan.

Dalam pelaksanaannya di jalanan, konvoi roda dua memiliki aturan-aturan yang harus dikuasai, dipahami dan ditaati agar perjalanan tidak memiliki kendala yang dapat berakibat fatal dengan resiko kecelakaan.

Oleh karena itu maka perlu digunakan aturan atau tata tertib dalam berkendara. Penggunaan aturan baik itu kode-kode serta tata cara dalam berkonvoi perlu dipahami oleh para pengendara. Agar perjalanan dapat berjalan lancar dan tiba dengan selamat dan dapat kembali pulang tanpa kecemasan keluarga yang menunggu di rumah.

Berdasarkan pengalaman, ada beberapa poin penting yang harus dipahami ketika kita melakukan perjalanan bersama pengendara lain. Markisi sahabat! (Mari Kitah Simak Bersamah, hahaha).

#1 Persiapan Sebelum Berkendara
>>>Keselamatan Diri
Helm Full Face atau Half Face
Jaket yang tahan gesekan dan hembusan angin, lebih baik waterproof
 
>>>Kelengkapan kendaraan yang harus dalam kondisi baik:
>Kaca Spion
>Seluruh lampu
>Ban kendaraan
>Rem depan dan belakang
>Klakson dan sein 
 
>>>Kelengkapan Surat-Surat
>STNK
>SIM C
>KTP
 
>>>Tools Kit standard tersedia dan dibawa
>Obat medis P3K
>Bahan Bakar lebih baik dalam kondisi full

#2 Ketika Berkendara
Selalu menggunakan formasi yang aman untuk semua pengendara, yaitu formasi zigzag dengan jarak yang disesuaikan dengan kecepatan berkendara. Jikapun tidak memungkinkan zigzag karena jalanan sempit maka aturlah jarak seaman mungkin dengan mempertimbangkan perhitungan pengereman sesuai kecepatan
>Mematuhi peraturan lalu lintas
>Jangan mengintimidasi pengguna jalan lain
>Jangan saling mendahului atau berebut jalan.
>Jangan melakukan manuver berbahaya saat touring berlangsung
>Tidak menggunakan Sirine dan Klakson secara berlebihan
>Memberikan salam penghormatan kepada polisi yang berugas di jalanan
>Kecepatan berkendara disesuaikan dengan kondisi jalan
>Konvoi selalu diusahakan berada di jalur kiri
>Memberikan isyarat Sopan saat meminta jalan kepada pengguna jalan lainnya
>Waspada dan tetap konsentrasi selama berkendara.
>Mengontrol emosi

#3 Ketika Istirahat
>Parkirkan kendaraan di area yang aman serta tidak menghalangi akses pengguna jalan lain
>Cek kelaikan kendaraan secara berkala
>Jika ingin istirahat berat seperti tidur, lakukan secara bergantian dengan pengendara lain.

Nah sahabat, itulah beberapa tips berkonvoi agar kita bisa mengurangi resiko di jalanan. Seberat apapun perjalanan akan terbayar ketika tujuan telah dicapai apalagi kalau tempat tersebut merupakan tempat yang memang sangat diinginkan untuk dikunjungi.

Tips ini juga bisa diterapkan ketika kita berkendara solo karena memiliki tujuan yang sama yaitu demi keselamatan dan keamanan berkendara.

Semoga bermanfaat.
Share:

Trip Dadakan Ala Blogger

Di awal tahun, biasanya orang akan beramai-ramai membuat keinginan atau wish list yang diharapkan akan dicapai di tahun tersebut. Mulai dari keinginan membeli barang yang diidamkan atau barangkali ingin berkunjung ke satu atau beberapa tempat sebagai liburan di tanggal-tanggal tertentu. Rencana itu biasanya diseimbangkan dengan perkiraan pendapatan yang akan didapatkan di tahun tersebut sehingga akan terukur seberapa besar budget yang dapat disisihkan untuk memenuhi keinginan yang dicita-citakan setelah dikurangi dengan biaya hidup sehari-hari. Dengan mencari tahu momen-momen liburan yang bisa dimanfaatkan dengan melihat tanggal-tanggal merah di setiap bulannya. Harapan kebanyakannya sih ada libur hari Jum’at karena Sabtunya “disate” aja sama Minggu karena Sabtu itu adalah Harpitnas 😄.

Nah balik lagi ke rencana liburan. Lain lagi dengan liburan dan ngetripnya blogger yang kadang-kadang bahkan sering juga dikagetkan dengan “suprise” mesti melakukan perjalanan ke satu atau beberapa tempat yang memang itu merupakan destinasi wisata. Entah itu karena tempat acaranya berada disana atau memang berdekatan lokasinya dengan tempat berwisata.

Nah kan?
Mulai terbayang ceritanya apa?

Ya ini bukan hanya cerita saja, benar-benar kejadian hal seperti ini terjadi baru-baru ini dialami oleh saya.

Di awal tahun lalu tidak terbayang sama sekali kalau saya akan melakukan liburan marathon seperti yang terjadi kemarin. Dibilang marathon iya karena acaranya mendatangi beberapa spot wisata di Cianjur dalam rentang waktu beberapa hari saja. Itu jarang terjadi mengingat kegiatan dan pekerjaan utama saya bukanlah traveler sejati (jadi travelingnya sesuai waktu yang tersedia) yang bisa kesana kemari setiap hari melakukan kunjungan ke beberapa tempat berbeda. Apalagi ini yang dikunjungi adalah tempat wisata. Ajiiiieeb, ajib bener Mang!

Itu yang ajibnya, ada yang lebih ajibnya lagi karena 2 hari pertama saya bersama para blogger Cianjur diharuskan menginap di Hotel Delaga Biru untuk mengikuti pembekalan materi oleh para tutor hebring baik dari dinas terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Cianjur, yang diwakili oleh narasumber Ibu Dra. Enung Sri Haryati (Kepala Bidang Pemasaran Disparpora Kab. Cianjur) yang menyampaikan materi tentang Kepariwisataan. Kemudian ada lagi pemateri dari Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Propinsi Jawa Barat yaitu Ibu Dra Febiyani, M.Pd. yang menyampaikan materi tentang Pemanfaatan Media Online untuk Promosi Pariwisata. Ada lagi pemateri akang kasèp Mario Devys dari JCI Chapter Cianjur menyampaikan materi tentang Optimalisasi Media Online untuk Promosi Wisata. Belum lagi dengan beberapa pemateri lainnya yang ga kalah cihuy, pokonya mantep madep, pemaparannya enak, berbobot dan menarik sehingga betah kepala ini diisi wawasan yang kekinian dalam rangka memenuhi tuntutan zaman now. 😁.

O iya, belum kasih tau acaranya apa. Nah, acaranya adalah Pemberdayaan Duta Wisata yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Cianjur dan Propinsi Jawa Barat bekerjasama dengan JCI Chapter Cianjur. Pesertanya adalah Blogger Cianjur dan Mojang Jajaka Cianjur. Semuanya adalah para Duta Wisata yang nantinya memiliki tugas untuk mempromosikan sektor pariwisata Cianjur terutama dalam media berbasis online. Ga tanggung-tanggung, acara ini dibuka langsung oleh Ibu Bupati Cianjur Hj. Ratu Eliesye Fitriane. 

Dalam sambutannya beliau menuturkan bahwa potensi Cianjur dalam pariwisata sangat besar dan memiliki peluang untuk memjadi salahsatu faktor pendukung kesejahteraan masyarakat Cianjur. Sehingga jika dikelola dengan baik akan memberikan hasil yang maksimal. Pengelolaan yang baik akan terlaksana dengan dukungan SDM dan pembangunan infrastruktur yang tertata.Baik dari segi akses jalan menuju lokasi, penataan fasilitas di tempat wisata maupun penataan informasi secara konvensional maupun online. Zaman now atuhlah, mesti mengikuti perkembangan zaman.
Dengan semakin mudahnya penggunaan media sosial online oleh semua kalangan terutama usia remaja dan produktif menjadikan ini sebagai corong informasi persuasif untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Cianjur. Apalagi jika di tempat-tempat wisata tersebut begitu dibuat menarik bagi para pemburu keindahan fotografi dan instagramable, berbondonglah wisatawan kesana.

Beberapa spot wisata dikunjungi pada hari ketiga dan keempat acara ini. Diantaranya adalah:
Istana Presiden Cipanas
Kebun Raya Cibodas
Pendopo Kabupaten Cianjur
Bomero, Pokland
Wisata Air Jangari
Tirta Jaya
Safari Religi
Makam Dalem Cikundul, dll.

Dan, pada akhirnya. Terjadilah trip dadakan ala blogger yang tidak direncanakan di awal tahun, melakukan perjalanan menarik bersama Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Cianjur, JCI, Moka Cianjur dan Blogger Cianjur. Semoga banyak lagi kegiatan yang bisa membuat para Blogger Cianjur berkumpul dalam suasana santai dan menyenangkan.
Share:

Mau LIBURAN ? Yuk Pantau Tanggal Merahnya!

Jauh-jauh hari sahabat pastinya udah memiliki resolusi liburan di tahun 2018. Entah itu liburan sendiri, keluarga ataupun rekan kerja atau sesama anggota dalam komunitas yang dimiliki.
Mungkin sebenarnya tulisan ini udah rada telat untuk diposting mengingat sekarang udah menginjak bulan ketiga di tahun ini. Tapi ya ga apa-apalah, karena masih tersedia sembilan bulan ke depan yang masih banyak tanggal merahnya. Ya! Tanggal merah artinyaaaa liburan.
Masih bingung mau liburan kemana di tahun ini?.
Jangan bingung!. Ada satu kota dengan dengan berbagai destinasi wisata yang bisa dikunjungi oleh sahabat.
Mau pantai? Ada!
Mau air terjun? Ada!
Mau wisata air? Ada!
Mau taman bunga! Ada!
Mau wisata sejarah? Ada!
Mau tempat sejuk dengan lanskap indah? Ada banget!
Mau spot-spot selfie bernuansa alam? Banyaaak!
Wisata kuliner? Ini jangan ditanya, ada dan baaanyaak!
Dimana lagi kalau bukan di Cianjur, dari Bandung, Jakarta, Bogor, Sukabumi tinggal gas dikit udah sampai ke Cianjur.
HACI ! Hayu Ameng ka Cianjur, explore Cianjur, Jelajah Cianjur. Satu minggu mah ga bakalan cukup untuk mengunjungi spot-spot terbaik Cianjur.
Membicarakan masalah liburan, apalagi ke tempat yang lumayan jauh dan memerlukan waktu yang ga sedikit. Mau ga mau mewajibkan sahabat buat mempertimbangkan segala hal. Mulai dari budget, jarak tempuh, transportasi dan yang paling penting kalau sahabat memiliki pekerjaan yang terikat dengan jam kerja yang pasti semisal di kantor dan sejenisnya. Dengan kondisi jam kerja seperti itu maka dapat dipastikan sahabat hanya mengandalkan tanggal-tanggal merah biar bisa melaksanakan liburan.
Tapi jangan khawatir, karena dilihat dari kalender tahun 2018 ini banyak sekali tanggal merah yang bisa dijadikan jadwal liburan sahabat. Setidaknya ada kurang lebih 15 hari libur di tahun ini. Lumayanlah ditambah dengan kemungkinan ijin cuti yang dimiliki oleh sahabat sendiri. Karena kebijakan ijin cuti tergantung dari tempat kerja masing-masing. Jadi bisa tambah banyak! Aamiin.
Setelah melalui serangkaian proses pembahasan yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Pemerintah menerbitkan Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor  707 Tahun 2017, Nomor  256 Tahun 2017, Nomor:01/Skb/Menpan-Rb/09/2017 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018.
Jumlah Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018 yaitu sebanyak 21 hari, dengan rincian Hari Libur Nasional sebanyak 16 hari dan cuti bersama sebanyak 5 hari untuk Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah dan Hari Raya Natal.
Dirilis oleh Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (KEMENKOPMK RI) melalui laman resminya http://www.kemenkopmk.go.id.
Inilah rincian jadwal  hari libur dan cuti bersama di tahun 2018. Scroll down yuk…
  • Senin, 1 Januari, Tahun Baru 2018 Masehi
  • Jum’at, 16 Februari, Tahun Baru Imlek 2569 Kongzili
  • Sabtu, 17 Maret, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940
  • Jum’at, 30 Maret, Wafat Isa Al Masih
  • Sabtu, 14 April, Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
  • Selasa, 1 Mei, Hari Buruh Internasional
  • Kamis, 10 Mei, Kenaikan Isa Al Masih
  • Selasa, 29 Mei, Hari Raya Waisak 2562
  • Jum’at, 1 Juni, Hari Lahir Pancasila
  • Jum’at – Sabtu, 15-16 Juni, Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah
  • Jum’at, 17 Agustus, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
  • Rabu, 22 Agustus, Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah
  • Selasa, 11 September, Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah
  • Selasa, 20 November, Maulid Nabi Muhammad SAW
  • Selasa, 25 Desember, Hari Raya Natal
*Rincian Cuti Bersama 2018 :
  • Rabu, Kamis, Senin dan Selasa, 13,14,18 dan 19 Juni, Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah
  • Senin, 24 Desember, Hari Raya Natal
Nah, itulah sekilas info tentang hari libur dan cuti bersama di tahun 2018. Semoga bermanfaat dan membantu sahabat untuk lebih mudah dalam merencanakan agenda liburan di tahun ini.
Jangan lupa untuk semangat dalam bekerja agar bisa mengisi pundi-pundi rezekinya biar bisa liburan sesuai keinginan.
Share:

Berkenalan dengan "Perjuangan" dalam Pekerjaan Pertama


www.gitagusti.com
www.gitagusti.com
Hal yang terlintas pertama kali jika berusaha mengingat tentang pekerjaan pertama saya adalah perjuangan atas usaha untuk mendapatkan uang tambahan agar bisa mendapatkan bekal untuk dapat tetap bisa masuk sekolah setiap harinya. Kenapa demikian ?, itu karena saya memulai belajar untuk mandiri memeras keringat sendiri untuk membantu orangtua dalam memenuhi sebagian kebutuhan biaya sehari-hari ketika saya melanjutkan sekolah yang jika dihitung jarak memang lumayan jauh dari kampung halaman meskipun masih dalam satu wilayah kabupaten yang sama.
Berangkat dengan tekad dan dukungan dari orangtua serta anggota keluarga lain setelah sedikit memaksa dan meyakinkan agar bisa melanjutkan sekolah di daerah perkotaan. Karena sebelumnya orangtua merekomendasikan untuk masuk ke sekolah yang dekat dengan rumah saja atau setidaknya tidak terlalu jauh dari rumah dengan alasan agar mudah ketika menengok dan memantau.
Berangkat dari keluarga yang memiliki latar belakang ekonomi (maaf)lemah yang berpenghasilan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak menyurutkan tekad untuk tetap bersemangat agar dapat bersekolah dengan harapan agar kedepannya saya memiliki ilmu yang cukup dan bisa mandiri untuk mengurus diri sendiri. Pada akhirnya tiga tahun lamanya dilalui dengan berbagai perjuangan baik dari segi adaptasi maupun materi yang cukup sulit pada akhirnya dapat diselesaikan dengan baik. Bagi oranglain dengan keluarga yang memiliki kecukupan materi dalam biaya sekolah maka hal ini bukan hal yang besar untuk dibanggakan, tapi bagi saya dan keluarga mendapatkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi dari menengah pertama itu adalah kebanggaan tersendiri.
Dalam perjalanan selama tiga tahun tersebut, ada beberapa bagian yang selalu menjadi kenangan termanis mengingat betapa sulitnya mendapatkan biaya yang cukup meskipun memang pasokan dari kampung selalu ada setiap bulannya. Akan tetapi dengan jumlah yang jika dihitung dan dipergunakan untuk biaya makan dan kebutuhan sekolah setiap harinya ternyata rata-rata hanya cukup untuk dua minggu saja. Maka jika melihat demikian maka dua minggu berikutnya adalah hal yang menjadi alasan yang paling kuat untuk memutar otak dan menyemangati diri agar mendapatkan penghasilan setidaknya untuk makan sehari-hari serta sekedar untuk mencukupi membeli diktat dan fotokopian materi dalam pembelajaran yang setiap minggunya selalu saja ada yang diwajibkan untuk dibayar.
Karena pada tahun pertama sudah merasa sangat malu untuk terlalu manja kepada orangtua meminta bekal agar dilebihkan. Pada akhirnya pada tahun kedua saya memberanikan diri untuk memanfaatkan kesempatan pekerjaan sampingan yang dapat dilakukan sebelum atau sepulang sekolah. Jika sekolah memiliki jadwal masuk pagi maka siang adalah waktu untuk bekerja begitupun sebaliknya. Itupun tidak setiap hari, hanya jika pekerjaan ada saja.
Dengan berbagai pertimbangan yang diperhitungkan matang-matang oleh orang yang saya minta agar mempekerjakan saya dalam pekerjaannya, jadilah saya bekerja dengan adaptasi yang sangat luar biasa.
Mungkin pembaca bertanya-tanya dimanakah tempat pekerjaan pertama saya itu?
Jika yang dibayangkan adalah pekerjaan yang ada di dalam ruangan dengan AC atau setidaknya pendingin udara yang menyegarkan, maka itu adalah salah besar. Karena pertama kalinya saya bekerja adalah di pekerjaan bangunan. Pekerjaan yang mengandalkan tenaga besar sedangkan badan saya sendiri tidak terlalu bertenaga besar. Akan tetapi saya bekerja semampunya dan mengatakan di waktu pertama bekerja bahwa bayarlah saya sesuai pekerjaan saya, biarlah tidak dibayar penuh asal saya mendapatkan uang untuk bekal.
Jadi itulah pekerjaan pertama saya, terkadang membawakan batu bata dari parkiran ke lantai dua. Terkadang memikul adukan semen dan pasir untuk para tukang tembok, terkadang pula mendorong gerobak mengangkut bahan material bangunan dari jalan besar ke gang-gang sempit tempat pekerjaan itu berada. Badan yang kecil ini dipaksakan untuk berpanas-panasan dan mengangkat beban yang berat dengan semangat yang mengalahkan itu semua.
Yang sering membuat saya tersenyum sendiri ketika mengingatnya adalah pada hari pertama bekerja saya mendapatkan upah, begitu senangnya hati ini meskipun jumlahnya tidak terlalu besar. Perasaan lelah di badan terbayarkan setelah mendapatkan rezeki yang mungkin menurut oranglain akan sangat kecil.
Telapak tangan ini berbeda dengan anak sekolah lain kebanyakan yang halus dan bersih. Kulit ini berbeda dengan anak sekolah lain kebanyakan yang tidak pecah dan gelap sisa terpanggang panasnya sinar matahari.
Banyak hal yang dapat dipetik dari proses belajar kemandirian selama bersekolah. Banyak hal yang dilakukan untuk mendapatkan sedikit rupiah agar dapat memenuhi kebutuhan hidup pada waktu itu. Selain sebagai buruh bangunan juga pernah beberapa waktu di bengkel kendaraan.
Dibalik itu semua, selalu ada hikmah yang bisa dipelajari dengan pengalaman yang dilalui. Menyadarkan sedikit besarnya mungkin beginilah perjuangan orangtua untuk menjamin kehidupan anak-anaknya agar mendapat pakaian dan pendidikan yang layak. Mengingatkan untuk selalu menghargai setiap rezeki yang didapatkan baik untuk menghargai oranglain yang menguras keringat bekerja untuk kita maupun tidak berfoya-foya ketika kita mendapatkan rezeki yang lebih.
Bersyukurlah saat ini saya bekerja sekaligus menyumbangkan tenaga dalam balutan pengabdian menyumbangkan sedikit kemampuan yang diperoleh untuk kebaikan sesama.
Tidak ada maksud untuk mengeksplorasi kedukaan. Tidak ada maksud untuk mempermalukan diri sendiri. Tidak ada maksud untuk mengelu iba dari orang lain yang membaca tulisan ini. Karena banyak yang berjuang lebih dari ini.
Hanya jika kebetulan ada pembaca yang sedang bergulat dan berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang memang layak diperjuangkan, bersemangatlah!. Karena kesempatan tidak untuk mereka yang malas memperjuangkan.
Share:

Anak dan Problematika Solusi atas Kebutuhan Khususnya

Tidak ada yang berbeda dengan kegiatan hari ini, masuk kelas dan memfasilitasi anak didik di tiga kelas berbeda dengan tingkatan yang sama. Kebetulan tahun ini hanya diberikan amanah untuk mengisi kelas tingkat 7 (tujuh) saja berdasarkan pertimbangan secara pribadi kepada atasan untuk membagi konsentrasi antara mengajar dan mengelola data administrasi pendidikan agar seimbang dengan alokasi waktu yang dimiliki. Itupun bukannya tidak beresiko pada jam kerja karena dengan memegang dua job yang berbeda membuat saya harus memiliki jam pulang yang berbeda atau setidaknya bekerja di malam hari agar tuntutan penyelesaian pekerjaan dapat terselesaikan.
Di salahsatu kelas hari ini, kegiatan pembelajaran berjalan lancar hingga pada akhirnya di tengah-tengah waktu pembelajaran secara tidak sengaja perhatian tertuju pada anak didik yang duduk di barisan kedua dari belakang. Si anak sepertinya terlalu asyik dengan dunianya sendiri sehingga lupa dengan sekelilingnya. Di saat teman-temannya mengerjakan tugas speakingyang diberikan dengan melafalkan beberapa kata dan kalimat di buku pegangan masing-masing, anak ini melakukan kegiatan berbeda dengan hanya mencoreti buku catatannya, sepertinya dia menggambar sesuatu.
Dengan berusaha untuk tidak menarik perhatiannya saya coba untuk mendekatinya memutar dari arah samping menyusuri deretan meja di sisi lain. Pada akhirnya setelah saya mendekat sekalipun dia masih terlalu sibuk dengan aktifitas menggambarnya. Penasaran dengan apa yang digambarnya saya memperhatikan dari belakang, ternyata anak tersebut menggambar sekelompok orang dengan posisi sedang berolahraga. Saya menduga bahwa dia memiliki ketertarikan yang lebih banyak di bidang olahraga dibandingkan dengan bidang lainnya.
Setelah saya beberapa menit berdiri di belakangnya, anak tersebut rupanya menyadari bahwa saya memperhatikan karena beberapa temannya tertawa kecil sambil menunjuk perlahan seolah memberitahukan kepadanya bahwa saya ada di belakang. Anak ini memiliki karakter pemalu dalam kesehariannya dan cenderung banyak diam ketika dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Berbeda dengan ketika masuk ke pelajaran olahraga maka dia termasuk salahsatu yang paling aktif. Jika dalam penilaian aspek pengetahuan dan keterampilan untuk mata pelajaran yang banyak belajar di ruang kelas nilainya standar bahkan cenderung minim, berbeda dengan hasil penilaian yang mengandalkan aspek motorik maka dia termasuk di atas rata-rata.
Akan tetapi ada satu hal yang paling memprihatinkan yaitu ternyata anak ini memiliki kesusahan dalam hal kemampuan membaca. Mungkin dalam istilah lain termasuk dalam anak yang mengalami disleksia.Entah apa yang menjadi penyebab apakah pola asuh dan didik di rumah oleh orangtua, pola pendidikan di sekolah atau memang akibat dari faktor gen dan keturunan (dalam beberapa referensi literasi hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti). Jika dibandingkan dengan anak lainnya (normal) maka kemampuan membacanya hanya setara dengan kemampuan membaca anak usia 9-10 tahun atau tingkat 3-4 sekolah dasar (dengan perbandingan anak yang bersekolah di daerah pedesaan yang tidak mengenal sekolah TK), hal ini banyak menimbulkan pertanyaan lain yang jika diungkapkan kemungkinan akan mengalami perbedaan persepsi dan ketersinggungan pihak terkait.
Untuk hal seperti ini solusi berkelanjutan dibutuhkan karena rumitnya permasalahan ini jika terus dibiarkan. Akan tetapi dengan sumber daya yang terbatas dan fasilitas yang belum memadai maka masalah anak-anak yang memiliki "kelebihan" seperti ini hanya akan terabaikan dan terlupakan. Misalnya kebutuhan pelayanan khusus oleh petugas khusus atau kebutuhan konseling dan penjaringan anak berkebutuhan khusus baik yang termasuk kategori ringan, sedang atau pun berat.
Karena dengan hanya mengandalkan solusi jangka pendek akan kesulitan untuk memantau perkembangan anak tersebut. Misalnya memang semenjak diketahui bahwa anak tersebut memiliki kesusahan dalam membaca maka saya mengambil solusi dengan memberikan bimbingan khusus pada setiap jam pelajaran yang saya miliki di kelas tersebut dengan memberikan tugas membaca bacaan ringan yang kontennya disukai olehnya. Akan tetapi mungkin solusi seperti ini akan sulit diketahui hasilnya dan kurang efektif karena posisi saya yang hanya seminggu dua kali masuk kelas dengan alokasi waktu yang sedikit dibandingkan dengan hasil yang diharapkan.
Semoga ke depannya akan ada perhatian, solusi yang nyata dan dukungan dari pihak terkait yang bertanggungjawab atas kemajuan dunia pendidikan. Disamping memang ini adalah kewajiban orangtua dan lingkungan untuk mengantarkan anak-anaknya siap untuk menghadapi masa depan yang tidak semudah yang difikirkan. Karena disamping kelebihan motorik yang dimiliki, harus disadari bahwa penguasaan terhadap aspek pengetahuan dan keterampilan wajib dimiliki oleh setiap orang.
Share:

My Pic





Share:

Tentang Saya

Git Agusti

Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Blogger Cianjur | Buzzer | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Random Writer | ...Read More

Ikuti Saya Melalui Email

Label

Jalan-Jalan (16) Stories (16) opini (14) Teknologi (13) edukasi (12) Report (2)

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Komentar Terbaru

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"

Git Agusti | Lifestyle Blogger