Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Alasan Kenapa Auto Visitor Pada Blog Dilarang

Alasan Kenapa Auto Visitor Pada Blog Dilarang

Hallo temans...

Udah nulis hari ini? Hayooo, artikelnya masih betah di draft atau udah diposting nih?

Ya, bagi sebagian orang yang memiliki blog kemudian mengisinya dengan karya-karya tulisnya baik yang berupa single niche atau multiple niche, memiliki banyak visitor blog pribadinya merupakan hal yang sangat membahagiakan. Semakin banyak orang yang mengunjungi dan betah berlama-lama di blognya itu berarti semakin menarik pula konten-konten yang ada dalam blog yang dimiliki. Its amazing!

Berbeda dengan website besar dengan penerapan SEO off page dan on page yang selalu dimaksimalkan, sebagian orang yang suka menulis dengan memanfaatkan media blog sebagai salahsatu cara untuk publikasi karyanya biasanya kebanyakan tidak terlalu banyak menguasai teknik SEO, termasuk saya yang masih sangat minim wawasan dan keterampilan ber SEO-SEO an :-D. Selama ini saya menulis tanpa optimasi yang lain-lain dan hanya mengandalkan tulisan dan tambahan foto-foto untuk menarik pengunjung.

Belakangan ini ada beberapa teman yang membicarakan mengenai visitor untuk jejaring dunia maya. Beragam cara yang menarik untuk didengarkan saya simak baik-baik. Mulai dari penguatan isi tulisan agar semakin berkualitas, daya tarik gaya tulisan yang membuat nyaman pembacanya serta penguasaan SEO itu tadi. 

Sangat luar biasa dan terkagum-kagum ketika mendengar beberapa pernyataan teman bahwa blognya memiliki banyak visitor unik setiap hari, kalkulasi dalam sebulan wiiih hebat poko'e.

Jika menggunakan tekhnik Search Engine Optimation (SEO) yang baik baik off page maupun on page, maka itu tidak ada salahnya. Berbeda dengan penggunaan cara yang "tidak disarankan" semacam auto visitor.
 
Nah, peurtinyi-inyi (baca dengan gaya Mas Thukul) Apa itu Auto Visitor?

Auto Visitor adalah suatu program yang berguna untuk menjadi pendongkrak traffic pada blog dengan menggunakan semacam bot untuk mengunjungi blog tertentu dalam jumlah yang besar.

Konon katanya aplikasi auto visitor bisa seolah-olah bisa mendatangkan ratusan pengunjung yang memadati blog namun bukan pengunjung organik melainkan hanyalah sebuah bot dari aplikasi tertentu.


Sekilas keren sih, tapi terasa hampa begitu kan ya? Artikel kita cuma dikunjungi robot! :-D
Selain itu ada beberapa dampak buruk dari penggunaan aplikasi auto visitor. Ini dia:

Pengajuan Google Adsense Ditolak
Bagi para blogger yang juga sudah mulai masuk ke dunia Google Adsense untuk menambah pundi-pundi rupiahnya, blog yang menggunakan auto visitor sulit bahkan kecil kemungkinannya untuk diterima ketika mendaftar Google Adsense, karena biasanya blog yang di acc hanyalah yang memiliki visitor organik.

Visitor Turun Drastis Tiba-Tiba
Penggunaan auto visitor juga bisa menyebabkan penurunan grafik visitor yang begitu drastis dikarenakan karena aplikasi auto visitor tidak akan selamanya aktif.
Tidak Merangsang Blogger Untuk Berkarya Lebih Baik
Menggunakan auto visitor hanya akan membuat diri penulis/blogger stagnan tanpa ada usaha dan motivasi untuk meningkatkan kualitas karya tulisnya. Berbeda dengan mengandalkan visitor organik yang memang merupakan benar-benar pengunjung yang akan begitu suka dengan konten blog yang selalu menarik dan sesuai dengan minat yang dimiliki oleh pengunjung.

Blog Sulit Terdeteksi Mesin Pencarian Google
Blogger yang menggunakan auto visitor akan sulit menemukan artikel dari blognya berada page one pencarian. Google biasanya akan dapat mendeteksi blog dengan visitor murni.

Resiko Fatal Blog Dihapus Google
Efek mengerikan dari menggunakan auto visitor adalah blog dihapus oleh Google, mengingat Google adalah empunya "kontrakan".  Tentu yang punya kontrakan ga mau penghuni kontrakannya bertindak di luar peraturan yang ditetapkan.

Itu dia temans, beberapa alasan kenapa auto visitor mesti dijauhi dan ga perlu berfikir untuk sekali-kali menggunakannya. Lebih baik organik, makanan aja yang alami kan lebih baik karena lebih menyehatkan.
Share:

Hati-Hati! Admin WhatsApp Grup Bisa Dipenjara

Hati-Hati! Admin WhatsApp Grup Bisa Dipenjara
Temans, punya aplikasi WhatsApp kan di smartphonenya?

Mayoritas orang saat ini tentu sangat mengenal aplikasi perpesanan yang satu ini. Selain karena kemudahan dalam penggunaannya, aplikasi ini juga memiliki ragam fungsi yang cukup memenuhi kebutuhan pengiriman dan penerimaan pesan saat ini. Bahkan tidak hanya berbentuk chat namun dengan aplikasi ini dapat dilakukan pula aktivitas telepon dan video call.

Selain pesan pribadi, terdapat pula fitur WhatsApp Grup yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi wadah bagi para anggota komunitas tertentu untuk dapat berkomunikasi dengan mudah kapan dan dimana saja.

Dengan adanya fitur ini, aktivitas mengirim dan mendapatkan informasi begitu mudahnya dilakukan. Mulai dari mengirim dan melakukan percakapan bersama, mengirim pesan suara, pesan gambar atau video yang berdurasi panjang serta mengirim beragam jenis file dokumen termasuk word, excel atau power point.


Mungkin temans disini memiliki dan mengikuti atau bahkan mengelola banyak grup WhatsApp di smartphonenya, bahkan ada yang sampai puluhan grup tersemat di aplikasi ini. Terbayang banyak pesan yang harus dibuka, ya terkadang bikin bingung dan cape juga sih. Saya hanya memiliki beberapa grup namun seringkali harus menganggarkan waktu tertentu untuk membuka semua grup. Simalakama juga karena kalau dibuka semua cukup menyita waktu di sisi lain jika tidak dibuka dan diperhatikan isinya dengan baik khawatir tertinggal informasi yang mungkin terselip di beberapa percakapan.

Dalam 1 WhatsApp Grup setidaknya selalu terdapat 1 admin yang memiliki peran mengelola segala sesuatu dalam grup tersebut, mulai dari pengelolaan anggota, memasukkan atau mengeluarkan anggota termasuk dalam pengawasan postingan/kiriman dari anggota grup.

Dari sekian banyak anggota, tidak jarang ada beberapa anggota grup yang seringkali mengirimkan konten-konten yang diluar dari peruntukan grup. Entah itu karena iseng atau mungkin karena tujuan tertentu.

Nah seringkali admin grup kelabakan untuk memperhatikan dan melakukan filter terhadap kiriman-kiriman dari anggota. Baik buruknya hal yang dibagikan dalam grup sebenarnya merupakan tanggungjawab bersama baik admin maupun anggota. Namun sayangnya kadang ditemukan orang-orang yang menganggap biasa hal yang lantas kemudian dibagikan dalam grup namun ternyata membuat risi sebagian atau seisi grup baik itu konten yang bermuatan:

👉 Konten melanggar kesusilaan, ancaman tetap yaitu maksimal 6 tahun penjara.
👉 Konten perjudian, ancaman tetap yaitu maksimal 6 tahun penjara.
👉 Konten yang memuat penghinaan dan atau pencemaran nama baik.
👉 Konten pemerasan atau pengancaman, ancaman tetap yaitu maksimal 4 tahun penjara.
👉 Konten yang merugikan konsumen, ancaman tetap yaitu maksimal 6 tahun penjara.
👉 Konten yang menyebabkan permusuhan isu SARA, ancaman tetap yaitu maksimal 6 tahun penjara. 

Nah, mengingat tanggungjawab dari seorang admin grup WhatsApp dan ini berlaku bagi grup-grup media sosial lainnya, tidak ada salahnya kita berhati-hati agar tidak tersangkut masalah hukum, apalagi dengan hadirnya UU ITE yang siap menjerat siapa saja yang melakukan tindakan melawan hukum melalui dunia maya.

Seperti misalnya ada kasus di negara tetangga yaitu India, seorang admin dari sebuah grup di WhatsApp ditangkap polisi dikarenakan kasus pencemaran nama baik. Memang baru di India, namun ini juga dapat terjadi di Indonesia lho, duh semoga jangan sampai kejadian deh.

Berdasarkan pernyataan dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Pak Rudiantara mengatakan bahwa admin atau pun anggota group di WhatsApp juga bisa saja ditangkap, yang salah satunya dikarenakan kasus pencemaran nama baik.

Ini bisa terjadi apabila ada salah satu anggota grup yang tertangkap tangan karena mencemarkan nama baik dari seseorang atau pun pihak tertentu, dan ada yang melaporkan hal tersebut, maka laporannya bisa diproses. Jika memang terbukti, anggota yang melakukan pencemaran nama baik tersebut dan admin dari grup WhatsApp yang memiliki anggota tadi pun bisa langsung dipenjarakan.

Adapun dasar hukumnya adalah UU ITE pasal 27 ayat 3
"melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik."

UU ITE inilah yang bakal memproses kasus pencemaran nama baik jika ada seseorang atau pihak yang melaporkan. Tak hanya itu, pasal tadi juga berlaku untuk penyebaran dokumen elektronik yang melanggar keasusilaan mau pun berisi perjudian, pemerasan, dan juga ancaman terhadap seseorang atau pihak tertentu. Nah makanya harus hati-hati banget ini.

Oleh karena itu, bagi temans yang memiliki peran admin dari sebuah grup di WhatsApp dan media sosial lain agar lebih berhati-hati. Jangan sampai temans terseret atau dilibatkan dalam sebuah kasus gara-gara mengundang seseorang atau pihak tertentu yang berpotensi melanggar hukum.

Tentunya untuk anggota grup di WhatsApp dan media sosial lain tetap berhati-hati dalam bertindak dengan jarinya dan berpikir lebih banyak sebelum mengirim atau membagikan suatu konten tertentu.
Share:

Kebaikan Amang Sopir Yang Bikin Anak Suka Angkutan Umum

Rumah terasa sepi hari ini tanpa adanya si kecil yang baru menginjak usia 4 tahun berjalan. Bagaimana tidak sepi karena biasanya rumah selalu hangat dengan suara mungilnya memanggil-manggil meminta tolong mengambil mainannya yang masuk ke kolong kursi atau merengek-rengek meminta saya untuk untuk menjadi kuda si pelari kencang lalu dia naik ke atas punggung dan meminta berputar-putar menirukan kuda kesukaan yang sering dilihat di film animasi favoritnya.

Maklum, dengan usianya sekarang semakin aktif saja anakku bergerak, saya mulai akrab dengan pertanyaan "ini apa? Ini kenapa begini? Itu kenapa begitu?" dan pertanyaan-pertanyaan yang terdengar indah namun terkadang saya bingung untuk menjelaskan jawaban atas sesuatu yang ditanyakan tentunya agar dapat dicerna dengan baik oleh pemikirannya yang masih sangat belia.

Sejak tadi pagi si kecil keukeuh maksa ingin ikut ibu, abah dan uminya untuk pergi ke rumah keluarga yang letaknya lumayan jauh sehingga harus menggunakan kendaraan untuk pergi ke sana dan waktu perjalanannya lumayan lama.

Sempat khawatir dengan kondisinya yang baru sembuh dari sakit demam dua hari kemarin. Namun karena melihatnya yang sudah terlihat sehat serta keinginannya yang sangat besar untuk ikut akhirnya saya mengijinkan ibunya untuk pergi ke rumah saudara yang akan menyelenggarakan acara pesta pernikahan di daerah Kabupaten Bandung.

Saya tahu alasan kenapa si kecil keukeuh memaksa untuk ikut ke abah dan uminya. Tiada lain karena anak saya sangat suka kalau dibawa untuk menaiki kendaraan angkutan publik apalagi kalau angkutannya itu jenisnya bus dan kereta api, (sampai saat ini dia belum kesampaian naik kereta api sih, baru sampai ke kunjungan stasiun terdekat aja). Mungkin salahsatunya karena efek dari film yang sering ditonton menampilkan tokoh-tokoh bus yang lucu dan menyenangkan.

Ada yang unik dari angkutan antar daerah di tempat tinggal saya. Ya meskipun tidak sebanyak di perkotaan namun 1-2 tahun belakangan ini muncul moda transportasi baru yang representatif sesuai dengan kebutuhan masyarakat disini. Mobil sejenis elf muncul dengan rute baru (Pagelaran-Ciwidey) yang jalurnya melewati tempat tinggal kami selanjutnya mengantarkan penumpang melintasi perbatasan Cianjur Bandung melalui jalur alternatif. Mobil jenis ini memang menjadi andalan karena terkenal tangguh untuk medan jalanan yang kurang bersahabat sekalipun. Kalau ada yang pernah berkunjung atau melewati tujuan wisata Curug Citambur pasti tahu dan pernah merasakan ekstremnya tanjakan leumah neundeut, seru kan? Haha

Lantas tadi bilang ada yang unik, apa ya?

Saya katakan unik karena angkutan elf ini menjadi kendaraan yang banyak diidolakan oleh anak-anak dan sangat dirindukan kedatangannya. Pernah beberapa kali melihat segerombolan anak-anak usia sekolah dasar begitu antusias berteriak-teriak: "Tayooooo! Tayooooo!".
Mereka begitu berbahagia ketika sang sopir memberhentikan kendaraannya lantas kemudian membunyikan klaksonnya disambut dengan riang gembira oleh anak-anak tadi.

Tidak sampai disana, Mang Sopir terlihat mengambil sesuatu dari karung putih besar yang ternyata itu adalah boneka Tayo, si tokoh film kartun animasi yang lagi trend di kalangan anak-anak. Lantas kemudian membagi-bagikannya kepada anak-anak tersebut.
Ini dia!
Tidak hanya untuk anak-anak yang ditemui di perjalanan, namun tentu setiap penumpang yang kebetulan membawa anak kecil pasti akan mendapatkan satu boneka lucu itu (selama persediaan ada).


Karena pemilik elf itu begitu peduli terhadap apa yang anak-anak setempat sukai, sampai-sampai memodifikasi warna dan rupa kendaraan tersebut menyerupai Tayo.

Tak heran karena hal sesederhana ini membuat angkutan umum seperti ini diminati anak-anak dan juga para orangtua (karena bikin anak senang :-) ). Mereka semakin nyaman untuk menggunakan angkutan umum karena keunikan yang ada dalam angkutan yang membuat anak-anak sedikit banyaknya terhibur. Belum lagi hal ini secara tidak langsung membuat dalam fikiran anak-anak tertanam kebiasaan untuk menggunakan angkutan umum yang lebih efisien ketimbang kendaraan pribadi. Yang kalau di kota besar penggunaan angkutan pribadi menjadi salahsatu penyebab terbesar kemacetan.

Terimakasih buat Mang Sopir yang inovatif, semoga dapat ditiru oleh para penyedia angkutan lainnya di jalur-jalur yang lain.

Next, saya akan membahas inovasi lainnya yang digagas oleh salahsatu innovator muda di Pasirkuda.
Share:

Keterampilan IT Untuk Guru, Pentingkah?

Era globalisasi telah banyak menyentuh beragam bidang profesi, tak terkecuali dalam dunia pendidikan. Personal yang memiliki profesi sebagai guru mau tidak mau harus melek terhadap IT dengan tujuan supaya para guru tidak tertinggal oleh teknologi yang setiap harinya dipakai dalam hal pembelajaran. 

Beragam aplikasi yang bersinggungan dengan dunia pendidikan mulai bermunculan, hal ini tentu harus diimbangi dengan kemampuan elemen di dalamnya. Guru yang belum memiliki kompetensi dalam mengimplikasikan terhadap pendekatan pembelajaran menggunakan teknologi pada saat ini dituntut untuk mampu mengembangkan keterampilannya akan komputerisasi. Salahsatunya adalah  pembelajaran dituntun menggunakan alat komputer sebagai media pembelajaran supaya siswa tidak jenuh dengan metode ceramah. 

Setidaknya ada beberapa hal positif yang akan didapatkan ketika seorang guru memiliki keterampilan mengoperasikan komputer, diantaranya:
🌟 Menambah Percaya Diri
Keterampilan calon guru menggunakan komputer dapat membuatnya lebih merasa percaya diri ketika melamar pekerjaan atau kondisi yang mensyaratkan harus mahir komputer. Bahkan beberapa tahun yang lalu keterampilan komputer merupakan ilmu yang tergolong berkelas dan sangat diminati oleh kalangan terpelajar. Bagaimana tidak? Segala hal yang berbau teknologi masa kini tidak akan bisa lepas dari komputer bahkan pengembangan teknologi menggunakan komputer untuk ditingkatkan kemampuannya untuk meringankan pekerjaan yang biasa dilakukan manusia secara manual. Nah, kalau sudah demikian, masihkah guru mau berleha-leha dan keukeuh dengan kekonvensionalannya?

💥 Peluang Lolos Bersaing
Dengan memiliki keterampilan menggunakan komputer membuat calon guru akan mempunyai investasi masa depan berupa peluang di beberapa hal yang cukup menjanjikan. Keterampulan menggunakan komputer bisa diterapkan disegala macam bidang profesi, salahsatunya profesi guru. Lihat saja pelaksanaan seleksi CPNS terakhir yang menggunakan sistem CAT, serba komputer sejak tahap pendaftaran.

🔅 Membantu Memudahkan Pekerjaan
Dengan keterampilan mengoperasikan komputer maka pekerjaan guru yang pada waktu sebelumnya memerlukan waktu dan tenaga lebih bisa dikerjakan dan teratasi dengan waktu yang singkat dan lebih mudah. Bayangkan saja dalam pengerjaan dokumen yang banyak terjadi kesalahan jika dikerjakan dengan mesin tik dan tentu tidak bisa diperbaiki atau diedit maka dengan komputer bisa menangani permasalahan tersebut dengan lebih baik, data yang diolah bisa dengan mudah diedit bahkan setelah disimpan dalam jangka waktu lama serta dapat diarsipkan secara digital sehingga mempermudah pencarian ketika dibutuhkan. Menyusun rencana pembelajaran dan membuat bahan ajar lebih mudah dengan komputer.

🔼 Menunjang dan Meningkatkan Karir
Personal masa kini yang menguasai penggunaan komputer apalagi jika dibarengi dengan pengetahuan perawatan dan memperbaiki akan mampu bekerja lebih produktif dengan waktu dan tenaga yang minim. Bahkan mempelajari komputer merupakan investasi masa depan yang memiliki prospek bagus.
Share:

Bijak Menghadapi Tahun Politik

Tahun 2019 menjadi tahun politik bagi Indonesia, karena pada tahun ini tepatnya hari Rabu tanggal 17 April 2019 akan dilaksanakan Pemilihan Anggota Legislatif DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD. 

Memasuki tahun politik kali ini, situasi sosial masyarakat menjadi sangat panas. Apalagi jika memperhatikan perkembangan di media sosial. Begitu bertebaran kampanye negatif dan kampanye hitam yang disebarkan oleh berbagai kubu. Sebaran hoax begitu mudahnya menjadi bahan kontroversi di dalam kehidupan masyarakat. 

Kalau tidak berhati-hati, masyarakat yang aktif di dunia maya (call them netizen) maka dipastikan akan dengan mudah tergelincir dalam perseteruan yang berimbas pada melemahnya persatuan dan empati antar anggota masyarakat. Jika dibiarkan akan menjadi hal yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa yang majemuk. Maka dari itu masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan bijak dalam memanfaatkan media sosial agar tidak tergelincir dalam perbuatan yang berujung pada permasalahan hukum.
Perang keyboard antar pendukung pasangan calon (paslon) di media sosial sangat panas. Dikhawatirkan setiap kubu akan menjadi lepas kontrol karena terlalu aktif menyebarkan berita-berita hoax yang sengaja dibuat untuk menyerang salahsatu kelompok atau beberapa kelompok yang berujung pada ketidakharmonisan kemudian tidak menutup kemungkinan menyeret pada masalah hukum.

Alaangkah baiknya masyarakat menyikapi suasana panas suhu politik dengan kepala dingin sehingga tidak tergelincir kepada perbuatan yang merugikan diri sendiri berakibat bersentuhan dengan permasalahan hukum.
Share:

"Piknik Adalah Pemborosan" | Benarkah ?


"Piknik Adalah Pemborosan", Benarkah ?
Pergi berwisata ke suatu tempat dimana saya dan keluarga bisa menikmati suasana dan pengalaman baru merupakan hal yang kami selalu ingin lakukan setidaknya setiap sebulan sekali. Hal ini tidak menjadi agenda akan tetapi selama waktu dan keuangan memungkinkan kami selalu menyempatkan untuk pergi ke tempat yang diinginkan. Tidak perlu jauh dan mahal, karena kami pilih tempat yang sesuai dengan kantong kami agar tetap tidak menjadi pemborosan bagi keuangan keluarga. 
Merencanakan piknik sederhana melalui tabungan rumahan jangka pendek
Mungkin bagi banyak orang lain (read : tetangga) ini dipandang sebagai pemborosan, apalagi secara finansial kami hidup masih jauh dari penghasilan yang serba berkecukupan.
Putri saya berusia 4 tahun saat ini, saya selalu ajak sejak usianya 1 tahun pergi ke beragam tempat wisata yang bisa dijangkau dalam waktu yang relatif singkat, sekaligus ingin mengenalkan anak pada alam yang beragam, tidak melulu hanya melihatnya dari buku dan televisi.

Saya dan istri berfikir bahwa bepergian untuk piknik kecil-kecilan tidak perlu menunggu kaya dan berada. Karena sekian tahun yang akan datang belum tentu kami akan dapat menikmatinya seperti saat ini.

Badan kami saat ini kuat, belum tentu nanti memasuki usia tua sanggup untuk berkendara motor menantang angin jalanan tanpa masuk angin. Geraham dan gigi kami saat ini kuat, belum tentu nanti sanggup untuk  mengunyah ragam kuliner di tempat wisata yang kami kunjungi. Kemudian coba saja bayangkan dan hitung secara kasar kemudian bandingkan. Besar mana biaya yang harus dikeluarkan antara biaya untuk pergi piknik secara sederhana yang penting fikiran kembali refresh atau biaya untuk berobat ke dokter karena sakit? Biaya berobat sekarang mahal lho, di daerah saya saja sekali berobat ke dokter setidaknya 40-50 k harus dikeluarkan, itu baru sakit biasa, apalagi kalau sakitnya lebih dari biasa?. Sistem imun tubuh sendiri akan melemah ketika orang dalam keadaan stress karena pekerjaan atau hal lain yang berkelanjutan, jadinya gampang sakit. Nah mungkin salahsatunya karena kurang piknik, haha.

Seringkali kami mendapatkan pertanyaan dan pernyataan nyinyir baik itu dari teman kerja atau tetangga yang beberapa kali melihat foto wisata kami di jejaring sosial atau tahu bahwa kami baru pulang dari suatu tempat.
Ekspresi tetangga nyinyir, haha
"Piknik wae nya ari nu gede duit mah..." (Sunda) "Piknik aja ya yang besar uangnya..."
"Piknik teh boros, tong digedekeun teuing" artinya "Piknik itu boros, jangan terlalu dibesarkan/diprioritaskan"

Berwisata yang kami lakukan selama ini bukanlah untuk mencari pujian atau perhatian dari teman atau tetangga. Tujuan dari semua itu adalah untuk sedikit memberikan hal baru kepada keluarga yang mungkin dalam suatu waktu memiliki titik jenuh di rumah. Misalnya saya sering memperhatikan sang istri yang sehari-hari sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah dan di dalam rumah, mengurus rumah tangga dan anak yang kalau diperhatikan itu adalah tugas yang luar biasa berat, tidak ada kata selesai dalam pekerjaan rumah tangga. Pagi rapih siang berantakan sore membereskan, begitu seterusnya.

Untuk masalah keuangan, yang seringkali dinyinyiri tetangga dan rekan kerja, mereka tidak tahu bahwa kami sudah mengatur sedemikian rupa agar kami dapat menyisihkan sebagian kecil penghasilan untuk aktifitas ini. Kalau ada keperluan lain kami pakai untuk hal tersebut, kalau tidak maka kami dapat pergi untuk sekedar melepas penat dari stress aktifitas kerja dalam keseharian.

Yang namanya jalan-jalan, piknik, rekreasi, atau apalah itu namanya, pastinya memang menghabiskan uang. Tapi besarannya dapat kita atur dan sesuaikan dengan kemana dan mau apa kita di tempat tujuan. Karena kami fikir adalah bahwa uang sebanyak apapun meski tidak pergi berlibur akan habis dengan kebiasaan boros misalnya membeli yang tidak perlu dibeli. Misalnya lemari pakaian sudah penuh tapi masih ngotot ingin membeli pakaian padahal yang ada masih layak pakai. Atau kebiasaan lain semisal seringkali gonta-ganti gadget hanya karena ingin dipandang up to date padahal gadget lama masih bisa dipakai dengan lancar.

Baca tips ini : Ga Perlu Mahal Untuk Liburan di Akhir Pekan
Yah, semua itu tergantung cara orang mengelola keuangan. Sebenarnya gampang saja jika mereka mau, sisihkan sejumlah uang sesuai kemampuan masing-masing kemudian tentukan tujuan piknik dengan menyesuaikan pada kemampuan keuangan keluarga. Banyak kok destinasi wisata murah yang tidak menguras kantong. Tidak perlu ke tempat wisata yang lagi ngehits yang pasang harga tiket dan wahana-wahana lain didalamnya yang super mahal, cukup datangi tempat yang disukai anak istri, jika tidak mampu yang jauh-jauh, ya yang dekat saja karena yang terpenting adalah kebersamaan dan memberikan kenangan bersama bagi anak kita.

Uang memang penting dan banyak yang beranggapan jalan-jalan tidak penting karena menghabiskan uang. Tetapi saya menempatkan kebersamaan keluarga dan memberikan kenangan kepada anak-anak adalah masuk dalam skala prioritas, makanya saya mengkhususkan dana dan waktu untuk piknik sekedar mengikuti putaran roda kendaraan ke tempat tujuan. Sesampainya, kami nikmati suasana, bermain bersama, mengabadikan momen melalui kamera jadul, memberikan penjelasan kepada anak tentang apa yang dia ingin ketahui, membimbingnya untuk bersyukur dapat menikmati kenikmatan yang diberikan Sang Pencipta melalui alam yang indah, dan tidak lupa, kami ajarkan pula tentang manfaat berhemat tanpa harus pelit kepada orang sekitarnya. Berhemat mengajarkan anak bahwa untuk mencapai tujuan harus melalui pengorbanan. Berkorban untuk melawan sifat boros, hura-hura dalam keseharian.

Tidak ada hal negatif yang kami temukan dalam perjalanan piknik yang menurut mereka adalah pemborosan. Menunggu tua dan sukses itu masih harapan, sedangkan dapat bepergian ke beberapa tempat meski jarak dekat adalah kesempatan.

Jika ada yang bilang piknik adalah p e m b o r o s a n, yakinlah bahwa mereka kurang piknik.


Ini waktu si cantikku berusia 9 bulan, udah dibawa otewe'an, :-D
Ini dimana ya, lupa
Eksyeeen, cuaca ekstrim akali dengan pakaian double
Kalau bukan untuk keluarga, untuk siapa lagi?
Nyengir lawan Pokemon
Makin besar dan lincah...
Share:

Partisipasi Politik Masyarakat Muda Masa Kini, Pentingkah ?

Partisipasi Politik Masyarakat Masa Kini, Pentingkah ?
Suatu waktu di markas kopi kami, menikmati segelas kopi hitam panas ditemani goreng pisang di warung sederhana di pinggir jalanan kampung. Kira-kira empat lima orang dewasa usia seperempat abad setidaknya serentak menikmati sajian yang sama dalam cuaca yang cukup dingin.

Disana, di bangku kayu panjang yang menjadi saksi bisu keberagaman pemikiran kaum muda di perkampungan, tapi percayalah, kami masih di wilayah Indonesia, bahkan tak perlu naik pesawat terbang atau kapal menyeberangi lautan untuk sampai ke daerah ibukota negara kami, Jakarta (yang katanya kota yang tak pernah tidur).

Apapun kami bicarakan disana, sekedar memancing kehangatan suasana agar lebih hangat. Pekerjaan, hobi, asmara bahkan kekonyolan-kekonyolan sepele yang terkadang membuat kami terbahak lama. Terbahak-bahak melupakan kesusahpayahan dalam sulitnya mencari sekedar pengisi piring untuk perut sendiri, apalagi untuk yang sudah memiliki tanggungjawab di punggung, menggendong di depan dan belakang.

Terkadang mereka membahas politik, itu kadang-kadang ya, karena menurut mereka kata "politik" itu kotor. Semacam zona merah yang berisi nafsu merengkuh untuk menggapai kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Sepak terjang yang hanya mengenal musuh yang abadi, kawan dan sahabat hanya dalam hitungan kepentingan masing-masing, selama dalam posisi bisa memberikan keuntungan akan mereka pakaikan topeng-topeng kebaikan, setelahnya, habis manis sepah dibuang.

Padahal kalau ditinjau secara sepintas saja, politik adalah seni mendapatkan kekuasaan secara konstitusional dengan tujuan untuk kebaikan bersama. Mengelola bangsa dan negara demi kemajuan masa depan yang cemerlang bagi semua kalangan.

Pemikiran-pemikiran lugu keapatisan berpolitik rupanya tak lepas dari beberapa faktor negatif yang didapatkan dari pemandangan keseharian yang berasal dari media pemberitaan yang acapkali menyajikan kebobrokan birokrasi di hampir semua sektor pengelolaan negara, dan mungkin juga dari apa yang mereka saksikan dan rasakan setiap hari.
Berpartisipasi dalam langkah persuasif agar warga berusia produktif di daerah pun mau memilih

Maklumlah, pendidikan politik memang tak pernah secara langsung didapatkan dari  di bangku sekolah, apalagi mayoritas masyarakat di pedesaan memiliki pendidikan hanya sampai jenjang dasar saja. Pendidikan politik hanya didapatkan dari apa yang didengar dan dilihat, maka dari sinilah paradigma politik tumbuh menjadi pemahaman masing-masing individu. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa usia muda merupakan masa perkembangan secara biologis dan psikologis, jadi pengaruh konsumsi informasi menjadi salahsatu pembentuk pemahaman termasuk dalam hal politik.

Padahal jika dikaji secara mendasar, kembali pada pemahaman tentang politik itu sendiri, hampir semua sendi kehidupan memiliki hubungan dengan kondisi perpolitikan yang dinamis sehingga akan saling mempengaruhi satu sama lain. Terciptanya keseimbangan kehidupan karena adanya harmonisasi pengamalan berpolitik yang baik dan sehat.

Kalau saja mereka mau membayangkan, bahwa sikap politik erat kaitannya dengan kehidupan. Bagaimana keadaan politik dapat menjadikan pisau bermata dua yang satu sisi dapat membuat masyarakat damai dan sejahtera, di sisi lain dapat menjadi mata pisau yang haus akan darah rakyat, mengorbankan rakyat kecil demi kelompok yang berkepentingan.
Berperan sebagai Pengawas Desa sebagai kepanjangan tangan Bawaslu, menjamin agar semua masyarakat
terutama pemilih muda untuk dapat memiliki hak pilih dan menggunakannya

Mereka harusnya dapat mengetahui, bahwa bagaimana pengambilan keputusan-keputusan oleh para pemangku kebijakan yang notabene adalah hasil pilihan rakyat melalui Pemilihan Umum yang diselenggarakan 5 tahunan dapat berefek sangat dahsyat hingga ke meja makan. Perubahan dalam suatu kebijakan politik di suatu negara atau wilayah akan dapat menimbulkan dampak besar pada sektor keuangan, bisnis dan perekonomian negara atau wilayah tersebut. Resiko politik umumnya berkaitan erat dengan pemerintahan serta situasi politik dan keamanan di suatu negara atau wilayah. Tentunya secara tidak langsung berimbas pula pada bagian-bagian terkecil yang pada akhirnya dirasakan oleh warga masyarakat sendiri.

Maka dari itulah, apatisme berpolitik oleh para generasi muda produktif memiliki peranan negatif yang cukup signifikan untuk menghambat kemajuan dalam suatu negara. Jika saja generasi yang berstatus sebagai pemilih pemula selalu bersikap masa bodoh dengan peran aktifnya dalam memanfaatkan hak politiknya sungguh disayangkan mengingat dilihat dari aspek demografis sendiri Indonesia saat ini populasi penduduknya didominasi oleh usia menjelang dewasa dan produktif lebih dari 60%.

Generasi millenial memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat pada umumnya. Dalam makna positif aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat perubahan yang kreatif dan inovatif. Sehingga seharusnya berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan pribadi-pribadi kritis dalam segala aspek pembangunan nasional, contohnya dengan cara membangkitkan sikap kritis terhadap kebijakan-kebijakan dari sutu pemerintahan, juga dapat berperan aktif sebagai pembawa perubahan dengan cara demokrasi aktif agar menjadi masyarakat yang lebih inovatif sehingga membawa perubahan yang lebih besar dan memberi manfaat yang banyak bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Berbicara hak pilih, kurang lebih akan ada sekitar 196,5 juta orang yang dipastikan memiliki hak memilih pada Pemilihan Legislatif dan Presiden 2019 nanti. Setiap hak pilih adalah individu dari Sabang sampai Merauke yang memiliki beragam impian dan cita-cita untuk bangsa dan negaranya. Baik dimulai dari cita-cita untuk dirinya sendiri, keluarga, lingkungan kemudian bangsa dan negaranya secara umum.

Setiap keinginan harus diwujudkan dengan penyampaian aspirasi yang sudah diwadahi oleh konstitusi dengan diadakannya Pemilu. Setiap warga negara yang memiliki aspirasi akan difasilitasi dan dijamin hak pilihnya oleh negara untuk kemudian mencari sosok-sosok yang menurut pribadinya masing-masing akan dapat dan mampu mewakili mereka untuk dapat membantu mewujudkan cita-citanya dalam mewujudkan impiannya.
Nih, ikut nyoblos kok waktu Pilkada kemaren. Sebagai bentuk perwujudan agar di masa depan aspirasi dapat menjadi kenyataan
Dengan terpilihnya para wakil rakyat yang sesuai dengan cita-cita mereka, maka akan semakin mudah pula untuk mewujudkan cita-cita bersama karena wakil rakyat terpilih akan mewakili mereka untuk menyuarakan pesan-pesan dari rakyat.

Begitu pula dengan terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden sebagai pemegang kewenangan dalam pengambilan kebijakan-kebijakan negara dalam skala besar. Kebijakan yang tentunya akan membawa perubahan dalam tatanan bangsa baik dalam bidang ekonomi, politik, keamanan dan kedaulatan negara.

Maka jika ada yang masih menganggap bahwa berpolitik adalah kotor, marilah mempersiapkan diri untuk ikut turun tangan berpartisipasi aktif merubah kondisi ke arah yang lebih baik. Dalam skala kecil, berikan hak pilih untuk mereka yang dirasa akan mewakili kita menyampaikan aspirasi demi kemajuan bangsa. Berikan hak pilih kita untuk mereka yang dirasa pantas memimpin bangsa dan negara ini agar menjadi bangsa yang kuat dan berdaulat, baik secara wilayah, ideologi dan ekonomi agar disegani oleh negara-negara lain.

Generasi muda jangan hanya bisa memberikan kritik jika bisa berbuat lebih dari itu, karena mereka menua saat ini menyesal dan ingin kembali ke usia mudanya hanya untuk memperbaiki sikap silent nya dalam kemajuan bangsanya sendiri.
 
Tidak ada ruang untuk berdiam diri, apalagi untuk generasi muda, generasi millenial yang menjadi penentu ke arah mana negara akan memantapkan haluan. Apakah hanya sebagai pengikut, atau menjadi panutan bagi negara-negara lainnya.

Sadari, bahwa politik itu baik, selama pelakunya baik. Jangan biarkan orang-orang yang tidak baik menjadi penguasa dalam bidang politik. Karena politik adalah "seni berperang" secara konstitusional dalam meraih kekuasaan.

Pahami, bahwa penting bagi kita sebagai masyarakat masa kini untuk berperan aktif sebagai pembangun negara, mewujudkan negara Indonesia yang sesuai cita-cita dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.


Kedzoliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang jahat, tapi karena diamnya orang-orang baik
Share:

Sensasi Nikmat dari Pahitnya Kopi

Sensasi Nikmat dari Pahitnya Kopi
Sensasi Nikmat dari Pahitnya Kopi
Sumber : Arsip Pribadi
Selamat pagi...
Semangat kan hari ini?
Harus dong ya, :-)

Suka ngopi? Pasti yang suka tak akan melewatkan pagi harinya dengan secangkir kopi panas yang harumnya membuat segar penikmatnya.

Kopi murni tanpa gula ?
Kopi dengan gula
Kopi dengan susu
Kopi dengan coklat
atau
Kopi pake gula pake susu taburin coklat? Bebaasss :-D
www.gitagusti.com
Kopi memiliki kenikmatan yang luar biasa bagi para pecintanya
Sumber : Arsip Pribadi

Semua mempunyai selera masing-masing, bahkan bagi penikmat berat kopi bukan tidak mungkin di dapurnya memiliki stok khusus bubuk kopi berbagai varian sebagai kebutuhan, mulai Arabika, Robusta, dan beragam varian lainnya.

Para penggemar kopi yang benar-benar penggemar, saya bisa bilang expert sih di bidang ini karena kalangan ini begitu sensitif dan peka akan citarasa kopi dan bahkan sudah mampu membedakan varian kopi hanya dari aromanya saja. Berbeda dengan penikmat kopi sembarang yang hanya menikmati kopi alakadarnya, yang penting kopi aja, haha. Dan sepertinya saya masuk ke golongan penikmat sembarang kopi karena menggemari kopi seperti orang kebanyakan.

Konon katanya kata "kopi" sendiri awalnya berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan.

Kenapa demikian?

Katanya sih karena pada awalnya kopi digunakan sebagai sumber bahan makanan berenergi tinggi. Yang kemudian kata qahwah sendiri kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. 

Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata "kopi" yang dikenal hingga saat ini.

Perkembangan kopi yang pada awalnya hanya dinikmati mayoritas oleh kalangan pria bergeser menjadi banyak dikonsumsi oleh semua kalangan dengan tidak memandang gender. Wanita pun saat ini memiliki tingkat konsumsi kopi yang tinggi.
Saat ini tanaman kopi ditanam di hampir seluruh daerah di Indonesia
Sumber : Arsip Pribadi
Penyebaran kopi pun sudah mulai merambah ke seluruh penjuru dunia. Bahkan di Eropa sendiri biji kopi Indonesia juga ada dan sangat digemari oleh para pecinta kopi.

Kopi menjadi komoditas tinggi bagi banyak negara karena tingkat konsumsi masyarakat dunia terhadap kopi yang menjadi sangat tinggi. Bayangkan saja, menurut data terakhir yang dikeluarkan oleh  International Coffee Organization (ICO) pada tahun 2017 setidaknya ada 10 negara dengan tingkat konsumsi kopi tertinggi, diantaranya:

1. Finlandia, 12 kg per kapita per tahun
2. Norwegia, 9,9 kg per kapita per tahun
3. Islandia, 9 kg per kapita per tahun
4. Denmark, 8,7 kg per kapita per tahun
5. Belanda, 8,4 kg per kapita per tahun
6. Swedia, 8,4 kg per kapita per tahun
7. Swiss, 8,2 kgper kapita per tahun
8. Belgia, 6,8 kg per kapita per tahun
9. Luxembourg, 6,5 kg per kapita per tahun
10. Kanada, 6,5 kg per kapita per tahun

Warga Finlandia sendiri setidaknya menghabiskan 12 kg biji kopi per orang per tahunnya.
D u a b e l a s k i l o g r a m p e r t a h u n lho!

Ukuran konsumsi yang fantastis sih menurut saya.
Beragam varian kopi memiliki citarasa berbeda, bahkan dengan jenis yang sama tapi berbeda daerah tempat penanaman
Sumber : Arsip Pribadi
Indonesia sendiri menjadi masuk dalam jajaran 5 (lima) besar negara penyuplai kopi terbesar di dunia. Ini dia urutannya berdasarkan data yang dirilis oleh International Coffee Organization (ICO):
1. Brasil
2. Vietnam
3. Kolombia
4. Indonesia 
5. Etiopia
Brazil masih menjadi negara eksportir kopi terbesar pertama di dunia yang konon sejak 150 tahun yang lalu. Ga aneh sih karena negara ini menyuplai sekitar 80 persen kopi yang ada di dunia.

Saat ini kopi tidak hanya bisa dinikmati di rumah atau di warung kopi pinggir jalan saja. Dengan berkembangnya tingkat konsumsi dan budaya ngopi di masyarakat dewasa ini begitu banyak tempat yang dapat dijadikan tempat nongkrong sambil ngopi bersama teman-teman atau pun sendiri. Mulai dari warung-warung pinggir jalan, kedai hingga cafe-cafe dengan beragam kelas yang bisa disesuaikan dengan kantong dan selera masing-masing.
Bahkan ada kopi setelah sarapan pagi... :-D
Bersama teman-teman Blogger Cianjur, tapi saya ga ada karena berada di belakang kamera :-( :-D
Sumber : Arsip Pribadi

Lagian, ngopi saat ini bukan hanya sekedar ngopi, selebihnya kopi dapat menjadi media komunikasi juga, rasanya lebih enak kalau ngobrol sambil ngopi, tapi saya ga tambah asa rokok kok, karena kebetulan saya bukan perokok aktif dan hanya jadi korban jadi perokok pasif ( kasian ya :-( ).
Ngopi itu...
Ngobrol penuh inspirasi.
Ngopi itu...
Ngobrol penuh informasi.
Dan Ngopi itu...
Kenikmatan yang datang dari silaturahmi sambil menikmati semerbak aroma seduhan kopi.

Jadinya, ngopi sepertinya sudah menjadi bagian tradisi bagi sebagian orang, kebiasaan sebagai sarana komunikasi. Kopi bukan hanya soal ekonomi, tetapi sosial, politik dan kebudayaan. Ngopi bukan hanya sekadar menikmati sensasi nikmat dari pahitnya kopi itu sendiri, tetapi ngopi juga dapat mendekatkan banyak orang, dengan alasan yang sama, dengan satu tawaran, dengan satu ajakan :  
"Yuk Ngopi...."
Share:

World Clean Up Day 2018 | Peduli Kebersihan Yuk !

www.gitagusti.com
Peduli Kebersihan Yuk!
Kamis, 13 September 2018, Taman Bunga Nusantara yang beralamat di Jl. Mariwati No.KM 7, Kawungluwuk, Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini menggratiskan tiket masuk mulai jam 09.00 sampai dengan jam 17.00 WIB seperti tahun-tahun sebelumnya.
Share:

Basa-Basi ? Jangan Bikin Risi Ya

Setiap orang dalam kesehariannya dipastikan akan bertemu dengan oranglain. Entah itu rekan di tempat kerja, saudara ataupun orang yang baru bertemu dan kebetulan memiliki sedikit waktu untuk bertegur sapa.
Namun bagi beberapa orang bertegur sapa dengan orang yang belum atau tidak akrab menjadi dilema. 
Eh kok dilema ya?
Ya dilema karena seandainya tidak menegur akan terkesan sombong atau apalah, kalau menegur atau sekedar berbasa-basi nanti dikira SKSD. Nah ada istilah jadulnya keluar, hihi. Maklum bukan abegeh zaman now.
Berbasa-basi ga apa-apa asalkan memiliki batasan pertanyaan yang goalnya adalah untuk mencairkan suasana canggung.
Yang harus dihindari adalah ketika kita melontarkan pertanyaan basa-basi, ga taunya malah membuat lawan bicara menjadi risi dengan pertanyaan itu sendiri. Nah kan kebayang efeknya gimana? Baru aja ketemu udah menyebalkan, gawat!
Okeee... dari beberapa pengalaman berinteraksi dalam keseharian dengan banyak orang ada beberapa pertanyaan yang sangat dibenci dan dibenci seseorang.
Dibenci karena dapat menyakiti hati dan menyinggung perasaaan, ga masalah itu laki-laki atau perempuan, sama-sama punya hati dan perasaan, macam lagunya siapa itu... hmm.
Yuk scrollllll....
1. Kapan nikah ?
Naaaah, pertanyaan ini berada di level pertama pertanyaan yang masuk katagori basa-basi yang tidak disukai banyak orang. Ya tau sendirilah kalau jodo, pati, bagja, cilaka itu Tuhan yang ngatur. Datangnya ga tau kapan dan dengan cara bagaimana.
Nah lantas kamu menanyakan itu ke seseorang yang jarang bertemu atau baru dikenal? Cari mati lah itu namanya, haha. (maksudnya mati silaturahmi sih)
Sekuat apapun dorongan untuk melontarkan pertanyaan itu, DON'T SAY IT!
Karena yang berhak menanyakan hal seperti itu hanya beberapa orang saja, misalnya orangtuanya sendiri. 
O iya, dulu pernah menjawab pertanyaan itu ke seseorang dengan pertanyaan : 
"Kapan mati?"
Dan si penanya nyolot karena ditanya hal itu.
"Kenapa nanya kapan mati?"
"Ya karena jodoh itu kaya kematian, ga tau kapan datangnya, haha"

2. Kapan punya anak ?
Di level 2, ada pertanyaan menyebalkan yang sering orang kepo gajelas tanyakan ke seseorang atau pasangan yang baru menikah ataupun sudah lama menikah. Setiap orang memiliki perencanaan masing-masing dengan keinginan untuk memiliki anak. Ada yang langsung ingin momong bayi, ada pula yang menahannya karena suatu hal semisal alasan studi atau pekerjaan, atau yang terakhir karena belum waktunya memiliki meski sudah berniat, yaaa kan itu mah takdir, Tuhan yang ngatur.
Jadi, DON'T SAY IT!

3. Berapa gajimu ?
Nah ini apalagi, udah kaya emaknya aja kalau ada yang menanyakan kepada seseorang tentang gajinya. Ga jarang ada seseorang yang baru dikenal tapi sudah dengan beraninya berbicara menyinggung masalah jumlah gaji di pekerjaan. Memang ga haram juga tapi itu adalah hal yang sangat sensitif. Bisa saja seseorang memilih pekerjaan yang tidak berdasarkan gaji. Entah besar atau kecil tapi pekerjaan membuatnya merasa puas. Misalnya kalau dia adalah pekerja sosial maka akan terasa absurd ketika yang dibicarakan adalah gaji, atau mungkin ada seseorang yang merasa tidak perlu membahas jumlah penghasilan karena tidak mau pamer dengan penghasilannya itu sendiri. Atau mungkin saja dia baru saja di PHK dari tempatnya bekerja, ditengah stres yang sedang berusaha diatasi eh ada si geje bertanya ga peka dan ga pake saringan. Nambah stres aja tuh. Jadi berfikir lagi sebelum menanyakan hal yang berhubungan dengan gaji seseorang. Lagian kita bukan PPATK, yang menanyakan berapa jumlah gaji dan kekayaan seseorang waktu dia daftar jadi pejabat negara, uhuy!.

4. Kapan wisuda ?
Terkadang kita menemukan beberapa orang memiliki perjalanan menuntut ilmu di jenjang perguruan tinggi dengan masa yang dapat dikatakan berbeda dengan kebanyakan mahasiswa.  Entah dia lulus dengan mudah atau sebaliknya, agak sulit dan lebih lama. Akan menjadi hal yang cukup sensitif ketika tiba-tiba ada pertanyaan "kapan wisuda?" kepada seseorang yang memiliki masalah dalam masa memperjuangkan wisudanya. Misalnya ada yang kuliah sampai 6 atau 7 tahun karena masalah finansial dan kita tahu sendiri masalah finansial itu sering membuat seseorang tertekan. Nah dalam keadaan tertekan kemudian ada pertanyaan "Kapan Wisuda?" muncul tiba-tiba dari situasi basa-basi?
Kecuali kalau kita menanyakan itu untuk kemudian membantu kesulitan yang tengah dihadapinya dengan memberikan bantuan dan motivasi agar dia tetap bersemangat. Ya kalau kita bertanya hanya untuk menunjukan jawaban "Oh" ketika seseorang menjawab tentang wisudanya, lebih baik ga usah bertanya. GA USAH.

5. Kok sendiri? Mana pasangannya?
Ada yang tahu dimanakah pertanyaan ini sering muncul ?
Yaaaa betullll....
Di kondangan, iya!
Di reunian, iya!
Yang paling lucu sih ketika yang menanyakan ini juga datang sendiri tanpa didampingi seseorang, semisal asisten penagih utangnya, haha.
Pertanyaan ini ada yang benar-benar bertanya karena ingin menanyakan itu atau bisa juga modus bagi seorang lawan jenis untuk mendapatkan respon dari yang ditanya. Ya dia berfikir mungkin dengan bertanya seperti itu ingin memastikan apakah yang ditanya sudah memiliki pasangan atau belum. Kalau belum dia punya kesempatan (ini maksudku modus) untuk pedekate. Nah modus kan?
Pertanyaan ini ga perlu-perlu amat kok. Karena banyak orang memilih untuk datang sendiri ke acara tertentu karena berbagai alasan. Misalnya karena ingin memiliki privasi dalam hal status pribadinya. Jangan berfikir seseorang yang memiliki pasangan harus selalu berangkat kesana kemari dengan pasangannya kaya prangko sama amplop, nempeeeeeel terooos. Jangan berfikir seseorang yang memiliki pasangan harus selalu pamer pasangannya, karena pasangan hidup bukan untuk dipamerkan. Emangnya eloooh yang pamerin pasangan kaya pamerin mainan baru.
Selain itu menghindari menanyakan hal semacam ini juga dalam rangka untuk menghormati seseorang yang memilih single untuk kehidupannya. Entah single karena divorce atau single karena sedang menunggu waktu dan calon pasangan hidup yang tepat kemudian tanpa berpacaran langsung menikah. Emang ada tipe seperti itu? Jawabannya ada.

6. Sudah hamil?
Hampir sama dengan poin 2 diatas, pertanyaan ini wajib dihindari ketika memulai obrolan dengan seseorang. Apalagi pertanyaan ini fokusnya ke perempuan, kan laki-lagi ga mungkin hamil juga.
Beberapa wanita yang sudah berumahtangga memiliki kesulitan dalam memiliki anak dan banyak orang tidak peduli dengan itu. Siapa pula orang yang sudah berumahtangga yang tidak memiliki anak? Memberikan kebahagiaan untuk suami dan keluarga kedua belah pihak. Hanya saja itu tadi, bagi beberapa calon orangtua ada diantaranya yang belum dipercayakan untuk memiliki keturunan padahal sangat mengidamkannya.
Pertanyaan ini akan sangat menyinggung apalagi jika keadaan orang sedang tidak mau mendengar orang menanyakan hal-hal ke arah sana. Daripada merusak suasana, lebih baik tidak mengucapkan pertanyaan seperti ini.

7. Kenapa ga merokok?
Ini dia pertanyaan terakhir yang sering saya temui sendiri ketika sedang dalam situasi berkumpul atau bertemu seseorang. Mayoritas perokok akan mencabut sebungkus rokok kemudian mengambil dan menyulutnya, kemudian menghirupnya tanpa menghiraukan keadaan sekitar. Entah itu di tempat-tempat umum semacam stasiun, terminal, bis atau kadang ruangan tertentu yang bahkan ada anak-anak disana, cukup menyebalkan bukan?
Ketika sedang berbicara tidak jarang mereka menawarkan rokok kepada kita dan saya selalu menolaknya dengan baik-baik.
Tapi apa yang terjadi? Terkadang banyak yang langsung bertanya "Kenapa tidak merokok?"
Selanjutnya akan membawa kata-kata "ga ngerokok ga jantan, ga gaul" dan lain-lain.
Padahal kalau mereka berfikir dengan jernih tidak perlu menanyakan itu karena merokok sendiri semua orang tahu tidak baik untuk kesehatan. Kalau memang baik untuk kesehatan kenapa tidak mereka ajarkan merokok kepada anak-anak atau saudara mereka yang masih kecil?. Buktinya tidak! Merekapun sadar bahwa merokok tidak baik untuk kesehatan namun anehnya masih sering menanyakan "Kenapa tidak merokok?"
Mungkin beberapa pertanyaan diatas terdengar sederhana, namun tidak bagi mereka yang sedang mendengarnya. Bukannya merasa nyaman, mereka justru merasa tersinggung dan tidak merasa mendapatkan kesan yang baik ketika berkomunikasi dengan kita.
Niatnya ingin mencairkan suasana, justru semakin membeku dan memberi bekas yang kurang baik bagi salahsatu pihak.
Share:

Benarkah Polisi Tidak Berhak Menilang Kendaraan Yang Pajaknya Mati?

Benarkah Polisi Tidak Berhak Menilang Kendaraan Yang Mati Pajak?
Berawal dari banyaknya postingan yang sering banyak kalangan netizen share di berbagai sosial media yang kontennya berisi bahwa polisi tidak berhak menilang kendaraan yang memiliki tunggakan pajak tahunan. Hal itu membuat penasaran benar atau tidaknya hal tersebut.
Entah karena kebetulan saya juga sebagai pemilik kendaraan bermotor dan menggunakannya sebagai kebutuhan transportasi harian yang seringkali menjumpai razia kendaraan di beberapa titik sepanjang perjalanan di daerah Cianjur dan beberapa kali diberhentikan untuk diperiksa kelengkapan perangkat keselamatan berkendara dan surat-surat kendaraan.
Sepintas sempat terfikir juga pajak kendaraan tak terkait dalam keselamatan berkendara jadi tak seharusnya polisi berhak menilang dan bukankah pajak itu urusan administrasi?
Ah, tapi saya tidak berani mengambil kesimpulan untuk kedua pendapat tersebut. Sehingga pada akhirnya berusaha mencari alasan dan sumber hukum yang menjadi dasar bahwa polisi berhak menilang kendaraan yang pajaknya mati.
Iseng mencari beberapa peraturan yang dijadikan dasar penilangan kendaraan yang pajaknya mati/menunggak di beberapa situs online, pada akhirnya menemukan titik terang dan sepertinya bagi orang awam seperti saya butuh langkah pengkajian lebih jauh untuk memahaminya.
Ini dia diantaranya:
1. UU No 22 Tahun 2009, Pasal 288 ayat (1):
 “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)”. Yang kedua adalah…
2. Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor. Pasal 37:
Ayat (2):
"STNK berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan bermotor.
Ayat (3):
"STNK berlaku selama 5 (lima) tahun sejak tanggal diterbitkan pertama kali, perpanjangan atau pendaftaran mutasi dari luar wilayah regident dan harus dimintakan pengesahan setiap tahun."

Baca juga : Memilih Laptop Berkualitas Harga Terjangkau
Lebih detailnya nih dalam Undang-undang Lalu lintas no.22 Tahun 2009 disebutkan bahwa yang menyangkut kelengkapan kendaraan, termasuk surat-surat SIM dan STNK yang masih hidup, atau berlaku, lampu motor, lampu sein, dan seterusnya, berhak ditindak oleh polisi dengan cara menilang. Nah kan, jadi yang digunakan adalah status pengesahan yang tidak bisa dilakukan ketika pajak terlambat bayar. Lagipula memang betul juga syarat pengesahan STNK salah satunya harus membayar pajak. Kalau tidak membayar pajak, berarti belum ada pengesahan. Kalau dilihat STNK-nya belum ada pengesahan, maka petugas berhak menilang.
Jadi ya begitu bagi pemilik kendaraan bermotor yang belum bayar pajak STNK alangkah bagusnya segera tunaikan kewajiban membayar pajak, karena pepatah Kementerian Pajak dan Bea Cukai mengatakan:
Jadi kesimpulannya adalah mengacu pada aturan tersebut, STNK dinyatakan belum sah jika pajaknya belum dibayarkan dan Petugas Polri dapat melakukan penindakan. Saran saya, sebagai Warga yang baik, patuhi peraturan lalu lintas dan taat membayar pajak.
Git Agusti menunggu bagi yang lebih memahami hukum untuk memberikan lebih banyak pemahaman tentang undang-undang diatas.
Share:

Alasan Banyak Orang Memilih Smartphone Android Ketimbang iPhone


Bagi beberapa bagian di kalangan masyarakat baik dari kelas bawah, menengah hingga atas, android menjadi perhatian utama yang banyak dijadikan pilihan dalam memilih basis smartphone. Hal ini mungkin disebabkan karena konsep kemudahan dalam penggunaan bahkan untuk pengguna yang tergolong baru memulai untuk menggunakan smartphone android.

Sementara bagi sebagian orang menggunakan iPhone adalah hal yang ribet dan tidak ramah pengguna terutama karena memang ketika ada kesulitan dalam penggunaan fitur pengguna baru akan merasa sulit untuk mencari orang yang dapat berbagi pengalaman dalam menggunakan iPhone.
Hal itu diluar alasan yang paling mendasar bagi kalangan menengah ke bawah adalah harga iPhone yang memang kurang ramah bagi kantong.
Ada sejumlah alasan mengapa ponsel Android menjadi pilihan banyak orang. Diantaranya:
  • Kemudahan Menambah Memori  >>>  Sebagian besar smartphone Android memiliki slot kartu micro SD yang dapat disesuaikan daya tampungnya, sehingga Anda dapat dengan mudah dan murah membeli lebih banyak ruang penyimpanan memori. 
  • Ganti Baterai >>> Penggantian baterai di smartphone android dapat dilakukan dengan mudah. Tinggal membeli baterai baru dan bisa dipasang sendiri, Anda bisa saja menggantinya dengan yang baru, hal yang tidak bisa dilakukan oleh iPhone. Tetapi untuk saat ini beberapa smartphone android pun sudah menggunakan baterai non removable. 
  • Berkas Terpisah >>> Berkas-berkas yang ada di Android seperti screenshot, unduhan  foto, dan gambar yang disimpan dari kotak pesan terpisah dalam folder sendiri. 
  • Memiliki Kebebasan Dalam Fitur Musik >>> Ponsel Android bisa bersumber dari mana saja dalam menambah dokumen musik.  
  • Situs Langsung >>> Toko aplikasi milik Google Play Store memungkinkan pengguna mengunduh aplikasi ke ponsel langsung dari situsnya. Jika Anda mencari sebuah aplikasi iPhone di peluncur Internet atau browser, Anda harus masuk ke iTunes atau Apple Store untuk mengunduh dan meng-install aplikasi yang diinginkan
  • Banyak Akun >>>  Di smartphone android dapat membuat beberapa akun pengguna pada perangkat yang sama dan dapat mengatur beberapa akun pengguna pada satu perangkat, dan membatasi setiap informasi dai akun masing-masing pengguna.  
  • Gampang Atur >>> Anda lebih mudah menyesuaikan ponsel Android ketimbang iPhone, seperti menambahkan sejumlah widget di layar utama. 
  • Kemudahan Pembayaran >>> Untuk pembelian aplikasi di smartphone berbasis android saat ini sudah dapat menggunakan pulsa. Sedangkan untuk iPhone biasanya harus memiliki kartu kredit.
  • Fitur Dual SIM  >>> Dengan fitur ini maka smartphone android menjadi pilihan tepat banyak orang. Hal ini tidak lepas dari kondisi geografis yang berimbas pada kualitas penyedia jaringan yang beragam sesuai dengan tempat yang dikunjungi pada saat-saat tertentu. Bisa saja SIM 1 terkendala jaringan buruk namun SIM 2 memiliki jaringan yang stabil. Hal ini menjadi salahsatu alasan kenapa orang memilih smartphone dual SIM.
  • Banyak Pilihan Merk  >>>Dalam membeli perangkat smartphone beragam pilihan menarik dari berbagai merk menyuguhkan kelebihannya masing-masing. Dengan demikian banyak semakin banyak pilihan semakin memanjakan orang untuk memilih smartphone berbasis android.
  • Kemudahan Service >>> Ini menjadi kendala ketika seseorang memiliki iPhone yang sulit menemukan gerai service khusus iPhone. Berbeda dengan smartphone berbasis android yang begitu banyak tersebar dan mudah didapatkan jika suatu waktu mengharuskan pemilik melakukan langkah service perangkat keras dan lunak.
Pada akhirnya, dengan berbagai kemudahan yang diberikan oleh para produsen smartphone berbasis android menjadikannya sebagai pilihan yang dirasa tepat oleh masyarakat pengguna yang menginginkan kepraktisan dalam pemanfaatan alat komunikasi. Meskipun memang untuk sebagian orang penggunaan dan kepemilikan alat komunikasi bukan hanya untuk komunikasi saja melainkan juga sebagai media unjuk gengsi dan gaya hidup.
Share:

Solusi Mudah Untuk Keyboard Yang Tiba-Tiba Tidak Bisa Mengetik Dan Muncul Properties

Bagi sobat yang memiliki keseharian yang tidak bisa jauh dari yang namanya desktop, laptop, notebook atau sebangsanya, maka akan menjadi masalah yang besar ketika si partner dihadapkan pada kendala baik itu berupa gangguan software atau pun hardware. Yang menjadi masalah lagi adalah ketika kita hanya sebatas hanya tahu menggunakan tanpa memiliki keahlian untuk memperbaiki. Walah-walah itu mah cilaka dua belaaas... haha.
Eh serius dings, itu menjadi masalah besar, banget. Apalagi dengan keadaan hidup di pelosok yang kalau ada masalah yang berhubungan dengan servis servis komputer dan gerombolannya itu mesti pergi jauh bergeser. Bergesernya ga tanggung-tanggung minimal geser pindah kecamatan karena di daerah yang deket belum ada tempat servis yang mumpuni. Bikin males !.
Tiada bukan bukan tiada, hari ini ketiban sial si partner sedikit merajuk. Niatan mau mengerjakan tugas yang nunggu dibereskan maka segeralaha selesai ibadah subuh kita keluarin laptop dari kantong ajaib. “Klik” tombol On/Off dan menyalalah. Menunggu beberapa saat tampilan terlihat normal dengan wallpaper unyu-unyu lucu.
Lanjut tuh jemari menyentuh touchpad dan mengarahkan kursor ke shortcut Ms. Word.
Klik-Klik.
Eh kok ga bisa?
Eh kok malah muncul properties ?
Penasaran dengan hal ini dan khawatir salah pijit diulang lagi dari awal dan hasilnya tetap sama.
MUNCUL PROPERTIES di setiap klik.
Apes bener padahal ini laptop perasaan ga bermasalah tadi malam, masih normal setia menemani.     
Lanjut mencoba membukanya melalui Taskbar dan akhirnya Ms. Word bisa dibuka, alhamdulillah.
Masalah baru muncul ketika mencoba untuk mulai mengetik huruf. Ga muncul satupun huruf, semua huruf dicoba dan tetap tidak muncul. Yang muncul malahan hotkeys.
Muncul lagi kepanikan.
Tapi kerana eh karena laptop cuma ada satu-satunya, notebook ada cuma ga bisa diganggu soalnya lagi dipantengin terus sama mantan pacar yang juga lagi getol banget ngejar target beresin tugas akhir kuliahnya.
Jangankan dipinjam, senggol dikit aja langsung bacok, hihi. (peace, becanda, dia mah baik, suer).
Beruntung ada sisa kuota seluncuran internet dan muncul deh ide buat cari solusi di mbah kita semua, yaitu Mbah Gugel. Punten Mbah punten bantosanna (maaf Mbah maaf bantuannya).
Googlingnya terpaksa dilakukan di gadget berhubung laptop ga bisa ngetik.
Search, search, search. Pada akhirnya dapatlah solusi pertama mengatasi masalah muncul properties.
Ternyata katanya solusinya adalah dengan menekan tombol FN + Alt + W
Ga pake lama ga pake mikir karena pengen cepat sembuh langsunglah ilmu dari Mbah Kesayangan dipraktekan. Belagak kaya hacker tingkat dewa dengan gaya ngetiknya yang cihuy padahal Cuma neken FN + Alt + W.
Tapi kok udah diteken tiga tombol masih ga fungsi itu keyboard hurufnya, masih ga bisa ngetik huruf, masih muncul properties dan hotkeys di Ms. Word dan Ms. Excel.
Lantas apa yang salah? Hmm dimana salahnya? (pegang dagu pose manis)
Trik diatas dicoba lagi beberapa kali dan tetap tidak manjur mengatasi masalah.
Setelah sekian lama berfikir hingga melewati fase bertapa di gunung dan dasar lautan pada akhirnya teringatlah pada satu kemungkinan masalah yang bisa saja menjadi penyebab. Kemungkinan yang jadi penyebabnya adalah salahsatu atau ketiga tombol (FN + Alt + W) tidak berfungsi dengan baik.
Dicobalah untuk memberanikan diri dengan memeriksa tombol tersebut dengan membukanya menggunakan plastik tipis.
Tombol yang dicongkel tersebut dibersihkan dari debu dan bagian karet putih yang nempel ke laptop ditekan-tekan halus untuk mengecek kelenturannya. Setelah dibersihkan maka dipasang lagi seperti semula.