Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan

Hati-Hati! Admin WhatsApp Grup Bisa Dipenjara

Hati-Hati! Admin WhatsApp Grup Bisa Dipenjara
Temans, punya aplikasi WhatsApp kan di smartphonenya?

Mayoritas orang saat ini tentu sangat mengenal aplikasi perpesanan yang satu ini. Selain karena kemudahan dalam penggunaannya, aplikasi ini juga memiliki ragam fungsi yang cukup memenuhi kebutuhan pengiriman dan penerimaan pesan saat ini. Bahkan tidak hanya berbentuk chat namun dengan aplikasi ini dapat dilakukan pula aktivitas telepon dan video call.

Selain pesan pribadi, terdapat pula fitur WhatsApp Grup yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi wadah bagi para anggota komunitas tertentu untuk dapat berkomunikasi dengan mudah kapan dan dimana saja.

Dengan adanya fitur ini, aktivitas mengirim dan mendapatkan informasi begitu mudahnya dilakukan. Mulai dari mengirim dan melakukan percakapan bersama, mengirim pesan suara, pesan gambar atau video yang berdurasi panjang serta mengirim beragam jenis file dokumen termasuk word, excel atau power point.


Mungkin temans disini memiliki dan mengikuti atau bahkan mengelola banyak grup WhatsApp di smartphonenya, bahkan ada yang sampai puluhan grup tersemat di aplikasi ini. Terbayang banyak pesan yang harus dibuka, ya terkadang bikin bingung dan cape juga sih. Saya hanya memiliki beberapa grup namun seringkali harus menganggarkan waktu tertentu untuk membuka semua grup. Simalakama juga karena kalau dibuka semua cukup menyita waktu di sisi lain jika tidak dibuka dan diperhatikan isinya dengan baik khawatir tertinggal informasi yang mungkin terselip di beberapa percakapan.

Dalam 1 WhatsApp Grup setidaknya selalu terdapat 1 admin yang memiliki peran mengelola segala sesuatu dalam grup tersebut, mulai dari pengelolaan anggota, memasukkan atau mengeluarkan anggota termasuk dalam pengawasan postingan/kiriman dari anggota grup.

Dari sekian banyak anggota, tidak jarang ada beberapa anggota grup yang seringkali mengirimkan konten-konten yang diluar dari peruntukan grup. Entah itu karena iseng atau mungkin karena tujuan tertentu.

Nah seringkali admin grup kelabakan untuk memperhatikan dan melakukan filter terhadap kiriman-kiriman dari anggota. Baik buruknya hal yang dibagikan dalam grup sebenarnya merupakan tanggungjawab bersama baik admin maupun anggota. Namun sayangnya kadang ditemukan orang-orang yang menganggap biasa hal yang lantas kemudian dibagikan dalam grup namun ternyata membuat risi sebagian atau seisi grup baik itu konten yang bermuatan:

👉 Konten melanggar kesusilaan, ancaman tetap yaitu maksimal 6 tahun penjara.
👉 Konten perjudian, ancaman tetap yaitu maksimal 6 tahun penjara.
👉 Konten yang memuat penghinaan dan atau pencemaran nama baik.
👉 Konten pemerasan atau pengancaman, ancaman tetap yaitu maksimal 4 tahun penjara.
👉 Konten yang merugikan konsumen, ancaman tetap yaitu maksimal 6 tahun penjara.
👉 Konten yang menyebabkan permusuhan isu SARA, ancaman tetap yaitu maksimal 6 tahun penjara. 

Nah, mengingat tanggungjawab dari seorang admin grup WhatsApp dan ini berlaku bagi grup-grup media sosial lainnya, tidak ada salahnya kita berhati-hati agar tidak tersangkut masalah hukum, apalagi dengan hadirnya UU ITE yang siap menjerat siapa saja yang melakukan tindakan melawan hukum melalui dunia maya.

Seperti misalnya ada kasus di negara tetangga yaitu India, seorang admin dari sebuah grup di WhatsApp ditangkap polisi dikarenakan kasus pencemaran nama baik. Memang baru di India, namun ini juga dapat terjadi di Indonesia lho, duh semoga jangan sampai kejadian deh.

Berdasarkan pernyataan dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Pak Rudiantara mengatakan bahwa admin atau pun anggota group di WhatsApp juga bisa saja ditangkap, yang salah satunya dikarenakan kasus pencemaran nama baik.

Ini bisa terjadi apabila ada salah satu anggota grup yang tertangkap tangan karena mencemarkan nama baik dari seseorang atau pun pihak tertentu, dan ada yang melaporkan hal tersebut, maka laporannya bisa diproses. Jika memang terbukti, anggota yang melakukan pencemaran nama baik tersebut dan admin dari grup WhatsApp yang memiliki anggota tadi pun bisa langsung dipenjarakan.

Adapun dasar hukumnya adalah UU ITE pasal 27 ayat 3
"melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik."

UU ITE inilah yang bakal memproses kasus pencemaran nama baik jika ada seseorang atau pihak yang melaporkan. Tak hanya itu, pasal tadi juga berlaku untuk penyebaran dokumen elektronik yang melanggar keasusilaan mau pun berisi perjudian, pemerasan, dan juga ancaman terhadap seseorang atau pihak tertentu. Nah makanya harus hati-hati banget ini.

Oleh karena itu, bagi temans yang memiliki peran admin dari sebuah grup di WhatsApp dan media sosial lain agar lebih berhati-hati. Jangan sampai temans terseret atau dilibatkan dalam sebuah kasus gara-gara mengundang seseorang atau pihak tertentu yang berpotensi melanggar hukum.

Tentunya untuk anggota grup di WhatsApp dan media sosial lain tetap berhati-hati dalam bertindak dengan jarinya dan berpikir lebih banyak sebelum mengirim atau membagikan suatu konten tertentu.
Share:

Anak Berbuat Salah ? Ketahui Cara Menegur Yang Diinginkan oleh Anak (Didik)

Ketahui Cara Menegur Yang Diinginkan oleh Anak (Didik)
Pic : duniabelajaranak.id
Keseharian sebagai seorang pendidik di salahsatu sekolah di pelosok daerah seringkali menemukan hal-hal baru yang berkaitan dengan perilaku anak dan pola parenting yang dilakukan oleh kalangan orangtua di rumah maupun yang diperlihatkan oleh sesama rekan pendidik di sekolah terhadap anak didiknya.

Setiap harinya banyak hal yang ditemukan yang datangnya dari perilaku anak yang begitu beragam. Nah kebetulan anak yang berada di sekolah itu adalah anak yang memiliki rentang usia 12-15 tahun yang sedang memasuki usia remaja, puber gitu. Rasanya tidak akan henti-hentinya memberikan pendidikan dan pelajaran bagi saya sebagai gurunya sendiri. Misalnya aja nih ada pendidikan kesabaran ketika menemukan anak yang memiliki sifat keras atau bahkan sebaliknya ketika berhadapan dengan kondisi anak yang pendiam dan pasif. Anehnya itu rasanya berhadapan dengan anak yang memiliki karakter pasif memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibanding anak yang aktif tapi rada-rada nakal, ya mungkin itu karena menghadapi anak pasif membutuhkan usaha yang lebih banyak untuk membangkitkan motivasi dan semangat belajarnya. Hadeuh!
Di lain waktu, ragam sifat anak hasil dari kolaborasi sistem pendidikan yang didapatkan oleh anak di dalam keluarga dan lingkungan tempatnya biasa bersosialisasi maka akan terlihat bentuk dasar dari sifat mereka. Misalnya tidak sedikit ada anak yang "matang sebelum waktunya" karena memang memiliki lingkungan bermain yang usia teman bersosialisasinya jauh lebih tua dibanding anak itu sendiri atau ditemukan anak dengan karakter "teunggar kalongeun" (istilah Sunda untuk anak yang sering banyak melamun dan slow respond) sebab terlalu banyak dimarahi, dibentak dan mendapat perlakuan kasar dalam keseharian di keluarga.

Sangat disayangkan memang, ketika anak yang beranjak remaja kemudian berubah menjadi pendiam hanya karena sistem pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat yang keliru hanya karena ego dari orangtua mereka sendiri. Orangtua dalam hal ini dapat berarti ayah dan ibunya, keluarga yang lebih tua, guru atau pun orang-orang yang lebih dewasa di lingkungan masyarakat.

Tidak sedikit orangtua yang "main hajar" dengan anak mereka dengan pola fikir pendek "ah yang penting anak diam dan menurut". Mereka tidak pernah berfikir bahwa dengan tindak yang dominan dan refresif dalam pola asuh seperti itu tidak akan pernah mendapatkan hasil yang baik. Ya apalagi anak tercipta dengan keunikan karakternya masing-masing.
Belum lagi dengan kenangan dan trauma dari orangtua dan guru itu sendiri yang mungkin saja memiliki pewarisan sifat arogan dan kekerasan dari orangtuanya terdahulu. Atau mungkin bawaan dari akumulasi masalah personal yang dimiliki oleh masing-masing semisal masalah rumah tangga atau masalah dalam pekerjaan yang tidak jarang akan terbawa dalam pusaran emosi yang tidak dapat dikendalikan ketika menemukan masalah anak dan menjadikan anak sebagai pelampiasan amarah. Jelas saja kebanyakan anak hanya dapat membisu ketika dijadikan ajang "meupeus keuyang" (istilah Sunda untuk sikap dan tindakan melampiaskan kejengkelan atau kemarahan kepada yang tidak berdosa)

Apakah itu tidak akan memberikan dampak panjang bagi anak? Tentu sangat memberikan dampak psikologis yang berat kepada anak ketika setiap hari mendapatkan perlakuan yang tidak normal dari orang-orang tua mereka yang seharusnya lebih dapat mengerti dengan kondisi perkembangan mereka yang bahkan anak sendiri sering bingung dengan apa yang harus dilakukan ketika menjalani hari-hari dalam posisi yang serba salah. Dikatakan serbasalah karena usia remaja adalah usia yang galau, dibilang anak-anak bukan dibilang dewasa juga bukan.
 
Setidaknya para pendamping anak (orangtua, masyarakat dan guru) harus menyadari beberapa akibat dari sikap dan perlakuan arogan/kasar ketika memperlakukan anak yang melakukan kesalahan. Diantaranya adalah anak akan menjadi minder dan takut mencoba hal-hal baru, tumbuh menjadi pribadi yang peragu dan tidak percaya diri, memiliki sifat pemarah dan egois, cenderung memiliki sifat menantang, keras kepala dan suka membantah nasehat orangtua,  pribadi yang tertutup, apatis dan tidak peduli terhadap lingkungan.

Tentunya dengan akibat dari sikap mendidik yang kasar seperti di atas bukanlah tujuan dari orangtua dan guru. Itu sangat berbanding terbalik dengan tujuan mendidik yang pada intinya adalah bahwa anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan kemampuannya untuk menjadi seseorang yang mandiri dan dapat menjadi insan produktif bagi dirinya sendiri, keluarga dan lingkungannya.

Mereka butuh bimbingan dan pengarahan agar tetap pada prinsip-prinsip yang sesuai dengan etika berprilaku yang baik dan sesuai dengan norma dalam keluarga dan masyarakat. 

Iseng-iseng berhadiah, eh :-D seringkali saya membuat pertanyaan sederhana yang diharapkan dapat menjadi bahan kajian dan perbaikan dalam cara mendidik anak. Hasilnya sering dijadikan bahan evaluasi dan motivasi bagi saya sendiri sebagai pembimbing anak di sekolah maupun orangtua di dalam keluarga yang saat ini memiliki anak berusia 4 tahun.

Kali ini dalam sesi "curhat" bersama anak di kelas ada pertanyaan yang saya lontarkan kepada mereka terkait dengan sikap guru dan orangtua ketika menegur yang diinginkan oleh anak-anak ketika mereka melakukan kesalahan, ini dia jawaban mereka (jawabannya benar-benar asli tanpa edittttt...):
1. "Saya suka ditegur dengan cara yang lembut di belakang teman..."
2. "Saya suka ditegur dengan cara yang lembut tidak dengan cara yang keras, dipanggil dulu lalu dibicarakan dengan baik..."
3. "Bila saya punya kesalahan, saya suka ditegur itu dipanggil terlebih dahulu dan berbicara dengan lemah lembut..."
4. "Saya suka ditegur dengan baik dan di belakang teman karena kalau di depan teman itu malu dan ditegur dengan marah saya tidak suka..."
5. "Saya suka ditegur di belakang teman dan saya suka ditegur dengan kata yang baik..."
6. "Saya suka ditegur di belakang teman dengan cara berbahasa lembut..."
7. "Saya suka ditegur sama cara yang lembut dan di belakang teman, karena kalau di depan teman rasanya itu malu..."
8. "Saya suka ditegur dengan cara lembut dan di belakang teman-teman karena itu akan membuat saya lebih baik..."
9. "Saya suka ditegur dengan cara dipanggil di belakang teman yang lembut..."
10. "Saya suka ditegur dengan cara lembut..."
11. "Saya suka ditegur dengan cara tidak dimarahi dan dipanggil..."
12. "Saya suka ditegur dengan cara dipanggil..."
13. "Saya suka ditegur dengan ramah lembut karena saya lebih suka..."
14. "Saya suka ditegur dengan lembut karena saya tidak mau dipandang jelek..."
15. "Saya suka ditegur dengan cara dipanggil tidak di depan teman-teman dan bicaranya lemah lembut..."
16. "Saya suka ditegur dengan cara dipanggil lalu dibicarakan dengan baik-baik karena membuat kita jadi semangat tidak mengerjakan hal yang tidak baik lagi..."
17. "Saya suka ditegur dengan cara lembut karena saya malu kalau ditegur dihadapan teman-teman saya..."
18. "Saya suka ditegur lembut di belakang teman..."
19. "Saya suka ditegur dengan cara lembut..."
20. "Saya suka ditegur baik-baik..."
21. "Saya suka ditegur dengan cara baik-baik karena jika baik-baik saya selalu cepat sadar apa yang saya lakukan itu ga baik.."
Daaan terbukti! Dari semua jawaban yang merupakan curahan hati anak di atas, tidak ada satupun anak yang menuliskan suka dengan cara teguran yang kasar dan dilakukan di depan teman-temannya dan banyak orang. Semua menginginkan tindakan teguran yang baik dan lembut bahkan untuk anak yang menurut saya sendiri adalah anak yang memiliki karakter keras dan terlihat sering memberontak.

Karena intinya mereka adalah anak yang mendambakan sosok orangtua dan guru yang mengerti bahwa menegur di depan banyak orang adalah tindakan mempermalukan. Alih-alih dapat membuat mereka lebih baik, maka seringkali menjadikan anak lebih memberontak dan tidak memiliki rasa hormat kepada orang yang seringkali memperlakukannya semena-mena.
Share:

Hadis Tentang Memberi Nasihat

Menasihati dan menegur yang baik adalah menasihati dengan cara yang dapat diterima dengan hati yang tenang dan lapang dada oleh orang yang melakukan kesalahan. Tidak membuatnya tersinggung apalagi menimbulkan dendam di hati. Menasehati didepan umum hakikatnya adalah cenderung sulit diterima oleh hati orang yang dinasihati.
Berikut adalah beberapa hadist yang memuat tentang menegur dan menasihati yang baik.
1. Imam Asy-Syafi’i  rahimahullah berkata:
تعمدني بنصحك في انفرادي** وجنبْني النصيحة في الجماعهْ
فإن النصح بين الناس نوع** من التوبيخ لا أرضى استماعهْ
وإن خالفتني وعصيت قولي** فلا تجزعْ إذا لم تُعْطَ طاعهْ
Berilah nasihat kepadaku ketika aku sendiri,
Jauhilah memberikan nasihat di tengah-tengah keramaian
Sesungguhnya nasihat di tengah-tengah manusia itu termasuk sesuatu
Pelecehan yang aku tidak suka mendengarkannya
Jika engkau menyelisihi dan menolak saranku
Maka janganlah engkau marah jika kata-katamu tidak aku turuti


Baca Juga: Cara Menegur Yang Diinginkan Oleh Anak

2. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ
“Kewajiban seorang muslim atas muslim yang lain ada enam.” Lalu ada yang bertanya,“Apa itu ya Rasulullah.” Maka beliau menjawab, “Apabila kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, apabila dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, apabila dia meminta nasehat kepadamu maka berilah nasehat kepadanya, apabila dia bersin lalu memuji Allah maka doakanlah dia -dengan bacaan yarhamukallah-, apabila dia sakit maka jenguklah dia, dan apabila dia meninggal maka iringilah jenazahnya.” (HR. Muslim)

3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَسِّرُوْا وَلاَ تُعَسِّرُوْا، وَبَشِّرُوْا وَلاَ تُنَفِّرُوْا
“Mudahkanlah dan jangan kalian persulit, berilah kabar gembira dan janganlah kalian membuat orang lari” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka dengan melihat beberapa hadis diatas ada baiknya memperhatikan adab dalam nasehat-menasehati:
#1 Ikhlas dalam menasehati, sehingga bukan karena ingin menunjukkan kita hebat dan berilmu, bisa menasehati orang lain dan dilihat oleh orang banyak

#2 Jika ada yang meminta nasehat kepada kita maka sunnahnya kita memberika nasehat karena itu adalah hak saudara muslim
#3 Tujuan kita menasehati adalah menginginkan kebaikan pada saudaranya jangan malah membuat lari menjauh karena pengertian nasehat adalah menginginkan kebaikan
#4 Perhatikan kedudukan kita apakah layak memberikan nasehat
#5 Perhatikan juga cara kita menasehati, hukum asalnya adalah lemah lembut. Bisa jadi sebenarnya yang dinasehati menerima nasehat tersebut, tetap ia “gengsi” menerima kebenaran dari kita karena cara kita yang tidak benar ketika menyampaikan
#6 Rahasiakan nasehat kita
Jangan mengumbar ke mana-mana bahwa ia telah menasehati di fulan.
Share:

Syzygium Oleana, Si Pucuk Merah Nan Cantik

Syzygium Oleana atau Pucuk merah adalah jenis tanaman hias yang tergolong dalam family Myrtaceae. Keberadaannya dapat dijumpai tertanam di pot di tepi-tepi jalan baik didaerah perkotaan maupun di perkampungan. Tanaman ini dilkenal dengan nama pucuk merah karena tunas daun yang baru tumbuh pada bagian pucuk berwarna merah menyala, warna inilah yang menjadi daya tarik dari tanaman ini,sayangnya warna ini segera pudar dan berganti dengan warna coklat lalu berubah lagi menjadi warna hijau, Pada umumnya orang hanya mengenal tumbuhan pucuk merah sebagai tanaman hias atau tanaman peneduh saja, tanpa mengenal bagaimana cara berbiaknya, bentuk bunga maupun buahnya.
Syzygium oleana atau pucuk merah berkerabat dekat dengan tanaman jambu air, salam, Juwet, jambu Darsono, klampok watu (jambu batu), dan masih banyak lagi, karena diperkirakan terdapat sekitar 1.100 spesies dari genus Syzygium ini. Ciri khas dari jenis tumbuhan ini jika daunnya diremas akan mengeluarkan aroma khas sebagainya kandungan minyak atsiri yang terdapat pada berbagai jenis Syzygium.

Daun syzygium oleana atau pucuk merah berupa daun tunggal berbentuk lancet; bertangkai sangat pendek hampir duduk; tumbuh berhadapan; permukaan daun bagian atas mengkilat; warna daun mengalami perubahan, ketika baru tumbuh ber warna merah menyala, kemudian berubah menjadi coklat, lalu berubah lagi menjadi warna hijau; ukuran dau panjang ± 6 cm dan lebar ± 2 cm; pertulangan daunnya menyirip.

Bunga syzygium oleana atau pucuk merah berupa bunga majemuk tersusun dalam malai berkarang terbatas.

Pada bunga Syzygium oleana atau pucuk merah yang sudah mekar, tampak adanya kepala putik hanya sebuah berwarna putih dengan tangkai putik yang berukuran lebih pendek dibanding benang sarinya, posisi putik tepat di tengah; tangkai sari berwarna putih berukuran lebih panjang dari putiknya,berjumlah sangat banyak dengan kepala sari berwarna kuning muda.
Buah syzygium oleana atau pucuk merah berbentuk bulat agak pipih; pada permukaan bagian atas terdapat cekungan di bangian tengah; diameter buah ± 0,7 cm, ketika buah sudah tua berwarna hitam mengkilat, rasanya manis dengan aroma yang khas sebagaimana buah dari family Myrtaceae (Jambu-jambuan). 
Biji Syzygium oleana atau pucuk merah berbentuk agak bulat; permukaan tidak rata; berwarna coklat agak ungu; diameternya ± 3-4 mm.
Batang Syzygium oleana atau pucuk merah keras berkayu sebagaimana pohon dari family Syzygium. Jika tidak terus menerus dipangkas maka tingginya dapat mencapai ± 5 m.
Akar Syzygium oleana atau pucuk merah berupa akar tunggang, sehingga bisa menahan pohonnya yang tinggi

Reproduksi Syzygium oleana atau pucuk merah secara alami adalah dengan biji, namun secara komercial tanaman ini dapat diperbanyak dengan cara cangkok atau stek batang.

Manfaat Syzygium oleana atau pucuk merah pada umumnya hanya sebagai tanaman hias dan tanaman peneduh

Cara perawatan Syzygium oleana atau pucuk merah:
Untuk tanaman hias yang ditanam di pot agar daun berwarna merah maka harus dipangkas 2-3 bulan sekali, dan pucuk yang sudah tidak berwarna merah harus dipetik setiap 2 minggu sekali, Tanaman ini juga harus diberi pupuk NPK setiap 2-3 bulan sekali, agar tidak mengalami defisiensi yang mengakibatkan daunnya menjadi keriting .
Taksonomi :
Kingdom : Plantae( Plantae)
Subkingdom : Tracheobiota ( Tumbuhan berpembuluh )
Super Divisi : Spermatophyta ( Tumbuhan berbiji )
Divisio : Magnoliophyta ( Tumbuhan berbunga )
Sub Divisio : Angiospermae ( Tumbuhan berbiji tertutup )
Kelas : Magnoliopsida ( berkeping dua / Dikotil )
Sub Kelas : Rosidae
Ordo: Myrtales
Famili: Myrtaceae
Sub Family : Myrtoideae
Genus: Syzygium
Spesies : Syzygium oleana
======================================================================
Pemilik artikel ini adalah:
Nuniek Sulisty@ Utami
Saya hanya merepost sebagai bahan ajar saya di lingkungan pendidikan lokal sekolah.
Share:

Upacara Bendera dan Nasionalisme Generasi Muda

Kegiatan upacara bendera setiap hari Senin pagi merupakan salahsatu aktivitas rutin yang dilakukan oleh akademisi di sekolah-sekolah. Selain untuk dijadikan sebagai salahsatu acuan untuk menilai sikap pengamalan Pancasila juga merupakan salahsatu ciri dari sikap nasionalisme warga negara Indonesia.

Banyak hal yang bisa diambil dari pelaksanaan upacara bendera oleh generasi muda, diantaranya adalah pembelajaran dan pembentukan karakter dan kepribadian bagi para pelakunya.

Karakter positif yang akan membangun generasi muda menjadi generasi yang patriotis dan tangguh, memiliki pandangan dan wawasan kebangsaan yang baik.
Berpuluh tahun yang lalu, pelaksanaan upacara bendera merupakan aktivitas yang sangat sulit dilakukan tatkala Indonesia belum bisa menikmati masa-masa kemerdekaan, tidak ada satu warga negara yang mampu melaksanakan upacara bendera ini secara terang-terangan. 

Ancaman dari pihak penjajah menjadi momok yang sangat menakutkan, bahkan hanya untuk memancangkan tiang bendera di halaman rumah saja sudah dapat berakibat fatal bagi rakyat Indonesia.

Upacara bendera merupakan salahsatu bentuk wujud rasa cinta kepada negaranya dan bentuk loyalitas bagi terjaganya bendera merah putih agar tetap berkibar. Bendera adalah salahsatu penunjuk identitas bangsa, tidak ada negara yang berdaulat di negara ini yang tidak memiliki bendera sebagai simbol dari negaranya.

Pembangunan karakter dan semangat nasionalisme memang dibangun dari usia dini. Nasionalisme yang tidak hanya sebatas lisan namun lebih dari itu diperlukan tindakan sebagai wujud kecintaan kepada negerinya dan sikap yang gigih dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam beberapa pengamatan di beberapa sekolah sekitar tempat tinggal saya belakangan ini, upacara bendera nyatanya dianggap sebagai kegiatan yang bersifat formalitas dan dianggap tidak penting oleh beberapa pihak. Alasannya yang terdengar begitu menyayat batin, mereka memandang upacara bendera dianggap sebagai hal yang membuang-buang waktu karena hanya berdiri di lapangan, berbaris dan menghormati bendera dalam keadaan cuaca panas.

Sungguh memprihatinkan!


Padahal seharusnya pelaksanaan upacara yang harusnya dilaksanakan dengan penuh khidmat, ternyata tidak bermakna apa-apa. Terbukti, dengan hanya sebagian guru dalam hal ini sebagai pembimbing hanya sedikit saja yang mau melaksanakan upacara bendera atau pun jika melakukan itu karena takut mendapat hukuman.

Beberapa kesadaran akan makna dari pelaksananaan upacara bendera sebagai wujud dari semangat ke-Indonesiaan dan kebangsaan yang muncul dari karakter positif dari diri masing-masing sebagai warga negara.

Upacara bendera itu bukan sekadara formalitas dan rutinitas meniru dari warga negara pada zaman sebelumnya, tapi lebih dari itu, adalah merupakan perwujudan dari sikap patriotisme.

Yang sangat memprihatinkan lagi adalah pelaksanaan upacara setiap hari Senin dilaksanakan secara ogah-ogahan dan malas-malasan. Siswa harus digiring diatur kesana-kemari oleh gurunya tanpa bisa disiplin masing-masing.

Dampak jangka pendeknya adalah semakin berkurangnya rasa hormat terhadap guru karena siswa sendiri menilai gurunya tidak konsisten memberikan contoh dan teladan dalam kedisiplinan dan patriotisme. Sementara dampak jangka panjang adalah terkikisnya nilai-nilai patriotisme dalam diri para siswa, sikap bela negara yang dangkal serta tidak adanya semangat kebangsaan karena tidak ada teladan yang baik dari guru-gurunya.

Sedikit mengingatkan tentang manfaat upacara bendera...

Upacara bendera selain memiliki efek pembentukan karakter nasionalisme, kebersamaan, persatuan dan kesatuan dan penghormatan terhadap negaranya sendiri. Belum lagi sikap menghargai kepemimpinan yang sepatutnya dihormati tidak hanya dalam sikap hormat ketika upacara saja, lebih dari itu menghormati dan menghargai pemimpinnya dalam ruang yang lain.

Di sisi lain, upacara bendera menjaga hati dan fikiran generasi muda sebagai calon pembangun negara untuk selalu mencintai jasa perjuangan dan patriotisme para pahlawan yang telah gugur di medan perang maupun para pejuang yang saat ini masih mengabdi bagi bangsanya dalam bentuk pembangunan mengisi kemerdekaan.

Dengan demikian, alangkah lebih baiknya ketika siswa, guru, orangtua, pemangku kebijakan dan semua elemen agar mampu membangkitkan kembali semangat kebangsaan. Salahsatunya adalah dengan menunjukan sikap patriotisme dengan melaksanakan rutinitas upacara bendera setiap hari Senin.

Karena ketika patriotisme anak bangsa semakin menipis, akan menjadi sasaran yang empuk bagi para perusak bangsa untuk menumbangkan negara dengan mematahkan semangat bela negara dan jika demikian, tidak perlu menunggu lama, negara menjadi mudah untuk dihancurkan. Karena generasi mudanya yang terbentuk dari penanaman patriotisme yang rapuh.
Share:

Keterampilan IT Untuk Guru, Pentingkah?

Era globalisasi telah banyak menyentuh beragam bidang profesi, tak terkecuali dalam dunia pendidikan. Personal yang memiliki profesi sebagai guru mau tidak mau harus melek terhadap IT dengan tujuan supaya para guru tidak tertinggal oleh teknologi yang setiap harinya dipakai dalam hal pembelajaran. 

Beragam aplikasi yang bersinggungan dengan dunia pendidikan mulai bermunculan, hal ini tentu harus diimbangi dengan kemampuan elemen di dalamnya. Guru yang belum memiliki kompetensi dalam mengimplikasikan terhadap pendekatan pembelajaran menggunakan teknologi pada saat ini dituntut untuk mampu mengembangkan keterampilannya akan komputerisasi. Salahsatunya adalah  pembelajaran dituntun menggunakan alat komputer sebagai media pembelajaran supaya siswa tidak jenuh dengan metode ceramah. 

Setidaknya ada beberapa hal positif yang akan didapatkan ketika seorang guru memiliki keterampilan mengoperasikan komputer, diantaranya:
🌟 Menambah Percaya Diri
Keterampilan calon guru menggunakan komputer dapat membuatnya lebih merasa percaya diri ketika melamar pekerjaan atau kondisi yang mensyaratkan harus mahir komputer. Bahkan beberapa tahun yang lalu keterampilan komputer merupakan ilmu yang tergolong berkelas dan sangat diminati oleh kalangan terpelajar. Bagaimana tidak? Segala hal yang berbau teknologi masa kini tidak akan bisa lepas dari komputer bahkan pengembangan teknologi menggunakan komputer untuk ditingkatkan kemampuannya untuk meringankan pekerjaan yang biasa dilakukan manusia secara manual. Nah, kalau sudah demikian, masihkah guru mau berleha-leha dan keukeuh dengan kekonvensionalannya?

💥 Peluang Lolos Bersaing
Dengan memiliki keterampilan menggunakan komputer membuat calon guru akan mempunyai investasi masa depan berupa peluang di beberapa hal yang cukup menjanjikan. Keterampulan menggunakan komputer bisa diterapkan disegala macam bidang profesi, salahsatunya profesi guru. Lihat saja pelaksanaan seleksi CPNS terakhir yang menggunakan sistem CAT, serba komputer sejak tahap pendaftaran.

🔅 Membantu Memudahkan Pekerjaan
Dengan keterampilan mengoperasikan komputer maka pekerjaan guru yang pada waktu sebelumnya memerlukan waktu dan tenaga lebih bisa dikerjakan dan teratasi dengan waktu yang singkat dan lebih mudah. Bayangkan saja dalam pengerjaan dokumen yang banyak terjadi kesalahan jika dikerjakan dengan mesin tik dan tentu tidak bisa diperbaiki atau diedit maka dengan komputer bisa menangani permasalahan tersebut dengan lebih baik, data yang diolah bisa dengan mudah diedit bahkan setelah disimpan dalam jangka waktu lama serta dapat diarsipkan secara digital sehingga mempermudah pencarian ketika dibutuhkan. Menyusun rencana pembelajaran dan membuat bahan ajar lebih mudah dengan komputer.

🔼 Menunjang dan Meningkatkan Karir
Personal masa kini yang menguasai penggunaan komputer apalagi jika dibarengi dengan pengetahuan perawatan dan memperbaiki akan mampu bekerja lebih produktif dengan waktu dan tenaga yang minim. Bahkan mempelajari komputer merupakan investasi masa depan yang memiliki prospek bagus.
Share:

Mengenal Okulasi Pada Tanaman

Batang pohon jeruk dalam proses okulasi
Source : https://www.youtubedotcom/watch?v=V0V8y1r75iw
Okulasi adalah salah satu teknik untuk meningkatkan mutu tanaman dengan cara menempelkan bagian kulit pohon yang memiliki mata tunas dari pohon atas pada irisan di bagian batang pohon bawah.
Tekhnik penggabungan ini dimaksudkan untuk menghasilkan tanaman baru dengan memanfaatkan kualitas unggul dari kedua pohon yang dijadikan induk. Pohon atas adalah tanaman dengan hasil buah yang baik sedangkan pohon bawah adalah tanaman dengan akar yang kuat. Okulasi dapat dilakukan pada 2 varietas tanaman yang masih satu jenis.
Pada penerapannya, tekhnik okulasi biasanya dilakukan pada tanaman buah yang cukup dikenal di masyarakat dan menjadi konsumsi sehari-hari misalnya tanaman buah mangga, tanaman buah apel,tanaman buah alpukat, tanaman buah rambutan dan tanaman buah durian.

Budidaya tanaman menggunakan cara okulasi merupakan perbanyakan dengan cara menempelkan batang yang memiliki mata tunas yang diambil dengan sedikit kulitnya dengan hati-hati dari cabang pohon induk ke batang bawah yang telah disayat kulitnya untuk dijadikan pokok batang bawah.

Pemilihan batang bawah dipilih harus memperhatikan beberapa faktor sebagai syarat yang harus dipenuhi misalnya yaitu memiliki pertumbuhan yang sehat dengan diameter minimal batang 6-8 mm.

Budidaya tanaman dengan cara okulasi banyak dilakukan dalam perkebunan skala menengah dan besar karena cara ini sering dilakukan pada perbanyakan dalam skala besar. Perbanyakan dengan cara okulasi memiliki kelebihan dan kekurangan.

Beberapa kelebihan dari perbanyakan tanaman dengan cara okulasi yaitu diperoleh tanaman dengan produktivitas tinggi, pertumbuhan tanaman yang seragam, dan penyiapan benih yang relatif singkat. Kemudian kekurangan dari perbanyakan tanaman dengan cara okulasi yaitu dalam perlakuannya memerlukan tanaga ahli yang benar-benar mengetahui teknik okulasi, karena jika salah sedikit perlakuannya maka perbanyakan tidak berhasil.
Share:

Usulan Pengangkatan 100 Ribu Guru CPNS Disetujui Menpan RB

Usulan Pengangkatan 100 Ribu Guru CPNS Disetujui Menpan RB
Guru, pahlawan tanpa tanda jasa yang kesejahteraannya sering diacuhkan oleh Pemerintah wajib bersyukur karena ada kabar baik terkait pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2018.
Melalui laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan https://www.kemdikbud.go.id Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menyatakan sudah mendapatkan sinyal persetujuan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) terkait usulan pengangkatan 100 ribu guru baru. Adapun proses seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guru sepenuhnya menjadi kewenangan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menegaskan bahwa penentuan proporsi guru yang diangkat baik dari kalangan honorer maupun kategori guru CPNS jalur umum, bukanlah kewenangannya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hanya akan menyampaikan kriteria-kriterianya sesuai kebutuhan.
“Jadi 100 ribu itu tidak musti dari honorer semua ya, walaupun honorer tetap akan diprioritaskan untuk mengikuti seleksi,” jelas Mendikbud sekaligus meluruskan isu yang beredar tentang pengangkatan khusus guru honorer.
Setidaknya saat ini paling tidak dibutuhkan 736 ribu guru PNS baru di seluruh wilayah Indonesia. Kebutuhan tersebut untuk mengganti guru-guru yang memasuki masa pensiun, maupun penempatan di sekolah-sekolah baru, dan sekolah-sekolah di daerah khusus.
Penambahannya dilakukan bertahap setiap tahun mulai tahun ini (2018) dengan jumlah kuota yang signifikan setelah beberapa tahun ditetapkan moratorium pengangkatan guru PNS.
Mengingat telah lamanya nasib honorer yang terombang-ambing tidak menentu akan mendapatkan titik terang. Harapannya adalah bahwa pengangkatan guru honorer menjadi PNS tidak mendapat pengecualian semuanya diangkat karena telah memiliki masa kerja dan penempatan di sekolah masing-masing. 
Adapun prosedur pengangkatan harus dilakukan dengan seleksi administrasi yang sangat ketat mengingat potensi rekayasa data yang selalu memiliki celah oleh oknum-oknum tertentu. 
Pengangkatan guru PNS juga dimungkinkan harus memberikan kesempatan bagi pelamar umum agar sama-sama memiliki ruang untuk berbakti karena semua memiliki hak yang sama dalam hal ini.
Semoga berita ini bukanlah angin surga yang dihembuskan sesaat hanya untuk menghibur para pengabdi di dunia pendidikan apalagi jika hal ini dikaitkan dengan perhelatan pesta demokrasi di tahun 2019.
Share:

Memperingati Hari Pramuka ke-57 di Pasirkuda, Cianjur

www.gitagusti.com
"Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuaan Republik Indonesia.
2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
3. Menepati Dasa Dharma."
Masih ingat dengan satya di atas? Ya! Itu adalah Tri Satya. Janji yang harus dipahami dan diterapkan oleh para anggota Pramuka dalam tatanan kehidupannya sehari-hari. Dengan tujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam jiwa seorang Pramuka. Pramuka berjanji dengan Tri Satya, dengan sepenuh kehormatannya dan ia selalu berusaha memenuhi janjinya itu demi kehormatannya semata.
Dilanjutkan dengan 10 kewajiban yang tertuang dalam Dasa Darma Pramuka.
Dasa Darma PRAMUKA


Pramuka Itu :



1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa


2. Cinta Alam dan kasih sayang sesama manusia


3. Patriot yang sopan dan ksatria


4. Patuh dan suka bermusyawarah


5. Rela menolong dan tabah


6. Rajin, terampil dan gembira


7. Hemat, cermat dan bersahaja


8. Disiplin, berani dan setia


9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya


10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
Hari Selasa, 14 Agustus 2018 menjadi hari yang spesial bagi para anggota Gerakan Pramuka di seluruh pelosok nusantara. Kenapa demikian? Karena pada tanggal ini diperingati Hari Pramuka Indonesia. 
Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) memiliki sejarah yang turut berkontribusi dalam perjalanan bangsa. Lahirnya Pramuka di Indonesia turut menyulut berdirinya pergerakan nasional.
Pada tahun 1950-1960 organisasi pembinaan remaja di Indonesia mulai banyak ragamnya. Kemudian karena Presiden Soekarno selaku mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu di Istana Merdeka untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan tersebut sebagai satu komponen bangsa yang potensial.
Oleh karena itu beliau menyatakan pembubaran segala organisasi kepanduan di Indonesia dan meleburnya menjadi suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan tunggal bernama PRAMUKA. Tugas gerakan ini melaksanakan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan pemuda Indonesia.

Di setiap tanggal 14 Agustus dilaksanakan upacara oleh seluruh anggota Pramuka untuk memperingatinya. Tak terkecuali di Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur hari ini. Bertempat di Lapangan Jagabaya, Desa Kalibaru Kecamatan Pasirkuda. Ratusan Pramuka yang berasal dari tingkatan yang berbeda turut serta dalam upacara tersebut. Mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak dan tingkatan seterusnya yang ada di Kecamatan Pasirkuda.
www.gitagusti.com
Para peserta peringatan Hari Pramuka dari berbagai tingkatan yang begitu bersemangat

Para peserta begitu bersemangat dan antusias mengikuti kegiatan ini meski cuaca dalam kondisi panas terik. Tetap bertahan dalam barisan yang rapi diatas tanah lapang kering yang berdebu. Warna coklat khas Pramuka menjadi warna dominan hari ini. Dipadukan dengan latar belakang alam sekitar yang menghijau menjadi keindahan tersendiri bagi yang menyaksikannya. 

www.gitagusti.com
Pramuka sudah menjadi salahsatu ciri identitas masyarakat Pasirkuda, terlebih karena Pramuka menjadi kegiatan primadona masyarakat sebagai salahsatu pilihan kegiatan dan organisasi untuk mendidik dan membina karakter para generasi muda yang mengenyam pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga lanjutan. Menjadi salahsatu sarana yang efektif untuk menyalurkan kreatifitas dan bakat para generasi pembangun bangsa di masa yang akan datang. Mengembangkan potensi yang menunggu untuk diasah, memunculkan benih-benih jiwa kepemimpinan para calon pemimpin, serta meneguhkan jiwa-jiwa patriotisme anak bangsa sebagai tonggak pembangun negeri di masa yang akan datang. Maka tidak salah Pramuka menjadi kebanggaan para generasi muda dengan segala manfaat yang dirasakan oleh para anggotanya yang merasa telah dipersatukan oleh Gerakan Pramuka. karena Pramuka dapat menambah rasa percaya diri pada setiap anggota, menambah semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara, menyiapkan diri peserta didik dalam mengamalkan Satya dan Darma Pramuka, menumbuhkan dan meningkatkan rasa bangga sebagai Pramuka, memiliki budaya kerja yang melandasi pengabdiannya. Dengan itu Pramuka akan selalu terpacu dan termotivasi dalam berupaya merealisasikan satya pramuka dan mengamalkan darma pramuka dalam kehidupan sehari-hari.
www.gitagusti.com
Jangan lupa wefie biar kekinian, haha

www.gitagusti.com
Foto bersama Kakak-Kakak ganteng

www.gitagusti.com
Tim Paduan Suara yang keren-keren

www.gitagusti.com
Yang bening-bening ga lupa eksiiiiis...
Tim Drum Band Penggalang SMPN 1 Pasirkuda berpartisipasi aktif

www.gitagusti.com
Bersemangat!

Selamat Hari Pramuka Indonesia, Jayalah Pramuka Indonesia.  
SATYAKU KUDARMAKAN, DARMAKU KUBAKTIKAN!
Share:

Memecahkan Rekor MURI! Pelaksanaan Serentak Deklarasi Pelajar Anti Narkoba, LGBT dan Tindak Kekerasan di Cianjur

Senin, 13 Agustus 2018 para pelajar mulai dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) di seluruh  wilayah Kabupaten Cianjur secara serentak melaksanakan penandatanganan Komitmen Tertulis dan Deklarasi Pelajar Anti Narkoba, LGBT dan Tindak Kekerasan.

Dalam rangka penegasan atas pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan, peredaran gelap NARKOBA yang telah merambah semua lini komponen masyarakat, serta maraknya perilaku menyimpang Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dan tindak kekerasan di kalangan remaja, Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Sosial yang bekerjasama dengan BNN Kabupaten Cianjur menginisiasi para pelajar tingkat SMP dan SMA dan sederajat untuk membuat gerakan Komitmen Tertulis dan Deklarasi Pelajar Anti Narkoba, LGBT dan Tindak Kekerasan.
Dalam kesempatan ini berbarengan pula dengan kegiatan akbar merayakan HUT ke-314 Kabupaten Cianjur dan Hari Anti Narkoba Internasional.
Kegiatan ini ternyata dicatat oleh MURI sebagai Penandatanganan Komitmen Antinarkoba, LGBT dan Tindak Kekerasan oleh Pelajar Terbanyak.

www.gitagusti.com
Pembinaan singkat dengam tema bahaya Narkoba, LGBT dan Tindak Kekerasan oleh salahsatu guru yang berperan sebagai PKS Urusan Kesiswaan
Dengan jumlah total 85.058 pelajar secara serentak menandatangai komitmen yang telah dikonsepkan BNN di pagi hari dan pada siang harinya, 2.500 perwakilan pelajar mendeklarasikannya kembali pada prosesi penyambutan Obor Asian Games ke-18 yang melintas dan menginap di Cianjur, di Pendopo Kantor Bupati Cianjur.

Secara kebetulan Git Agusti menghadiri dan turut menyaksikan momen ini di salahsatu sekolah di Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur, yaitu SMP Negeri 1 Pasirkuda. Setelah sebelumnya ada ulasan dan pembinaan singkat tentang tema bahaya Narkoba, LGBT dan Tindak Kekerasan oleh salahsatu guru yang berperan sebagai PKS Urusan Kesiswaan. Kurang lebih sebanyak 460 pelajar melaksanakan penandatanganan Komitmen Tertulis dan dilanjutkan dengan Deklarasi Pelajar Anti Narkoba, LGBT dan Tindak Kekerasan secara serentak.
Kurang lebih 460 Pelajar melaksanakan penandatanganan Komitmen Tertulis dan dilanjutkan dengan Deklarasi Pelajar Anti Narkoba, LGBT dan Tindak Kekerasan secara serentak di SMP Negeri 1 Pasirkuda
Komitmen ini melibatkan 44.945 pelajar dari 120 SMP, 11.750 pelajar dari 26 MTs, 5.999 pelajar dari 8 SMA, 18.021 pelajar dari 47 SMK, dan 4.343 pelajar dari 16 MA di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur.
Penandatanganan Komitmen Tertulis dan dilanjutkan dengan Deklarasi Pelajar Anti Narkoba, LGBT dan Tindak Kekerasan secara serentak disaksikan oleh Guru, Tenaga Kependidikan, Kepala Sekolah dan perwakilan dari Dinas Sosial.
Pelaksanaan penandatanganan Komitmen Tertulis dan Deklarasi Pelajar Anti Narkoba, LGBT dan Tindak Kekerasan di SMP Negeri 1 Pasirkuda dihadiri oleh para pelajar, Guru, Tenaga Kependidikan, Kepala Sekolah dan perwakilan dari Dinas Sosial.

Berikut adalah Komitmen Tertulis dan Deklarasi Pelajar Anti Narkoba, LGBT dan Tindak Kekerasan

Pada hari ini Senin tanggal tiga belas Bulan Agustus Tahun Dua Ribu Delapan Belas SAYA, adalah pelajar Sekolah Menengah Tingkat Pertama Negeri 1 Pasirkuda, berkomitmen sebagai berikut:

1. Menolak dengan sekeras-kerasnya Peredaran Gelap Narkoba, LGBT dan Tindak Kekerasan;

2. Berperan aktif  Mencegah dan Memberantas Peredaran Gelap Narkoba, LGBT dan Tindak Kekerasan;

3.  Menciptakan Lingkungan Pendidikan yang Bebas dan Bersih dari Peredaran Gelap Narkoba, LGBT dan Tindak Kekerasan;

4.  Menjadikan Lingkungan Pendidikan Kabupaten Cianjur Lebih Maju, Agamis, Tanpa Narkoba dan Tindak Kekerasan.

Demikian Komitmen Tertulis ini dibuat dengan sebenarnya, untuk menjadikan Pedoman Pada Diri Sendiri dan Lingkungan Pendidikan.
Share:

Menadah Semangat Kerja Dari Rintik Hujan



Menadah Semangat Kerja Dari Rintik Hujan
Menadah Semangat Kerja Dari Rintik Hujan
Sumber : Arsip Pribadi
Bagi sebagian besar orang yang memiliki rutinitas sehari-hari dengan kegiatan terjadwal, berangkat pagi dan pulang sore adalah kebiasaan yang menjadi keharusan. Terlepas dari tuntutan kewajiban itu adakalanya untuk berangkat lebih pagi adalah hal yang sangat berat mengingat rutinitas seperti ini dihampiri oleh rasa jenuh akan pekerjaan yang begitu besar. Hal ini sulit dibantah oleh setiap orang namun bukan berarti tidak dapat diminimalisir atau dihilangkan. Untuk sebagian orang mungkin sudah ada yang memiliki trik dan jurus tertentu untuk mengakali agar semangat  dengan mudah tumbuh lebih besar ketimbang rasa malas yang dipupuk oleh perasaan bosan dan jenuh.
Share:

“Program Pemberdayaan Masyarakat Pelatihan Kerajinan Daur Ulang” #Part1


Sejumlah Blogger Cianjur #bloggercianjur yang kece-kece dan 30 peserta dari berbagai kalangan terlihat begitu antusias mengikuti acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 18 Nopember 2017 yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut. Sebenarnya sih awalnya agak canggung bercampur kaget ketika pertama melangkahkan kaki melewati pintu masuk. Itu karena sebagian besar peserta adalah teteh-teteh dan ibu-ibu (nenek-nenek kebetulan ga ada yang menjadi peserta, hehehe.... ) hanya ada beberapa peserta laki-laki saja dan itu pun dapat dihitung jari. Maklumlah mungkin karena kegiatan ini diprioritaskan untuk kaum ibu sehubungan dengan beberapa ilmu keterampilan yang akan disampaikan. Padahal kalo bapak-bapak pada tau juga ilmu yang akan didapatkan, beuuuuh pasti bejibun mereka minta didaftarkan jadi peserta. Secara atuh kan Bapak-Bapak tidak akan mau kalah sama istrinya. Betul ga bapak-bapak? Hehe. 
Share:

Tentang Saya

Git Agusti

Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Blogger Cianjur | Buzzer | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Random Writer | ...Read More

Ikuti Saya Melalui Email

Label

Jalan-Jalan (16) Stories (16) opini (14) Teknologi (13) edukasi (12) Report (2)

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Komentar Terbaru

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"

Git Agusti | Lifestyle Blogger