Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Penyakit Anak Yang Sering Datang di Musim Hujan


Penyakit Anak Yang Sering Datang di Musim Hujan


Beberapa minggu ini hujan sudah mulai banyak turun di beberapa daerah di Pulau Jawa. Intensitasnya semakin tinggi dan semakin sering. Seiring dengan datangnya musim penghujan, berbagai penyakit mengintai diri kita dan keluarga terutama anak-anak. Karena perlu diketahui, perubahan cuaca ekstrem memasuki musim hujan akan berpengaruh terhadap daya tahan tubuh manusia. Daya tahan tubuh yang lemah akan menjadi mudah terjangkit penyakit infeksi virus atau bakteri. Umumnya berupa infeksi saluran pernafasan atas. Jika tidak diantisipasi, penyakit tersebut berlanjut menjadi infeksi pada paru. 


Untuk dapat melakukan pencegahan, mari kita simak beberapa penyakit yang biasanya banyak bermunculan kasusnya di musim hujan. Scroll down please...
1. Diare 
Penyakit diare terkadang dianggap sebuah penyakit yang mudah diobati. Padahal sebenarnya penyakit ini lumayan berbahaya lho. Tidak salah untuk Ayah Bunda agar ekstra waspada terhadap penyakit ini. Pada kasus umumnya, diare disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Menurut Wikipedia, Escherichia coli (biasa disingkat E. coli) adalah salah satu jenis spesies bakteri Gram negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia. E. Coli dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia yaitu diare berdarah.

Di musim hujan seperti sekarang ini, cuaca yang lembab dapat membuat beberapa mikroba lebih cepat berkembang biak. Maka dari itu proses menyimpan bahan makanan atau pun makanan yang sudah dimasak kemudian disimpan kembali harus dipastikan tidak terkontaminasi. Cara pencegahan yang tidak kalah efektif adalah memastikan sang buah hati selalu mencuci tangannya setelah bermain atau setelah selesai dari toilet.
2. Leptospirosis 
Yang kedua adalah Leptospirosis. Yaitu sejenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp yang menyebar lewat urine si hewan pengerat yang sering ada di rumah dan sekitarnya, yaitu tikus. Biasanya ketika banjir, tikus akan keluar dari persembunyian dan masuk ke rumah-rumah. Kemudian akan membuang urine secara sembarangan lalu urine tikus kemudian terdapat kontak secara tidak langsung di lantai atau pun makanan yang jatuh kemudian diambil kembali oleh anak-anak yang belum tahu banyak tentang kebersihan.
Biasanya gejala dari Leptospirosis adalah lapisan kulit dalam yang kering dan kulit berwarna kekuningan. Hampir serupa dengan penyakit di nomor pertama, penderita bisa mengalami diare dan kekurangan cairan.

Sayangnya, lebih menyulitkan lagi karena Leptospirosis harus dibuktikan melalui test laboratorium, Kemudian kalau anak terbukti secara pasti terjangkiti penyakit ini, penanganan pertamanya adalah dengan memberikan antibiotik secukupnya kemudian dirawat secara intensif oleh dokter.
3. Penyakit Kulit
Anak-anak sangat senang ketika hujan tiba. Mereka dapat dengan mudah tergoda untuk bermain air atau hujan-hujanan. Nah, Ayah Bunda perlu berhati-hati, hal ini dikarenakan musim hujan adalah kondisi yang cocok bagi ragam jenis jamur untuk berkembang biak dan menjadi parasit di kulit anak-anak maupun dewasa.

Jikalau anak tidak selalu diperhatikan kebersihan badannya, berbagai jenis jamur begitu mudah menempel di kulit anak. Banyak gejala timbul mulai dari gatal-gatal hingga kemerahan kemudian terasa perih jika disentuh oleh tangan. Untuk mengatasinya,  Ayah Bunda bisa membawa si anak ke dokter atau untuk tindakan pertama adalah memberikan salep anti jamur hingga antibiotik sesuai petunjuk dokter jika iritasinya parah.
4. Tifus 
Penyakit tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang masuk ke saluran cerna melalui mulut, esofagus, lambung, usus kecil, dan usus besar.

Penderita tifus biasanya mengalami demam tinggi bahkan hingga 40 derajat. Jika anak kita terserang penyakit ini, periksakan ke layanan kesehatan sesegera mungkin kemudian istirahatkan setidaknya minimal 10-14 hari, atau bisa lebih untuk lebih baik lagi.

5. Alergi
Penyakit kambuhan yang biasanya datang ketika cuaca dingin di musim hujan adalah asma yang ditandai dengan sesak nafas, pilek yang bertahan lama (rinitis alergi), sinusitis dan alergi kulit karena udara dingin sehingga timbul banyak bentol dan terasa gatal sehingga mengganggu aktifitas dan kenyamanan.

6. Gangguan Permukaan Kulit
Dengan cuaca dingin yang ekstrim, biasanya untuk beberapa orang mengalami kulit menjadi kering, kulit telapak kaki pecah-pecah, timbul pecah-pecah pada bibir dan tidak jarang tiba-tiba mimisan. 

Selain dari yang disebutkan di atas, tentunya banyak penyakit lain yang bisa saja menyerang kita dan keluarga jika kita mengabaikan langkah-langkah pencegahan. Meskipun tidak semua penyakit dapat dihindari, minimal dengan membiasakan diri hidup sehat dan protektif dapat mengurangi resiko terkena penyakit-penyakit tersebut.

Jadi, biasakan gaya hidup yang sehat, untuk mengurangi resiko terkena penyakit di musim hujan saat ini. Semoga bermanfaat.
Share:

Menumbuhkembangkan Minat Baca Anak Sejak Dini




Di tengah gencarnya sosialisasi pemanfaatan alat-alat teknologi yang semakin hari berkembang begitu hebatnya. Ada kekhawatiran yang dirasakan sebagai orangtua dari si kecil yang berusia sekitar 5 tahun dan rasanya masih belum perlu dikenalkan akses terhadap gadget.

Akan tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Karena di usianya yang baru menginjak 3 tahunan ini sudah memiliki ketertarikan terhadap benda-benda canggih itu. Ya meskipun hidup jauh dari hiruk pikuk keramaian perkotaan, tidak menjadikan alat-alat komunikasi canggih susah masuk ke perkampungan seperti wilayah tempat kami tinggal saat ini.

Karena setidaknya ada 4 dari sekian anggota keluarga kami (include me) yang memegang smartphone dengan akses internet yang mudah karena dukungan jaringan selular yang lumayan bagus untuk sekedar mengakses informasi dan hiburan melalui web.

Tidak dipungkiri bahwa bagi sebagian besar anak gadget itu lebih menarik perhatian daripada sekedar buku yang terkesan monoton bagi mereka. Apalagi jika buku-buku yang tersedia di perpustakaan rumah adalah buku-buku yang peruntukannya untuk orangtua saja semisal yang berhubungan dengan pekerjaan orangtuanya masing-masing.

Lain lagi dengan gadget yang begitu mengasyikan dan menarik perhatian karena sifatnya yang didesain semakin interaktif dengan berbagai fitur yang semakin berkembang disesuaikan dengan kebutuhan masa kini. Mulai dari fitur game yang dengan mudah dapat diinstal dan uninstal jika memang tidak menarik atau sudah bosan. Belum lagi dengan fitur-fitur aplikasi lainnya yang begitu banyak tersedia.

Tentunya itu akan menjadi hal yang sah-sah saja jika hak akses anak terhadap gadget dibarengi dengan kontrol oleh orangtua secara penuh atau minimal disesuaikan dengan usia anak tersebut. Karena biasanya semakin besar si anak semakin sulit juga untuk mengontrol penggunaan gadget. Bisa saja ketika di rumah kita dapat melakukan tindakan pengawasan yang intensif, namun bagaimana jika si anak sudah terbilang besar dan memiliki waktu di luar rumah yang tidak mungkin juga kita sebagai orangtua akan mengikuti kemana anak kita pergi terlebih dengan segala kesibukan pekerjaan.

Baca Yuk! Intip Kegiatan Belajar Anak Berbasis Alam
 
Belum lagi dengan keterampilan generasi masa kini dalam penggunaan gadget yang sangat luar biasa perkembangannya. Bagi kalangan orangtua di pedesaan seperti daerah tempat tinggal saya, hanya sebagian kecil saja orangtua yang mampu menggunakan gadget secara terampil, selebihnya hanya dapat menggunakannya sebagai alat untuk telpon dan perpesanan saja semisal aplikasi WhatsApp.
Back to topic, lantas apa yang bisa dilakukan orangtua untuk menarik dan mengembangkan minat anak terhadap buku?. Scroll please

#1 Berikan contoh membiasakan membaca
This is the first important thing to do!. Kenapa? Karena biasanya anak akan meniru segala kebiasaan orangtuanya. Seperti pepatah mengatakan “like father like son”, atau pepatah lain ”anak adalah cerminan orangtuanya”. Jadi hal yang paling penting adalah membiasakan anak mencontoh kebiasaan orangtuanya dalam bidang literasi. Seperti misal ketika biasanya banyak orangtua menganggarkan banyak waktu di rumah untuk menikmati tayangan-tayangan acara di TV yang notabene tidak terlalu penting maka anak akan terbiasa untuk menjadi pecandu tontonan di TV di masa yang akan datang. Terbiasa melihat orangtuanya membaca buku menjadikan anak juga memiliki minat baca yang besar, tentunya dengan buku yang sudah disediakan dan dipilah oleh kita sesuai usianya.

#2 Buat daftar buku yang telah dibaca
Membuat daftar buku yang telah dibaca membuat anak termotivasi dan memiliki rasa bangga bahwa dirinya memiliki koleksi buku yang sudah dibaca olehnya. Secara perlahan si kecil akan terdorong untuk memiliki koleksi buku yang lebih banyak untuk dibaca. Ya akan lebih bagus jika orangtuanya memiliki inisiatif untuk membuat suatu ”lomba” siapa yang memiliki rekor koleksi daftar bacaan terbanyak setiap bulannya. Dengan reward yang menarik tentunya akan membantu untuk memotivasi anak.

#3 Sediakan bacaan sesuai umur anak
Tidak kalah pentingnya adalah menyediakan bahan bacaan yang mudah dicerna oleh anak sesuai usianya. Semisal untuk si kecilku di rumah yang masih dalam tahap mengenal bentuk, warna dan karakter maka yang disediakan adalah buku-buku bergambar yang diselingi dengan cerita menarik. Biarkan si kecil memperhatikan dan asyik dengan gambarnya sementara kita membantu membacakan cerita tentunya dengan cara yang menarik.

#4 Ajak anak ke toko buku
Untuk orangtua yang bertempat tinggal di kota-kota besar tentunya ini bukan hal yang sulit, karena toko buku begitu banyak tersebar dan dapat diakses dengan moda transportasi yang mudah. Mengajak anak untuk bermain ke toko buku akan memberikan pengalaman yang menarik dan mengesankan. Anak akan merasa gembira ketika dipersilahkan untuk memilih buku sesuai dengan yang disukainya.

#5 Berikan hadiah buku
Dalam momen-momen spesial tertentu, ada baiknya memberikan buku sebagai salahsatu pilihan hadiahnya. Untuk menciptakan efek surprise yang menggembirakan maka terlebih dahulu ketahui kira-kira buku apa yang sangat si kecil inginkan. Sehingga ketika kita memberikan buku tersebut sebagai hadiah akan menimbulkan efek senang bagi si kecil.

#6 Kenalkan anak pada fitur E-Book
Seperti kita ketahui e-book adalah buku digital atau versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar.

Di era sekarang ini yang mayoritas mengandalkan kecanggihan teknologi, maka e-book adalah salahsatu pilihan untuk mengatasi dan menyeimbangkan ketertarikan anak terhadap gaming di gadget yang sekedar hanya untuk bermain game ke minat membaca buku juga. Banyak situs-situs download e-book bertemakan cerita anak yang begitu mudah untuk diakses sehingga tidak ada alasan sulit untuk mengenalkan e-book ke anak kita jika memang sudah terlanjur mengenal dan tidak bisa jauh dari gadget.

Share:

Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi

Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi
Selamat malam Ayah Bunda.

Memiliki bayi adalah anugrah yang sangat luar biasa bagi semua keluarga. Entah itu anak pertama atau untuk kesekian jumlahnya, setiap momen merawat bayi menjadi saat-saat yang menakjubkan bagi kedua orangtuanya. 

Selalu ada hal baru yang ditemukan, entah itu dalam pengalaman memberikan pendidikan atau dalam hal kesehatan si bayi apalagi untuk rentang waktu balita. 

Khusus untuk kesehatan, usia balita merupakan usia paling rentan dengan terkena penyakit yang disebabkan oleh lingkungan sekitar.

Sistem daya tahan bayi belum terbentuk dengan sempurna, sehingga mudah terkena penyakit seperti pilek. Bagi orang tua, melihat bayi yang sakit pilek pasti merasa khawatir. Apalagi jika bayi Ayah dan Bunda mengalami hidung tersumbat sehingga kesulitan bernapas dan rewel, Anda pasti juga ikut merasa tidak nyaman. Pada saat seperti inilah, Ayah dan Bunda harus tetap tenang dan tidak panik.

Seperti yang Ayah dan Bunda tahu, penggunaan obat pada bayi tidak boleh sembarangan. Sebelum Ayah dan Bunda memutuskan untuk memberikan obat hidung mampet dan hidung meler bagi bayi, Ayah dan Bunda bisa melakukan hal-hal berikut ini di rumah untuk meredakan hidung tersumbat pada bayi.
Penanganan Hidung Tersumbat pada Bayi
Membuat bayi merasa nyaman dan segera mendapat perawatan adalah prioritas pertama. Untuk itu, Ayah dan Bunda dapat melakukan hal-hal ini di rumah:
1. Untuk keluarga yang berada di daerah perkotaan, biasanya rumah dilengkapi dengan air conditioner. Hindari ruangan dengan air conditioner untuk mengurangi kemungkinan hidung tersumbat. Bayi butuh udara lembab dan hangat untuk menjaga kenyamanannya.
2. Berikan ASI eksklusif agar kekebalan tubuh bayi dapat meningkat. Dengan menyusui, antibodi dalam tubuh ibu akan diturunkan ke anak.
3. Hirup udara lembab untuk melancarkan pernapasannya. Ayah dan Bunda dapat mengajak bayi untuk berendam di air hangat atau gunakan alat pelembab ruangan.
4. Redakan hidung yang tersumbat dengan menggunakan aspirator hidung atau semprotan hidung yang mengandung garam.
5. Usahakan agar bayi mendapat istirahat yang cukup dan tanpa gangguan. Buat ruangan yang digunakan si buah hati menjadi senyaman mungkin.
6. Jika pilek tidak kunjung reda atau lebih dari lima sampai tujuh hari, maka kunjungi dokter untuk memperoleh obat pilek resep dokter.
 
Gejala Lain yang Mungkin Muncul
Biasanya, demam akan muncul bersamaan dengan pilek. Ayah dan Bunda bisa melakukan penanganan sederhana di rumah dengan cara memandikan bayi dengan air hangat. Setelah itu, pakaikan baju dengan bahan tipis yang nyaman dan hindari menggunakan pakaian tebal dan berlapis. Ukur suhu tubuh bayi secara berkala. Jika suhu tubuh bayi tidak segera menurun atau mencapai lebih dari 38 derajat Celcius, maka lebih baik segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Semoga bermanfaat ya.
Share:

Yuk Kenali Penyakit Muntaber Yang Sering Datang Menghampiri Si Kecil

Memiliki keluarga kecil menjadi kelas yang tidak memiliki pembatas waktu bagi setiap orangtua. Apalagi untuk ayah muda seperti saya. Memiliki anak pertama di tahun kedua pernikahan menuntut kami untuk belajar lebih cepat tentang parenting. Pendidikan dan kesehatan menjadi hal yang banyak kami dapatkan dari orangtua dan anggota lain di keluarga besar kami.
Kesehatan menjadi hal yang paling menjadi perhatian bagi balita kami
Sumber : Dokumen pribadi
Untuk kesehatan si kecil sendiri, seringkali kami meminta saran dari banyak pihak untuk kemudian mempertimbangkan yang terbaik. Seperti halnya suatu waktu si kecil yang masih dalam usia batita mengalami gejala muntaber. Karena baru pertama kali mengalami hal ini, kepanikan pun muncul dirasakan kami sebagai ayah dan ibunya. Macam referensi pengobatan pun kami cari mulai dari bertanya pada keluarga hingga konsultasi ke dokter setempat. Termasuk sebelumnya browsing di internet untuk mengetahui lebih banyak tentang hal ini.

Obat muntaber pada bayi, biasanya akan diberikan saat penyakit ini menyerang sang buah hati. Namun, tetap konsultasikan kepada dokter ahli untuk penggunaan obat yang akan diberikan. Gejala muntaber ini ditandai dengan muntah selama 1 hingga 2 hari yang dibarengi diare hampir selama 7 hari. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti makanan ataupun minuman, serta kemungkinan virus yang hinggap.
 
Guesehat adalah salah satu blog kesehatan terpercaya bagi solusi kesehatan keluarga. Platform ini menyediakan wadah soal keluhan penyakit yang sering dialami. Kita dapat mengambil info tentang muntaber ini pada situs tersebut. Menariknya kita juga akan mendapatkan informasi kesehatan secara lengkap  yang bisa diterapkan secara praktis. 

Kasus muntaber pada bayi juga ditandai dengan feses yang tak berbentuk dan encer. Bayi akan sering rewel dan kelelahan, ini terjadi karena bayi lebih mudah mengalami dehidrasi saat muntaber terjadi. Sebagai pertolongan pertama, selalu baringkan anak di kasur dengan posisi telentang. Hal ini dapat menurunkan resiko terjadinya SIDS. Seperti diketahui Sudden Infant Death Syndrom (SIDS) adalah kematian mendadak pada bayi sehat berusia di bawah 1 tahun tanpa ada gejala apapun sebelumnya. Memprihatinkan bukan?.

Adapun tanda-tanda dehidrasi adalah sebagai  berikut:
1. Kedua mata bayi terlihat sayu, dan redup
2. Ubun-ubun bayi akan terlihat lebih cekung
3. Saat menangis tak ada air mata yang keluar
4. Mulut kering
5. Jarang ngompol, serta warna urine berwarna kuning gelap
Jika tanda tersebut mulai muncul, ia membutuhkan lebih banyak asupan cairan. Segera dan terus berikan ASI jika bayi masih menyusu atau kita dapat memberikan cairan lain yang dapat dibeli dari apotek dan resep dokter. Perlu diperhatikan, selalu patuhi petunjuk penggunaan.

Hindari memberikan bayi obat anti diare tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter. Karena hal ini akan sangat berbahaya. Cek berkala keadaan bayi. Segera cari bantuan medis jika terjadi tanda-tanda lanjutan seperti dibawah ini.
1. Suhu tubuh bayi tinggi
2. Feses yang disertai lendir dan darah
3. Bayi terlihat kurang merespon
4. Muntahan bayi berwarna hijau serta muntah lebih dari sehari
5. Rewel karena nyeri perut akut
Penanganan yang tepat akan menurunkan resiko penyakit lebih parah. Selalu jaga kebersihan dan kesehatan keluarga, ya.
Share:

2 Trik Untuk Mengatasi Pilek Pada Anak Secara Alami


2 Trik Untuk Mengatasi Pilek Pada Anak Secara Alami
Pernah bingung karena anak tiba-tiba pilek setelah ayah bunda membawanya pergi mengeksplorasi banyak tempat wisata di akhir pekan?.

Lalu akhirnya tidak sedikit kita menjadi panik karena anak rewel karena serba salah dengan rasa tidak nyaman di hidung dan kepala.

Pilek merupakan salah satu penyakit yang sangat menyebalkan. Tidak hanya bagi orang dewasa, pilek juga membuat anak-anak merasa tidak nyaman saat beraktivitas. Ketika pilek, anak-anak tidak bisa bernafas dengan lancar dan menghambat aktivitasnya sehari-hari.

Untuk mengatasi pilek, ayah bunda bisa memberikan obat pilek untuk anak agar bisa sembuh seketika. Tapi, jika ingin melakukan pengobatan secara alami, ada beberapa trik yang bisa dilakukan. 

Berikut adalah beberapa trik mudah yang dapat ayah bunda coba untuk mencegah dan mengatasi pilek pada anak.

Konsumsi Sup Hangat
Untuk mencegah anak dari pilek, ayah bunda perlu memberikan makanan atau minuman yang hangat. Makanan atau minuman yang hangat berguna untuk membuat hidung jadi lebih lega karena lendir yang mencair setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang hangat. Tapi, jika ingin mengatasi lendir sekaligus mencegahnya hadir pada anak, memberikan sup hangat mungkin bisa menjadi salah satu cara yang tepat.
Sup ayam untuk
Kita dapat menyajikan sup ayam hangat sebagai salah satu menu makanan terbaik untuk anak. Di dalam sup ayam terdapat kandungan sistein atau sejenis asam amino yang dapat mengurangi produksi lendir. Ketika produksi lendir berkurang, maka secara otomatis pilek yang dialami anak Adna juga akan mereda secara perlahan. Tak hanya itu, sup ayam juga dipercaya mampu mengontrol netrofil yang merupakan sel penyebab hidung tersumbat. Kandungan merica dan bawang putih di dalam sup tersebutlah yang mampu mengatasi pilek secara efektif sekaligus sebagai menu makanan untuk anak.
Probiotik
Selain bakteri jahat, terdapat pula bakteri baik yang ada di dalam makanan. Bakteri baik merupakan bakteri yang bisa memberikan dampak baik sekaligus dibutuhkan oleh tubuh manusia. Umumnya, bakteri baik dikenal sebagai bakteri yang mampu melancarkan sistem pencernaan dalam tubuh manusia. Tapi, tak hanya itu, bakteri baik juga dapat bermanfaat untuk mengatasi pilek yang dialami oleh anak.

Contoh makanan sumber probiotik
Kita dapat memberikan makanan dengan kandungan probiotik yang berguna untuk mencegah pilek hadir pada anak. Sebab, probiotik berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak agar lebih tahan terhadap penyakit. Sebab, pilek yang hadir pada anak umumnya disebabkan karena daya tahan tubuh anak yang masih lemah dan bisa meningkatkan daya tahan tubuh anak dengan cara memberikan makanan kaya probiotik seperti yoghurt atau makanan lainnya yang mengandung bakteri Lactobacillus.

Itulah dua trik yang bisa dilakukan utnuk meredakan pilek pada anak tanpa menggunakan obat pilek untuk anak. Kita bisa mendapatkan berbagai obat dengan praktis dan mudah di Go Apotik. Selain itu, perhatikan juga multivitamin dan mineral penting sejak awal kehamilan jika bunda tengah mengandung. Semoga bermanfaat ya.
Share:

Ayah, Ketahui Cara Tepat Membantu Tingkatkan Kualitas ASI Bagi Ibu Menyusui


Menanti kehadiran sang buah hati bagi seorang ayah merupakan hal yang sangat mendebarkan. Rasanya tidak ada hal yang lebih menegangkan bagi seorang suami daripada menyaksikan seorang istri berjuang untuk melahirkan sang bayi. Fikiran tak pernah benar-benar tenang selama proses persalinan meski istri telah mendapatkan layanan terbaik dari pihak medis sendiri. Dramatis sekali, saya fikir waktu itu tidak ada do'a yang tidak terucapkan untuk memohon kepada Allah SWT agar keduanya mendapatkan kelancaran dan keselamatan. Namun beruntung saya sendiri dapat mendampingi dari sebelum hingga selesai proses kelahiran.

Putri cantik lahir dalam keadaan sehat wal afiat, meski pada awalnya merasa sedikit khawatir karena bidan mengatakan bahwa kelahirannya masuk kategori dini karena kandungan baru genap delapan bulan, bukan sembilan. Namun hal luar biasa terjadi karena bayi lahir dalam keadaan normal serta tidak sampai harus masuk inkubator dan cukup selalu didekap dalam pelukan bundanya agar tetap hangat, puji syukur.

Sebagai seorang ayah (baru), selalu mencari tahu segala sesuatu yang berhubungan dengan bayi dan ibunya. Terutama untuk hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, harus dan tidak harus dikonsumsi oleh ibunya untuk menjaga agar nutrisi keduanya terjaga dengan baik. Termasuk mengenai ASI, sebagai bagian terpenting bagi pertumbuhan si bayi sejak hari pertama dilahirkan. Lebih beruntung karena semua anggota keluarga terlibat dalam setiap situasi sehingga semua perhatian tertuju pada keduanya.
Mendampingi ibunda dalam masa menyusui adalah salahsatu cara terbaik untuk mengetahui proses perkembangan bayi
Gambar: sayangianak.com

Ternyata dari berbagai referensi diketahui bahwa tiga atau empat hari usai melahirkan, produksi ASI biasanya akan sangat melimpah dengan sendirinya. Bahkan jika sebelumnya pernah melahirkan, produksi ASI bisa lebih cepat lagi. Namun sayangnya, ada juga sebagian ibu yang justru tak merasakan hal ini usai proses kelahiran. Beberapa hari usai melahirkan, ASI tak kunjung keluar, sedangkan keinginan untuk dapat memenuhi nutrisi ASI untuk bayi telah sangat besar. Terlebih, ASI merupakan makanan sekaligus minuman pertama yang penting untuk diberikan kepada bayi.

Resiko tidak keluarnya ASI sebaiknya dapat diantisipasi oleh para ibu hamil jauh-jauh hari sebelum datangnya proses kelahiran. Selama hamil, sebisa mungkin menjaga suasana hati sang ibu agar tetap bahagia, tenang dan jauh dari stress. Selain dengan menjaga kondisi mental sang ibu, perlu juga untuk memperhatikan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi selama kehamilan agar ibu bisa tetap sehat, dan pertumbuhan bayi juga bisa lebih baik. Hindari juga asupan makanan yang mengandung lemak tinggi untuk menghindari resiko obesitas pada ibu hamil. Dengan menjaga itu semua, diharapkan produksi ASI dapat keluar secara normal usai melahirkan.
Gambar: pinterest.com
Berbicara mengenai pengelolaan stress, tak cukup hanya dijaga selama masa kehamilan saja. Untuk mendapatkan produksi ASI yang bisa keluar secara normal, sebisa mungkin sang ibu tetap mampu menjaga suasana hati dan pikiran untuk tetap tenang pada saat berlangsungnya proses kelahiran. Jangan sampai akibat pikiran yan tak tenang memicu pendarahan hebat saat proses kelahiran, terlebih pendarahan hebat yang terjadi saat proses kelahiran merupakan salah satu faktor tidak keluarnya ASI pasca melahirkan. Disinilah salahsatu peran penting seorang suami agar senantiasa mendampingi agar dapat memberikan dukungan kapan pun dirasa istri membutuhkannya. Diketahui dari hasil sebuah penelitian bahwa 98.1% ibu akan menyusui bayinya apabila suami mendukungnya dengan dorongannya. Tapi bila sang Ibu tidak mendapatkan dukungan dari suaminya sendiri, hanya 26.9% yang melanjutkan proses menyusui untuk anaknya. Wah luar biasa ya peran seorang suami dalam proses penting ini. Jika peran suami dijalankan dengan baik dan memberikan hasil pada keluarnya ASI, maka hal penting selanjutnya adalah menjaga kualitas dan meningkatkan produksi ASI agar dapat secara maksimal menutrisi dan menghidrasi bayi.

Guna meningkatkan kualitas produksi ASI, ada baiknya agar suami memastikan ibu sang bayi untuk memperbanyak asupan sayur dan buah-buahan, serta menjaga kebiasaan hidup sehat dengan air mineral. Untuk mengetahui air mineral seperti apa yang paling baik kandungannya untuk dikonsumsi selama proses menyusui, segera klik http://www.pristine8.com/.

Tentunya informasi mengenai ASI tidak hanya wajib diketahui oleh kaum wanita saja tetapi para pria juga wajib mengetahuinya karena dapat membantu memberikan dukungan agar dapat membantu dalam memberikan pelayanan dan bimbingan terbaik untuk istrinya yang memiliki peran sebagai ibu menyusui sepanjang 2 (dua) tahun kedepan. Ini menjadi bekal bagi sang ayah untuk ikut memastikan bahwa sang bayi mendapatkan yang terbaik untuk perkembangan dalam pertumbuhan badan dan perkembangan otaknya sendiri.
Share:

5 Cara Menaikkan Berat Badan Anak

5 Cara Menaikkan Berat Badan Anak
Pagi ayah bunda.

Kali ini ijinkan saya untuk sedikit mengulas tentang berat badan anak, lebih spesifiknya lagi adalah tentang masalah berat badan anak yang dianggap tidak sesuai dengan usianya.
Tidak sedikit orangtua memiliki perasaan khawatir yang luar biasa ketika anaknya terlihat sangat kurus, hal ini pastinya akan membuat setiap orang tua merasa khawatir, terlebih lagi jika kedua orangtuanya memiliki tubuh yang tergolong subur. Sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan anak terlalu kurus misalnya seperti karena alasan turunan/ bawaan genetic, atau juga karena nafsu makan anak itu sendiri. Namun seorang profesor pediatri mengatakan jika berat badan anak itu dinamis, dan bisa berubah seiring dengan tumbuh kembangnya. 
Anak kurang nafsu makan
Kekurangan berat badan anak bisa disebabkan karena kurang baiknya nafsu makan anak, tetapi meski begitu orang tua tidak boleh memaksakan anak untuk makan lebih banyak atau diluar kemampuan anak didalam mengkonsumsi makanan. Sebelum memutuskan untuk memberikan nutrisi tambahan pada sang anak maka ada baiknya mengkonsultasikan hal tersebut dengan bidan atau dokter anak. Nantinya mereka akan menghitung indeks massa tubuh sang anak sehingga akan diketahuinya apakah berat badannya seimbang atau terlalu kurus.

Massa index anak
Jika sang anak telah dinyatakan terlalu kurus untuk anak seusianya maka bisa dimulainya program penambahan nutrisi sebagai cara membuat anak naik berat badannya. 
Berikut 5 cara menaikkan berat badan anak diantaranya yaitu :
1. Makan Secara Konsisten
Berat badan anak dapat bertambah secara sehat jika teratur jadwal makannya. Oleh karena itu jangan sampai anak melewatkan jadwal makannya. Karena jika sampai mereka melewatkan jadwal makannya maka akan hilangnya nutrisi penting yang dibutuhkannya.

2. Makan Dengan Porsi Lebih Besar
Jika anak mampu menghabiskan makanan lebih dari satu porsi, maka ada baiknya berikan anak tambahan makanan. Misalnya saja dengan memberikan susu dalam gelas yang lebih besar atau juga memberikan potongan buah dalam jumlah yang lebih banyak.

3. Memberi Makanan Yang Mengandung Kalori Tinggi
Untuk bisa mengetahui makanan yang mengandung kalori tinggi, ibu bisa mengetahuinya dengan membaca label nutrisi. Berat badan anak akan cepat bertambah pada saat diberikan makanan yang mengandung kalori tinggi.

4. Memberikan Jus Buah Dan Susu Rendah Lemak
Pada saat anak haus maka ada baiknya menawari dirinya minuman yang mengandung kalori seperti jus dan susu. Jika dibandingkan air putih maka minuman berkalori tersebut jauh lebih efektif dapat menaikkan berat badan anak.

5. Dengan Memberi Makanan Tambahan Yang Tepat
Supaya berat badan anak cepat bertambah juga maka ada baiknya diberi makanan tambahan yang tepat. Anak bisa diberi kacang kacangan, selai kacang, alpukat, dan minyak zaitun didalam menu makanan. Makanan makanan tersebut mengandung kadar lemak sehat yang tinggi sehingga bisa dengan cepat dapat menaikkan berat badan anak. Makanan makanan tersebut juga sangat ampuh untuk mencegah peradangan.


Baca juga : Melibatkan Alam Untuk Pendidikan Anak

Yang perlu diingat adalah proses untuk menaikkan berat badan pada anak tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Harus dilakukan secara bertahap dan adanya beberapa hal penting yang harus diingat setiap orang tua seperti :
👉 Tidak memaksakan anak untuk makan
👉 Perut yang dimiliki anak anak kecil
👉 Anak akan sering rewel soal makanan
👉 Sesekali ajak anak untuk berbelanja bahan makanan dan memasak
👉 Jangan pernah berdebat soal makanan dengan anak.

Dan yang perlu diingat adalah selama anak makannya lahap dan tumbuh dengan ceria, maka anak yang terlihat sangat kurus tidak perlu dikhawatirkan asalkan tetap seimbang asupan nutrisinya.
Share:

Anak Berbuat Salah ? Ketahui Cara Menegur Yang Diinginkan oleh Anak (Didik)

Ketahui Cara Menegur Yang Diinginkan oleh Anak (Didik)
Pic : duniabelajaranak.id
Keseharian sebagai seorang pendidik di salahsatu sekolah di pelosok daerah seringkali menemukan hal-hal baru yang berkaitan dengan perilaku anak dan pola parenting yang dilakukan oleh kalangan orangtua di rumah maupun yang diperlihatkan oleh sesama rekan pendidik di sekolah terhadap anak didiknya.

Setiap harinya banyak hal yang ditemukan yang datangnya dari perilaku anak yang begitu beragam. Nah kebetulan anak yang berada di sekolah itu adalah anak yang memiliki rentang usia 12-15 tahun yang sedang memasuki usia remaja, puber gitu. Rasanya tidak akan henti-hentinya memberikan pendidikan dan pelajaran bagi saya sebagai gurunya sendiri. Misalnya aja nih ada pendidikan kesabaran ketika menemukan anak yang memiliki sifat keras atau bahkan sebaliknya ketika berhadapan dengan kondisi anak yang pendiam dan pasif. Anehnya itu rasanya berhadapan dengan anak yang memiliki karakter pasif memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibanding anak yang aktif tapi rada-rada nakal, ya mungkin itu karena menghadapi anak pasif membutuhkan usaha yang lebih banyak untuk membangkitkan motivasi dan semangat belajarnya. Hadeuh!
Di lain waktu, ragam sifat anak hasil dari kolaborasi sistem pendidikan yang didapatkan oleh anak di dalam keluarga dan lingkungan tempatnya biasa bersosialisasi maka akan terlihat bentuk dasar dari sifat mereka. Misalnya tidak sedikit ada anak yang "matang sebelum waktunya" karena memang memiliki lingkungan bermain yang usia teman bersosialisasinya jauh lebih tua dibanding anak itu sendiri atau ditemukan anak dengan karakter "teunggar kalongeun" (istilah Sunda untuk anak yang sering banyak melamun dan slow respond) sebab terlalu banyak dimarahi, dibentak dan mendapat perlakuan kasar dalam keseharian di keluarga.

Sangat disayangkan memang, ketika anak yang beranjak remaja kemudian berubah menjadi pendiam hanya karena sistem pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat yang keliru hanya karena ego dari orangtua mereka sendiri. Orangtua dalam hal ini dapat berarti ayah dan ibunya, keluarga yang lebih tua, guru atau pun orang-orang yang lebih dewasa di lingkungan masyarakat.

Tidak sedikit orangtua yang "main hajar" dengan anak mereka dengan pola fikir pendek "ah yang penting anak diam dan menurut". Mereka tidak pernah berfikir bahwa dengan tindak yang dominan dan refresif dalam pola asuh seperti itu tidak akan pernah mendapatkan hasil yang baik. Ya apalagi anak tercipta dengan keunikan karakternya masing-masing.
Belum lagi dengan kenangan dan trauma dari orangtua dan guru itu sendiri yang mungkin saja memiliki pewarisan sifat arogan dan kekerasan dari orangtuanya terdahulu. Atau mungkin bawaan dari akumulasi masalah personal yang dimiliki oleh masing-masing semisal masalah rumah tangga atau masalah dalam pekerjaan yang tidak jarang akan terbawa dalam pusaran emosi yang tidak dapat dikendalikan ketika menemukan masalah anak dan menjadikan anak sebagai pelampiasan amarah. Jelas saja kebanyakan anak hanya dapat membisu ketika dijadikan ajang "meupeus keuyang" (istilah Sunda untuk sikap dan tindakan melampiaskan kejengkelan atau kemarahan kepada yang tidak berdosa)

Apakah itu tidak akan memberikan dampak panjang bagi anak? Tentu sangat memberikan dampak psikologis yang berat kepada anak ketika setiap hari mendapatkan perlakuan yang tidak normal dari orang-orang tua mereka yang seharusnya lebih dapat mengerti dengan kondisi perkembangan mereka yang bahkan anak sendiri sering bingung dengan apa yang harus dilakukan ketika menjalani hari-hari dalam posisi yang serba salah. Dikatakan serbasalah karena usia remaja adalah usia yang galau, dibilang anak-anak bukan dibilang dewasa juga bukan.
 
Setidaknya para pendamping anak (orangtua, masyarakat dan guru) harus menyadari beberapa akibat dari sikap dan perlakuan arogan/kasar ketika memperlakukan anak yang melakukan kesalahan. Diantaranya adalah anak akan menjadi minder dan takut mencoba hal-hal baru, tumbuh menjadi pribadi yang peragu dan tidak percaya diri, memiliki sifat pemarah dan egois, cenderung memiliki sifat menantang, keras kepala dan suka membantah nasehat orangtua,  pribadi yang tertutup, apatis dan tidak peduli terhadap lingkungan.

Tentunya dengan akibat dari sikap mendidik yang kasar seperti di atas bukanlah tujuan dari orangtua dan guru. Itu sangat berbanding terbalik dengan tujuan mendidik yang pada intinya adalah bahwa anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan kemampuannya untuk menjadi seseorang yang mandiri dan dapat menjadi insan produktif bagi dirinya sendiri, keluarga dan lingkungannya.

Mereka butuh bimbingan dan pengarahan agar tetap pada prinsip-prinsip yang sesuai dengan etika berprilaku yang baik dan sesuai dengan norma dalam keluarga dan masyarakat. 

Iseng-iseng berhadiah, eh :-D seringkali saya membuat pertanyaan sederhana yang diharapkan dapat menjadi bahan kajian dan perbaikan dalam cara mendidik anak. Hasilnya sering dijadikan bahan evaluasi dan motivasi bagi saya sendiri sebagai pembimbing anak di sekolah maupun orangtua di dalam keluarga yang saat ini memiliki anak berusia 4 tahun.

Kali ini dalam sesi "curhat" bersama anak di kelas ada pertanyaan yang saya lontarkan kepada mereka terkait dengan sikap guru dan orangtua ketika menegur yang diinginkan oleh anak-anak ketika mereka melakukan kesalahan, ini dia jawaban mereka (jawabannya benar-benar asli tanpa edittttt...):
1. "Saya suka ditegur dengan cara yang lembut di belakang teman..."
2. "Saya suka ditegur dengan cara yang lembut tidak dengan cara yang keras, dipanggil dulu lalu dibicarakan dengan baik..."
3. "Bila saya punya kesalahan, saya suka ditegur itu dipanggil terlebih dahulu dan berbicara dengan lemah lembut..."
4. "Saya suka ditegur dengan baik dan di belakang teman karena kalau di depan teman itu malu dan ditegur dengan marah saya tidak suka..."
5. "Saya suka ditegur di belakang teman dan saya suka ditegur dengan kata yang baik..."
6. "Saya suka ditegur di belakang teman dengan cara berbahasa lembut..."
7. "Saya suka ditegur sama cara yang lembut dan di belakang teman, karena kalau di depan teman rasanya itu malu..."
8. "Saya suka ditegur dengan cara lembut dan di belakang teman-teman karena itu akan membuat saya lebih baik..."
9. "Saya suka ditegur dengan cara dipanggil di belakang teman yang lembut..."
10. "Saya suka ditegur dengan cara lembut..."
11. "Saya suka ditegur dengan cara tidak dimarahi dan dipanggil..."
12. "Saya suka ditegur dengan cara dipanggil..."
13. "Saya suka ditegur dengan ramah lembut karena saya lebih suka..."
14. "Saya suka ditegur dengan lembut karena saya tidak mau dipandang jelek..."
15. "Saya suka ditegur dengan cara dipanggil tidak di depan teman-teman dan bicaranya lemah lembut..."
16. "Saya suka ditegur dengan cara dipanggil lalu dibicarakan dengan baik-baik karena membuat kita jadi semangat tidak mengerjakan hal yang tidak baik lagi..."
17. "Saya suka ditegur dengan cara lembut karena saya malu kalau ditegur dihadapan teman-teman saya..."
18. "Saya suka ditegur lembut di belakang teman..."
19. "Saya suka ditegur dengan cara lembut..."
20. "Saya suka ditegur baik-baik..."
21. "Saya suka ditegur dengan cara baik-baik karena jika baik-baik saya selalu cepat sadar apa yang saya lakukan itu ga baik.."
Daaan terbukti! Dari semua jawaban yang merupakan curahan hati anak di atas, tidak ada satupun anak yang menuliskan suka dengan cara teguran yang kasar dan dilakukan di depan teman-temannya dan banyak orang. Semua menginginkan tindakan teguran yang baik dan lembut bahkan untuk anak yang menurut saya sendiri adalah anak yang memiliki karakter keras dan terlihat sering memberontak.

Karena intinya mereka adalah anak yang mendambakan sosok orangtua dan guru yang mengerti bahwa menegur di depan banyak orang adalah tindakan mempermalukan. Alih-alih dapat membuat mereka lebih baik, maka seringkali menjadikan anak lebih memberontak dan tidak memiliki rasa hormat kepada orang yang seringkali memperlakukannya semena-mena.
Share:

Hadis Tentang Memberi Nasihat

Menasihati dan menegur yang baik adalah menasihati dengan cara yang dapat diterima dengan hati yang tenang dan lapang dada oleh orang yang melakukan kesalahan. Tidak membuatnya tersinggung apalagi menimbulkan dendam di hati. Menasehati didepan umum hakikatnya adalah cenderung sulit diterima oleh hati orang yang dinasihati.
Berikut adalah beberapa hadist yang memuat tentang menegur dan menasihati yang baik.
1. Imam Asy-Syafi’i  rahimahullah berkata:
تعمدني بنصحك في انفرادي** وجنبْني النصيحة في الجماعهْ
فإن النصح بين الناس نوع** من التوبيخ لا أرضى استماعهْ
وإن خالفتني وعصيت قولي** فلا تجزعْ إذا لم تُعْطَ طاعهْ
Berilah nasihat kepadaku ketika aku sendiri,
Jauhilah memberikan nasihat di tengah-tengah keramaian
Sesungguhnya nasihat di tengah-tengah manusia itu termasuk sesuatu
Pelecehan yang aku tidak suka mendengarkannya
Jika engkau menyelisihi dan menolak saranku
Maka janganlah engkau marah jika kata-katamu tidak aku turuti


Baca Juga: Cara Menegur Yang Diinginkan Oleh Anak

2. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ
“Kewajiban seorang muslim atas muslim yang lain ada enam.” Lalu ada yang bertanya,“Apa itu ya Rasulullah.” Maka beliau menjawab, “Apabila kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, apabila dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, apabila dia meminta nasehat kepadamu maka berilah nasehat kepadanya, apabila dia bersin lalu memuji Allah maka doakanlah dia -dengan bacaan yarhamukallah-, apabila dia sakit maka jenguklah dia, dan apabila dia meninggal maka iringilah jenazahnya.” (HR. Muslim)

3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَسِّرُوْا وَلاَ تُعَسِّرُوْا، وَبَشِّرُوْا وَلاَ تُنَفِّرُوْا
“Mudahkanlah dan jangan kalian persulit, berilah kabar gembira dan janganlah kalian membuat orang lari” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka dengan melihat beberapa hadis diatas ada baiknya memperhatikan adab dalam nasehat-menasehati:
#1 Ikhlas dalam menasehati, sehingga bukan karena ingin menunjukkan kita hebat dan berilmu, bisa menasehati orang lain dan dilihat oleh orang banyak

#2 Jika ada yang meminta nasehat kepada kita maka sunnahnya kita memberika nasehat karena itu adalah hak saudara muslim
#3 Tujuan kita menasehati adalah menginginkan kebaikan pada saudaranya jangan malah membuat lari menjauh karena pengertian nasehat adalah menginginkan kebaikan
#4 Perhatikan kedudukan kita apakah layak memberikan nasehat
#5 Perhatikan juga cara kita menasehati, hukum asalnya adalah lemah lembut. Bisa jadi sebenarnya yang dinasehati menerima nasehat tersebut, tetap ia “gengsi” menerima kebenaran dari kita karena cara kita yang tidak benar ketika menyampaikan
#6 Rahasiakan nasehat kita
Jangan mengumbar ke mana-mana bahwa ia telah menasehati di fulan.
Share:

Ayo! Libatkan Alam Untuk Pendidikan Anak

Sebagai ayah dari satu putri cantik yang saat ini telah menginjak usia 4 tahun (cieee bangga sekali inih :-D), merupakan kebahagiaan ketika melihat pesatnya perkembangan si buah hati. Dengan diuntungkan oleh tempat kerja yang dekat dan bisa dicapai dengan waktu yang singkat sehingga setiap hari dapat ikut membantu ibunya merawat buah hati kami. Demikian juga bagi si buah hati, kedekatan antara ibu dan ayah terasa seimbang karena sosok keduanya hadir dalam kesehariannya.

Anak saya terbilang aktif, meskipun memang tidak tergolong hiperaktif karena jika melihat dari ciri-cirinya keaktifannya yang normal, memiliki jam tidur siang dan malam yang baik dan teratur. Berbeda dengan beberapa anak yang dijumpai memiliki kehiperaktifan, terlihat susah untuk diam, sehingga orangtua atau pengasuhnya seringkali kewalahan dalam penanganannya.
Dengan kehidupan desa yang cenderung masih serba alami, menjadikan putri kami sebagai anak yang dibesarkan dekat dengan alam. Kesehariannya kami usahakan selalu libatkan alam untuk menjadi sumber belajar. Baik dari segi motorik maupun pengetahuannya, tentu dengan kapasitas yang sesuai dengan kemampuan mengolah informasi yang dimiliki oleh anak seusianya.Kehidupan sehari-hari si buah hati yang sebagian besarnya dihabiskan di luar ruangan menjadikannya lebih paham tentang manfaat barang-barang sekitar yang bisa dan tidak bisa dijadikan alat dan bahan bermain. Misalnya untuk tanaman-tanaman yang beracun dan berbahaya, dia mulai dapat membedakannya sehingga tahu untuk tidak menyentuh atau memetiknya. Atau untuk penggunaan alat-alat atau benda yang tajam dia bisa memilih mana yang menurutnya aman digunakan, meskipun memang memerlukan bimbingan dan perhatian oleh orangtuanya secara perlahan diikuti dengan penjelasan.
Angon kambing? Ayo!
Hal-hal sederhana seperti disebutkan diatas, maka dalam perjalanan kesehariannya si kecil mendapatkan rangsangan dan stimulasi yang luar biasa hebatnya. Ini terlihat dari begitu banyaknya pertanyaan yang dilontarkan. Hal yang menurut kita terasa lucu padahal memang begitulah pola dan cara si kecil mengungkapkan keingintahuannya.
“Ini apa yah?”
“Itu apa yah?”
“Ini kenapa””
“Itu kenapa seperti itu?”
Terkadang yang paling memalukan bagi diri saya sendiri adalah banyak pertanyaan-pertanyaan yang sederhana akan tetapi terasa sulit untuk menjawabnya dengan penjelasan yang pas buat si kecil.

Apalagi dengan perkembangan si kecil mulai mengerti tentang keindahan alam. Melihat awan yang tipis saja di langit seringkali membuatnya bersorak seraya berteriak:

“Waaaaah, ada awan Ayah! Lihat! Baguuus! Ai mau ke awan! Hayu Ayah!”.

Sebetulnya, kita pun memiliki perasaan wah terhadap alam yang indah, meski mungkin dengan iklim ekspresi yang berbeda. Apresiasi terhadap keindahan alam yang kita miliki sering kali memang tidak sebesar apresiasi yang diperlihatkan oleh anak terhadap keindahan alam negerinya. Lihat saja betapa mudahnya kita mengacuhkan keindahan alam karena kesibukan kita yang mengalihkan fokus terhadap alam sekitar.
Tugas kita adalah memperkenalkan alam kepada si kecil dengan tujuan agar kelak dapat menjaga, menghargai dan memanfaatkan kebaikan alam tanpa harus merusaknya. Dengan hal-hal sederhana yang tidak memerlukan biaya mahal, bahkan mungkin tidak memerlukan biaya sama sekali.

Misalnya saja untuk beberapa waktu jika cuaca baik seringkali putri saya ajak untuk mendirikan semacam tenda kecil di pesawahan, senangnya bukan main. Segala macam alat dibawa yang menurutnya akan berguna untuk digunakan.
Camping dengan si kecil, sederhana dengan fasilitas seadanya
Dengan bermain kemah seperti ini saja saya bisa mengajaknya belajar lebih jauh dari alam. Menyenangkan!. 

Bermain jerami pasca panen di pesawahan.
Si buah hati tidak hanya mengenal alam hanya lewat buku bacaan atau pun dari layar kaca saja, tetapi langsung dapat dia perhatikan dari dekat dan mungkin untuk sebagian hal dapat ia sentuh. Ia tak hanya akan senang mendengar apa yang Anda katakan atau jelaskan. Tapi, belajar mencintai alam sejak dini bersama Anda akan menjadi kenangan yang tak terlupakan sampai ia besar kelak
Beruntungnya di belakang rumah tersedia tempat bermain seperti ini...
Sambil bermain, perlihatkan padanya hewan-hewan yang tinggal di tempat-tempat tersebut, seperti serangga dan tumbuhan di sawah. Banyak hal bisa dijelaskan tentang itu semua. Membuat wawasannya tentang alam bertambah seiring dengan tercipta kecintaannya terhadap alam sebagai investasi kelestarian alam di masa yang akan datang. Mencintainya dengan menjaga kebersihan. Di mana pun ia berada, mintalah agar ia tidak membuang sampah sembarangan di tempat-tempat yang ia datangi. Itu adalah pelajaran yang lebih penting sebagai awal untuk mengajarkan etika dalam kehidupannya di masa yang akan datang.
Share:

Tentang Saya

Git Agusti

Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Blogger Cianjur | Buzzer | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Random Writer | ...Read More

Ikuti Saya Melalui Email

Label

Teknologi (20) Jalan-Jalan (17) Stories (16) opini (13) edukasi (12) Report (2)

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Komentar Terbaru

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"

Git Agusti | Lifestyle Blogger