Tampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan. Tampilkan semua postingan

One Day Trip | Wisata Keluarga Ke Kawah Rengganis

Memanfaatkan pekan libur kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi salahsatu tujuan wisata di kawasan Ciwidey, Bandung Selatan, Jawa Barat. Destinasi pakansi yang saya maksudkan adalah salah satu spot wisata kawah di Ciwidey, eitss, tapi bukan Kawah Putih. Ada kawah lain yang tidak kalah memukau selain Kawah Putih, yaitu Kawah Rengganis.

Jarak tempuh untuk tempat wisata ini tidak terlalu jauh dari Kawah Putih. Lokasinya cukup dekat dengan Situ Patengan, sekitar 3,5 km saja dan dengan perhitungan perjalanan berkendara yang lancar dengan hanya 10 menit waktu yang dibutuhkan sudah sampai di lokasi kawah. Untuk yang berencana berjalan kaki dari Situ Patengan waktu tempuhnya sekitar 50 menit (kali aja ada yang kebetulan suka berjalan kaki ala-ala backpackeran).
Jarak tempuh dari Situ Patengan ke Kawah Rengganis sekitar 12 menit menggunakan kendaraan bermotor
Source : google map
O iya, dari sudut pandang geologi sendiri katanya sih Kawah Rengganis ini terbentuk dari letusan gunung Sunda Purba. Karena saya tinggal dalam provinsi yang sama, saya pun sedikit besarnya familiar dengan destinasi wisata yang satu ini. Dulu kawah ini lebih dikenal  di masyarakat dengan nama Kawah Cibuni karena kawah ini terletak di Desa Cibuni dan katanya ini adalah kepala dari Sungai Cibuni yang mengular bermuara sampai ke laut selatan. Kawasan wisata kawah ini sempat diambil alih pengelolaannya oleh pihak swasta, namun hanya bertahan beberapa tahun saja kemudian dikelola kembali secara swadaya oleh masyarakat setempat sampai saat ini.

Di Jawa Barat sendiri ada beberapa wisata kawah diantaranya Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Kamojang, dan Kawah Rengganis.

Back to our little family adventure story...

Dari rumah yang berada di daerah perbatasan Cianjur-Bandung, kami merencanakan keberangkatan sekitar pukul 08.00 pagi. Dengan tujuan untuk mengantisipasi cuaca yang biasanya cepat berubah dari terik menjadi mendung menjelang siang. Akan sedikit mengecewakan kalau sampai ke tempat tujuan dalam kondisi hujan, gagal eksplor deh nantinya kan?

Jalanan menuju kesana cenderung bagus karena sudah aspal leucir. Kecuali untuk daerah perbatasan ketika memasuki wilayah Cipelah, Bandung sendiri harus ekstra hati-hati karena terdapat tanjakan Lemah Neundeut yang orang kota bilang warrrbiasahhh. Untuk yang tidak biasa melewatinya, tidak jarang mengalami kecelakaan seperti terjatuh karena licin dan emiringan tanjakan yang curam dan berlapis tanah membuat Tanjakan  Lemah Neundeut terbilang sulit dilewati. Kontur tanjakan sepanjang sekitar 50 meter tersebut juga berlubang. Tapi jangan khawatir, banyak masyarakat yang bersedia membantu melewatkan kendaraan melintasi tanjakan ini, ya paling kita ngasih seikhlasnya untuk rasa terimakasih. Kalau saya sendiri sudah biasa sehingga tanpa hambatan dapat melewatinya.
Tanjakan Lemah Neundeut, tanjakan ekstrim di jalan alternatif perbatasan Cianjur-Bandung.
Pemandangan seperti ini, memanjakan mata bukan?
Sepanjang perjalanan, suguhan pemandangan hamparan luas perkebunan teh disertai udara yang segar membuat perjalanan terasa mengasyikan. Beberapa kali kami sengaja untuk berhenti sejenak untuk menikmatinya sambil mengabadikan dalam jepretan kamera. Jalanan berkelok yang kami  terlihat dari kejauhan.
Ketika berangkat, alhamdulillah cuaca begitu cerah
Bagi para penyuka fotografi, beberapa titik di sepanjang perjalanan ini pasti sangat sayang kalau dilewatkan. Di beberapa tempat ketika kami berhenti pun beberapa orang tampak meminggirkan kendaraannya untuk mengambil beberapa gambar.
Sejenak berhenti untuk sekedar mengambil foto begini
Tidak terasa kami mulai memasuki kawasan wisata Ciwidey, sudah dekat dari lokasi tujuan. For your attention, kalau dari arah Kawah Putih, silakan ambil jalur kiri pada persimpangan, karena ke kanan berarti menuju wana wisata Curug Citambur, Cianjur.
Tetap luruuus....
Pada gambar di atas, teruskan pada jalur utama (kiri), kecuali jika memang sekalian ingin mengunjungi Glamping Lake Side, silakan belok kanan. Kawah Rengganis udah ga jauh lagi dari sini, sekitar 10-15 menit. 
Bentar lagi sampai lho...
Akhirnya, tiba di jalan masuk menuju Wisata Kawah Rengganis, jalan masuknya sekitar 300 meter menuju kesana masih berupa jalan batu yang cukup rapi dan enak meski memakai kendaraan sepeda motor, hanya saja untuk mobil tidak dapat masuk, jadi kita parkirkan di sana, sudah ada penjaga parkir, harga jasa parkir sekitar 5-15 k.
Ga masuk mobil, tenang, ada mamang parkir yang siap menjaga kendaraan
Pengunjung bisa berjalan kaki kesana sambil menghilangkan pegal selama perjalanan duduk di kendaraan atau kalau memang ingin cepat sampai bisa menggunakan jasa ojek yang tersedia di area parkir. Saran saya lebih baik berjalan kaki kalau ingin menghemat budget, karena ojek biasanya mematok harga yang lumayan tinggi untuk ukuran jarak sedekat itu, sisi negatif dari kebanyakan harga di daerah wisata yang tidak disukai pengunjung.
Jalan kaki juga asyik, kiri kanan hijjjau...
Daaaan.... sampailah di tempat tujuan, pegal-pegal kaki di perjalanan hilang karena fikiran dan mata udah dihadapkan dengan apa yang diinginkan. Kita sampai !
Lahan parkir kendaraan roda dua lumayan luas
Artikel lain tentang jalan-jalan bersama si kecil : Menikmati Keindahan Alami Pantai Apra Cianjur Bersama Keluarga
Untuk kendaraan sepeda motor, lahan parkir ini dinilai cukup untuk menampung 200-300 sepeda motor. Terdapat warung-warung lesehan berjejer rapi mengelilingi area parkir. 
Awalnya, saya sendiri mencari-cari loket untuk membeli tiket masuk, tapi ternyata tidak ada loket pembelian tiket. Ternyata masuk kesini F R E E alias gratis. Kecuali bayar parkir 1 motor 5 k. Cukup murah, anggap aja uang kebersihan dan jaga parkir.
Ngintip nih dari area parkir, tampak kolam air panas berbentuk hati
Aroma belerang mulai terasa meski saya belum menuruni tangga. Posisi tempat parkir sendiri berada di atas sehingga untuk mencapai kawah sendiri harus menuruni anak tangga ke bawah.
Duo cantik bersemangat untuk segera sampai ke bawah...



Jangan lupa bergaya, biar capenya menuruni tangga ga berasa


Sarana beribadah tersedia dan bersih..
Jangan abaikan rambu ini, mengingat kawah ini bisa saja mengeluarkan gas beracun
Kawah Rengganis memiliki perbedaan dengan Kawah Putih, disini kami akan menemukan banyak bebatuan yang tersebar, tetap perhatikan pijakan ya, karena tidak ada pagar pembatas diantara batu-batu dan tanah yang mengeluarkan uap dan air panasnya.
Sejuknya... Jangan lupa selalu sediakan jaket/baju hangat

Banyak tempat-tempat sejenis saung gazebo yang disediakan disana, sehingga bisa bersantai berlama-lama menikmati keindahan pemandangan. Kami sendiri membawa perbekalan untuk makan siang disini. Nikmatnya berasa, duh.

Foto gini boleh lah ya?



Sebagian air di kolam alami di beberapa titik terlihat mendidih, hati-hati!





Berendam disini, dijamin aman...
Kawah Rengganis bisa digunakan untuk mandi dan berendam air panas. Kolam rendamnya pun sudah dilengkapi dengan beberapa pancuran yang bisa anda gunakan sebagai alternatif pengobatan. Maka tak heran jika di kolam dengan pancuran tersebut anda akan berjumpa dengan banyak orang tua. Suasana kolam rendam yang masih alami dengan beberapa pancuran air panas ini, mirip seperti pemandian air panas yang ada di Jepang lah dikit-dikit, :-D.
 






Mau maskeran lumpur?



Dan tak lupa disini ada lumpur kawah  juga yang konon memiliki beragam khasiat yang mampu menjaga kelembapan kulit, serta menstimulasi aliran darah dan oksigen ke dalam sel kulit karena kandungan mineral alami yang juga mampu mencerahkan wajah. Mau coba?

Keinginan untuk berendam ke kolam air panas akhirnya saya batalkan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk berlama-lama lagi disana. Cuaca mendung mendorong saya untuk mengakhiri dan bersiap untuk pulang. Sayang sekali, padahal mau sekali berendam dan bermasker lumpur, haha.
Ini dia, berfoto biar dibilang eksis sebelum pulang, haha
Meskipun demikian, hari ini adalah perjalanan yang asyik dan menyenangkan. Mencari tempat rekreasi yang tidak terlalu jauh, dengan perjalanan pulang pergi dalam sehari tidak apa-apa karena kebersamaan keluarga kecil menjadi hal yang paling penting. Terlebih membawa dan memperkenalkan si kecil pada alam agar dapat belajar dari hal-hal yang dia temukan selama perjalanan.
Jangan lupa bahagia...

Share:

Menikmati Keindahan Alami Pantai Apra Cianjur Bersama Keluarga

Weekend berlalu, Senin menunggu, semua kembali pada kenyataan besok adalah : S E N I N, haha.

Ah atuh biasa aja kalau sudah mau bertemu Senin, kan Senin adalah hari dimana energi lagi tinggi-tingginya, bagus buat produktivitas kerja maupun studi. Monday is Moneyday, jangan melehoy biar disayang orang sekantor.

By the way...

Weekend kemarin kemana aja?

Kalau yang kebetulan sukanya outdoor kemudian cuacanya bagus pasti biasanya langsung memanfaatkannya buat pergi ke suatu tempat buat sekedar menghilangkan keletihan fikiran seusai full satu minggu berkutat dengan kesibukan.
Baca juga : Ga Perlu Mahal Untuk Liburan di Akhir Pekan
Ada yang nanjak? Sepertinya musim hujan begini jarang ya yang berminat naik gunung. Jalanan penuh lumpur, cuaca ekstrem serta kondisi mager bikin keinginan muncak dipending untuk waktu yang tidak ditentukan. Dan jangan lupakan lelahnya mengusir si kenyal penghisap darah yang antri naik ke badan kalau musim penghujan tetap memaksakan naik gunung, :-D. Kecuali untuk yang udah benar-benar cinta gunung, tak terlalu mempermasalahkan semua itu, karena sudah memiliki pengalaman dan profesional di pernaikgunungan, semua teratasi dengan perhitungan dan persiapan yang pas.

Kalau warga perkotaan, bermain bersama keluarga di tempat-tempat wisata alternatif terdekat menjadi salahsatu solusinya. Taman kota atau arena bermain anak menjadi pilihan mayoritas karena mudahnya akses menuju tempat tersebut, itupun kalau belum musim banjir, hehe.

Berbicara tentang bawa-bawa keluarga waktu liburan, istri dan anak menjadi kebiasaan sejak si kecil masih sangat kecil. Dengan persiapan yang matang, membawanya kesana-kemari dengan jarak yang lumayan jauh bisa saja dilakukan. Asalkan segalanya diperhitungkan dengan baik si anak akan tetap bisa menikmati perjalanan pergi dan pulang tanpa rewel. Apalagi kalau perginya adalah ke tempat yang anak inginkan, sepanjang perjalanan tak habis mulutnya bercerita tentang kebahagiaannya bisa mengunjungi tempat yang ia inginkan. Sesampainya di rumah pun tetap dengan bangganya dia ceritakan apa yang ditemui dan dilakukan di tempat itu. Sebagai orangtuanya tentu menjadi kebahagiaan yang luar biasa melihat kondisi demikian, memberikan hal-hal yang baru dan bermanfaat kepada anak untuk perkembangan di masa emasnya.

Seperti yang dilakukan beberapa waktu yang lalu, melakukan perjalanan wisata ke daerah Cianjur bagian selatan (biasanya disebut Cianjur Kidul). Di daerah Cianjur selatan sendiri banyak destinasi wisata yang dapat dikunjungi mulai dari wisata alam tipe hutan semisal Patrol Valley di Cibinong, tipe wisata air terjun seperti Curug Citambur, atau menuju bagian paling selatan yang bersentuhan dengan Samudera Hindia banyak destinasi wisata alam khususnya pantai, diantaranya ada Pantai Sereg, Jayanti, Apra dan yang lainnya.

Kebetulan karena perhitungan waktu yang terbatas hanya satu hari, maka kuputuskan untuk mendatangi Pantai Apra karena pantai ini merupakan pantai terdekat dan termudah yang bisa dikunjungi.

Dengan perjalanan sekali pergi yang memakan waktu sekitar 3 jam, maka keberangkatan terbaik adalah sekitar pukul enam pagi, dengan rencana sampai disana sekitar jam 9 pagi sehingga cuaca tidak terlalu panas di area pantai mengingat anak yang pastinya nanti akan betah bermain-main sehingga secara langsung terkena terik sinar matahari. Kalau masih pagi tidak akan terlalu terik, nyaman bagi anak kami.
Dengan menggunakan sepeda motor, asal cuaca bagus, tidak masalah kok berkendara bawa anak kecil.
Benar saja, sesampainya disana alhamdulillah masih pagi, cuacanya bagus, langitnya cerah. Asyiknya lagi pengunjungnya belum ramai, sehingga lebih banyak tempat untuk kami.

Oh iya.
Pantai Apra secara administratif masuk ke Desa Saganten, Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Patokannya tugu ini ya, 300 meter dari sini.
Mesjid nan indah ini dekat dengan lokasi pantainya sendiri, jadi tidak perlu khawatir untuk kesulitan mencari tempat beribadah ketika waktunya datang.
Letaknya sekitar kurang lebih 300 meter dari Alun-Alun Sindangbarang. Jalanan dari jalan utama menuju kesana bagus, sudah merupakan jalan beton sampai ke area parkir kendaraan. Pantai ini sangat dekat dengan muara besar sungai Cisadea, sehingga secara geografis sendiri pantai ini nyaman karena areanya yang cukup landai dengan hamparan pasir yang luas.

Dengan pantainya yang lega, cocok buat para pengunjung yang memiliki hobi untuk berfoto atau sekedar menikmati keindahan panorama alamnya. Karena memang pantai ini bersentuhan langsung dengan Samudera Hindia, tidak heran anginnya kencang pada beberapa waktu, ombak yang besar menjadi salahsatu ciri khas dari pantai ini.

Untuk yang belum terbiasa berenang di pantai dengan tipe seperti ini, lebih baik jangan memaksakan diri untuk berenang mengingat bahaya yang selalu mengintai karena gelombang yang cukup besar. Menikmati sambil berjemur udah cukup kok.

Putriku nampak kebingungan waktu pertama kali melihat hamparan pasir pantai seluas ini, maklum pertama kali
pergi ke pantai seusianya ini.
Naah, sekarang udah berani eksplor dengan pasirnya, katanya sih mau bikin bangunan dari pasir


Saking senangnya, tak henti dia lari kesana-kemari, horeeee....!
Eh, Bunda nunjukin apa coba, ada ikan hiu, gitu ?
Ga cape nih anak lari-lari terus...
Ehm...
(Buat dapat foto ini susah payah bikin tripod dadakan lho, haha)
Finally, dia bilang cape setelah 2 jam bermain pasir dan berlari-lari
Jumpa warga setempat yang sedang memancing ikan... Semoga dapat tangkapan yang besar ya Akang.
Ada yang tahu ini apa?
Rasanya setelah diolah enak lho, mirip udang.
Yeee... Terimakasih Ayah Bunda.

Gimana? Ada yang udah pernah kesini bareng keluarga?  Dijamin asyik soalnya selain biayanya murah meriah pantainya juga nyaman dan akses jalan menuju kesana mudah karena bisa pakai angkutab umum juga, banyak.
Inti dari liburan bagi kami adalah bukan seberapa jauh tempatnya, tapi kesan kebersamaan keluarga adalah poin akhirnya. (tapi kalau ada rezeki mau sih jauh-jauh ondeuweynya, hehe). 


Share:

Curug Citambur, Wisata Air Terjun Terbaik di Jawa Barat

Curug Citambur
Foto : Arsip pribadi

Beberapa hari ini cuaca sudah menunjukan tanda-tanda sekarang sudah memasuki musim penghujan. Ya wajar juga sih karena memang kalau sudah masuk ke bulan Agustus merupakan periode musim hujan, malahan sepertinya terasa tahun ini rada telat datangnya. Orang tetangga-tetangga yang banyaknya petani udah berharap hujan datang dari awal September karena sudah masuk ke musim awal menanam (eh kaya tau aja masalah cuaca, haha).

Bagi sebagian orang yang hobinya atau mungkin travelling adalah pekerjaannya, musim hujan seperti ini menjadi salahsatu hal yang dapat menjadi hambatan dalam jadwal yang sudah tersusun rapi. Bisa-bisa banyak coretan pendingnya tuh jadwal.

Itu untuk traveller sejati, nah kan saya mah sekedar penyuka jalan-jalan kalau ada waktu yang pas dan situasi yang memungkinkan buat mengunjungi destinasi wisata tertentu. Lagian seringnya memang memilih mode one day trip karena kalau bukan masa liburan kan mesti masuk kerja di awal minggunya.
Baca juga : Ga Perlu Mahal Untuk Liburan di Akhir Pekan
Ingat one day trip itu ya jarak dekat jadi pertimbangan terbaik. Beruntungnya karena kebetulan dekat dengan beberapa tempat wisata berbasis alam yang orang-orang yang pernah datang kesini sih eksotis, surga yang tersembunyi, atau apapun itu yang mengesankan bahwa tempat ini memang menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah.

Curug Citambur, yang dalam bahasa Indonesia sendiri Curug berarti air terjun.

Dilihat dari kejauhan, tetap mempesona...
Foto : Arsip pribadi
Curug dengan tipe air terjun plunge ini adalah destinasi wisata alam terdekat yang bisa dikunjungi sesuka hati walaupun mau dua-tiga kali sehari. Lha iya kan dekat sekali dengan tempat tinggal saya saat ini.

Bertempat tinggal di sebuah kampung yang masuk ke daerah yang secara geografis berada di perbukitan dan saya kira-kira sekitar 1400 mdpl, lumayan dingin dan sejuk suhu disini, anyep.

Betah mata kalau melihat lanskap seperti ini
Foto : Arsip pribadi
Curug Citambur cukup tinggi lho, menurut pengukuran terakhir itu sekitar 130 meter tingginya, dan kalau tidak salah memiliki 3 air terjun bertahap. Jadi setelah air terjun utama yang tingginya 130 meter itu ada lagi tuh air terjun setelahnya, dan setelahnya lagi. Eh, bingung ga ? Bikin bingung sih penjelasannya, haha. Kalau masih bingung ya langsung aja datang kesini, biar bisa ngitung sendiri.
Air terjun kedua, indah bukan?
Foto : Arsip pribadi

Lantas apa yang menjadi daya tarik dan keunikan Curug Citambur ?

Salahsatunya karena Curug Citambur adalah air terjun yang cukup tinggi serta memiliki debit air yang besar.
Eh, siapa pagi-pagi dah berjemur disana...
Foto : Arsip pribadi

Ga enak nih kalau ujug-ujug jelasin air terjunnya, mestinya saya kasih tahu aksesibilitasnya terlebih dahulu berhubung memang banyak pembaca sendiri yang datang dari jauh nun di kota-kota besar sana.
Baiklaaah.

Curug Citambur secara geografis berada di wilayah Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Lebih tepatnya lagi berada di Desa Karangjaya, gerbang masuknya aja berhadapan dengan Kantor Desanya sendiri.

Dua jalur bisa digunakan untuk mengakses tempat ini. Kalau dari arah Puncak, turun melalui jalur Cipanas hingga ke Cianjur, ambil jalur menuju Cianjur selatan. Jangan lupa sesampainya di daerah Sukanagara ambillah jalur kiri, karena ke kanan adalah jalur menuju Kadupandak, wrong way!, haha.

Sesampainya di Pagelaran, Mbak Mas Bapak Ibu Ade Kakak Bro Sis boleh tanya tuh ke petugas SPBU dimana persimpangan Sinagar, nanti pasti diminta untuk belok kiri, perlu diketahui jalannya dari sana mulai kecil, tapi cukup untuk 2 badan truk, jadi kalau mobil kecil jangan khawatir pasti mudah kok. Dari Pagelaran ke Curug Citambur masih sekitar kurang lebih 15 km. Saya ingatkan untuk yang membawa kendaraan roda empat agar pengemudinya memiliki keterampilan mengendarai kendaraan di medan curam, karena selain lebar jalannya yang tidak biasa untuk pengemudi perkotaan juga karena beberapa titik masih ada jalanan yang rusak, berlubang disana-sini dan beberapa tanjakan yang lumayan. Be careful ya.

Dari persimpangan Sinagar, setidaknya ada 6 wilayah desa terlewati ketika kita menuju Curug Citambur. Yaitu Desa Kubang, Desa Mekarmulya, Desa Simpang, Desa Kalibaru, Desa Pusakajaya dan terakhir Desa Karangjaya, tempat Curug Citambur berada dan Curug Citambur berada di sebelah kiri. Sesimple itu bukan? Kalau dalam kenyataannya, mesti bersabar karena sejak dari Cianjur sendiri jalanan berkelok akan terus dilewati sampai ke tempat tujuan.

Kalau memiliki waktu yang banyak dan tidak ingin terlalu terburu-buru, menginap di beberapa tempat penginapan dengan harga terjangkau adalah pilihan terbaik. Jangan khawatir, di Sukanagara dan Pagelaran dan kebetulan berdekatan dengan tempat pengisian bahan bakar kendaraan ada beberapa penginapan yang bisa dijadikan peristirahatan.

Lagian, selama perjalanan akan disuguhkan pemandangan yang memanjakan mata dengan hijau dan asrinya perkebunan teh, hutan dan gunung-gunung serta sejuknya udara sekitar. Untuk traveller rasanya tidak akan membuat bosan perjalanan sepanjang dapat menikmatinya.

Itu ringkasan jalur kalau ingin mengunjungi wisata Curug Citambur via Cianjur. Sekarang saya akan berikan sedikit ringkasan kalau ingin mengambil jalur via Bandung.

Dari Bandung, ambillah jalur menuju Soreang, kemudian Ciwidey dan teruskan perjalanan menuju area wisata yang menurut saya terintegrasi sih, karena dalam satu area banyak tempat wisata yang berdekatan. Karena sekarang ini rasanya hanya sedikit orang yang tidak tahu wisata alam dan geologi Kawah Putih, Situ Patenggang (sekarang lebih terkenal dengan Glamping Lakesidenya), Pemandian Air Panas Cimanggu, Walini, Pemandian Air Panas Rengganis, termasuk yang pernah saya ceritakan tentang Wisata Alam Curug Tilu (Baca juga : Menikmati Kesejukan di Curug Tilu, Bandung).
Nah dari Curug Tilu sendiri sekitar 100 meter menyusuri jalan utama sebelum jalur ke arah Glamping Lakeside pada persimpangan silahkan ambil jalur kanan. Dari sana jaraknya masih sekitar 25 km. Jalanannya sudah terbilang bagus dan besar. Tapi yaa ga lebar-lebar juga, standar lah untuk daerah mah. Hanya satu titik yang menurut banyak orang sedikit menguji adrenalin, yaitu tanjakan Lemah Neundeut, kalo pas berangkat itu pasti turunan karena nanjaknya nanti pas pulang, hihi. Tapi ga usah khawatir, akan selalu ada yang bantu disana, mulai dari bantu dorong sampai bantu gantiin sopir sampai ke titik aman, paling ngasih seikhlasnya aja ya. Kalau maksa-maksa minta lebih, dor aja eh fotoin aja terus laporkan ke pihak berwajib, biar kapok.

Daerah yang dilewati ketika mengambil jalur ini adalah perkebunan teh yang lumayan luas sampai ke Desa Cipelah, setelah itu melewati daerah yang banyak penduduknya. Rest area di mesjid menjadi pilihan untuk istirahat, untuk stasiun pengisian bahan bakar terakhir ada di sekitar wilayah Ciwidey, kalau eceran sih, banyak di sepanjang perjalanan.

Nah, dua jalur pilihan sudah saya jelaskan, meskipun penjelasannya ga jelas dan ngawur, haturpunten (mohon maaf) ya.

Giliran saya sedikit mengulas tentang Curug Citambur ya.

Beberapa tahun ini Curug Citambur menjadi salahsatu tujuan wisata banyak orang dari beberapa daerah di Jawa Barat, dan mulai dikenal bahkan sampai mancanegara semisal Jerman karena wisatawan dari sana pernah ada yang berkunjung ke sini.
Dari mulai masuk gerbang, pengunjung akan disambut dengan sebuah danau kecil yang dalam bahasa lokal kami lebih sering menyebutnya rawa. Namanya Rawa Soro = Danau Soro. Ukurannya tidak terlalu besar, dengan sisi lain yang bersentuhan langsung dengan tebing yang penuh semak belukar yang sangat tinggi. Airnya bersih dan banyak ikan di dalamnya, tapi ga kelihatan karena kedalamannya, jadi kalau mau membuktikan banyak ikannya mesti mancing dulu, bisa kok. Hihi.

Selanjutnya anda akan tiba di tempat pembelian tiket masuk, harga sekitar adalah 10k per orang, sudah termasuk asuransi kecelakaan, eitss bukan berarti area wisata ini rawan kecelakaan tapi hanya untuk kenyamanan wisatawan. Harga itu untuk orangnya saja ya.

Setelah itu, sekitar 200 meter dari pos tiket, pengunjung akan menjumpai area parkir kendaraan yang cukup luas untuk sepeda motor dan mobil. Luas kok, tenang aja. Cuma mesti bayar parkir lagi, 2k buat roda dua dan 5k buat roda empat.

Nah, udah masuk ke area parkiran, sayup-sayup terdengar suara air bergemuruh dari dinding tinggi raksasa yang terpampang memanjang ke arah selatan. Pohon-pohon rindang berjejer bertebaran memberikan kesejukan bagi wisatawan sehingga tidak perlu khawatir untuk kepanasan terkena sinar matahari.

Lanskapnya cukup luas, dengan penataan yang cukup bagus sehingga cocok bagi yang suka berswafoto. Akan ada beberapa spot yang instagrammable yang disediakan khusus untuk menjawab kebutuhan generasi muda kekinian yang pasti ga akan mau ketinggalan buat pamerin foto-foto jepretan pribadinya.

Bagi pengunjung yang membawa anak kecil dan suka dengan kelinci, tersedia Taman Kelinci di area dekat parkiran, meskipun areanya tidak sebesar di tempat lain tetapi cukup untuk menghibur anak-anak dari kelelahan perjalanan. Cukup bayar 5k untuk sepuasnya bermain dengan kelinci-kelinci imut dan lucu. Kalau mau bawa pulang kelincinya, sediakan uang sekitar 50-100k untuk membelinya dari pihak pengelola.

Sementara si kecil asyik dengan kelinci lucunya, ada baiknya pengunjung menikmati fasilitas terapi ikan di tempat yang disediakan. Ratusan ikan-ikan kecil asli Indonesia jenis nilem (Osteochilus hasseltii) khusus terapi akan memberikan sensasi unik di sekujur kaki yang anda rendamkan di kolam terapi. Awalnya sih geli hampir ga kuat. Tapi satu menit kemudian akan terbiasa. Cukup untuk membuat relaks kaki yang pegal sepanjang perjalanan. Bayarnya sekitar 10k per orang.

Lalu ada spot foto yang unik buat para pengunjung, yaitu Rumah Terbalik, bisa sepuasnya berfoto disana cukup bayar 5k per orang.
Jangan lupa buat foto-foto disini...
Foto : Arsip pribadi
Ada juga kolam sebagai wahana air yang dilengkapi dengan sepeda air berbentuk bebek sehingga pengunjung bisa bergowes ria, membayar 20k untuk 2 orang per 30 menit.
Anak-anak mah betah atuh kalau udah nemu wahana mengasyikan
Foto : Arsip pribadi

Dan ada wahana terbaru nih yang membuat Curug Citambur semakin hits dan cocok buat anak kekinian. Sepeda gantung menjadi salah satu wahana favorit terbaru disini. Sky bike adalah wahana sepeda yang meluncur di seutas kawat baja. Kalau sering melihat sirkus yang bersepeda di seutas tali kira-kira seperti itu wahana. Namun sky bike di sini setiap pengunjung mendapatkan keamanan yang lebih. Pengunjung akhirnya akan terasa nyaman meluncur meski sebelumnya akan merasa takut. Untuk menikmati wahana itu, pengunjung harus membayar tiket terusan seharga 20k.

Berkunjung suatu tempat wisata tidak mungkin melewatkan sesi foto-foto, dari parkiran, kita bisa berjalan kaki melewati tangga-tangga batu menuju beberapa spot foto terbaik berlatar belakang air terjun, ya iyalah kan ini spot utamanya.
Sejuk... Ala-ala candid boleh lah...
Foto : Arsip pribadi

Semakin dekat dengan titik air terjun semakin deras pula jatuhan embun menyerupai hujan dari air terjun. Bisa basah kuyup kalau debit air sedang besar-besarnya. Disarankan membawa pakaian ganti agar nanti pas pulang tidak masuk angin karena kedinginan gara-gara baju basah. Atau bisa pula memakai mantel hujan selama berada di area sekitar air terjun, up to you, please.

Bang, kok ga ajak-ajak, ndiri bae... :-D
Foto : Arsip pribadi

Berlanjut ke arah selatan, masih ada beberapa titik instagrammable dengan berbagai gaya. Pokoknya pengunjung bisa puas-puasin foto-foto apalagi bagi yang hobi fotografi atau sekadar selfie.
Ga tau gimana bawanya nih dari parkiran... Yang penting, unik
Foto : Arsip pribadi

Itulah sedikit ulasan tentang wana wisata Curug Citambur, destinasi wisata air terjun yang menyajikan beragam keunikan dan memberikan kesan menarik bagi setiap pengunjung yang pernah mengunjunginya. 

Tuuuuh, masih banyak spot instagrammable, belakang saya air terjunnya ya
Foto : Arsip pribadi

Ada yang penasaran dan ingin kesini? 
Untuk catatan, jika ingin mendatanginya pada musim penghujan, diusahakan untuk datang sebelum tengah hari, kalo bisa pagi hari saja karena kalau sudah lepas siang hujan suka turun tiba-tiba dan deras sering sampai malam hari. Nanti ga bisa kemana-mana untuk menjelajah wahana. Ancur deh tuh planning cekrak-cekrek. Kalau sedang musim kemarau, everything is alright, kecuali memang debit airnya yang kecil dan kurang puas bagi sebagian orang (katanya) karena tidak jarang orang ingin melihat Curug Citambur dalam kondisi yang sedang besar-besarnya.

Wait!
Nambahin dikit.

Di awal kan nyinggungnya one day trip ya? Tapi pasti kalau yang jauh-jauh ga bisa one day trip dong? Gimana nih yang nulis ngawur kan? Haha.

Ya udah, kalau gitu ganti istilahnya jadi One Week Trip, karena Semalam Di Cianjur udah ga zaman, yang kekinian di Cianjur itu Seminggu Di Cianjur, biar bisa explor banyak destinasi wisata menarik di negeri sejuta cerita ini.

Mau nanjak (baca : mendaki gunung) ? Ada tuh TNGP
Mau pantai ? Ada, banyak. Jayanti, Sereg, Apra, dll
Mau air terjun ? Ada, banyaaak. Curug Citambur, Curug Ngebul, dll
Mau wisata religi ? Inshaallah ada Mesjid Agung Cianjur, Makam Dalem Cikundul, etc
Mau belajar sejarah/arkeolog ? Ada tuh Situs Megalith Gunung Padang, older than Piramid di Egypt lho
Mau wisata kuliner ? Apalagiii, banyak. Tauco, Manisan, Bubur Sampurna, pokonya banyak. haha.
Hayu Ameng ka Cianjur
Mari bermain ke Cianjur
Semalam Seminggu di Cianjur 
Share:

Tentang Saya

Git Agusti

Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Blogger Cianjur | Buzzer | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Random Writer | ...Read More

Ikuti Saya Melalui Email

Label

Jalan-Jalan (16) Stories (16) opini (14) Teknologi (13) edukasi (12) Report (2)

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Komentar Terbaru

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"

Git Agusti | Lifestyle Blogger