Penyakit Anak Yang Sering Datang di Musim Hujan


Penyakit Anak Yang Sering Datang di Musim Hujan


Beberapa minggu ini hujan sudah mulai banyak turun di beberapa daerah di Pulau Jawa. Intensitasnya semakin tinggi dan semakin sering. Seiring dengan datangnya musim penghujan, berbagai penyakit mengintai diri kita dan keluarga terutama anak-anak. Karena perlu diketahui, perubahan cuaca ekstrem memasuki musim hujan akan berpengaruh terhadap daya tahan tubuh manusia. Daya tahan tubuh yang lemah akan menjadi mudah terjangkit penyakit infeksi virus atau bakteri. Umumnya berupa infeksi saluran pernafasan atas. Jika tidak diantisipasi, penyakit tersebut berlanjut menjadi infeksi pada paru. 


Untuk dapat melakukan pencegahan, mari kita simak beberapa penyakit yang biasanya banyak bermunculan kasusnya di musim hujan. Scroll down please...
1. Diare 
Penyakit diare terkadang dianggap sebuah penyakit yang mudah diobati. Padahal sebenarnya penyakit ini lumayan berbahaya lho. Tidak salah untuk Ayah Bunda agar ekstra waspada terhadap penyakit ini. Pada kasus umumnya, diare disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Menurut Wikipedia, Escherichia coli (biasa disingkat E. coli) adalah salah satu jenis spesies bakteri Gram negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia. E. Coli dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia yaitu diare berdarah.

Di musim hujan seperti sekarang ini, cuaca yang lembab dapat membuat beberapa mikroba lebih cepat berkembang biak. Maka dari itu proses menyimpan bahan makanan atau pun makanan yang sudah dimasak kemudian disimpan kembali harus dipastikan tidak terkontaminasi. Cara pencegahan yang tidak kalah efektif adalah memastikan sang buah hati selalu mencuci tangannya setelah bermain atau setelah selesai dari toilet.
2. Leptospirosis 
Yang kedua adalah Leptospirosis. Yaitu sejenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp yang menyebar lewat urine si hewan pengerat yang sering ada di rumah dan sekitarnya, yaitu tikus. Biasanya ketika banjir, tikus akan keluar dari persembunyian dan masuk ke rumah-rumah. Kemudian akan membuang urine secara sembarangan lalu urine tikus kemudian terdapat kontak secara tidak langsung di lantai atau pun makanan yang jatuh kemudian diambil kembali oleh anak-anak yang belum tahu banyak tentang kebersihan.
Biasanya gejala dari Leptospirosis adalah lapisan kulit dalam yang kering dan kulit berwarna kekuningan. Hampir serupa dengan penyakit di nomor pertama, penderita bisa mengalami diare dan kekurangan cairan.

Sayangnya, lebih menyulitkan lagi karena Leptospirosis harus dibuktikan melalui test laboratorium, Kemudian kalau anak terbukti secara pasti terjangkiti penyakit ini, penanganan pertamanya adalah dengan memberikan antibiotik secukupnya kemudian dirawat secara intensif oleh dokter.
3. Penyakit Kulit
Anak-anak sangat senang ketika hujan tiba. Mereka dapat dengan mudah tergoda untuk bermain air atau hujan-hujanan. Nah, Ayah Bunda perlu berhati-hati, hal ini dikarenakan musim hujan adalah kondisi yang cocok bagi ragam jenis jamur untuk berkembang biak dan menjadi parasit di kulit anak-anak maupun dewasa.

Jikalau anak tidak selalu diperhatikan kebersihan badannya, berbagai jenis jamur begitu mudah menempel di kulit anak. Banyak gejala timbul mulai dari gatal-gatal hingga kemerahan kemudian terasa perih jika disentuh oleh tangan. Untuk mengatasinya,  Ayah Bunda bisa membawa si anak ke dokter atau untuk tindakan pertama adalah memberikan salep anti jamur hingga antibiotik sesuai petunjuk dokter jika iritasinya parah.
4. Tifus 
Penyakit tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang masuk ke saluran cerna melalui mulut, esofagus, lambung, usus kecil, dan usus besar.

Penderita tifus biasanya mengalami demam tinggi bahkan hingga 40 derajat. Jika anak kita terserang penyakit ini, periksakan ke layanan kesehatan sesegera mungkin kemudian istirahatkan setidaknya minimal 10-14 hari, atau bisa lebih untuk lebih baik lagi.

5. Alergi
Penyakit kambuhan yang biasanya datang ketika cuaca dingin di musim hujan adalah asma yang ditandai dengan sesak nafas, pilek yang bertahan lama (rinitis alergi), sinusitis dan alergi kulit karena udara dingin sehingga timbul banyak bentol dan terasa gatal sehingga mengganggu aktifitas dan kenyamanan.

6. Gangguan Permukaan Kulit
Dengan cuaca dingin yang ekstrim, biasanya untuk beberapa orang mengalami kulit menjadi kering, kulit telapak kaki pecah-pecah, timbul pecah-pecah pada bibir dan tidak jarang tiba-tiba mimisan. 

Selain dari yang disebutkan di atas, tentunya banyak penyakit lain yang bisa saja menyerang kita dan keluarga jika kita mengabaikan langkah-langkah pencegahan. Meskipun tidak semua penyakit dapat dihindari, minimal dengan membiasakan diri hidup sehat dan protektif dapat mengurangi resiko terkena penyakit-penyakit tersebut.

Jadi, biasakan gaya hidup yang sehat, untuk mengurangi resiko terkena penyakit di musim hujan saat ini. Semoga bermanfaat.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan untuk meninggalkan jejak dengan komentar...

Tentang Saya

Git Agusti

Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Blogger Cianjur | Buzzer | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Random Writer | ...Read More

Ikuti Saya Melalui Email

Label

Teknologi (20) Jalan-Jalan (17) Stories (16) opini (13) edukasi (12) Report (2)

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Komentar Terbaru

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"

Git Agusti | Lifestyle Blogger