"Piknik Adalah Pemborosan" | Benarkah ?


"Piknik Adalah Pemborosan", Benarkah ?
Pergi berwisata ke suatu tempat dimana saya dan keluarga bisa menikmati suasana dan pengalaman baru merupakan hal yang kami selalu ingin lakukan setidaknya setiap sebulan sekali. Hal ini tidak menjadi agenda akan tetapi selama waktu dan keuangan memungkinkan kami selalu menyempatkan untuk pergi ke tempat yang diinginkan. Tidak perlu jauh dan mahal, karena kami pilih tempat yang sesuai dengan kantong kami agar tetap tidak menjadi pemborosan bagi keuangan keluarga. 
Merencanakan piknik sederhana melalui tabungan rumahan jangka pendek
Mungkin bagi banyak orang lain (read : tetangga) ini dipandang sebagai pemborosan, apalagi secara finansial kami hidup masih jauh dari penghasilan yang serba berkecukupan.
Putri saya berusia 4 tahun saat ini, saya selalu ajak sejak usianya 1 tahun pergi ke beragam tempat wisata yang bisa dijangkau dalam waktu yang relatif singkat, sekaligus ingin mengenalkan anak pada alam yang beragam, tidak melulu hanya melihatnya dari buku dan televisi.

Saya dan istri berfikir bahwa bepergian untuk piknik kecil-kecilan tidak perlu menunggu kaya dan berada. Karena sekian tahun yang akan datang belum tentu kami akan dapat menikmatinya seperti saat ini.

Badan kami saat ini kuat, belum tentu nanti memasuki usia tua sanggup untuk berkendara motor menantang angin jalanan tanpa masuk angin. Geraham dan gigi kami saat ini kuat, belum tentu nanti sanggup untuk  mengunyah ragam kuliner di tempat wisata yang kami kunjungi. Kemudian coba saja bayangkan dan hitung secara kasar kemudian bandingkan. Besar mana biaya yang harus dikeluarkan antara biaya untuk pergi piknik secara sederhana yang penting fikiran kembali refresh atau biaya untuk berobat ke dokter karena sakit? Biaya berobat sekarang mahal lho, di daerah saya saja sekali berobat ke dokter setidaknya 40-50 k harus dikeluarkan, itu baru sakit biasa, apalagi kalau sakitnya lebih dari biasa?. Sistem imun tubuh sendiri akan melemah ketika orang dalam keadaan stress karena pekerjaan atau hal lain yang berkelanjutan, jadinya gampang sakit. Nah mungkin salahsatunya karena kurang piknik, haha.

Seringkali kami mendapatkan pertanyaan dan pernyataan nyinyir baik itu dari teman kerja atau tetangga yang beberapa kali melihat foto wisata kami di jejaring sosial atau tahu bahwa kami baru pulang dari suatu tempat.
Ekspresi tetangga nyinyir, haha
"Piknik wae nya ari nu gede duit mah..." (Sunda) "Piknik aja ya yang besar uangnya..."
"Piknik teh boros, tong digedekeun teuing" artinya "Piknik itu boros, jangan terlalu dibesarkan/diprioritaskan"

Berwisata yang kami lakukan selama ini bukanlah untuk mencari pujian atau perhatian dari teman atau tetangga. Tujuan dari semua itu adalah untuk sedikit memberikan hal baru kepada keluarga yang mungkin dalam suatu waktu memiliki titik jenuh di rumah. Misalnya saya sering memperhatikan sang istri yang sehari-hari sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah dan di dalam rumah, mengurus rumah tangga dan anak yang kalau diperhatikan itu adalah tugas yang luar biasa berat, tidak ada kata selesai dalam pekerjaan rumah tangga. Pagi rapih siang berantakan sore membereskan, begitu seterusnya.

Untuk masalah keuangan, yang seringkali dinyinyiri tetangga dan rekan kerja, mereka tidak tahu bahwa kami sudah mengatur sedemikian rupa agar kami dapat menyisihkan sebagian kecil penghasilan untuk aktifitas ini. Kalau ada keperluan lain kami pakai untuk hal tersebut, kalau tidak maka kami dapat pergi untuk sekedar melepas penat dari stress aktifitas kerja dalam keseharian.

Yang namanya jalan-jalan, piknik, rekreasi, atau apalah itu namanya, pastinya memang menghabiskan uang. Tapi besarannya dapat kita atur dan sesuaikan dengan kemana dan mau apa kita di tempat tujuan. Karena kami fikir adalah bahwa uang sebanyak apapun meski tidak pergi berlibur akan habis dengan kebiasaan boros misalnya membeli yang tidak perlu dibeli. Misalnya lemari pakaian sudah penuh tapi masih ngotot ingin membeli pakaian padahal yang ada masih layak pakai. Atau kebiasaan lain semisal seringkali gonta-ganti gadget hanya karena ingin dipandang up to date padahal gadget lama masih bisa dipakai dengan lancar.

Baca tips ini : Ga Perlu Mahal Untuk Liburan di Akhir Pekan
Yah, semua itu tergantung cara orang mengelola keuangan. Sebenarnya gampang saja jika mereka mau, sisihkan sejumlah uang sesuai kemampuan masing-masing kemudian tentukan tujuan piknik dengan menyesuaikan pada kemampuan keuangan keluarga. Banyak kok destinasi wisata murah yang tidak menguras kantong. Tidak perlu ke tempat wisata yang lagi ngehits yang pasang harga tiket dan wahana-wahana lain didalamnya yang super mahal, cukup datangi tempat yang disukai anak istri, jika tidak mampu yang jauh-jauh, ya yang dekat saja karena yang terpenting adalah kebersamaan dan memberikan kenangan bersama bagi anak kita.

Uang memang penting dan banyak yang beranggapan jalan-jalan tidak penting karena menghabiskan uang. Tetapi saya menempatkan kebersamaan keluarga dan memberikan kenangan kepada anak-anak adalah masuk dalam skala prioritas, makanya saya mengkhususkan dana dan waktu untuk piknik sekedar mengikuti putaran roda kendaraan ke tempat tujuan. Sesampainya, kami nikmati suasana, bermain bersama, mengabadikan momen melalui kamera jadul, memberikan penjelasan kepada anak tentang apa yang dia ingin ketahui, membimbingnya untuk bersyukur dapat menikmati kenikmatan yang diberikan Sang Pencipta melalui alam yang indah, dan tidak lupa, kami ajarkan pula tentang manfaat berhemat tanpa harus pelit kepada orang sekitarnya. Berhemat mengajarkan anak bahwa untuk mencapai tujuan harus melalui pengorbanan. Berkorban untuk melawan sifat boros, hura-hura dalam keseharian.

Tidak ada hal negatif yang kami temukan dalam perjalanan piknik yang menurut mereka adalah pemborosan. Menunggu tua dan sukses itu masih harapan, sedangkan dapat bepergian ke beberapa tempat meski jarak dekat adalah kesempatan.

Jika ada yang bilang piknik adalah p e m b o r o s a n, yakinlah bahwa mereka kurang piknik.


Ini waktu si cantikku berusia 9 bulan, udah dibawa otewe'an, :-D
Ini dimana ya, lupa
Eksyeeen, cuaca ekstrim akali dengan pakaian double
Kalau bukan untuk keluarga, untuk siapa lagi?
Nyengir lawan Pokemon
Makin besar dan lincah...
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan untuk meninggalkan jejak dengan komentar...

Tentang Saya

Git Agusti

Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Blogger Cianjur | Buzzer | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Random Writer | ...Read More

Ikuti Saya Melalui Email

Label

Stories (16) Jalan-Jalan (15) opini (14) Teknologi (13) edukasi (12) Report (2)

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Komentar Terbaru

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"

Git Agusti | Lifestyle Blogger