Forum Keserasian Sawargi Menggelar Sarasehan II dan Peresmian Bangunan Fisik Keserasian Sosial Tahun 2018


Forum Keserasian Sawargi Desa Ciburial, Kecamatan Cibinong, menggelar Sarasehan Keserasian Sosial Tahun 2018 kedua sekaligus peresmian bangunan fisik Program Keserasian Sosial berupa bantuan fasilitas MCK dan Saluran Air Bersih, bertema “Harmoni Dalam Keberagaman Untuk Mewujudkan Masyarakat Aman dan Sejahtera”.

Share:

Forum Keserasian "Spack X-Baru" Menggelar Sarasehan II dan Peresmian Bangunan Fisik Keserasian Sosial Tahun 2018

Kegembiraan para tokoh dan masyarakat bersama Dinas Sosial Kab. Cianjur
Pada hari Sabtu, 24 Nopember 2018, Dinas Sosial Kabupaten Cianjur bersama Forum Keserasian Sosial "Spack X-Baru" dihadiri oleh tokoh dan warga masyarakat setempat menyelenggarakan acara peresmian Bangunan Fisik Fasilitas Lapangan Olahraga.

Gunting pita oleh Bpk. Sekdis Dinas Sosial Kab. Cianjur, sebagai simbol peresmian fasilitas pendukung sarana olahraga di Desa Kalibaru
Peresmian ini diselenggarakan dengan dialog tematik / saréséhan bertema "Keharmonisan dalam Keberagaman". Simbolis gunting pita dan penendangan bola oleh Sekdis Dinas Sosial Kab. Cianjur sebagai tanda diresmikannya fasilitas ini untuk dipergunakan sebagai kepentingan warga lokal.

Dihadiri oleh Dinas Sosial Kab. Cianjur, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Tagana Kab. Cianjur, serta elemen Pendamping PKH di wilayah setempat. Warga desa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini sekaligus berterimakasih untuk Dinas Sosial atas perhatiannya. Dalam acara ceremony ini sendiri ditampilkan kreasi anak, diskusi dan santunan bagi anak yatim.
Penampilan anak-anak dalam melantunkan sholawat sebagai salahsatu pengisi acara peresmian
Program ini merupakan salahsatu program dari Kementerian Sosial RI yang dijalankan di daerah melalui Dinas Sosial Kab. Cianjur serta Forum Keserasian Sosial (FKS) sebagai ujung tombaknya. Harapannya dengan adanya forum keserasian sosial di tingkat desa, jika ada irisan atau letupan konflik bisa selesai di tingkat desa.

Forum keserasian sosial di tingkat desa merupakan embrio dari penguatan harmonisasi di tingkat yang lebih besar mengingat beberapa waktu terakhir muncul berbagai peristiwa akibat disharmonisasi yang dapat berujung pada konflik sosial.

Tampak dalam acara, Ketua FKS "Spack X-Baru" bersama Dinas Sosial Kabupaten Cianjur

U. Suprapto, tokoh pemuda Kec. Pasirkuda yang aktif di bidang kepemudaan, sosial serta pemerintahan desa setempat (saat ini beliau menjabat sebagai salahsatu perangkat desa) sekaligus sebagai Ketua FKS "Spack X-Baru" Desa Kalibaru menegaskan bahwa Program Kampung Keserasian Sosial adalah upaya pencegahan konflik yang bertujuan membangun dan memperkuat kerukunan warga guna menciptakan harmonisasi sosial pada daerah rawan konflik.

Kenapa sarana olahraga? di daerah ini sarana olahraga merupakan sarana pemersatu warga masyarakat, mulai dari anak-anak sampai orangtua seringkali menjadikan area lapangan olahraga sebagai tempat untuk berekreasi dengan berolahraga maupun sekedar menyaksikan yang berolahraga.
Selain itu, komunikasi dan silaturahmi terjalin dengan baik karena warga saling bertemu dan berinteraksi dalam suasana santai sehingga secara tidak langsung menjadi pencegah konflik sosial yang jika dibiarkan akan menimbulkan perpecahan antar warga.
Share:

Partisipasi Politik Masyarakat Muda Masa Kini, Pentingkah ?

Partisipasi Politik Masyarakat Masa Kini, Pentingkah ?
Suatu waktu di markas kopi kami, menikmati segelas kopi hitam panas ditemani goreng pisang di warung sederhana di pinggir jalanan kampung. Kira-kira empat lima orang dewasa usia seperempat abad setidaknya serentak menikmati sajian yang sama dalam cuaca yang cukup dingin.

Disana, di bangku kayu panjang yang menjadi saksi bisu keberagaman pemikiran kaum muda di perkampungan, tapi percayalah, kami masih di wilayah Indonesia, bahkan tak perlu naik pesawat terbang atau kapal menyeberangi lautan untuk sampai ke daerah ibukota negara kami, Jakarta (yang katanya kota yang tak pernah tidur).

Apapun kami bicarakan disana, sekedar memancing kehangatan suasana agar lebih hangat. Pekerjaan, hobi, asmara bahkan kekonyolan-kekonyolan sepele yang terkadang membuat kami terbahak lama. Terbahak-bahak melupakan kesusahpayahan dalam sulitnya mencari sekedar pengisi piring untuk perut sendiri, apalagi untuk yang sudah memiliki tanggungjawab di punggung, menggendong di depan dan belakang.

Terkadang mereka membahas politik, itu kadang-kadang ya, karena menurut mereka kata "politik" itu kotor. Semacam zona merah yang berisi nafsu merengkuh untuk menggapai kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Sepak terjang yang hanya mengenal musuh yang abadi, kawan dan sahabat hanya dalam hitungan kepentingan masing-masing, selama dalam posisi bisa memberikan keuntungan akan mereka pakaikan topeng-topeng kebaikan, setelahnya, habis manis sepah dibuang.

Padahal kalau ditinjau secara sepintas saja, politik adalah seni mendapatkan kekuasaan secara konstitusional dengan tujuan untuk kebaikan bersama. Mengelola bangsa dan negara demi kemajuan masa depan yang cemerlang bagi semua kalangan.

Pemikiran-pemikiran lugu keapatisan berpolitik rupanya tak lepas dari beberapa faktor negatif yang didapatkan dari pemandangan keseharian yang berasal dari media pemberitaan yang acapkali menyajikan kebobrokan birokrasi di hampir semua sektor pengelolaan negara, dan mungkin juga dari apa yang mereka saksikan dan rasakan setiap hari.
Berpartisipasi dalam langkah persuasif agar warga berusia produktif di daerah pun mau memilih

Maklumlah, pendidikan politik memang tak pernah secara langsung didapatkan dari  di bangku sekolah, apalagi mayoritas masyarakat di pedesaan memiliki pendidikan hanya sampai jenjang dasar saja. Pendidikan politik hanya didapatkan dari apa yang didengar dan dilihat, maka dari sinilah paradigma politik tumbuh menjadi pemahaman masing-masing individu. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa usia muda merupakan masa perkembangan secara biologis dan psikologis, jadi pengaruh konsumsi informasi menjadi salahsatu pembentuk pemahaman termasuk dalam hal politik.

Padahal jika dikaji secara mendasar, kembali pada pemahaman tentang politik itu sendiri, hampir semua sendi kehidupan memiliki hubungan dengan kondisi perpolitikan yang dinamis sehingga akan saling mempengaruhi satu sama lain. Terciptanya keseimbangan kehidupan karena adanya harmonisasi pengamalan berpolitik yang baik dan sehat.

Kalau saja mereka mau membayangkan, bahwa sikap politik erat kaitannya dengan kehidupan. Bagaimana keadaan politik dapat menjadikan pisau bermata dua yang satu sisi dapat membuat masyarakat damai dan sejahtera, di sisi lain dapat menjadi mata pisau yang haus akan darah rakyat, mengorbankan rakyat kecil demi kelompok yang berkepentingan.
Berperan sebagai Pengawas Desa sebagai kepanjangan tangan Bawaslu, menjamin agar semua masyarakat
terutama pemilih muda untuk dapat memiliki hak pilih dan menggunakannya

Mereka harusnya dapat mengetahui, bahwa bagaimana pengambilan keputusan-keputusan oleh para pemangku kebijakan yang notabene adalah hasil pilihan rakyat melalui Pemilihan Umum yang diselenggarakan 5 tahunan dapat berefek sangat dahsyat hingga ke meja makan. Perubahan dalam suatu kebijakan politik di suatu negara atau wilayah akan dapat menimbulkan dampak besar pada sektor keuangan, bisnis dan perekonomian negara atau wilayah tersebut. Resiko politik umumnya berkaitan erat dengan pemerintahan serta situasi politik dan keamanan di suatu negara atau wilayah. Tentunya secara tidak langsung berimbas pula pada bagian-bagian terkecil yang pada akhirnya dirasakan oleh warga masyarakat sendiri.

Maka dari itulah, apatisme berpolitik oleh para generasi muda produktif memiliki peranan negatif yang cukup signifikan untuk menghambat kemajuan dalam suatu negara. Jika saja generasi yang berstatus sebagai pemilih pemula selalu bersikap masa bodoh dengan peran aktifnya dalam memanfaatkan hak politiknya sungguh disayangkan mengingat dilihat dari aspek demografis sendiri Indonesia saat ini populasi penduduknya didominasi oleh usia menjelang dewasa dan produktif lebih dari 60%.

Generasi millenial memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat pada umumnya. Dalam makna positif aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat perubahan yang kreatif dan inovatif. Sehingga seharusnya berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan pribadi-pribadi kritis dalam segala aspek pembangunan nasional, contohnya dengan cara membangkitkan sikap kritis terhadap kebijakan-kebijakan dari sutu pemerintahan, juga dapat berperan aktif sebagai pembawa perubahan dengan cara demokrasi aktif agar menjadi masyarakat yang lebih inovatif sehingga membawa perubahan yang lebih besar dan memberi manfaat yang banyak bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Berbicara hak pilih, kurang lebih akan ada sekitar 196,5 juta orang yang dipastikan memiliki hak memilih pada Pemilihan Legislatif dan Presiden 2019 nanti. Setiap hak pilih adalah individu dari Sabang sampai Merauke yang memiliki beragam impian dan cita-cita untuk bangsa dan negaranya. Baik dimulai dari cita-cita untuk dirinya sendiri, keluarga, lingkungan kemudian bangsa dan negaranya secara umum.

Setiap keinginan harus diwujudkan dengan penyampaian aspirasi yang sudah diwadahi oleh konstitusi dengan diadakannya Pemilu. Setiap warga negara yang memiliki aspirasi akan difasilitasi dan dijamin hak pilihnya oleh negara untuk kemudian mencari sosok-sosok yang menurut pribadinya masing-masing akan dapat dan mampu mewakili mereka untuk dapat membantu mewujudkan cita-citanya dalam mewujudkan impiannya.
Nih, ikut nyoblos kok waktu Pilkada kemaren. Sebagai bentuk perwujudan agar di masa depan aspirasi dapat menjadi kenyataan
Dengan terpilihnya para wakil rakyat yang sesuai dengan cita-cita mereka, maka akan semakin mudah pula untuk mewujudkan cita-cita bersama karena wakil rakyat terpilih akan mewakili mereka untuk menyuarakan pesan-pesan dari rakyat.

Begitu pula dengan terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden sebagai pemegang kewenangan dalam pengambilan kebijakan-kebijakan negara dalam skala besar. Kebijakan yang tentunya akan membawa perubahan dalam tatanan bangsa baik dalam bidang ekonomi, politik, keamanan dan kedaulatan negara.

Maka jika ada yang masih menganggap bahwa berpolitik adalah kotor, marilah mempersiapkan diri untuk ikut turun tangan berpartisipasi aktif merubah kondisi ke arah yang lebih baik. Dalam skala kecil, berikan hak pilih untuk mereka yang dirasa akan mewakili kita menyampaikan aspirasi demi kemajuan bangsa. Berikan hak pilih kita untuk mereka yang dirasa pantas memimpin bangsa dan negara ini agar menjadi bangsa yang kuat dan berdaulat, baik secara wilayah, ideologi dan ekonomi agar disegani oleh negara-negara lain.

Generasi muda jangan hanya bisa memberikan kritik jika bisa berbuat lebih dari itu, karena mereka menua saat ini menyesal dan ingin kembali ke usia mudanya hanya untuk memperbaiki sikap silent nya dalam kemajuan bangsanya sendiri.
 
Tidak ada ruang untuk berdiam diri, apalagi untuk generasi muda, generasi millenial yang menjadi penentu ke arah mana negara akan memantapkan haluan. Apakah hanya sebagai pengikut, atau menjadi panutan bagi negara-negara lainnya.

Sadari, bahwa politik itu baik, selama pelakunya baik. Jangan biarkan orang-orang yang tidak baik menjadi penguasa dalam bidang politik. Karena politik adalah "seni berperang" secara konstitusional dalam meraih kekuasaan.

Pahami, bahwa penting bagi kita sebagai masyarakat masa kini untuk berperan aktif sebagai pembangun negara, mewujudkan negara Indonesia yang sesuai cita-cita dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.


Kedzoliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang jahat, tapi karena diamnya orang-orang baik
Share:

#CHILDHOODChallenge | Membuka Lembaran Lama Anak Kampung 90an


Waktu liat kolom challenge ODOP hari ketiga kemudian saya mengetahui bahwa tulisan hari ini bertema childhood. Satu idiom sederhana yang membuat ingatan saya terasa ditarik arus lorong waktu ke titik berpuluh tahun yang lalu. Tidak terasa usia sekarang sudah lebih dari seperempat abad, dua tahun lagi menuju kepala tiga. Kejam sekali rasanya waktu berjalan begitu cepat hingga masa-masa kecil dan remaja yang menyisakan banyak kenangan manis asem meninggalkan kita begitu saja. Kalau saja kantong Doraemon itu nyata, benda pertama yang akan saya ambil adalah mesin waktunya agar bisa bebas mengunjungi ke masa-masa yang saya rindukan. Menghayal, haha.
Namun tulisan ini tak memiliki foto, karena waktu itu memiliki dokumen foto bukanlah hal mudah, karena bertempat tinggal di pelosok daerah yang memiliki keterbatasan teknologi.

Salahsatu yang masih saya ingat dengan jelas adalah bagaimana harus bisa beradaptasi beberapa kali karena orangtua saya tercatat dalam ingatan beberapa kali pindah rumah sebagai tempat tinggal. Hal yang menyedihkan adalah banyak berpisah dengan sahabat yang dimiliki. Sangat sulit saat ini saya hubungi kembali beberapa dari sahabat karena ternyata beberapa dari mereka juga pindah tanpa saya tahu dimana posisinya saat ini.

Waktu berusia lima tahunan saya adalah adik dari dua bersaudara, kakak saya juga laki-laki Keluarga saya bukanlah dari kalangan orang berada, mereka adalah para pekerja keras yang mengandalkan buruh serabutan di perkebunan sayur di daerah tepian Kabupaten Bandung. Waktu itu TV menjadi barang yang eksklusif di lingkungan tempat tinggal saya. Jika ingin menonton acara kesukaan Si Unyil dan Satria Baja Hitam adalah menjadi kebiasaan saya untuk kuat berdiri berlama-lama menghadap jendela kaca besar rumah salahsatu juragan sayur. Setidaknya satu sampai dua jam saya habiskan dengan posisi demikian setiap harinya untuk dapat mengikuti alur cerita bersambung dari kedua film favorit. Betapa bahagianya setiap kali bisa menyelesaikan episode per episode setiap harinya meski terkadang harus lari pontang-panting ke rumah karena saking takutnya dimarahi si pemilik rumah yang kaca jendelanya kotor terkena tangan kami.

Pada usia lima tahun adalah momen adaptasi yang paling berat yang dialami karena lagi-lagi harus berpindah tempat tinggal ke lingkungan yang lumayan jauh berbeda keadaannya dengan yang sebelumnya.

Bapak memboyong kami sekeluarga ke daerah yang lebih jauh dari perkotaan. Kalau yang tadinya angkutan kota (angkot) di jalanan menjadi pemandangan sehari-hari disini mah boro-boro. Teman-teman baruku melihat mobil angkutan hasil bumi melintas di jalanan butut saja sudah menjadi hiburan yang langka dan mengasyikan bagi mereka.

Awalnya sangat berat dirasakan ketika harus tinggal di tempat yang demikian pelosoknya. Ketika malam menjelang lampu minyak menjadi penerang sampai pagi menjelang, hanya beberapa penduduk saja yang memiliki penerangan listrik itupun dari pembangkit listrik sederhana dengan memanfaatkan kincir yang digerakan oleh air sungai.

Namun ternyata dari sinilah kehidupan masa kecil yang indah dan bahagia dimulai.

Seiring berjalannya waktu di tempat tinggal yang baru, saya mulai berkenalan dengan lingkungan yang benar-benar jauh dari keseharian permainan anak-anak yang bertempat tinggal di zona cincin kota. Disini benar-benar memanfaatkan alam sebagai tempat bermain. Memancing ikan mengikuti aliran sungai di sekitar tempat tinggal lalu kemudian membakar dan menikmatinya dengan teman-teman. Mencari belut sawah dengan urek kemudian menjual hasilnya untuk membeli kelereng dan karet gelang. Membendung sungai kecil bersama-sama hanya untuk mendapatkan kolam agar bisa berenang menyegarkan badan yang kepanasan ketika musim kemarau mulai datang. Bermain kelereng berlomba untuk mendapatkan kelereng sebanyak-banyaknya untuk dijual kembali dan uangnya ditabungkan untuk simpanan kebutuhan sekolah. Pergi ke sekolah bersama teman-teman dengan keadaan bangunan sekolah yang bolong-bolong dan kerap digunakan sebagai jalan masuk kelas. Berangkat mengaji pada sore hari lalu kemudian menginap di kobong dan pulang pada esok paginya. Sekali-kali kami sepakat dengan teman-teman satu pesantren untuk bolos mengaji setelah isya lalu kemudian mengendap-endap melalui jalan kecil galengan di sawah untuk dapat menonton film layar tancep yang merupakan hal jarang bagi kami lalu kemudian pulang kembali ke kobong pada jam dua dinihari agar tidak ketahuan Pa Ustad. O iya, waktu malam kami berjalan di kegelapan kami tidak menggunakan obor karena akan dengan mudah diketahui guru ngaji,lalu kemudian menggunakan jamur yang bercahaya dalam gelap yang kami taruh di punggung teman yang ada di depan sebagai penanda ke arah mana kami harus melangkah agar tidak salah melangkah ke lumpur sawah.

Sungguh menyenangkan memiliki masa kecil yang menurut saya begitu sempurna. Tanpa televisi, tanpa listrik, tanpa dingdong dan kami memiliki banyak permainan dan aktivitas ala anak kampung yang bersahabat dan begitu dengan dengan alam.

Saat ini, 20 tahun kemudian, perkembangan dan pengaruh teknologi memasuki wilayah kami. Aliran listrik menerobos setiap penjuru kampung, setiap rumah memiliki televisi, kendaraan lalu-lalang di jalanan, mayoritas anak dapat dengan mudah mengakses gadget, permainan tradisional semacam galah, gatrik, ucing sumput, sobintrong, ngurek, bermain kelereng, egrang, oray-orayan (ular-ularan), congklak, sondah (engklek), boy-boyan dan kasti. Sekarang tergantikan dengan permainan modern yang kebanyakan individualis bagi lingkungan dekatnya meski katanya berkelompok secara maya.

Bersyukur dapat merasakan kehidupan tradisional yang begitu banyak mengajarkan kesederhanaan. Bersahabat dengan alam yang begitu akrab dalam keseharian.
Share:

Quote : "Tanamlah Kebaikan, Maka Engkau Akan Menuai Kebaikan"


Pernahkah mengalami suatu perlakuan yang baik dari seseorang yang kita baru kenal atau bahkan belum kita kenal sama sekali? Atau mendapat pertolongan dari seseorang secara tiba-tiba tanpa kita pernah bayangkan sebelumnya akan mendapatkan pertolongan itu sedangkan kita dalam posisi yang benar-benar sangat membutuhkannya.Tentunya kita akan senang, bahagia dan bersyukur jika menjumpai fenomena demikian.

Saya pernah, lebih dari sekali, beberapa kali, banyak bahkan tidak terhitung kalau diingat-ingat.
Terkadang menjumpainya dalam pekerjaan atau di tempat-tempat yang baru saya kunjungi ketika melakukan perjalanan.
Seringkali beberapa saat setelahnya saya termenung untuk beberapa saat. Bahkan sering menghubung-hubungkan dengan apa yang telah saya lakukan di masa yang telah terlewati sehingga saya mendapatkan keajaiban berupa hal-hal baik dalam keseharian.

Misalnya saja pernah suatu waktu harus melakukan perjalanan mendadak yang berhubungan dengan pekerjaan. Memperhitungkan jarak bukanlah yang bisa diukur dalam hitungan menit. Karena perjalanan dari tempat tinggal ke pusat kota kabupaten lumayan jauh, 80 kilometer mah ada sih, itu untuk sekali jalan.

Keberangkatan mendadak menjadikan persiapan yang saya lakukan menjadi alakadarnya. Memprioritaskan barang-barang yang terlintas dalam fikiran dirasa penting untuk membantu pengerjaan tugas yang diberikan.

Laptop, charger, berkas-berkas, handphone, brussss.... masuk ke tas ransel kemudian tidak lupa helm, jaket dan sepatu sebagai standar keselamatan berkendara. Berangkatlah dengan menunggang si kuda besiku meluncur menuju kota kabupaten.

Perjalanan melewati jalanan menurun, kemudian menanjak, menurun dan menanjak lagi, begitu terus rute yang dilewati plus belokan tajam, membayangkan diri sebagai pebalap jalanan, kalau bayangin jadi abang Marques kayanya kejauhan, haha.
Gambar ilustrasi
Cuaca dingin membuat saya sedikit mengurangi kecepatan, angin serasa jarum-jarum es merayap di sela-sela pakaian tebal yang dikenakan. Kabut tebal yang membatasi jarak pandang di beberapa titik perjalanan memaksa saya untuk tidak terlalu memacu kecepatan, karena kalau dipaksakan dikhawatirkan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kalau memacu kendaraan dengan kecepatan terlalu tinggi ada orang yang tiba-tiba menyebrang jalan atau dahan pohon yang tiba-tiba jatuh ke jalur kendaraan atau mungkin pula ada kendaraan dari arah berlawanan yang sama-sama hilang jarak pandang, kebayang kan? Heuuuh, na'udzubillahi min dzalik.

Dingin sekali, maklum karena waktu sudah menunjukan pukul 16.30 waktu mengisi bahan bakar di persinggahan pertama yang dilewati. Belum lagi karena ini adalah daerah pegunungan, lebih dari separuh perjalanan melewati perkebunan teh yang sebagian besar jarang pemukiman.
Gambar ilustrasi, sumber tertera
Dalam hati, malas sebenarnya harus berangkat sore hari menempuh perjalanan sejauh ini. Tapi karena saya berfikir bahwa ini adalah salahsatu dari resiko pekerjaan akhirnya berusaha untuk melawan rasa ingin bermalas-malasan. Kebetulan pekerjaan yang digeluti adalah pekerjaan tanpa batasan waktu yang memiliki jam kerja yang pasti. Eh jam pastinya dari 7.30 sampai dengan 14.00, tapi kebanyakan pekerjaannya menuntut untuk selalu on baik pagi, siang, sore, malam bahkan pada saat sahur sekalipun,:-D, terlepas dari semua itu, saya senang melakukannya.

Separuh jiwaku pergi...

eh...

Maaf maaf

Maksudnya separuh perjalanan telah dilewati, posisi pemandangan kanan kiri masih hamparan perkebunan teh yang menghijau berselimut kabut. Berusaha menikmati perjalanan dengan suguhan pemandangan ini. Namun tiba-tiba, suara berderak logam besi di bagian belakang disusul dengan motor yang hilang keseimbangan karena roda belakang tiba-tiba mengunci tanpa bisa berputar. Keadaan motor yang sedang dalam posisi melaju kemudian roda yang mengunci tiba-tiba membuat kendali oleng kesana-kemari, beruntung bisa dipertahankan untuk kemudian berhenti dalam keadaan rebah, bukan jatuh ndlosor.

Alhamdulillah, nasib baik berpihak, tidak ada luka kecuali sikut kiri sedikit lecet karena posisi rebah tadi. Setelah saya pastikan bahwa tidak ada bagian badan yang luka parah kemudian saya periksa isi tas untuk memastikan barang di dalamnya tidak rusak. Kemudian melanjutkan untuk memeriksa keadaan motor. 
Astagfirullah, sudah kuduga, rantai putus dan terjepit tepat di bagian gear belakang sehingga roda belakang terkunci.
Saya putuskan untuk mengingat letak bengkel terdekat dan itu kira-kira 2 kilometer di depan. Berusaha untuk mendorongnya untuk sampai kesana namun kendaraan tidak dapat didorong sedikitpun karena roda belakang yang ngelock. 

Ya Allah, saya tidak membawa peralatan kunci-kunci bengkel apapun.  

Sore bergeser ke malam, haripun semakin gelap. Sialnya tak satupun kendaraan besar yang mau berhenti untuk diminta pertolongan meski sudah memberi kode dengan melambaikan tangan.
Beberapa pemotor tak luput saya berikan kode untuk bisa menolong tapi hasilnya sama, tak ada yang mau berhenti. Wajar juga sih sebenarnya karena posisi jauh dari pemukiman dirasa membuat mereka enggan berhenti karena khawatir jadi korban tindak kriminal semacam pembegalan.

Namun akhirnya nasib baik berpihak kembali ketika ada pemotor dari arah belakang melihat lambaian tangan saya kemudian mau memberhentikan kendaraannya. Masih menggunakan masker dan helm beliau memperhatikan saya.

"Kang bisa tolong saya?"
"Ada apa Kang? Kenapa?"
"Ini Pak motor saya rantainya putus, rodanya terkunci, ga bisa didorong..."
"Waah, kok bisa putus begitu...". Sambil kemudian membuka karet yang mengikat tas merah di jok belakang motornya, ternyata kunci-kunci bengkel. Ternyata beliau adalah montir. Tanpa berkata banyak beliau mulai memperbaiki motor saya dengan cekatan.
"Masya Allah, kok bisa kebetulan" Bisikku dalam hati sambil terus memperhatikan
"Ini masih bisa dipaksakan untuk diperbaiki tapi harus segera diganti kalau sudah ketemu bengkel Kang" Ucapnya
"Alhamdulillah, yang penting bisa sampai dulu ke tujuan Pak. Terimakasih banyak Pak, sudah mau menolong". Berucap demikian sambil terus-terusan memperhatikan wajah malaikat penolong ini karena merasa pernah berjumpa, tapi dimana ya?
"Sama-sama, sudah menjadi kewajiban untuk saling menolong, Bapak juga sering mogok motor di jalan dan dibantu orang, hehe." Jawab si Bapak dengan ringan.

Ketika selesai diperbaiki, alat perbengkelan pun dimasukan kembali ke dalam tasnya. Sambil mencoba untuk memastikan bahwa motornya benar-benar bisa dikendarai saya mengobrol singkat bertanya tentang beberapa hal terkait si Bapak. Beliau mengatakan bahwa beberapa bulan yang lalu pernah terjatuh dari motor di tempat yang tidak jauh dari lokasi saat ini. Waktu itu beliau menyebutkan bahwa mendapat luka yang cukup parah kebetulan tidak ada orang yang lewat selama beberapa waktu kecuali 1 orang yang menolong untuk meminggirkan kendaraan dan memberikan pertolongan pertama sebelum kemudian dinaikan ke mobil angkutan yang lewat untuk kemudian masuk ke puskesmas terdekat.

Saya kemudian ingat bahwa saya pernah menolong orang yang kecelakaan di tempat yang sama dan ternyata Bapak inilah orang tersebut. Saya pun terheran-heran dengan kejadian ini. Mana mungkin bisa terjadi keajaiban, melibatkan dua orang yang sama dalam dua kejadian yang hampir serupa, sama-sama membutuhkan pertolongan.

Kemudian saya sadar bahwa mungkin ini adalah salahsatu wujud dari saling menanam kebaikan. Meskipun memang bukan dihubung-hubungkan, namun kejadian seperti ini mungkin dialami oleh orang lain meskipun dalam konteks yang berbeda. Saya rasa, jika banyak orang membiasakan melakukan kebaikan-kebaikan meskipun itu kecil, maka kebaikan itu akan menciptakan kebaikan-kebaikan yang lain di waktu dan kesempatan yang berbeda.
"Tanamlah Kebaikan, Maka Engkau Akan Menuai Kebaikan..."
 ======================================================================

Ada yang memiliki pengalaman-pengalaman serupa ?
Share yuk di kolom komentar agar menjadi motivasi berbuat kebaikan bagi yang lain...
Share:

Duta SO7, Eksis Dalam Karya Legendaris


Pagi-pagi udah sedikit mumet inget ke sisa-sisa pekerjaan yang tak kunjung usai. Aneh beberapa hari ini susah sekali untuk menyelesaikan. Padahal kalo difikir-fikir tinggal ngisi-ngisi form aja sebenarnya. Tapi kalau sudah datang rasa malas rasanya mudah datangnya susah perginya, haha dasar pemalas.

Lirik ke penunjuk waktu di dinding waktu menunjukan 05.32, ada waktu lumayan nih buat buka blog. Nambah-nambah beberapa kata di beberapa draft tulisan. Draft ngantri tapi belum satupun selesai, jadi ga bisa klik tombol "publikasikan", hadeuuuh.

Kopi pagi seduhan cantikku udah ada disamping laptop, aromanya yang khas membuat suasana jadi enak. Kebanyakan pagi sebenarnya kopi jarang habis 1 gelas, paling habis setengahnya karena yang dinikmati selain itu adalah aromanya, entah kenapa aroma kopi serasa jadi syarat pelengkap pagi, pecandu bukan ya?
Paginya segar, kopinya ada, ketak-ketik lanjut. 

Masih ada yang kurang, apa coba ?

Betul, musik.

Musik jadi salahsatu pelengkap kalau sudah manteng lama-lama di depan laptop. 

Musik sudah menjadi bagian dari kehidupan saya. Rasanya tanpa musik sama seperti masakan tanpa diberi bumbu. Saking mempengaruhi dunia dan kehidupan, musik juga dapat menjadi solusi dalam berbagai masalah sehari-hari.

Klik-klik buka folder menyasar ke folder lagu-lagu koleksi. Tidak banyak tapi sudah cukup lama jadi koleksi. Tekan Ctrl + A lanjut klik "Play All", naaah asyik nih, musik mengalun menemani pagi ini.

Membicarakan musik, erat sekali kaitannya dengan pemusik dan penyanyi. Setiap orang memiliki jenis musik dan penyanyi favorit yang berbeda.

Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman, banyak penyanyi sekaligus pemusik yang dijumpai dengan beragam karyanya. Banyak yang datang terkenal sebentar lalu menghilang. Hanya sedikit yang bertahan dan terus berkarya, menginspirasi dan menghibur penggemar dengan lagu-lagunya.

Terlahir di tahun 90-an, di pedesaan pula. Membuat saya tidak terlalu up to date dengan perjalanan dan perkembangan musik. Namun ada beberapa penyanyi yang lagu-lagunya menjadi koleksi di playlist pribadi untuk sesekali diputar menemani keseharian.

Kalau bagi sebagian orang menyukai genre musik hanya satu dua saja sehingga sering dibilang penggemar fanatik. Maka saya bingung sendiri kalau membicarakan fanatisme dalam menggemari penyanyi beserta genre musiknya. Semua tergantung mood, kalau sedang ingin mendengarkan musik santai saya putar lagu yang ritmenya woles, kalau sedang ingin mendengarkan lagu yang ngebeat saya dengarkan lagu yang ritmenya kenceng. Intinya jadi penikmat segala genre musik, mulai dari tradisional hingga ke lagu-lagu yang dinyanyikan para legendaris dari negeri Mamang (Paman) Sam, meskipun sering membawa kesedihan ketika mendengarkannya karena banyak ga ngerti ketimbang ngerti liriknya, karunya teuing, haha.

Karena saya adalah penyuka hampir segala musik dengan penyanyinya yang terdiri dari bermacam aliran, ada beberapa nama penyanyi yang salahsatunya sedikit saya akan ulas.

Kuy geser bawah....

Sheila On 7
Grup band yang setidaknya telah mengeluarkan lebih dari 10 album dalam kiprahnya di dunia musik sejak berdiri sejak 1996 menjadi grup musik dengan penyanyi dan pemusik idola saya selama ini. Hingga saat ini Duta tetap eksis berkarya dan selalu menyajikan penampilan terbaik bersama Sheila On 7 untuk para penggemarnya. Sejak didirikan, grup ini telah memiliki beberapa lagu-lagu orisinal karya mereka sendiri dan lagu-lagunya memiliki kenangan di hati penggemarnya masing-masing. Tak heran jika Duta dengan Sheila On 7 selalu dinantikan penampilannya di panggung. Termasuk pada konsernya yang diadakan di Balai Sarbini Jakarta dengan temanya "Sebuah Kisah Klasik" mampu membius penonton dengan performance terbaiknya.

Secara pribadi, Duta SO7 menjadi salahsatu musisi legendaris yang difavoritkan karena karyanya yang luar biasa, pribadinya yang selalu low profile, ramah kepada penggemar serta kharismatik. Bahkan di beberapa kesempatan tak jarang dia "konser" di gelaran hajatan. Buat artis selevel Duta rasanya jarang sih.

Kalau diingat-ingat awalnya suka dengan lagu-lagunya Duta di Sheila On 7 itu karena saya sering mendengar dari radio, maklumlah di kampung radio aja jadi barang mewah. Tidak setiap rumah memiliki radio sebagai media hiburan. Saya sendiri menjumpai radio itu di rumahnya Paman,:-D

Seniman musik yang akrab disapa Duta ini bernama lengkap Akhdiyat Duta Modjo. Usut punya usut memiliki garis keturunan salahsatu pahlawan Indonesia di zaman penjajahan Belanda. Ada mirip-miripnya juga kalau melihat foto Duta dengan Kiai Madja/Modjo. Cek aja, hihi.

Lahir di Kentucky, Amerika Serikat pada 30 April 1980, tidak menjadikan si akang ini menjadi betah atau mau bertempat tinggal disana. Dia mah cinta Indonesia, lebih betah dengan Jogja, kota yang selalu bikin kangen bagi yang sudah pernah datang jalan-jalan kesana. Aduh jadi keingetan rencana akhir tahun punya keinginan berkunjung lagi kesana.

Dari seringnya dengar di radio, beranjak ke VCD player, dapat kepingan CD pertama itu pemberian Paman juga, ya boleh dikatakan tau lagu-lagu Sheila On 7 dari sana. Sekarang-sekarang mah, nambah koleksi lagu gampang tinggal donlot-donlot aja, banyaaak.

Lagu-lagunya sendiri banyak jenisnya, dari yang melow sampai yang bikin semangat kembali kalau mood lagi melehooooy.

D i a n t a r a n y a  ....
atau ini...
atau ini...
atau yang terbaru ini nih...

Gimana? ada yang mengidolakan ini juga? Kalau iya, kita sama'an nih. Kita ? Iya... Kita. Haha

Sayangnya meski selalu ingin hadir dalam konser live si abang ini belum juga kesampaian sampai detik ini, entah kapan bisa.

Kemarin aja pas ada konser Kisah Klasik cuma bisa mungutin videonya di Youtube aja, hadeuh memprihatinkan pisan.


Teman-teman adakah yang hadir di waktu konser di Balai Sarbini pada September lalu? Pasti menyenangkan ya.

Share juga dong, kesan-kesannya tentang musisi atau grup band ini, yuk diantos pisan...
Share:

Tentang Saya

Git Agusti

Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Blogger Cianjur | Buzzer | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Random Writer | ...Read More

Ikuti Saya Melalui Email

Label

Stories (16) Jalan-Jalan (15) opini (14) Teknologi (13) edukasi (12) Report (2)

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Komentar Terbaru

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"

Git Agusti | Lifestyle Blogger