Keterampilan IT Untuk Guru, Pentingkah?

Era globalisasi telah banyak menyentuh beragam bidang profesi, tak terkecuali dalam dunia pendidikan. Personal yang memiliki profesi sebagai guru mau tidak mau harus melek terhadap IT dengan tujuan supaya para guru tidak tertinggal oleh teknologi yang setiap harinya dipakai dalam hal pembelajaran. 

Beragam aplikasi yang bersinggungan dengan dunia pendidikan mulai bermunculan, hal ini tentu harus diimbangi dengan kemampuan elemen di dalamnya. Guru yang belum memiliki kompetensi dalam mengimplikasikan terhadap pendekatan pembelajaran menggunakan teknologi pada saat ini dituntut untuk mampu mengembangkan keterampilannya akan komputerisasi. Salahsatunya adalah  pembelajaran dituntun menggunakan alat komputer sebagai media pembelajaran supaya siswa tidak jenuh dengan metode ceramah. 

Setidaknya ada beberapa hal positif yang akan didapatkan ketika seorang guru memiliki keterampilan mengoperasikan komputer, diantaranya:
🌟 Menambah Percaya Diri
Keterampilan calon guru menggunakan komputer dapat membuatnya lebih merasa percaya diri ketika melamar pekerjaan atau kondisi yang mensyaratkan harus mahir komputer. Bahkan beberapa tahun yang lalu keterampilan komputer merupakan ilmu yang tergolong berkelas dan sangat diminati oleh kalangan terpelajar. Bagaimana tidak? Segala hal yang berbau teknologi masa kini tidak akan bisa lepas dari komputer bahkan pengembangan teknologi menggunakan komputer untuk ditingkatkan kemampuannya untuk meringankan pekerjaan yang biasa dilakukan manusia secara manual. Nah, kalau sudah demikian, masihkah guru mau berleha-leha dan keukeuh dengan kekonvensionalannya?

💥 Peluang Lolos Bersaing
Dengan memiliki keterampilan menggunakan komputer membuat calon guru akan mempunyai investasi masa depan berupa peluang di beberapa hal yang cukup menjanjikan. Keterampulan menggunakan komputer bisa diterapkan disegala macam bidang profesi, salahsatunya profesi guru. Lihat saja pelaksanaan seleksi CPNS terakhir yang menggunakan sistem CAT, serba komputer sejak tahap pendaftaran.

🔅 Membantu Memudahkan Pekerjaan
Dengan keterampilan mengoperasikan komputer maka pekerjaan guru yang pada waktu sebelumnya memerlukan waktu dan tenaga lebih bisa dikerjakan dan teratasi dengan waktu yang singkat dan lebih mudah. Bayangkan saja dalam pengerjaan dokumen yang banyak terjadi kesalahan jika dikerjakan dengan mesin tik dan tentu tidak bisa diperbaiki atau diedit maka dengan komputer bisa menangani permasalahan tersebut dengan lebih baik, data yang diolah bisa dengan mudah diedit bahkan setelah disimpan dalam jangka waktu lama serta dapat diarsipkan secara digital sehingga mempermudah pencarian ketika dibutuhkan. Menyusun rencana pembelajaran dan membuat bahan ajar lebih mudah dengan komputer.

🔼 Menunjang dan Meningkatkan Karir
Personal masa kini yang menguasai penggunaan komputer apalagi jika dibarengi dengan pengetahuan perawatan dan memperbaiki akan mampu bekerja lebih produktif dengan waktu dan tenaga yang minim. Bahkan mempelajari komputer merupakan investasi masa depan yang memiliki prospek bagus.
Share:

Menumbuhkembangkan Minat Baca Anak Sejak Dini




Di tengah gencarnya sosialisasi pemanfaatan alat-alat teknologi yang semakin hari berkembang begitu hebatnya. Ada kekhawatiran yang dirasakan sebagai orangtua dari si kecil yang berusia sekitar 5 tahun dan rasanya masih belum perlu dikenalkan akses terhadap gadget.

Akan tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Karena di usianya yang baru menginjak 3 tahunan ini sudah memiliki ketertarikan terhadap benda-benda canggih itu. Ya meskipun hidup jauh dari hiruk pikuk keramaian perkotaan, tidak menjadikan alat-alat komunikasi canggih susah masuk ke perkampungan seperti wilayah tempat kami tinggal saat ini.

Karena setidaknya ada 4 dari sekian anggota keluarga kami (include me) yang memegang smartphone dengan akses internet yang mudah karena dukungan jaringan selular yang lumayan bagus untuk sekedar mengakses informasi dan hiburan melalui web.

Tidak dipungkiri bahwa bagi sebagian besar anak gadget itu lebih menarik perhatian daripada sekedar buku yang terkesan monoton bagi mereka. Apalagi jika buku-buku yang tersedia di perpustakaan rumah adalah buku-buku yang peruntukannya untuk orangtua saja semisal yang berhubungan dengan pekerjaan orangtuanya masing-masing.

Lain lagi dengan gadget yang begitu mengasyikan dan menarik perhatian karena sifatnya yang didesain semakin interaktif dengan berbagai fitur yang semakin berkembang disesuaikan dengan kebutuhan masa kini. Mulai dari fitur game yang dengan mudah dapat diinstal dan uninstal jika memang tidak menarik atau sudah bosan. Belum lagi dengan fitur-fitur aplikasi lainnya yang begitu banyak tersedia.

Tentunya itu akan menjadi hal yang sah-sah saja jika hak akses anak terhadap gadget dibarengi dengan kontrol oleh orangtua secara penuh atau minimal disesuaikan dengan usia anak tersebut. Karena biasanya semakin besar si anak semakin sulit juga untuk mengontrol penggunaan gadget. Bisa saja ketika di rumah kita dapat melakukan tindakan pengawasan yang intensif, namun bagaimana jika si anak sudah terbilang besar dan memiliki waktu di luar rumah yang tidak mungkin juga kita sebagai orangtua akan mengikuti kemana anak kita pergi terlebih dengan segala kesibukan pekerjaan.

Baca Yuk! Intip Kegiatan Belajar Anak Berbasis Alam
 
Belum lagi dengan keterampilan generasi masa kini dalam penggunaan gadget yang sangat luar biasa perkembangannya. Bagi kalangan orangtua di pedesaan seperti daerah tempat tinggal saya, hanya sebagian kecil saja orangtua yang mampu menggunakan gadget secara terampil, selebihnya hanya dapat menggunakannya sebagai alat untuk telpon dan perpesanan saja semisal aplikasi WhatsApp.
Back to topic, lantas apa yang bisa dilakukan orangtua untuk menarik dan mengembangkan minat anak terhadap buku?. Scroll please

#1 Berikan contoh membiasakan membaca
This is the first important thing to do!. Kenapa? Karena biasanya anak akan meniru segala kebiasaan orangtuanya. Seperti pepatah mengatakan “like father like son”, atau pepatah lain ”anak adalah cerminan orangtuanya”. Jadi hal yang paling penting adalah membiasakan anak mencontoh kebiasaan orangtuanya dalam bidang literasi. Seperti misal ketika biasanya banyak orangtua menganggarkan banyak waktu di rumah untuk menikmati tayangan-tayangan acara di TV yang notabene tidak terlalu penting maka anak akan terbiasa untuk menjadi pecandu tontonan di TV di masa yang akan datang. Terbiasa melihat orangtuanya membaca buku menjadikan anak juga memiliki minat baca yang besar, tentunya dengan buku yang sudah disediakan dan dipilah oleh kita sesuai usianya.

#2 Buat daftar buku yang telah dibaca
Membuat daftar buku yang telah dibaca membuat anak termotivasi dan memiliki rasa bangga bahwa dirinya memiliki koleksi buku yang sudah dibaca olehnya. Secara perlahan si kecil akan terdorong untuk memiliki koleksi buku yang lebih banyak untuk dibaca. Ya akan lebih bagus jika orangtuanya memiliki inisiatif untuk membuat suatu ”lomba” siapa yang memiliki rekor koleksi daftar bacaan terbanyak setiap bulannya. Dengan reward yang menarik tentunya akan membantu untuk memotivasi anak.

#3 Sediakan bacaan sesuai umur anak
Tidak kalah pentingnya adalah menyediakan bahan bacaan yang mudah dicerna oleh anak sesuai usianya. Semisal untuk si kecilku di rumah yang masih dalam tahap mengenal bentuk, warna dan karakter maka yang disediakan adalah buku-buku bergambar yang diselingi dengan cerita menarik. Biarkan si kecil memperhatikan dan asyik dengan gambarnya sementara kita membantu membacakan cerita tentunya dengan cara yang menarik.

#4 Ajak anak ke toko buku
Untuk orangtua yang bertempat tinggal di kota-kota besar tentunya ini bukan hal yang sulit, karena toko buku begitu banyak tersebar dan dapat diakses dengan moda transportasi yang mudah. Mengajak anak untuk bermain ke toko buku akan memberikan pengalaman yang menarik dan mengesankan. Anak akan merasa gembira ketika dipersilahkan untuk memilih buku sesuai dengan yang disukainya.

#5 Berikan hadiah buku
Dalam momen-momen spesial tertentu, ada baiknya memberikan buku sebagai salahsatu pilihan hadiahnya. Untuk menciptakan efek surprise yang menggembirakan maka terlebih dahulu ketahui kira-kira buku apa yang sangat si kecil inginkan. Sehingga ketika kita memberikan buku tersebut sebagai hadiah akan menimbulkan efek senang bagi si kecil.

#6 Kenalkan anak pada fitur E-Book
Seperti kita ketahui e-book adalah buku digital atau versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar.

Di era sekarang ini yang mayoritas mengandalkan kecanggihan teknologi, maka e-book adalah salahsatu pilihan untuk mengatasi dan menyeimbangkan ketertarikan anak terhadap gaming di gadget yang sekedar hanya untuk bermain game ke minat membaca buku juga. Banyak situs-situs download e-book bertemakan cerita anak yang begitu mudah untuk diakses sehingga tidak ada alasan sulit untuk mengenalkan e-book ke anak kita jika memang sudah terlanjur mengenal dan tidak bisa jauh dari gadget.

Share:

Tentang Saya

Git Agusti

Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Blogger Cianjur | Buzzer | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Random Writer | ...Read More

Ikuti Saya Melalui Email

Label

Teknologi (20) Jalan-Jalan (17) Stories (16) opini (13) edukasi (12) Report (2)

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Komentar Terbaru

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"

Git Agusti | Lifestyle Blogger