Upacara Bendera dan Nasionalisme Generasi Muda

Kegiatan upacara bendera setiap hari Senin pagi merupakan salahsatu aktivitas rutin yang dilakukan oleh akademisi di sekolah-sekolah. Selain untuk dijadikan sebagai salahsatu acuan untuk menilai sikap pengamalan Pancasila juga merupakan salahsatu ciri dari sikap nasionalisme warga negara Indonesia.

Banyak hal yang bisa diambil dari pelaksanaan upacara bendera oleh generasi muda, diantaranya adalah pembelajaran dan pembentukan karakter dan kepribadian bagi para pelakunya.

Karakter positif yang akan membangun generasi muda menjadi generasi yang patriotis dan tangguh, memiliki pandangan dan wawasan kebangsaan yang baik.
Berpuluh tahun yang lalu, pelaksanaan upacara bendera merupakan aktivitas yang sangat sulit dilakukan tatkala Indonesia belum bisa menikmati masa-masa kemerdekaan, tidak ada satu warga negara yang mampu melaksanakan upacara bendera ini secara terang-terangan. 

Ancaman dari pihak penjajah menjadi momok yang sangat menakutkan, bahkan hanya untuk memancangkan tiang bendera di halaman rumah saja sudah dapat berakibat fatal bagi rakyat Indonesia.

Upacara bendera merupakan salahsatu bentuk wujud rasa cinta kepada negaranya dan bentuk loyalitas bagi terjaganya bendera merah putih agar tetap berkibar. Bendera adalah salahsatu penunjuk identitas bangsa, tidak ada negara yang berdaulat di negara ini yang tidak memiliki bendera sebagai simbol dari negaranya.

Pembangunan karakter dan semangat nasionalisme memang dibangun dari usia dini. Nasionalisme yang tidak hanya sebatas lisan namun lebih dari itu diperlukan tindakan sebagai wujud kecintaan kepada negerinya dan sikap yang gigih dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam beberapa pengamatan di beberapa sekolah sekitar tempat tinggal saya belakangan ini, upacara bendera nyatanya dianggap sebagai kegiatan yang bersifat formalitas dan dianggap tidak penting oleh beberapa pihak. Alasannya yang terdengar begitu menyayat batin, mereka memandang upacara bendera dianggap sebagai hal yang membuang-buang waktu karena hanya berdiri di lapangan, berbaris dan menghormati bendera dalam keadaan cuaca panas.

Sungguh memprihatinkan!


Padahal seharusnya pelaksanaan upacara yang harusnya dilaksanakan dengan penuh khidmat, ternyata tidak bermakna apa-apa. Terbukti, dengan hanya sebagian guru dalam hal ini sebagai pembimbing hanya sedikit saja yang mau melaksanakan upacara bendera atau pun jika melakukan itu karena takut mendapat hukuman.

Beberapa kesadaran akan makna dari pelaksananaan upacara bendera sebagai wujud dari semangat ke-Indonesiaan dan kebangsaan yang muncul dari karakter positif dari diri masing-masing sebagai warga negara.

Upacara bendera itu bukan sekadara formalitas dan rutinitas meniru dari warga negara pada zaman sebelumnya, tapi lebih dari itu, adalah merupakan perwujudan dari sikap patriotisme.

Yang sangat memprihatinkan lagi adalah pelaksanaan upacara setiap hari Senin dilaksanakan secara ogah-ogahan dan malas-malasan. Siswa harus digiring diatur kesana-kemari oleh gurunya tanpa bisa disiplin masing-masing.

Dampak jangka pendeknya adalah semakin berkurangnya rasa hormat terhadap guru karena siswa sendiri menilai gurunya tidak konsisten memberikan contoh dan teladan dalam kedisiplinan dan patriotisme. Sementara dampak jangka panjang adalah terkikisnya nilai-nilai patriotisme dalam diri para siswa, sikap bela negara yang dangkal serta tidak adanya semangat kebangsaan karena tidak ada teladan yang baik dari guru-gurunya.

Sedikit mengingatkan tentang manfaat upacara bendera...

Upacara bendera selain memiliki efek pembentukan karakter nasionalisme, kebersamaan, persatuan dan kesatuan dan penghormatan terhadap negaranya sendiri. Belum lagi sikap menghargai kepemimpinan yang sepatutnya dihormati tidak hanya dalam sikap hormat ketika upacara saja, lebih dari itu menghormati dan menghargai pemimpinnya dalam ruang yang lain.

Di sisi lain, upacara bendera menjaga hati dan fikiran generasi muda sebagai calon pembangun negara untuk selalu mencintai jasa perjuangan dan patriotisme para pahlawan yang telah gugur di medan perang maupun para pejuang yang saat ini masih mengabdi bagi bangsanya dalam bentuk pembangunan mengisi kemerdekaan.

Dengan demikian, alangkah lebih baiknya ketika siswa, guru, orangtua, pemangku kebijakan dan semua elemen agar mampu membangkitkan kembali semangat kebangsaan. Salahsatunya adalah dengan menunjukan sikap patriotisme dengan melaksanakan rutinitas upacara bendera setiap hari Senin.

Karena ketika patriotisme anak bangsa semakin menipis, akan menjadi sasaran yang empuk bagi para perusak bangsa untuk menumbangkan negara dengan mematahkan semangat bela negara dan jika demikian, tidak perlu menunggu lama, negara menjadi mudah untuk dihancurkan. Karena generasi mudanya yang terbentuk dari penanaman patriotisme yang rapuh.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan untuk meninggalkan jejak dengan komentar...

Tentang Saya

Git Agusti

Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Blogger Cianjur | Buzzer | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Random Writer | ...Read More

Ikuti Saya Melalui Email

Label

Jalan-Jalan (14) opini (12) Stories (11) edukasi (11) Teknologi (6) Report (2)

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Komentar Terbaru

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"