One Day Trip | Wisata Keluarga Ke Kawah Rengganis

Memanfaatkan pekan libur kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi salahsatu tujuan wisata di kawasan Ciwidey, Bandung Selatan, Jawa Barat. Destinasi pakansi yang saya maksudkan adalah salah satu spot wisata kawah di Ciwidey, eitss, tapi bukan Kawah Putih. Ada kawah lain yang tidak kalah memukau selain Kawah Putih, yaitu Kawah Rengganis.

Jarak tempuh untuk tempat wisata ini tidak terlalu jauh dari Kawah Putih. Lokasinya cukup dekat dengan Situ Patengan, sekitar 3,5 km saja dan dengan perhitungan perjalanan berkendara yang lancar dengan hanya 10 menit waktu yang dibutuhkan sudah sampai di lokasi kawah. Untuk yang berencana berjalan kaki dari Situ Patengan waktu tempuhnya sekitar 50 menit (kali aja ada yang kebetulan suka berjalan kaki ala-ala backpackeran).
Jarak tempuh dari Situ Patengan ke Kawah Rengganis sekitar 12 menit menggunakan kendaraan bermotor
Source : google map
O iya, dari sudut pandang geologi sendiri katanya sih Kawah Rengganis ini terbentuk dari letusan gunung Sunda Purba. Karena saya tinggal dalam provinsi yang sama, saya pun sedikit besarnya familiar dengan destinasi wisata yang satu ini. Dulu kawah ini lebih dikenal  di masyarakat dengan nama Kawah Cibuni karena kawah ini terletak di Desa Cibuni dan katanya ini adalah kepala dari Sungai Cibuni yang mengular bermuara sampai ke laut selatan. Kawasan wisata kawah ini sempat diambil alih pengelolaannya oleh pihak swasta, namun hanya bertahan beberapa tahun saja kemudian dikelola kembali secara swadaya oleh masyarakat setempat sampai saat ini.

Di Jawa Barat sendiri ada beberapa wisata kawah diantaranya Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Kamojang, dan Kawah Rengganis.

Back to our little family adventure story...

Dari rumah yang berada di daerah perbatasan Cianjur-Bandung, kami merencanakan keberangkatan sekitar pukul 08.00 pagi. Dengan tujuan untuk mengantisipasi cuaca yang biasanya cepat berubah dari terik menjadi mendung menjelang siang. Akan sedikit mengecewakan kalau sampai ke tempat tujuan dalam kondisi hujan, gagal eksplor deh nantinya kan?

Jalanan menuju kesana cenderung bagus karena sudah aspal leucir. Kecuali untuk daerah perbatasan ketika memasuki wilayah Cipelah, Bandung sendiri harus ekstra hati-hati karena terdapat tanjakan Lemah Neundeut yang orang kota bilang warrrbiasahhh. Untuk yang tidak biasa melewatinya, tidak jarang mengalami kecelakaan seperti terjatuh karena licin dan emiringan tanjakan yang curam dan berlapis tanah membuat Tanjakan  Lemah Neundeut terbilang sulit dilewati. Kontur tanjakan sepanjang sekitar 50 meter tersebut juga berlubang. Tapi jangan khawatir, banyak masyarakat yang bersedia membantu melewatkan kendaraan melintasi tanjakan ini, ya paling kita ngasih seikhlasnya untuk rasa terimakasih. Kalau saya sendiri sudah biasa sehingga tanpa hambatan dapat melewatinya.
Tanjakan Lemah Neundeut, tanjakan ekstrim di jalan alternatif perbatasan Cianjur-Bandung.
Pemandangan seperti ini, memanjakan mata bukan?
Sepanjang perjalanan, suguhan pemandangan hamparan luas perkebunan teh disertai udara yang segar membuat perjalanan terasa mengasyikan. Beberapa kali kami sengaja untuk berhenti sejenak untuk menikmatinya sambil mengabadikan dalam jepretan kamera. Jalanan berkelok yang kami  terlihat dari kejauhan.
Ketika berangkat, alhamdulillah cuaca begitu cerah
Bagi para penyuka fotografi, beberapa titik di sepanjang perjalanan ini pasti sangat sayang kalau dilewatkan. Di beberapa tempat ketika kami berhenti pun beberapa orang tampak meminggirkan kendaraannya untuk mengambil beberapa gambar.
Sejenak berhenti untuk sekedar mengambil foto begini
Tidak terasa kami mulai memasuki kawasan wisata Ciwidey, sudah dekat dari lokasi tujuan. For your attention, kalau dari arah Kawah Putih, silakan ambil jalur kiri pada persimpangan, karena ke kanan berarti menuju wana wisata Curug Citambur, Cianjur.
Tetap luruuus....
Pada gambar di atas, teruskan pada jalur utama (kiri), kecuali jika memang sekalian ingin mengunjungi Glamping Lake Side, silakan belok kanan. Kawah Rengganis udah ga jauh lagi dari sini, sekitar 10-15 menit. 
Bentar lagi sampai lho...
Akhirnya, tiba di jalan masuk menuju Wisata Kawah Rengganis, jalan masuknya sekitar 300 meter menuju kesana masih berupa jalan batu yang cukup rapi dan enak meski memakai kendaraan sepeda motor, hanya saja untuk mobil tidak dapat masuk, jadi kita parkirkan di sana, sudah ada penjaga parkir, harga jasa parkir sekitar 5-15 k.
Ga masuk mobil, tenang, ada mamang parkir yang siap menjaga kendaraan
Pengunjung bisa berjalan kaki kesana sambil menghilangkan pegal selama perjalanan duduk di kendaraan atau kalau memang ingin cepat sampai bisa menggunakan jasa ojek yang tersedia di area parkir. Saran saya lebih baik berjalan kaki kalau ingin menghemat budget, karena ojek biasanya mematok harga yang lumayan tinggi untuk ukuran jarak sedekat itu, sisi negatif dari kebanyakan harga di daerah wisata yang tidak disukai pengunjung.
Jalan kaki juga asyik, kiri kanan hijjjau...
Daaaan.... sampailah di tempat tujuan, pegal-pegal kaki di perjalanan hilang karena fikiran dan mata udah dihadapkan dengan apa yang diinginkan. Kita sampai !
Lahan parkir kendaraan roda dua lumayan luas
Artikel lain tentang jalan-jalan bersama si kecil : Menikmati Keindahan Alami Pantai Apra Cianjur Bersama Keluarga
Untuk kendaraan sepeda motor, lahan parkir ini dinilai cukup untuk menampung 200-300 sepeda motor. Terdapat warung-warung lesehan berjejer rapi mengelilingi area parkir. 
Awalnya, saya sendiri mencari-cari loket untuk membeli tiket masuk, tapi ternyata tidak ada loket pembelian tiket. Ternyata masuk kesini F R E E alias gratis. Kecuali bayar parkir 1 motor 5 k. Cukup murah, anggap aja uang kebersihan dan jaga parkir.
Ngintip nih dari area parkir, tampak kolam air panas berbentuk hati
Aroma belerang mulai terasa meski saya belum menuruni tangga. Posisi tempat parkir sendiri berada di atas sehingga untuk mencapai kawah sendiri harus menuruni anak tangga ke bawah.
Duo cantik bersemangat untuk segera sampai ke bawah...



Jangan lupa bergaya, biar capenya menuruni tangga ga berasa


Sarana beribadah tersedia dan bersih..
Jangan abaikan rambu ini, mengingat kawah ini bisa saja mengeluarkan gas beracun
Kawah Rengganis memiliki perbedaan dengan Kawah Putih, disini kami akan menemukan banyak bebatuan yang tersebar, tetap perhatikan pijakan ya, karena tidak ada pagar pembatas diantara batu-batu dan tanah yang mengeluarkan uap dan air panasnya.
Sejuknya... Jangan lupa selalu sediakan jaket/baju hangat

Banyak tempat-tempat sejenis saung gazebo yang disediakan disana, sehingga bisa bersantai berlama-lama menikmati keindahan pemandangan. Kami sendiri membawa perbekalan untuk makan siang disini. Nikmatnya berasa, duh.

Foto gini boleh lah ya?



Sebagian air di kolam alami di beberapa titik terlihat mendidih, hati-hati!





Berendam disini, dijamin aman...
Kawah Rengganis bisa digunakan untuk mandi dan berendam air panas. Kolam rendamnya pun sudah dilengkapi dengan beberapa pancuran yang bisa anda gunakan sebagai alternatif pengobatan. Maka tak heran jika di kolam dengan pancuran tersebut anda akan berjumpa dengan banyak orang tua. Suasana kolam rendam yang masih alami dengan beberapa pancuran air panas ini, mirip seperti pemandian air panas yang ada di Jepang lah dikit-dikit, :-D.
 






Mau maskeran lumpur?



Dan tak lupa disini ada lumpur kawah  juga yang konon memiliki beragam khasiat yang mampu menjaga kelembapan kulit, serta menstimulasi aliran darah dan oksigen ke dalam sel kulit karena kandungan mineral alami yang juga mampu mencerahkan wajah. Mau coba?

Keinginan untuk berendam ke kolam air panas akhirnya saya batalkan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk berlama-lama lagi disana. Cuaca mendung mendorong saya untuk mengakhiri dan bersiap untuk pulang. Sayang sekali, padahal mau sekali berendam dan bermasker lumpur, haha.
Ini dia, berfoto biar dibilang eksis sebelum pulang, haha
Meskipun demikian, hari ini adalah perjalanan yang asyik dan menyenangkan. Mencari tempat rekreasi yang tidak terlalu jauh, dengan perjalanan pulang pergi dalam sehari tidak apa-apa karena kebersamaan keluarga kecil menjadi hal yang paling penting. Terlebih membawa dan memperkenalkan si kecil pada alam agar dapat belajar dari hal-hal yang dia temukan selama perjalanan.
Jangan lupa bahagia...

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan untuk meninggalkan jejak dengan komentar...

Tentang Saya

Git Agusti

Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Blogger Cianjur | Buzzer | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Random Writer | ...Read More

Ikuti Saya Melalui Email

Label

Jalan-Jalan (14) opini (14) Stories (13) edukasi (12) Teknologi (10) Report (2)

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Komentar Terbaru

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"

Git Agusti | Lifestyle Blogger