Selayang Pandang | Lampu Gentur Cianjur

Lampu Gentur merupakan lampu asli kota Cianjur. Konon katanya keberadaan lampu yang memiliki desain sangat indah ini sudah ada kira-kira sejak tahun 1920 M. Seiring dengan perkembangannya, bahan baku untuk pembuatan lampu Gentur digantikan dengan bahan dari kuningan dan kaca yang berwarna-warni sehingga memiliki tampilan yang lebih cantik dan menarik. Namun perkembangan desainnya sendiri tidak memiliki perubahan yang signifikan sejak desain pada awal kemunculannya. 
Dari cerita turun temurun warga masyarakat Cianjur, Lampu Gentur ini tercipta berawal dari kebutuhan para santri akan alat penerangan ketika pulang dari mengaji pada malam hari dengan desain sederhana.
Jika diperhatikan lebih detil, desain lampu Gentur memiliki desain yang menyerap desain ala retro klasik zaman Kolonial Belanda. Tidak aneh memang karena secara budaya kultural di Cianjur sendiri mengalami akulturasi budaya Timur dan Barat melalui pendudukan oleh Hindia Belanda.
Lampu Gentur berjejer rapi menghiasi Kota Cianjur
Saat ini, sebagai salahsatu benda hasil produksi industri kreatif masyarakat Cianjur khususnya Warungkondang, Lampu Gentur telah memiliki penggemarnya sampai ke luar negeri. 
Lampu ini sendiri sepertinya memiliki nama yang diambil dari nama kampung yang menjadi asal lampu ini berasal, yakni Kampung Gentur. Kampung Gentur adalah sebuah kampung di wilayah di Kabupaten Cianjur yang hampir seluruh penduduknya adalah pengrajin lampu (pembuat lampu hias). 

Bentuk lampunya yang artistik sangat memikat siapa saja yang melihat lampu khas dari Kota Taucho ini. 
Sore hari, Lampu Gentur hadir membawa kesan romantis dan teduh menyelimuti Kota Cianjur
Saat ini, Lampu Gentur menjadi penghias jalan di berbagai kawasan Kota Cianjur, mempercantik kota ini dengan desainnya yang khas, apalagi ketika sore menjelang malam, kesan romantis dan teduh menyelimuti Kota Cianjur, sebuah kota kecil yang semakin mempercantik diri dengan kearifan lokal dan budayanya. Diketahui bahwa desain Lampu Gentur yang saat ini dipasang di sepanjang jalanan Kota Cianjur merupakan desain yang dipilih langsung oleh Ibu Hj. Ratu Eliesye Fitrianne.
Share:

Tips Tetap Aman Liburan di Musim Hujan

Tips Tetap Aman Liburan di Musim Hujan
Memasuki bulan September, Oktober, Nopember dan seterusnya, hujan biasanya turun dengan intensitas yang sangat tinggi, ya wajarlah karena di Indonesia sendiri yang hanya memiliki 2 musim (kemarau dan penghujan) dalam satu tahun. Di musim ini dengan banyaknya potensi bencana di berbagai tempat seperti banjir di beberapa kota atau tanah longsor yang sedikit banyaknya menghambat jalur transportasi antar wilayah, atau bahkan angin ribut seperti yang terjadi belakangan di Bogor dan Cianjur.

Namun demikian, kejadian seperti ini tidak menjadikan niat penyuka travelling untuk berlibur ke berbagai tempat wisata karena mungkin sudah direncanakan di jauh-jauh jari. Belum lagi memang ada beberapa spot wisata yang memanjakan para pencari view alam terbaik misalnya fotografer yang memang begitu indahnya hanya nampak di musim hujan, misalnya air terjun yang akan memiliki fenomena air terjun terbaik kalau debit airnya dalam kondisi maksimal. 

Nah, kalau masih keukeuh untuk tetap melaksanakan jadwal yang sudah ditetapkan, ada baiknya memperhatikan kiat-kiat sederhana berikut:

Membawa Pakaian Sesuai Kebutuhan 
Musim penghujan pastinya selalu dihadapkan dengan cuaca ekstrim dengan udara dingin dan sangat dingin (tapi ga sedingin Eropa kayanya, maklum belum pernah keluar negeri, haha). Menyiapkan pakaian yang hangat dan dapat menahan suhu tubuh tetap stabil adalah solusi cerdas, waterproof is better. Jangan sampai kedinginan di tempat tujuan. Jangan lupa, pastikan jas hujan dan payung adalah barang yang dibawa untuk melindungi tubuh dari guyuran air hujan ketika sedang dalam perjalanan. "Sedia payung sebelum hujan", right?

Ketahui Kondisi Wisata Tujuan
Dengan mengetahui kondisi tempat wisata yang akan didatangi, minimal kita akan dapat mengetahui gambaran seperti apa tempat tersebut. Mulai dari jalur utama, jalur alternatif, kondisi jalan sampai ke moda transportasi yang tersedia. Mencari informasi bisa melalui jejaring sosial atau mungkin kepada teman yang sudah memiliki pengalaman berkunjung ke tempat tersebut.
 

Memastikan Kondisi Tubuh Dalam Kondisi Fit
Hal ini sangat ketika kita memutuskan untuk melakukan perjalanan wisata pada musim hujan. Tubuh yang kurang sehat pasti membuat momen perjalanan menjadi ribet dan tidak nyaman karena tidak dapat menikmati apa yang ada di tempat wisata. Jadi siapkan kondisi badan semaksimal mungkin mulai dari membiasakan olahraga sampai ke mengkonsumsi sumber nutrisi yang baik dan sehat.

Selalu Memperhatikan Momen
Berdasarkan pengalaman sehari-hari, tidak turun sepanjang waktu misalnya seharian dari pagi hingga pagi lagi. Selalu ada beberapa jam yang intensitas hujannya sedikit (gerimis) atau tidak hujan sama sekali di lokasi wisata tersebut. Pastikan tiba ke tempat tersebut dalam rencana waktu yang diperkirakan akan baik untuk dapat mengeksplorasi alam. 

Menyiapkan Spot Wisata Cadangan
Mendatangi spot wisata gunung, pantai, dan wisata berbasis alam bebas di musim penghujan jujur bukanlah pilihan terbaik untuk dilakukan. Karena beragam alasan mulai dari keamanan hingga kenyamanan selama perjalanan. Untuk mengatasinya nih (daripada ga liburan sama sekali, hihi) silakan siapkan spot wisata cadangan yang meskipun hujan datang.

Selalu Menyediakan Obat
Wisata di musim hujan memang membutuhkan persiapan yang ekstra, ekstra, ekstra. Obat-obatan adalah hal yang penting dan harus selalu ada untuk menghindari berbagai macam gangguan kesehatan. Jadi kalau sekali-kali perlu, ga perlu mencari kesana kemari seperti Neng Ayu Tingting yang kebingungan mencari alamat palsu, kan ribet.

Ada yang punya tips-tips emejing yang bisa ditambahkan? Ditunggu di kolom komentar ya...
"Jangan lupa bahagia..."
Share:

"Piknik Adalah Pemborosan" | Benarkah ?


"Piknik Adalah Pemborosan", Benarkah ?
Pergi berwisata ke suatu tempat dimana saya dan keluarga bisa menikmati suasana dan pengalaman baru merupakan hal yang kami selalu ingin lakukan setidaknya setiap sebulan sekali. Hal ini tidak menjadi agenda akan tetapi selama waktu dan keuangan memungkinkan kami selalu menyempatkan untuk pergi ke tempat yang diinginkan. Tidak perlu jauh dan mahal, karena kami pilih tempat yang sesuai dengan kantong kami agar tetap tidak menjadi pemborosan bagi keuangan keluarga. 
Merencanakan piknik sederhana melalui tabungan rumahan jangka pendek
Mungkin bagi banyak orang lain (read : tetangga) ini dipandang sebagai pemborosan, apalagi secara finansial kami hidup masih jauh dari penghasilan yang serba berkecukupan.
Putri saya berusia 4 tahun saat ini, saya selalu ajak sejak usianya 1 tahun pergi ke beragam tempat wisata yang bisa dijangkau dalam waktu yang relatif singkat, sekaligus ingin mengenalkan anak pada alam yang beragam, tidak melulu hanya melihatnya dari buku dan televisi.

Saya dan istri berfikir bahwa bepergian untuk piknik kecil-kecilan tidak perlu menunggu kaya dan berada. Karena sekian tahun yang akan datang belum tentu kami akan dapat menikmatinya seperti saat ini.

Badan kami saat ini kuat, belum tentu nanti memasuki usia tua sanggup untuk berkendara motor menantang angin jalanan tanpa masuk angin. Geraham dan gigi kami saat ini kuat, belum tentu nanti sanggup untuk  mengunyah ragam kuliner di tempat wisata yang kami kunjungi. Kemudian coba saja bayangkan dan hitung secara kasar kemudian bandingkan. Besar mana biaya yang harus dikeluarkan antara biaya untuk pergi piknik secara sederhana yang penting fikiran kembali refresh atau biaya untuk berobat ke dokter karena sakit? Biaya berobat sekarang mahal lho, di daerah saya saja sekali berobat ke dokter setidaknya 40-50 k harus dikeluarkan, itu baru sakit biasa, apalagi kalau sakitnya lebih dari biasa?. Sistem imun tubuh sendiri akan melemah ketika orang dalam keadaan stress karena pekerjaan atau hal lain yang berkelanjutan, jadinya gampang sakit. Nah mungkin salahsatunya karena kurang piknik, haha.

Seringkali kami mendapatkan pertanyaan dan pernyataan nyinyir baik itu dari teman kerja atau tetangga yang beberapa kali melihat foto wisata kami di jejaring sosial atau tahu bahwa kami baru pulang dari suatu tempat.
Ekspresi tetangga nyinyir, haha
"Piknik wae nya ari nu gede duit mah..." (Sunda) "Piknik aja ya yang besar uangnya..."
"Piknik teh boros, tong digedekeun teuing" artinya "Piknik itu boros, jangan terlalu dibesarkan/diprioritaskan"

Berwisata yang kami lakukan selama ini bukanlah untuk mencari pujian atau perhatian dari teman atau tetangga. Tujuan dari semua itu adalah untuk sedikit memberikan hal baru kepada keluarga yang mungkin dalam suatu waktu memiliki titik jenuh di rumah. Misalnya saya sering memperhatikan sang istri yang sehari-hari sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah dan di dalam rumah, mengurus rumah tangga dan anak yang kalau diperhatikan itu adalah tugas yang luar biasa berat, tidak ada kata selesai dalam pekerjaan rumah tangga. Pagi rapih siang berantakan sore membereskan, begitu seterusnya.

Untuk masalah keuangan, yang seringkali dinyinyiri tetangga dan rekan kerja, mereka tidak tahu bahwa kami sudah mengatur sedemikian rupa agar kami dapat menyisihkan sebagian kecil penghasilan untuk aktifitas ini. Kalau ada keperluan lain kami pakai untuk hal tersebut, kalau tidak maka kami dapat pergi untuk sekedar melepas penat dari stress aktifitas kerja dalam keseharian.

Yang namanya jalan-jalan, piknik, rekreasi, atau apalah itu namanya, pastinya memang menghabiskan uang. Tapi besarannya dapat kita atur dan sesuaikan dengan kemana dan mau apa kita di tempat tujuan. Karena kami fikir adalah bahwa uang sebanyak apapun meski tidak pergi berlibur akan habis dengan kebiasaan boros misalnya membeli yang tidak perlu dibeli. Misalnya lemari pakaian sudah penuh tapi masih ngotot ingin membeli pakaian padahal yang ada masih layak pakai. Atau kebiasaan lain semisal seringkali gonta-ganti gadget hanya karena ingin dipandang up to date padahal gadget lama masih bisa dipakai dengan lancar.

Baca tips ini : Ga Perlu Mahal Untuk Liburan di Akhir Pekan
Yah, semua itu tergantung cara orang mengelola keuangan. Sebenarnya gampang saja jika mereka mau, sisihkan sejumlah uang sesuai kemampuan masing-masing kemudian tentukan tujuan piknik dengan menyesuaikan pada kemampuan keuangan keluarga. Banyak kok destinasi wisata murah yang tidak menguras kantong. Tidak perlu ke tempat wisata yang lagi ngehits yang pasang harga tiket dan wahana-wahana lain didalamnya yang super mahal, cukup datangi tempat yang disukai anak istri, jika tidak mampu yang jauh-jauh, ya yang dekat saja karena yang terpenting adalah kebersamaan dan memberikan kenangan bersama bagi anak kita.

Uang memang penting dan banyak yang beranggapan jalan-jalan tidak penting karena menghabiskan uang. Tetapi saya menempatkan kebersamaan keluarga dan memberikan kenangan kepada anak-anak adalah masuk dalam skala prioritas, makanya saya mengkhususkan dana dan waktu untuk piknik sekedar mengikuti putaran roda kendaraan ke tempat tujuan. Sesampainya, kami nikmati suasana, bermain bersama, mengabadikan momen melalui kamera jadul, memberikan penjelasan kepada anak tentang apa yang dia ingin ketahui, membimbingnya untuk bersyukur dapat menikmati kenikmatan yang diberikan Sang Pencipta melalui alam yang indah, dan tidak lupa, kami ajarkan pula tentang manfaat berhemat tanpa harus pelit kepada orang sekitarnya. Berhemat mengajarkan anak bahwa untuk mencapai tujuan harus melalui pengorbanan. Berkorban untuk melawan sifat boros, hura-hura dalam keseharian.

Tidak ada hal negatif yang kami temukan dalam perjalanan piknik yang menurut mereka adalah pemborosan. Menunggu tua dan sukses itu masih harapan, sedangkan dapat bepergian ke beberapa tempat meski jarak dekat adalah kesempatan.

Jika ada yang bilang piknik adalah p e m b o r o s a n, yakinlah bahwa mereka kurang piknik.


Ini waktu si cantikku berusia 9 bulan, udah dibawa otewe'an, :-D
Ini dimana ya, lupa
Eksyeeen, cuaca ekstrim akali dengan pakaian double
Kalau bukan untuk keluarga, untuk siapa lagi?
Nyengir lawan Pokemon
Makin besar dan lincah...
Share:

One Day Trip | Wisata Keluarga Ke Kawah Rengganis

Memanfaatkan pekan libur kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi salahsatu tujuan wisata di kawasan Ciwidey, Bandung Selatan, Jawa Barat. Destinasi pakansi yang saya maksudkan adalah salah satu spot wisata kawah di Ciwidey, eitss, tapi bukan Kawah Putih. Ada kawah lain yang tidak kalah memukau selain Kawah Putih, yaitu Kawah Rengganis.

Jarak tempuh untuk tempat wisata ini tidak terlalu jauh dari Kawah Putih. Lokasinya cukup dekat dengan Situ Patengan, sekitar 3,5 km saja dan dengan perhitungan perjalanan berkendara yang lancar dengan hanya 10 menit waktu yang dibutuhkan sudah sampai di lokasi kawah. Untuk yang berencana berjalan kaki dari Situ Patengan waktu tempuhnya sekitar 50 menit (kali aja ada yang kebetulan suka berjalan kaki ala-ala backpackeran).
Jarak tempuh dari Situ Patengan ke Kawah Rengganis sekitar 12 menit menggunakan kendaraan bermotor
Source : google map
O iya, dari sudut pandang geologi sendiri katanya sih Kawah Rengganis ini terbentuk dari letusan gunung Sunda Purba. Karena saya tinggal dalam provinsi yang sama, saya pun sedikit besarnya familiar dengan destinasi wisata yang satu ini. Dulu kawah ini lebih dikenal  di masyarakat dengan nama Kawah Cibuni karena kawah ini terletak di Desa Cibuni dan katanya ini adalah kepala dari Sungai Cibuni yang mengular bermuara sampai ke laut selatan. Kawasan wisata kawah ini sempat diambil alih pengelolaannya oleh pihak swasta, namun hanya bertahan beberapa tahun saja kemudian dikelola kembali secara swadaya oleh masyarakat setempat sampai saat ini.

Di Jawa Barat sendiri ada beberapa wisata kawah diantaranya Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Kamojang, dan Kawah Rengganis.

Back to our little family adventure story...

Dari rumah yang berada di daerah perbatasan Cianjur-Bandung, kami merencanakan keberangkatan sekitar pukul 08.00 pagi. Dengan tujuan untuk mengantisipasi cuaca yang biasanya cepat berubah dari terik menjadi mendung menjelang siang. Akan sedikit mengecewakan kalau sampai ke tempat tujuan dalam kondisi hujan, gagal eksplor deh nantinya kan?

Jalanan menuju kesana cenderung bagus karena sudah aspal leucir. Kecuali untuk daerah perbatasan ketika memasuki wilayah Cipelah, Bandung sendiri harus ekstra hati-hati karena terdapat tanjakan Lemah Neundeut yang orang kota bilang warrrbiasahhh. Untuk yang tidak biasa melewatinya, tidak jarang mengalami kecelakaan seperti terjatuh karena licin dan emiringan tanjakan yang curam dan berlapis tanah membuat Tanjakan  Lemah Neundeut terbilang sulit dilewati. Kontur tanjakan sepanjang sekitar 50 meter tersebut juga berlubang. Tapi jangan khawatir, banyak masyarakat yang bersedia membantu melewatkan kendaraan melintasi tanjakan ini, ya paling kita ngasih seikhlasnya untuk rasa terimakasih. Kalau saya sendiri sudah biasa sehingga tanpa hambatan dapat melewatinya.
Tanjakan Lemah Neundeut, tanjakan ekstrim di jalan alternatif perbatasan Cianjur-Bandung.
Pemandangan seperti ini, memanjakan mata bukan?
Sepanjang perjalanan, suguhan pemandangan hamparan luas perkebunan teh disertai udara yang segar membuat perjalanan terasa mengasyikan. Beberapa kali kami sengaja untuk berhenti sejenak untuk menikmatinya sambil mengabadikan dalam jepretan kamera. Jalanan berkelok yang kami  terlihat dari kejauhan.
Ketika berangkat, alhamdulillah cuaca begitu cerah
Bagi para penyuka fotografi, beberapa titik di sepanjang perjalanan ini pasti sangat sayang kalau dilewatkan. Di beberapa tempat ketika kami berhenti pun beberapa orang tampak meminggirkan kendaraannya untuk mengambil beberapa gambar.
Sejenak berhenti untuk sekedar mengambil foto begini
Tidak terasa kami mulai memasuki kawasan wisata Ciwidey, sudah dekat dari lokasi tujuan. For your attention, kalau dari arah Kawah Putih, silakan ambil jalur kiri pada persimpangan, karena ke kanan berarti menuju wana wisata Curug Citambur, Cianjur.
Tetap luruuus....
Pada gambar di atas, teruskan pada jalur utama (kiri), kecuali jika memang sekalian ingin mengunjungi Glamping Lake Side, silakan belok kanan. Kawah Rengganis udah ga jauh lagi dari sini, sekitar 10-15 menit. 
Bentar lagi sampai lho...
Akhirnya, tiba di jalan masuk menuju Wisata Kawah Rengganis, jalan masuknya sekitar 300 meter menuju kesana masih berupa jalan batu yang cukup rapi dan enak meski memakai kendaraan sepeda motor, hanya saja untuk mobil tidak dapat masuk, jadi kita parkirkan di sana, sudah ada penjaga parkir, harga jasa parkir sekitar 5-15 k.
Ga masuk mobil, tenang, ada mamang parkir yang siap menjaga kendaraan
Pengunjung bisa berjalan kaki kesana sambil menghilangkan pegal selama perjalanan duduk di kendaraan atau kalau memang ingin cepat sampai bisa menggunakan jasa ojek yang tersedia di area parkir. Saran saya lebih baik berjalan kaki kalau ingin menghemat budget, karena ojek biasanya mematok harga yang lumayan tinggi untuk ukuran jarak sedekat itu, sisi negatif dari kebanyakan harga di daerah wisata yang tidak disukai pengunjung.
Jalan kaki juga asyik, kiri kanan hijjjau...
Daaaan.... sampailah di tempat tujuan, pegal-pegal kaki di perjalanan hilang karena fikiran dan mata udah dihadapkan dengan apa yang diinginkan. Kita sampai !
Lahan parkir kendaraan roda dua lumayan luas
Artikel lain tentang jalan-jalan bersama si kecil : Menikmati Keindahan Alami Pantai Apra Cianjur Bersama Keluarga
Untuk kendaraan sepeda motor, lahan parkir ini dinilai cukup untuk menampung 200-300 sepeda motor. Terdapat warung-warung lesehan berjejer rapi mengelilingi area parkir. 
Awalnya, saya sendiri mencari-cari loket untuk membeli tiket masuk, tapi ternyata tidak ada loket pembelian tiket. Ternyata masuk kesini F R E E alias gratis. Kecuali bayar parkir 1 motor 5 k. Cukup murah, anggap aja uang kebersihan dan jaga parkir.
Ngintip nih dari area parkir, tampak kolam air panas berbentuk hati
Aroma belerang mulai terasa meski saya belum menuruni tangga. Posisi tempat parkir sendiri berada di atas sehingga untuk mencapai kawah sendiri harus menuruni anak tangga ke bawah.
Duo cantik bersemangat untuk segera sampai ke bawah...



Jangan lupa bergaya, biar capenya menuruni tangga ga berasa


Sarana beribadah tersedia dan bersih..
Jangan abaikan rambu ini, mengingat kawah ini bisa saja mengeluarkan gas beracun
Kawah Rengganis memiliki perbedaan dengan Kawah Putih, disini kami akan menemukan banyak bebatuan yang tersebar, tetap perhatikan pijakan ya, karena tidak ada pagar pembatas diantara batu-batu dan tanah yang mengeluarkan uap dan air panasnya.
Sejuknya... Jangan lupa selalu sediakan jaket/baju hangat

Banyak tempat-tempat sejenis saung gazebo yang disediakan disana, sehingga bisa bersantai berlama-lama menikmati keindahan pemandangan. Kami sendiri membawa perbekalan untuk makan siang disini. Nikmatnya berasa, duh.

Foto gini boleh lah ya?



Sebagian air di kolam alami di beberapa titik terlihat mendidih, hati-hati!





Berendam disini, dijamin aman...
Kawah Rengganis bisa digunakan untuk mandi dan berendam air panas. Kolam rendamnya pun sudah dilengkapi dengan beberapa pancuran yang bisa anda gunakan sebagai alternatif pengobatan. Maka tak heran jika di kolam dengan pancuran tersebut anda akan berjumpa dengan banyak orang tua. Suasana kolam rendam yang masih alami dengan beberapa pancuran air panas ini, mirip seperti pemandian air panas yang ada di Jepang lah dikit-dikit, :-D.
 






Mau maskeran lumpur?



Dan tak lupa disini ada lumpur kawah  juga yang konon memiliki beragam khasiat yang mampu menjaga kelembapan kulit, serta menstimulasi aliran darah dan oksigen ke dalam sel kulit karena kandungan mineral alami yang juga mampu mencerahkan wajah. Mau coba?

Keinginan untuk berendam ke kolam air panas akhirnya saya batalkan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk berlama-lama lagi disana. Cuaca mendung mendorong saya untuk mengakhiri dan bersiap untuk pulang. Sayang sekali, padahal mau sekali berendam dan bermasker lumpur, haha.
Ini dia, berfoto biar dibilang eksis sebelum pulang, haha
Meskipun demikian, hari ini adalah perjalanan yang asyik dan menyenangkan. Mencari tempat rekreasi yang tidak terlalu jauh, dengan perjalanan pulang pergi dalam sehari tidak apa-apa karena kebersamaan keluarga kecil menjadi hal yang paling penting. Terlebih membawa dan memperkenalkan si kecil pada alam agar dapat belajar dari hal-hal yang dia temukan selama perjalanan.
Jangan lupa bahagia...

Share:

Menikmati Keindahan Alami Pantai Apra Cianjur Bersama Keluarga

Weekend berlalu, Senin menunggu, semua kembali pada kenyataan besok adalah : S E N I N, haha.

Ah atuh biasa aja kalau sudah mau bertemu Senin, kan Senin adalah hari dimana energi lagi tinggi-tingginya, bagus buat produktivitas kerja maupun studi. Monday is Moneyday, jangan melehoy biar disayang orang sekantor.

By the way...

Weekend kemarin kemana aja?

Kalau yang kebetulan sukanya outdoor kemudian cuacanya bagus pasti biasanya langsung memanfaatkannya buat pergi ke suatu tempat buat sekedar menghilangkan keletihan fikiran seusai full satu minggu berkutat dengan kesibukan.
Baca juga : Ga Perlu Mahal Untuk Liburan di Akhir Pekan
Ada yang nanjak? Sepertinya musim hujan begini jarang ya yang berminat naik gunung. Jalanan penuh lumpur, cuaca ekstrem serta kondisi mager bikin keinginan muncak dipending untuk waktu yang tidak ditentukan. Dan jangan lupakan lelahnya mengusir si kenyal penghisap darah yang antri naik ke badan kalau musim penghujan tetap memaksakan naik gunung, :-D. Kecuali untuk yang udah benar-benar cinta gunung, tak terlalu mempermasalahkan semua itu, karena sudah memiliki pengalaman dan profesional di pernaikgunungan, semua teratasi dengan perhitungan dan persiapan yang pas.

Kalau warga perkotaan, bermain bersama keluarga di tempat-tempat wisata alternatif terdekat menjadi salahsatu solusinya. Taman kota atau arena bermain anak menjadi pilihan mayoritas karena mudahnya akses menuju tempat tersebut, itupun kalau belum musim banjir, hehe.

Berbicara tentang bawa-bawa keluarga waktu liburan, istri dan anak menjadi kebiasaan sejak si kecil masih sangat kecil. Dengan persiapan yang matang, membawanya kesana-kemari dengan jarak yang lumayan jauh bisa saja dilakukan. Asalkan segalanya diperhitungkan dengan baik si anak akan tetap bisa menikmati perjalanan pergi dan pulang tanpa rewel. Apalagi kalau perginya adalah ke tempat yang anak inginkan, sepanjang perjalanan tak habis mulutnya bercerita tentang kebahagiaannya bisa mengunjungi tempat yang ia inginkan. Sesampainya di rumah pun tetap dengan bangganya dia ceritakan apa yang ditemui dan dilakukan di tempat itu. Sebagai orangtuanya tentu menjadi kebahagiaan yang luar biasa melihat kondisi demikian, memberikan hal-hal yang baru dan bermanfaat kepada anak untuk perkembangan di masa emasnya.

Seperti yang dilakukan beberapa waktu yang lalu, melakukan perjalanan wisata ke daerah Cianjur bagian selatan (biasanya disebut Cianjur Kidul). Di daerah Cianjur selatan sendiri banyak destinasi wisata yang dapat dikunjungi mulai dari wisata alam tipe hutan semisal Patrol Valley di Cibinong, tipe wisata air terjun seperti Curug Citambur, atau menuju bagian paling selatan yang bersentuhan dengan Samudera Hindia banyak destinasi wisata alam khususnya pantai, diantaranya ada Pantai Sereg, Jayanti, Apra dan yang lainnya.

Kebetulan karena perhitungan waktu yang terbatas hanya satu hari, maka kuputuskan untuk mendatangi Pantai Apra karena pantai ini merupakan pantai terdekat dan termudah yang bisa dikunjungi.

Dengan perjalanan sekali pergi yang memakan waktu sekitar 3 jam, maka keberangkatan terbaik adalah sekitar pukul enam pagi, dengan rencana sampai disana sekitar jam 9 pagi sehingga cuaca tidak terlalu panas di area pantai mengingat anak yang pastinya nanti akan betah bermain-main sehingga secara langsung terkena terik sinar matahari. Kalau masih pagi tidak akan terlalu terik, nyaman bagi anak kami.
Dengan menggunakan sepeda motor, asal cuaca bagus, tidak masalah kok berkendara bawa anak kecil.
Benar saja, sesampainya disana alhamdulillah masih pagi, cuacanya bagus, langitnya cerah. Asyiknya lagi pengunjungnya belum ramai, sehingga lebih banyak tempat untuk kami.

Oh iya.
Pantai Apra secara administratif masuk ke Desa Saganten, Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Patokannya tugu ini ya, 300 meter dari sini.
Mesjid nan indah ini dekat dengan lokasi pantainya sendiri, jadi tidak perlu khawatir untuk kesulitan mencari tempat beribadah ketika waktunya datang.
Letaknya sekitar kurang lebih 300 meter dari Alun-Alun Sindangbarang. Jalanan dari jalan utama menuju kesana bagus, sudah merupakan jalan beton sampai ke area parkir kendaraan. Pantai ini sangat dekat dengan muara besar sungai Cisadea, sehingga secara geografis sendiri pantai ini nyaman karena areanya yang cukup landai dengan hamparan pasir yang luas.

Dengan pantainya yang lega, cocok buat para pengunjung yang memiliki hobi untuk berfoto atau sekedar menikmati keindahan panorama alamnya. Karena memang pantai ini bersentuhan langsung dengan Samudera Hindia, tidak heran anginnya kencang pada beberapa waktu, ombak yang besar menjadi salahsatu ciri khas dari pantai ini.

Untuk yang belum terbiasa berenang di pantai dengan tipe seperti ini, lebih baik jangan memaksakan diri untuk berenang mengingat bahaya yang selalu mengintai karena gelombang yang cukup besar. Menikmati sambil berjemur udah cukup kok.

Putriku nampak kebingungan waktu pertama kali melihat hamparan pasir pantai seluas ini, maklum pertama kali
pergi ke pantai seusianya ini.
Naah, sekarang udah berani eksplor dengan pasirnya, katanya sih mau bikin bangunan dari pasir


Saking senangnya, tak henti dia lari kesana-kemari, horeeee....!
Eh, Bunda nunjukin apa coba, ada ikan hiu, gitu ?
Ga cape nih anak lari-lari terus...
Ehm...
(Buat dapat foto ini susah payah bikin tripod dadakan lho, haha)
Finally, dia bilang cape setelah 2 jam bermain pasir dan berlari-lari
Jumpa warga setempat yang sedang memancing ikan... Semoga dapat tangkapan yang besar ya Akang.
Ada yang tahu ini apa?
Rasanya setelah diolah enak lho, mirip udang.
Yeee... Terimakasih Ayah Bunda.

Gimana? Ada yang udah pernah kesini bareng keluarga?  Dijamin asyik soalnya selain biayanya murah meriah pantainya juga nyaman dan akses jalan menuju kesana mudah karena bisa pakai angkutab umum juga, banyak.
Inti dari liburan bagi kami adalah bukan seberapa jauh tempatnya, tapi kesan kebersamaan keluarga adalah poin akhirnya. (tapi kalau ada rezeki mau sih jauh-jauh ondeuweynya, hehe). 


Share:

Tentang Saya

Git Agusti

Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Blogger Cianjur | Buzzer | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Random Writer | ...Read More

Ikuti Saya Melalui Email

Label

Jalan-Jalan (14) opini (12) Stories (11) edukasi (11) Teknologi (6) Report (2)

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Komentar Terbaru

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"