Quote : "Tanamlah Kebaikan, Maka Engkau Akan Menuai Kebaikan"


Pernahkah mengalami suatu perlakuan yang baik dari seseorang yang kita baru kenal atau bahkan belum kita kenal sama sekali? Atau mendapat pertolongan dari seseorang secara tiba-tiba tanpa kita pernah bayangkan sebelumnya akan mendapatkan pertolongan itu sedangkan kita dalam posisi yang benar-benar sangat membutuhkannya.Tentunya kita akan senang, bahagia dan bersyukur jika menjumpai fenomena demikian.

Saya pernah, lebih dari sekali, beberapa kali, banyak bahkan tidak terhitung kalau diingat-ingat.
Terkadang menjumpainya dalam pekerjaan atau di tempat-tempat yang baru saya kunjungi ketika melakukan perjalanan.
Seringkali beberapa saat setelahnya saya termenung untuk beberapa saat. Bahkan sering menghubung-hubungkan dengan apa yang telah saya lakukan di masa yang telah terlewati sehingga saya mendapatkan keajaiban berupa hal-hal baik dalam keseharian.

Misalnya saja pernah suatu waktu harus melakukan perjalanan mendadak yang berhubungan dengan pekerjaan. Memperhitungkan jarak bukanlah yang bisa diukur dalam hitungan menit. Karena perjalanan dari tempat tinggal ke pusat kota kabupaten lumayan jauh, 80 kilometer mah ada sih, itu untuk sekali jalan.

Keberangkatan mendadak menjadikan persiapan yang saya lakukan menjadi alakadarnya. Memprioritaskan barang-barang yang terlintas dalam fikiran dirasa penting untuk membantu pengerjaan tugas yang diberikan.

Laptop, charger, berkas-berkas, handphone, brussss.... masuk ke tas ransel kemudian tidak lupa helm, jaket dan sepatu sebagai standar keselamatan berkendara. Berangkatlah dengan menunggang si kuda besiku meluncur menuju kota kabupaten.

Perjalanan melewati jalanan menurun, kemudian menanjak, menurun dan menanjak lagi, begitu terus rute yang dilewati plus belokan tajam, membayangkan diri sebagai pebalap jalanan, kalau bayangin jadi abang Marques kayanya kejauhan, haha.
Gambar ilustrasi
Cuaca dingin membuat saya sedikit mengurangi kecepatan, angin serasa jarum-jarum es merayap di sela-sela pakaian tebal yang dikenakan. Kabut tebal yang membatasi jarak pandang di beberapa titik perjalanan memaksa saya untuk tidak terlalu memacu kecepatan, karena kalau dipaksakan dikhawatirkan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kalau memacu kendaraan dengan kecepatan terlalu tinggi ada orang yang tiba-tiba menyebrang jalan atau dahan pohon yang tiba-tiba jatuh ke jalur kendaraan atau mungkin pula ada kendaraan dari arah berlawanan yang sama-sama hilang jarak pandang, kebayang kan? Heuuuh, na'udzubillahi min dzalik.

Dingin sekali, maklum karena waktu sudah menunjukan pukul 16.30 waktu mengisi bahan bakar di persinggahan pertama yang dilewati. Belum lagi karena ini adalah daerah pegunungan, lebih dari separuh perjalanan melewati perkebunan teh yang sebagian besar jarang pemukiman.
Gambar ilustrasi, sumber tertera
Dalam hati, malas sebenarnya harus berangkat sore hari menempuh perjalanan sejauh ini. Tapi karena saya berfikir bahwa ini adalah salahsatu dari resiko pekerjaan akhirnya berusaha untuk melawan rasa ingin bermalas-malasan. Kebetulan pekerjaan yang digeluti adalah pekerjaan tanpa batasan waktu yang memiliki jam kerja yang pasti. Eh jam pastinya dari 7.30 sampai dengan 14.00, tapi kebanyakan pekerjaannya menuntut untuk selalu on baik pagi, siang, sore, malam bahkan pada saat sahur sekalipun,:-D, terlepas dari semua itu, saya senang melakukannya.

Separuh jiwaku pergi...

eh...

Maaf maaf

Maksudnya separuh perjalanan telah dilewati, posisi pemandangan kanan kiri masih hamparan perkebunan teh yang menghijau berselimut kabut. Berusaha menikmati perjalanan dengan suguhan pemandangan ini. Namun tiba-tiba, suara berderak logam besi di bagian belakang disusul dengan motor yang hilang keseimbangan karena roda belakang tiba-tiba mengunci tanpa bisa berputar. Keadaan motor yang sedang dalam posisi melaju kemudian roda yang mengunci tiba-tiba membuat kendali oleng kesana-kemari, beruntung bisa dipertahankan untuk kemudian berhenti dalam keadaan rebah, bukan jatuh ndlosor.

Alhamdulillah, nasib baik berpihak, tidak ada luka kecuali sikut kiri sedikit lecet karena posisi rebah tadi. Setelah saya pastikan bahwa tidak ada bagian badan yang luka parah kemudian saya periksa isi tas untuk memastikan barang di dalamnya tidak rusak. Kemudian melanjutkan untuk memeriksa keadaan motor. 
Astagfirullah, sudah kuduga, rantai putus dan terjepit tepat di bagian gear belakang sehingga roda belakang terkunci.
Saya putuskan untuk mengingat letak bengkel terdekat dan itu kira-kira 2 kilometer di depan. Berusaha untuk mendorongnya untuk sampai kesana namun kendaraan tidak dapat didorong sedikitpun karena roda belakang yang ngelock. 

Ya Allah, saya tidak membawa peralatan kunci-kunci bengkel apapun.  

Sore bergeser ke malam, haripun semakin gelap. Sialnya tak satupun kendaraan besar yang mau berhenti untuk diminta pertolongan meski sudah memberi kode dengan melambaikan tangan.
Beberapa pemotor tak luput saya berikan kode untuk bisa menolong tapi hasilnya sama, tak ada yang mau berhenti. Wajar juga sih sebenarnya karena posisi jauh dari pemukiman dirasa membuat mereka enggan berhenti karena khawatir jadi korban tindak kriminal semacam pembegalan.

Namun akhirnya nasib baik berpihak kembali ketika ada pemotor dari arah belakang melihat lambaian tangan saya kemudian mau memberhentikan kendaraannya. Masih menggunakan masker dan helm beliau memperhatikan saya.

"Kang bisa tolong saya?"
"Ada apa Kang? Kenapa?"
"Ini Pak motor saya rantainya putus, rodanya terkunci, ga bisa didorong..."
"Waah, kok bisa putus begitu...". Sambil kemudian membuka karet yang mengikat tas merah di jok belakang motornya, ternyata kunci-kunci bengkel. Ternyata beliau adalah montir. Tanpa berkata banyak beliau mulai memperbaiki motor saya dengan cekatan.
"Masya Allah, kok bisa kebetulan" Bisikku dalam hati sambil terus memperhatikan
"Ini masih bisa dipaksakan untuk diperbaiki tapi harus segera diganti kalau sudah ketemu bengkel Kang" Ucapnya
"Alhamdulillah, yang penting bisa sampai dulu ke tujuan Pak. Terimakasih banyak Pak, sudah mau menolong". Berucap demikian sambil terus-terusan memperhatikan wajah malaikat penolong ini karena merasa pernah berjumpa, tapi dimana ya?
"Sama-sama, sudah menjadi kewajiban untuk saling menolong, Bapak juga sering mogok motor di jalan dan dibantu orang, hehe." Jawab si Bapak dengan ringan.

Ketika selesai diperbaiki, alat perbengkelan pun dimasukan kembali ke dalam tasnya. Sambil mencoba untuk memastikan bahwa motornya benar-benar bisa dikendarai saya mengobrol singkat bertanya tentang beberapa hal terkait si Bapak. Beliau mengatakan bahwa beberapa bulan yang lalu pernah terjatuh dari motor di tempat yang tidak jauh dari lokasi saat ini. Waktu itu beliau menyebutkan bahwa mendapat luka yang cukup parah kebetulan tidak ada orang yang lewat selama beberapa waktu kecuali 1 orang yang menolong untuk meminggirkan kendaraan dan memberikan pertolongan pertama sebelum kemudian dinaikan ke mobil angkutan yang lewat untuk kemudian masuk ke puskesmas terdekat.

Saya kemudian ingat bahwa saya pernah menolong orang yang kecelakaan di tempat yang sama dan ternyata Bapak inilah orang tersebut. Saya pun terheran-heran dengan kejadian ini. Mana mungkin bisa terjadi keajaiban, melibatkan dua orang yang sama dalam dua kejadian yang hampir serupa, sama-sama membutuhkan pertolongan.

Kemudian saya sadar bahwa mungkin ini adalah salahsatu wujud dari saling menanam kebaikan. Meskipun memang bukan dihubung-hubungkan, namun kejadian seperti ini mungkin dialami oleh orang lain meskipun dalam konteks yang berbeda. Saya rasa, jika banyak orang membiasakan melakukan kebaikan-kebaikan meskipun itu kecil, maka kebaikan itu akan menciptakan kebaikan-kebaikan yang lain di waktu dan kesempatan yang berbeda.
"Tanamlah Kebaikan, Maka Engkau Akan Menuai Kebaikan..."
 ======================================================================

Ada yang memiliki pengalaman-pengalaman serupa ?
Share yuk di kolom komentar agar menjadi motivasi berbuat kebaikan bagi yang lain...
Share:

Git Agusti

Git Agusti
Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Ngakunya Blogger | Blogger Cianjur | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Just Writing | Review Everything | Random Writer |

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Ayah Blogger

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"