Selamat Hari Aksara Internasional

Hari Aksara Internasional www.gitagusti.com
30 menit Literasi Pagi di sekolah menjadi salahsatu cara efektif untuk memerangi buta aksara di masa mendatang melalui kader-kader literasi di keluarga dan masyarakat.Foto : Arsip SMPN 1 Pasirkuda

 
Selamat pagiiii.... :-)
Udah hari Sabtu aja, weekend dong yaa...
Hari ini 08 September 2018 banyak postingan berseliweran di timeline Twitter, Facebook dan Instagram saya mengenai Hari Aksara Nasional berhastag:
#hariaksara  
#hariaksarainternasional 
#hariaksarainternasional2018
Pertanyaannya, kenapa hari ini diperingati sebagai Hari Aksara Internasional ya?

Daripada terus-terusan penasaran tanpa penghujung, lebih baik kita cari tahu yuk!

Hari Literasi Nasional atau lebih dikenal dengan Hari Aksara Internasional (HAI) dalam bahasa Inggrisnya International Literacy Day ini digagas United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Organisasi yang bertujuan untuk mendukung perdamaian, dan keamanan dengan mempromosikan kerja sama antar negara melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya dalam rangka meningkatkan rasa saling menghormati yang berlandaskan kepada keadilan, peraturan hukum, HAM, dan kebebasan hakiki ini menegaskan Hari Aksara Internasional dalam konferensi para menteri pendidikan tentang Pemberantasan Buta Huruf, di Teheran, Iran, pada tanggal 8-19 September 1965.
Sejak penyelenggaraan HAI pertama tahun 1966, peringatan HAI terus dilakukan setiap tahun sebagai wujud memajukan agenda keaksaraan di tingkat global, regional, dan nasional.
Lantas untuk apa ya Hari Aksara Internasional diperingati?
salahsatunya adalah untuk mewujudkan komitmen pengentasan buta aksara di seluruh penjuru dunia. Melalui pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap penuntasan buta aksara.
Peringatan Hari Aksara Internasional yang dirayakan oleh seluruh warga dunia dan ini merupakan kesempatan bagi pemerintah dan seluruh masyarakat untuk menyoroti peningkatan tingkat melek huruf di dunia, dan merenungkan tantangan keaksaraan yang tersisa di dunia.

Tema Hari Aksara Internasional tahun ini yang diusung oleh UNESCO adalah:
Literacy in a Digital World
Literacy in a Digital World memiliki makna Membangun Budaya Literasi di Era Digital, dengan tujuan melihat jenis keterampilan keaksaraan yang dibutuhkan orang untuk menavigasi masyarakat yang dimediasi secara digital, dan mengeksplorasi kebijakan keaksaraan yang efektif.
Upaya pengentasan buta aksara oleh aktivis
Sumber : www.liputan6.com

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa diketahui angka buta aksara usia  15-59 tahun di Indonesia dilihat dari masing-masing provinsi masih terdapat 11 provinsi memiliki angka buta huruf  di atas angka nasional yaitu:
  • Papua (28,75 persen)
  • NTB (7,91 persen)
  • NTT (5,15 persen)
  • Sulawesi Barat (4,58 persen)
  • Kalimantan Barat (4,50 peren)
  • Sulawesi Selatan (4,49 persen)
  • Bali (3,57 persen)
  • Jawa Timur (3,47 persen)
  • Kalimantan Utara (2,90 persen)
  • Sulawesi Tenggara (2,74 persen)
  • dan Jawa Tengah (2,20 persen).
Sedangkan 23 provinsi lainnya sudah berada di bawah angka nasional. Jika dilihat dari perbedaan gender, tampak bahwa perempuan memiliki angka buta aksara lebih besar jika dibandingkan dengan laki-laki dengan jumlah, yakni :
  • Laki-laki : 1.157.703 orang
  • Perempuan : 2.258.990 orang
Wow!
Melihat dari data tersebut sangat memprihatinkan sehingga perlu peran pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama dalam penuntasan buta aksara secara masif dan berkelanjutan. Sedangkan untuk usaha yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim telah mengentaskan Penduduk Buta Aksara Sebesar 97,93 Persen.
Peran pengentasan buta aksara bukan hanya Pemerintah saja melainkan bahwa masyarakat juga memiliki tanggungjawab yang sangat besar untuk dapat membantu menjadi kalangan yang memiliki perhatian dan peran aktif dalam hal ini.
Karena di zaman digital ini akan sangat memprihatinkan ketika Indonesia masih memiliki angka yang tinggi dalam buta aksara. Mengingat globalisasi yang sudah mulai masuk ke setiap bidang kehidupan masyarakat. Sehingga masyarakat diharapkan memiliki kemampuan adaptasi yang kuat untuk dapat bersaing dan berperan dalam pembangunan Indonesia menjadi negara maju. 
Mari berperan bersama untuk memajukan Indonesia dengan membantu orang terdekat yang buta aksara untuk bisa membaca!
SELAMAT HARI AKSARA INTERNASIONAL! 
Share:

Git Agusti

Git Agusti
Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Ngakunya Blogger | Blogger Cianjur | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Just Writing | Review Everything | Random Writer |

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Ayah Blogger

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"