World Clean Up Day 2018 | Peduli Kebersihan Yuk !

www.gitagusti.com
Peduli Kebersihan Yuk!
Kamis, 13 September 2018, Taman Bunga Nusantara yang beralamat di Jl. Mariwati No.KM 7, Kawungluwuk, Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini menggratiskan tiket masuk mulai jam 09.00 sampai dengan jam 17.00 WIB seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ini menjadi kesempatan bagi banyak orang baik dari wilayah Cianjur maupun luar Cianjur untuk memanfaatkan momen ini untuk dapat menikmati beragam keindahan yang disajikan di taman bunga seluas 35 hektare yang terletak dekat Gunung Gede Pangrango dan Kebun Teh Bogor dengan jarak tempuh sekitar 2,5 sampai 3 jam perjalanan dari Jakarta ini.

Setiap tanggal 13 September Taman Bunga Nusantara Gratis untuk Umum dalam rangka hari ulang tahun TBN

Sebetulnya saya sendiri memiliki rencana untuk berkunjung pula kesana beserta keluarga pada tanggal tersebut, tetapi pada akhirnya dibatalkan karena kebetulan berhalangan. Lagipula terfikir pasti akses jalan kesana macet karena berbondong-bondong orang dari berbagai tempat menuju kesana juga. Khawatir terjebak macet lama di perjalanan juga dan hanya memiliki waktu sedikit di taman. Dan karena termasuk tipe orang yang menghindari keramaian karena terbayang berjubelnya orang disana pada hari tersebut.
Adakah yang hari itu datang kesana? Gimana kesannya?
Saya pribadi pernah beberapa kali berlibur kesana dan memiliki kesan menarik dengan taman ini. Dengan luas area yang sangat luas serta terdapat beraneka jenis tanaman serta jenis-jenis model dan gaya taman dari berbagai negara membuat saya betah berlama-lama disana. Semuanya tertata rapi dan bersih, sungguh nyaman.
Namun sepertinya ada hal yang kurang mengenakkan ketika sedang berselancar di jejaring sosial hari ini.
Bagaimana tidak, sedang asyik-asyiknya scrolling di Facebook seketika terhenti karena melihat salahsatu postingan yang di share oleh salahsatu pengguna Facebook berisi kondisi terakhir di pelataran Taman Bunga Nusantara setelah diselenggarakannya one day free ticket.


Sampah yang begitu banyak berserakan sisa pengunjung pada tanggal 13 September 2018
Sumber : Akun Facebook Ruri Wardana
Gimana ngga kaget dan greget, tercengang melihat pemandangan yang cukup memprihatinkan karena kondisi pelataran Taman Bunga Nusantara yang penuh dengan sampah yang berserakan disana-sini. Kok bisa ya? Kok bisa padahal yang saya ketahui TBN adalah salahsatu destinasi wisata yang sangat memperhatikan kebersihan dan kenyamanan pengunjung.
Seingat saya di pelataran sudah disediakan banyak tempat sampah agar pengunjung mudah untuk membuang sampah.
Kalau demikian, apa yang salah ya?
Taman Bunga Nusantara setiap harinya selalu ada aja pengunjung yang datang kesana, entah hari libur atau bukan libur. Karena pengunjung yang datang kesana kelihatannya bukan hanya warga lokal melainkan juga berasal dari mancanegara, kebanyakan sih dari Timur Tengah.
Tapi sejauh yang saya ketahui tidak ada sampah yang berserakan, semuanya tetap terlihat bersih bahkan sampai sore hari ketika pengunjung mulai meninggalkan lokasi ini.

Cukup memprihatinkan bukan?
Sumber : Akun Facebook Ruri Wardana
Namun ada yang lain di tanggal 13 September ini, banyak sampah hampir di seluruh tempat berserakan.
Siapa yang membuat "kekacauan" ini?
Ya dapat dipastikan ini adalah oknum pengunjung "gratisan" yang jumlahnya mungkin mencapai ribuan. Saya katakan oknum karena saya yakin tidak semua pengunjung memiliki kebiasaan buruk seperti ini, membuang sampah sembarangan.
Makanya ga heran juga kalau tiba musim penghujan begitu mudahnya saluran air dan sungai tersumbat oleh sampah dan limbah rumah tangga. Ya karena ada kebiasaan yang salah dengan cara membuang sampah oleh oknum masyarakat.
Kalo difikir apa susahnya ya tetap menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan. Ya paling tinggal berjalan beberapa langkah udah ketemu tuh tong sampah.
Tapi mungkin itu jadi hal yang berat bagi personal yang memiliki kebiasaan masa bodoh dengan kebersihan lingkungan.
Mungkin mereka fikir: "Ah nanti juga ada petugas yang membersihkan".
Mindset yang primitif sih menurut saya, karena kebersihan itu kewajiban semua orang. Menjaga kenyamanan suatu tempat dengan selalu menjaganya tetap bersih bukan hanya kewajiban dari pihak pengelola atau pemerintah jika konteknya adalah fasilitas umum. Masyarakat juga memiliki kewajiban yang sama kok.
Sebenarnya tidak perlu ada peraturan yang memiliki sanksi berat semisal denda jika semua masyarakat sadar dengan sikap peduli kebersihan lingkungan. Namun sepertinya memang diperlukan sanksi yang cukup membuat jera pelaku.
Berbicara masalah sikap disiplin dalam menjaga lingkungan, tak salah jika mengambil teladan dari masyarakat di beberapa negara yang dapat membudayakan kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup masyarakatnya.
1. Negeri Sakura, Jepang

Salahsatu pemandangan betapa orang Jepang menjaga kebersihannya
Sumber : https://blog.ciayo.com
O iya, katanya Jepang memiliki 5 (lima) slogan yang untuk masalah kebersihan, yaitu:
a. Seiri berarti membuang sampah atau benda-benda yang tak lagi dibutuhkan. Dengan demikian, benda-benda tersebut tidak menumpuk dan memberikan pemandangan yang tidak mengenakkan atau malah berakhir jadi sampah.
b. Seiton bermakna mengembalikan segala benda yang digunakan sebelumnya ke tempat semula. Hal seperti ini sebenarnya sering dilakukan seolah tanpa disadari karena telah menjadi budaya, seperti merapikan kamar yang sebelumnya berantakan.
c. Seisou maknanya tak hanya diterapkan di sekolah yang harus dijalankan oleh anak-anak, Seisou juga wajib dilakukan oleh mereka yang bekerja. Seisou dilakukan secara bertahap dengan cara membersihkan AC, mengelap kaca, mengibas-ibaskan debu, mengepel lantai, vacuum lantai, membuka rolling door, menyapu halaman, menggunting dahan pohon yang mengganggu, membuang sampah, serta membersihkan wc. Semua pekerja melakukannya sesuati jadwalnya masing-masing tanpa terkecuali.
d. Seiketsu berarti mengontrol ketiga langkah sebelumnya agar dilakukan dengan baik tanpa ada yang tertinggal sedikitpun. Dengan demikian, kebersihan suatu ruangan dapat dijaga secara terus menerus.
e. Shitsuke berarti melakukan dengan benar aturan-aturan yang disediakan. Pekerja akan memberikan arahan kepada anak-anaknya tentang kelima slogan tersebut. Anak-anak juga akan mendapatkan arahan yang sama dari para gurunya di sekolah.
2. Islandia

Salahsatu sudut kota Islandia, rapi ya
Sumber : https://iyakan.com
3. Luxemburg

Ketika Luxemburg dilihat dari atas, tetap kelihatan bersihnya
Sumber : https://iyakan.com
4. Singapura

Salahsatu negara tetangga kita, Singapura
Sumber : https://iyakan.com
Di Singapura, negara tetangga kita wajib dijadikan teladan dalam hal kebersihan lingkungan, katanya nih, meludah di tempat umum saja dapat dikenakan denda sekitar 1000 dollar. Ngeri ya dendanya.
Bukannya mau membandingkan atau menyudutkan negara kita sendiri, tapi apa salahnya apabila kita mengambil teladan dari negara-negara yang penduduknya memiliki peran aktif dalam menjaga lingkungannya sendiri. Kan efek positifnya dirasakan oleh kita sendiri juga. Kalo lingkungannya bersih, jauh dari sumber penyakit dan tentunya kita nyaman.
Secara mikro gerakan-gerakan menerapkan peduli kebersihan dan menjadikannya sebagai kearifan lokal dapat kita mulai dari anak-anak di rumah kita sendiri atau lebih luasnya diterapkan pembiasaan di lingkungan pendidikan formal sejak dini.
Jangan melulu dengan memberi perintah untuk menjaga kebersihan tapi yang lebih penting adalah memberi contoh dan melakukannya bersama-sama.
Kegiatan pembiasaan peduli kebersihan dan kenyamanan lingkungan di lingkungan pendidikan formal
Sumber : Arsip Pribadi
Mengajarkan anak menjaga kebersihan sekolah, tentu tidak hanya dengan cara memberi teori atau ceramah, melainkan melalui pemberian contoh atau teladan, serta harus didukung oleh budaya sekolah yang kondusif serta mendukung gerakan peduli lingkungan.
Penyediaan tong-tong atau tempat sampah yang memadai dan tersebar di seluruh lingkungan sekolah dipadukan dengan kreasi siswa agar terbentuk kesadaran peduli kebersihan lingkungan.
Sumber : Arsip Pribadi

Misalnya, melalui penerapan pembiasaan jadwal piket harian, penyediaan tong-tong atau tempat sampah yang memadai dan tersebar di seluruh lingkungan sekolah, kegiatan jumat bersih, kegiatan menanam pohon atau tumbuhan di lingkungan sekolah, serta kegiatan-kegiatan peduli lingkungan lainnya. Melalui pembiasaan dan kegiatan-kegiatan ini, anak akan dilatih untuk memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan kelas dan sekolahnya.
Pada akhirnya, melakukan gerakan-gerakan kecil seperti ini dapat membentuk mental yang peduli terhadap lingkungannya sendiri. Tidak akan ada lagi kan pemandangan memprihatinkan seperti yang terjadi di Taman Bunga Nusantara.

"World Clean Up Day 2018"
#WorldCleanUpDay2018 #WorldCleanUpDay
Share:

Git Agusti

Git Agusti
Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Ngakunya Blogger | Blogger Cianjur | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Just Writing | Review Everything | Random Writer |

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Ayah Blogger

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"