Curug Citambur, Wisata Air Terjun Terbaik di Jawa Barat

Curug Citambur
Foto : Arsip pribadi

Beberapa hari ini cuaca sudah menunjukan tanda-tanda sekarang sudah memasuki musim penghujan. Ya wajar juga sih karena memang kalau sudah masuk ke bulan Agustus merupakan periode musim hujan, malahan sepertinya terasa tahun ini rada telat datangnya. Orang tetangga-tetangga yang banyaknya petani udah berharap hujan datang dari awal September karena sudah masuk ke musim awal menanam (eh kaya tau aja masalah cuaca, haha).

Bagi sebagian orang yang hobinya atau mungkin travelling adalah pekerjaannya, musim hujan seperti ini menjadi salahsatu hal yang dapat menjadi hambatan dalam jadwal yang sudah tersusun rapi. Bisa-bisa banyak coretan pendingnya tuh jadwal.

Itu untuk traveller sejati, nah kan saya mah sekedar penyuka jalan-jalan kalau ada waktu yang pas dan situasi yang memungkinkan buat mengunjungi destinasi wisata tertentu. Lagian seringnya memang memilih mode one day trip karena kalau bukan masa liburan kan mesti masuk kerja di awal minggunya.
Baca juga : Ga Perlu Mahal Untuk Liburan di Akhir Pekan
Ingat one day trip itu ya jarak dekat jadi pertimbangan terbaik. Beruntungnya karena kebetulan dekat dengan beberapa tempat wisata berbasis alam yang orang-orang yang pernah datang kesini sih eksotis, surga yang tersembunyi, atau apapun itu yang mengesankan bahwa tempat ini memang menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah.

Curug Citambur, yang dalam bahasa Indonesia sendiri Curug berarti air terjun.

Dilihat dari kejauhan, tetap mempesona...
Foto : Arsip pribadi
Curug dengan tipe air terjun plunge ini adalah destinasi wisata alam terdekat yang bisa dikunjungi sesuka hati walaupun mau dua-tiga kali sehari. Lha iya kan dekat sekali dengan tempat tinggal saya saat ini.

Bertempat tinggal di sebuah kampung yang masuk ke daerah yang secara geografis berada di perbukitan dan saya kira-kira sekitar 1400 mdpl, lumayan dingin dan sejuk suhu disini, anyep.

Betah mata kalau melihat lanskap seperti ini
Foto : Arsip pribadi
Curug Citambur cukup tinggi lho, menurut pengukuran terakhir itu sekitar 130 meter tingginya, dan kalau tidak salah memiliki 3 air terjun bertahap. Jadi setelah air terjun utama yang tingginya 130 meter itu ada lagi tuh air terjun setelahnya, dan setelahnya lagi. Eh, bingung ga ? Bikin bingung sih penjelasannya, haha. Kalau masih bingung ya langsung aja datang kesini, biar bisa ngitung sendiri.
Air terjun kedua, indah bukan?
Foto : Arsip pribadi

Lantas apa yang menjadi daya tarik dan keunikan Curug Citambur ?

Salahsatunya karena Curug Citambur adalah air terjun yang cukup tinggi serta memiliki debit air yang besar.
Eh, siapa pagi-pagi dah berjemur disana...
Foto : Arsip pribadi

Ga enak nih kalau ujug-ujug jelasin air terjunnya, mestinya saya kasih tahu aksesibilitasnya terlebih dahulu berhubung memang banyak pembaca sendiri yang datang dari jauh nun di kota-kota besar sana.
Baiklaaah.

Curug Citambur secara geografis berada di wilayah Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Lebih tepatnya lagi berada di Desa Karangjaya, gerbang masuknya aja berhadapan dengan Kantor Desanya sendiri.

Dua jalur bisa digunakan untuk mengakses tempat ini. Kalau dari arah Puncak, turun melalui jalur Cipanas hingga ke Cianjur, ambil jalur menuju Cianjur selatan. Jangan lupa sesampainya di daerah Sukanagara ambillah jalur kiri, karena ke kanan adalah jalur menuju Kadupandak, wrong way!, haha.

Sesampainya di Pagelaran, Mbak Mas Bapak Ibu Ade Kakak Bro Sis boleh tanya tuh ke petugas SPBU dimana persimpangan Sinagar, nanti pasti diminta untuk belok kiri, perlu diketahui jalannya dari sana mulai kecil, tapi cukup untuk 2 badan truk, jadi kalau mobil kecil jangan khawatir pasti mudah kok. Dari Pagelaran ke Curug Citambur masih sekitar kurang lebih 15 km. Saya ingatkan untuk yang membawa kendaraan roda empat agar pengemudinya memiliki keterampilan mengendarai kendaraan di medan curam, karena selain lebar jalannya yang tidak biasa untuk pengemudi perkotaan juga karena beberapa titik masih ada jalanan yang rusak, berlubang disana-sini dan beberapa tanjakan yang lumayan. Be careful ya.

Dari persimpangan Sinagar, setidaknya ada 6 wilayah desa terlewati ketika kita menuju Curug Citambur. Yaitu Desa Kubang, Desa Mekarmulya, Desa Simpang, Desa Kalibaru, Desa Pusakajaya dan terakhir Desa Karangjaya, tempat Curug Citambur berada dan Curug Citambur berada di sebelah kiri. Sesimple itu bukan? Kalau dalam kenyataannya, mesti bersabar karena sejak dari Cianjur sendiri jalanan berkelok akan terus dilewati sampai ke tempat tujuan.

Kalau memiliki waktu yang banyak dan tidak ingin terlalu terburu-buru, menginap di beberapa tempat penginapan dengan harga terjangkau adalah pilihan terbaik. Jangan khawatir, di Sukanagara dan Pagelaran dan kebetulan berdekatan dengan tempat pengisian bahan bakar kendaraan ada beberapa penginapan yang bisa dijadikan peristirahatan.

Lagian, selama perjalanan akan disuguhkan pemandangan yang memanjakan mata dengan hijau dan asrinya perkebunan teh, hutan dan gunung-gunung serta sejuknya udara sekitar. Untuk traveller rasanya tidak akan membuat bosan perjalanan sepanjang dapat menikmatinya.

Itu ringkasan jalur kalau ingin mengunjungi wisata Curug Citambur via Cianjur. Sekarang saya akan berikan sedikit ringkasan kalau ingin mengambil jalur via Bandung.

Dari Bandung, ambillah jalur menuju Soreang, kemudian Ciwidey dan teruskan perjalanan menuju area wisata yang menurut saya terintegrasi sih, karena dalam satu area banyak tempat wisata yang berdekatan. Karena sekarang ini rasanya hanya sedikit orang yang tidak tahu wisata alam dan geologi Kawah Putih, Situ Patenggang (sekarang lebih terkenal dengan Glamping Lakesidenya), Pemandian Air Panas Cimanggu, Walini, Pemandian Air Panas Rengganis, termasuk yang pernah saya ceritakan tentang Wisata Alam Curug Tilu (Baca juga : Menikmati Kesejukan di Curug Tilu, Bandung).
Nah dari Curug Tilu sendiri sekitar 100 meter menyusuri jalan utama sebelum jalur ke arah Glamping Lakeside pada persimpangan silahkan ambil jalur kanan. Dari sana jaraknya masih sekitar 25 km. Jalanannya sudah terbilang bagus dan besar. Tapi yaa ga lebar-lebar juga, standar lah untuk daerah mah. Hanya satu titik yang menurut banyak orang sedikit menguji adrenalin, yaitu tanjakan Lemah Neundeut, kalo pas berangkat itu pasti turunan karena nanjaknya nanti pas pulang, hihi. Tapi ga usah khawatir, akan selalu ada yang bantu disana, mulai dari bantu dorong sampai bantu gantiin sopir sampai ke titik aman, paling ngasih seikhlasnya aja ya. Kalau maksa-maksa minta lebih, dor aja eh fotoin aja terus laporkan ke pihak berwajib, biar kapok.

Daerah yang dilewati ketika mengambil jalur ini adalah perkebunan teh yang lumayan luas sampai ke Desa Cipelah, setelah itu melewati daerah yang banyak penduduknya. Rest area di mesjid menjadi pilihan untuk istirahat, untuk stasiun pengisian bahan bakar terakhir ada di sekitar wilayah Ciwidey, kalau eceran sih, banyak di sepanjang perjalanan.

Nah, dua jalur pilihan sudah saya jelaskan, meskipun penjelasannya ga jelas dan ngawur, haturpunten (mohon maaf) ya.

Giliran saya sedikit mengulas tentang Curug Citambur ya.

Beberapa tahun ini Curug Citambur menjadi salahsatu tujuan wisata banyak orang dari beberapa daerah di Jawa Barat, dan mulai dikenal bahkan sampai mancanegara semisal Jerman karena wisatawan dari sana pernah ada yang berkunjung ke sini.
Dari mulai masuk gerbang, pengunjung akan disambut dengan sebuah danau kecil yang dalam bahasa lokal kami lebih sering menyebutnya rawa. Namanya Rawa Soro = Danau Soro. Ukurannya tidak terlalu besar, dengan sisi lain yang bersentuhan langsung dengan tebing yang penuh semak belukar yang sangat tinggi. Airnya bersih dan banyak ikan di dalamnya, tapi ga kelihatan karena kedalamannya, jadi kalau mau membuktikan banyak ikannya mesti mancing dulu, bisa kok. Hihi.

Selanjutnya anda akan tiba di tempat pembelian tiket masuk, harga sekitar adalah 10k per orang, sudah termasuk asuransi kecelakaan, eitss bukan berarti area wisata ini rawan kecelakaan tapi hanya untuk kenyamanan wisatawan. Harga itu untuk orangnya saja ya.

Setelah itu, sekitar 200 meter dari pos tiket, pengunjung akan menjumpai area parkir kendaraan yang cukup luas untuk sepeda motor dan mobil. Luas kok, tenang aja. Cuma mesti bayar parkir lagi, 2k buat roda dua dan 5k buat roda empat.

Nah, udah masuk ke area parkiran, sayup-sayup terdengar suara air bergemuruh dari dinding tinggi raksasa yang terpampang memanjang ke arah selatan. Pohon-pohon rindang berjejer bertebaran memberikan kesejukan bagi wisatawan sehingga tidak perlu khawatir untuk kepanasan terkena sinar matahari.

Lanskapnya cukup luas, dengan penataan yang cukup bagus sehingga cocok bagi yang suka berswafoto. Akan ada beberapa spot yang instagrammable yang disediakan khusus untuk menjawab kebutuhan generasi muda kekinian yang pasti ga akan mau ketinggalan buat pamerin foto-foto jepretan pribadinya.

Bagi pengunjung yang membawa anak kecil dan suka dengan kelinci, tersedia Taman Kelinci di area dekat parkiran, meskipun areanya tidak sebesar di tempat lain tetapi cukup untuk menghibur anak-anak dari kelelahan perjalanan. Cukup bayar 5k untuk sepuasnya bermain dengan kelinci-kelinci imut dan lucu. Kalau mau bawa pulang kelincinya, sediakan uang sekitar 50-100k untuk membelinya dari pihak pengelola.

Sementara si kecil asyik dengan kelinci lucunya, ada baiknya pengunjung menikmati fasilitas terapi ikan di tempat yang disediakan. Ratusan ikan-ikan kecil asli Indonesia jenis nilem (Osteochilus hasseltii) khusus terapi akan memberikan sensasi unik di sekujur kaki yang anda rendamkan di kolam terapi. Awalnya sih geli hampir ga kuat. Tapi satu menit kemudian akan terbiasa. Cukup untuk membuat relaks kaki yang pegal sepanjang perjalanan. Bayarnya sekitar 10k per orang.

Lalu ada spot foto yang unik buat para pengunjung, yaitu Rumah Terbalik, bisa sepuasnya berfoto disana cukup bayar 5k per orang.
Jangan lupa buat foto-foto disini...
Foto : Arsip pribadi
Ada juga kolam sebagai wahana air yang dilengkapi dengan sepeda air berbentuk bebek sehingga pengunjung bisa bergowes ria, membayar 20k untuk 2 orang per 30 menit.
Anak-anak mah betah atuh kalau udah nemu wahana mengasyikan
Foto : Arsip pribadi

Dan ada wahana terbaru nih yang membuat Curug Citambur semakin hits dan cocok buat anak kekinian. Sepeda gantung menjadi salah satu wahana favorit terbaru disini. Sky bike adalah wahana sepeda yang meluncur di seutas kawat baja. Kalau sering melihat sirkus yang bersepeda di seutas tali kira-kira seperti itu wahana. Namun sky bike di sini setiap pengunjung mendapatkan keamanan yang lebih. Pengunjung akhirnya akan terasa nyaman meluncur meski sebelumnya akan merasa takut. Untuk menikmati wahana itu, pengunjung harus membayar tiket terusan seharga 20k.

Berkunjung suatu tempat wisata tidak mungkin melewatkan sesi foto-foto, dari parkiran, kita bisa berjalan kaki melewati tangga-tangga batu menuju beberapa spot foto terbaik berlatar belakang air terjun, ya iyalah kan ini spot utamanya.
Sejuk... Ala-ala candid boleh lah...
Foto : Arsip pribadi

Semakin dekat dengan titik air terjun semakin deras pula jatuhan embun menyerupai hujan dari air terjun. Bisa basah kuyup kalau debit air sedang besar-besarnya. Disarankan membawa pakaian ganti agar nanti pas pulang tidak masuk angin karena kedinginan gara-gara baju basah. Atau bisa pula memakai mantel hujan selama berada di area sekitar air terjun, up to you, please.

Bang, kok ga ajak-ajak, ndiri bae... :-D
Foto : Arsip pribadi

Berlanjut ke arah selatan, masih ada beberapa titik instagrammable dengan berbagai gaya. Pokoknya pengunjung bisa puas-puasin foto-foto apalagi bagi yang hobi fotografi atau sekadar selfie.
Ga tau gimana bawanya nih dari parkiran... Yang penting, unik
Foto : Arsip pribadi

Itulah sedikit ulasan tentang wana wisata Curug Citambur, destinasi wisata air terjun yang menyajikan beragam keunikan dan memberikan kesan menarik bagi setiap pengunjung yang pernah mengunjunginya. 

Tuuuuh, masih banyak spot instagrammable, belakang saya air terjunnya ya
Foto : Arsip pribadi

Ada yang penasaran dan ingin kesini? 
Untuk catatan, jika ingin mendatanginya pada musim penghujan, diusahakan untuk datang sebelum tengah hari, kalo bisa pagi hari saja karena kalau sudah lepas siang hujan suka turun tiba-tiba dan deras sering sampai malam hari. Nanti ga bisa kemana-mana untuk menjelajah wahana. Ancur deh tuh planning cekrak-cekrek. Kalau sedang musim kemarau, everything is alright, kecuali memang debit airnya yang kecil dan kurang puas bagi sebagian orang (katanya) karena tidak jarang orang ingin melihat Curug Citambur dalam kondisi yang sedang besar-besarnya.

Wait!
Nambahin dikit.

Di awal kan nyinggungnya one day trip ya? Tapi pasti kalau yang jauh-jauh ga bisa one day trip dong? Gimana nih yang nulis ngawur kan? Haha.

Ya udah, kalau gitu ganti istilahnya jadi One Week Trip, karena Semalam Di Cianjur udah ga zaman, yang kekinian di Cianjur itu Seminggu Di Cianjur, biar bisa explor banyak destinasi wisata menarik di negeri sejuta cerita ini.

Mau nanjak (baca : mendaki gunung) ? Ada tuh TNGP
Mau pantai ? Ada, banyak. Jayanti, Sereg, Apra, dll
Mau air terjun ? Ada, banyaaak. Curug Citambur, Curug Ngebul, dll
Mau wisata religi ? Inshaallah ada Mesjid Agung Cianjur, Makam Dalem Cikundul, etc
Mau belajar sejarah/arkeolog ? Ada tuh Situs Megalith Gunung Padang, older than Piramid di Egypt lho
Mau wisata kuliner ? Apalagiii, banyak. Tauco, Manisan, Bubur Sampurna, pokonya banyak. haha.
Hayu Ameng ka Cianjur
Mari bermain ke Cianjur
Semalam Seminggu di Cianjur 
Share:

Git Agusti

Git Agusti
Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Ngakunya Blogger | Blogger Cianjur | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Just Writing | Review Everything | Random Writer |

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Ayah Blogger

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"