Curug Citambur, Wisata Air Terjun Terbaik di Jawa Barat

Curug Citambur
Foto : Arsip pribadi

Beberapa hari ini cuaca sudah menunjukan tanda-tanda sekarang sudah memasuki musim penghujan. Ya wajar juga sih karena memang kalau sudah masuk ke bulan Agustus merupakan periode musim hujan, malahan sepertinya terasa tahun ini rada telat datangnya. Orang tetangga-tetangga yang banyaknya petani udah berharap hujan datang dari awal September karena sudah masuk ke musim awal menanam (eh kaya tau aja masalah cuaca, haha).

Bagi sebagian orang yang hobinya atau mungkin travelling adalah pekerjaannya, musim hujan seperti ini menjadi salahsatu hal yang dapat menjadi hambatan dalam jadwal yang sudah tersusun rapi. Bisa-bisa banyak coretan pendingnya tuh jadwal.

Itu untuk traveller sejati, nah kan saya mah sekedar penyuka jalan-jalan kalau ada waktu yang pas dan situasi yang memungkinkan buat mengunjungi destinasi wisata tertentu. Lagian seringnya memang memilih mode one day trip karena kalau bukan masa liburan kan mesti masuk kerja di awal minggunya.
Baca juga : Ga Perlu Mahal Untuk Liburan di Akhir Pekan
Ingat one day trip itu ya jarak dekat jadi pertimbangan terbaik. Beruntungnya karena kebetulan dekat dengan beberapa tempat wisata berbasis alam yang orang-orang yang pernah datang kesini sih eksotis, surga yang tersembunyi, atau apapun itu yang mengesankan bahwa tempat ini memang menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah.

Curug Citambur, yang dalam bahasa Indonesia sendiri Curug berarti air terjun.

Dilihat dari kejauhan, tetap mempesona...
Foto : Arsip pribadi
Curug dengan tipe air terjun plunge ini adalah destinasi wisata alam terdekat yang bisa dikunjungi sesuka hati walaupun mau dua-tiga kali sehari. Lha iya kan dekat sekali dengan tempat tinggal saya saat ini.

Bertempat tinggal di sebuah kampung yang masuk ke daerah yang secara geografis berada di perbukitan dan saya kira-kira sekitar 1400 mdpl, lumayan dingin dan sejuk suhu disini, anyep.

Betah mata kalau melihat lanskap seperti ini
Foto : Arsip pribadi
Curug Citambur cukup tinggi lho, menurut pengukuran terakhir itu sekitar 130 meter tingginya, dan kalau tidak salah memiliki 3 air terjun bertahap. Jadi setelah air terjun utama yang tingginya 130 meter itu ada lagi tuh air terjun setelahnya, dan setelahnya lagi. Eh, bingung ga ? Bikin bingung sih penjelasannya, haha. Kalau masih bingung ya langsung aja datang kesini, biar bisa ngitung sendiri.
Air terjun kedua, indah bukan?
Foto : Arsip pribadi

Lantas apa yang menjadi daya tarik dan keunikan Curug Citambur ?

Salahsatunya karena Curug Citambur adalah air terjun yang cukup tinggi serta memiliki debit air yang besar.
Eh, siapa pagi-pagi dah berjemur disana...
Foto : Arsip pribadi

Ga enak nih kalau ujug-ujug jelasin air terjunnya, mestinya saya kasih tahu aksesibilitasnya terlebih dahulu berhubung memang banyak pembaca sendiri yang datang dari jauh nun di kota-kota besar sana.
Baiklaaah.

Curug Citambur secara geografis berada di wilayah Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Lebih tepatnya lagi berada di Desa Karangjaya, gerbang masuknya aja berhadapan dengan Kantor Desanya sendiri.

Dua jalur bisa digunakan untuk mengakses tempat ini. Kalau dari arah Puncak, turun melalui jalur Cipanas hingga ke Cianjur, ambil jalur menuju Cianjur selatan. Jangan lupa sesampainya di daerah Sukanagara ambillah jalur kiri, karena ke kanan adalah jalur menuju Kadupandak, wrong way!, haha.

Sesampainya di Pagelaran, Mbak Mas Bapak Ibu Ade Kakak Bro Sis boleh tanya tuh ke petugas SPBU dimana persimpangan Sinagar, nanti pasti diminta untuk belok kiri, perlu diketahui jalannya dari sana mulai kecil, tapi cukup untuk 2 badan truk, jadi kalau mobil kecil jangan khawatir pasti mudah kok. Dari Pagelaran ke Curug Citambur masih sekitar kurang lebih 15 km. Saya ingatkan untuk yang membawa kendaraan roda empat agar pengemudinya memiliki keterampilan mengendarai kendaraan di medan curam, karena selain lebar jalannya yang tidak biasa untuk pengemudi perkotaan juga karena beberapa titik masih ada jalanan yang rusak, berlubang disana-sini dan beberapa tanjakan yang lumayan. Be careful ya.

Dari persimpangan Sinagar, setidaknya ada 6 wilayah desa terlewati ketika kita menuju Curug Citambur. Yaitu Desa Kubang, Desa Mekarmulya, Desa Simpang, Desa Kalibaru, Desa Pusakajaya dan terakhir Desa Karangjaya, tempat Curug Citambur berada dan Curug Citambur berada di sebelah kiri. Sesimple itu bukan? Kalau dalam kenyataannya, mesti bersabar karena sejak dari Cianjur sendiri jalanan berkelok akan terus dilewati sampai ke tempat tujuan.

Kalau memiliki waktu yang banyak dan tidak ingin terlalu terburu-buru, menginap di beberapa tempat penginapan dengan harga terjangkau adalah pilihan terbaik. Jangan khawatir, di Sukanagara dan Pagelaran dan kebetulan berdekatan dengan tempat pengisian bahan bakar kendaraan ada beberapa penginapan yang bisa dijadikan peristirahatan.

Lagian, selama perjalanan akan disuguhkan pemandangan yang memanjakan mata dengan hijau dan asrinya perkebunan teh, hutan dan gunung-gunung serta sejuknya udara sekitar. Untuk traveller rasanya tidak akan membuat bosan perjalanan sepanjang dapat menikmatinya.

Itu ringkasan jalur kalau ingin mengunjungi wisata Curug Citambur via Cianjur. Sekarang saya akan berikan sedikit ringkasan kalau ingin mengambil jalur via Bandung.

Dari Bandung, ambillah jalur menuju Soreang, kemudian Ciwidey dan teruskan perjalanan menuju area wisata yang menurut saya terintegrasi sih, karena dalam satu area banyak tempat wisata yang berdekatan. Karena sekarang ini rasanya hanya sedikit orang yang tidak tahu wisata alam dan geologi Kawah Putih, Situ Patenggang (sekarang lebih terkenal dengan Glamping Lakesidenya), Pemandian Air Panas Cimanggu, Walini, Pemandian Air Panas Rengganis, termasuk yang pernah saya ceritakan tentang Wisata Alam Curug Tilu (Baca juga : Menikmati Kesejukan di Curug Tilu, Bandung).
Nah dari Curug Tilu sendiri sekitar 100 meter menyusuri jalan utama sebelum jalur ke arah Glamping Lakeside pada persimpangan silahkan ambil jalur kanan. Dari sana jaraknya masih sekitar 25 km. Jalanannya sudah terbilang bagus dan besar. Tapi yaa ga lebar-lebar juga, standar lah untuk daerah mah. Hanya satu titik yang menurut banyak orang sedikit menguji adrenalin, yaitu tanjakan Lemah Neundeut, kalo pas berangkat itu pasti turunan karena nanjaknya nanti pas pulang, hihi. Tapi ga usah khawatir, akan selalu ada yang bantu disana, mulai dari bantu dorong sampai bantu gantiin sopir sampai ke titik aman, paling ngasih seikhlasnya aja ya. Kalau maksa-maksa minta lebih, dor aja eh fotoin aja terus laporkan ke pihak berwajib, biar kapok.

Daerah yang dilewati ketika mengambil jalur ini adalah perkebunan teh yang lumayan luas sampai ke Desa Cipelah, setelah itu melewati daerah yang banyak penduduknya. Rest area di mesjid menjadi pilihan untuk istirahat, untuk stasiun pengisian bahan bakar terakhir ada di sekitar wilayah Ciwidey, kalau eceran sih, banyak di sepanjang perjalanan.

Nah, dua jalur pilihan sudah saya jelaskan, meskipun penjelasannya ga jelas dan ngawur, haturpunten (mohon maaf) ya.

Giliran saya sedikit mengulas tentang Curug Citambur ya.

Beberapa tahun ini Curug Citambur menjadi salahsatu tujuan wisata banyak orang dari beberapa daerah di Jawa Barat, dan mulai dikenal bahkan sampai mancanegara semisal Jerman karena wisatawan dari sana pernah ada yang berkunjung ke sini.
Dari mulai masuk gerbang, pengunjung akan disambut dengan sebuah danau kecil yang dalam bahasa lokal kami lebih sering menyebutnya rawa. Namanya Rawa Soro = Danau Soro. Ukurannya tidak terlalu besar, dengan sisi lain yang bersentuhan langsung dengan tebing yang penuh semak belukar yang sangat tinggi. Airnya bersih dan banyak ikan di dalamnya, tapi ga kelihatan karena kedalamannya, jadi kalau mau membuktikan banyak ikannya mesti mancing dulu, bisa kok. Hihi.

Selanjutnya anda akan tiba di tempat pembelian tiket masuk, harga sekitar adalah 10k per orang, sudah termasuk asuransi kecelakaan, eitss bukan berarti area wisata ini rawan kecelakaan tapi hanya untuk kenyamanan wisatawan. Harga itu untuk orangnya saja ya.

Setelah itu, sekitar 200 meter dari pos tiket, pengunjung akan menjumpai area parkir kendaraan yang cukup luas untuk sepeda motor dan mobil. Luas kok, tenang aja. Cuma mesti bayar parkir lagi, 2k buat roda dua dan 5k buat roda empat.

Nah, udah masuk ke area parkiran, sayup-sayup terdengar suara air bergemuruh dari dinding tinggi raksasa yang terpampang memanjang ke arah selatan. Pohon-pohon rindang berjejer bertebaran memberikan kesejukan bagi wisatawan sehingga tidak perlu khawatir untuk kepanasan terkena sinar matahari.

Lanskapnya cukup luas, dengan penataan yang cukup bagus sehingga cocok bagi yang suka berswafoto. Akan ada beberapa spot yang instagrammable yang disediakan khusus untuk menjawab kebutuhan generasi muda kekinian yang pasti ga akan mau ketinggalan buat pamerin foto-foto jepretan pribadinya.

Bagi pengunjung yang membawa anak kecil dan suka dengan kelinci, tersedia Taman Kelinci di area dekat parkiran, meskipun areanya tidak sebesar di tempat lain tetapi cukup untuk menghibur anak-anak dari kelelahan perjalanan. Cukup bayar 5k untuk sepuasnya bermain dengan kelinci-kelinci imut dan lucu. Kalau mau bawa pulang kelincinya, sediakan uang sekitar 50-100k untuk membelinya dari pihak pengelola.

Sementara si kecil asyik dengan kelinci lucunya, ada baiknya pengunjung menikmati fasilitas terapi ikan di tempat yang disediakan. Ratusan ikan-ikan kecil asli Indonesia jenis nilem (Osteochilus hasseltii) khusus terapi akan memberikan sensasi unik di sekujur kaki yang anda rendamkan di kolam terapi. Awalnya sih geli hampir ga kuat. Tapi satu menit kemudian akan terbiasa. Cukup untuk membuat relaks kaki yang pegal sepanjang perjalanan. Bayarnya sekitar 10k per orang.

Lalu ada spot foto yang unik buat para pengunjung, yaitu Rumah Terbalik, bisa sepuasnya berfoto disana cukup bayar 5k per orang.
Jangan lupa buat foto-foto disini...
Foto : Arsip pribadi
Ada juga kolam sebagai wahana air yang dilengkapi dengan sepeda air berbentuk bebek sehingga pengunjung bisa bergowes ria, membayar 20k untuk 2 orang per 30 menit.
Anak-anak mah betah atuh kalau udah nemu wahana mengasyikan
Foto : Arsip pribadi

Dan ada wahana terbaru nih yang membuat Curug Citambur semakin hits dan cocok buat anak kekinian. Sepeda gantung menjadi salah satu wahana favorit terbaru disini. Sky bike adalah wahana sepeda yang meluncur di seutas kawat baja. Kalau sering melihat sirkus yang bersepeda di seutas tali kira-kira seperti itu wahana. Namun sky bike di sini setiap pengunjung mendapatkan keamanan yang lebih. Pengunjung akhirnya akan terasa nyaman meluncur meski sebelumnya akan merasa takut. Untuk menikmati wahana itu, pengunjung harus membayar tiket terusan seharga 20k.

Berkunjung suatu tempat wisata tidak mungkin melewatkan sesi foto-foto, dari parkiran, kita bisa berjalan kaki melewati tangga-tangga batu menuju beberapa spot foto terbaik berlatar belakang air terjun, ya iyalah kan ini spot utamanya.
Sejuk... Ala-ala candid boleh lah...
Foto : Arsip pribadi

Semakin dekat dengan titik air terjun semakin deras pula jatuhan embun menyerupai hujan dari air terjun. Bisa basah kuyup kalau debit air sedang besar-besarnya. Disarankan membawa pakaian ganti agar nanti pas pulang tidak masuk angin karena kedinginan gara-gara baju basah. Atau bisa pula memakai mantel hujan selama berada di area sekitar air terjun, up to you, please.

Bang, kok ga ajak-ajak, ndiri bae... :-D
Foto : Arsip pribadi

Berlanjut ke arah selatan, masih ada beberapa titik instagrammable dengan berbagai gaya. Pokoknya pengunjung bisa puas-puasin foto-foto apalagi bagi yang hobi fotografi atau sekadar selfie.
Ga tau gimana bawanya nih dari parkiran... Yang penting, unik
Foto : Arsip pribadi

Itulah sedikit ulasan tentang wana wisata Curug Citambur, destinasi wisata air terjun yang menyajikan beragam keunikan dan memberikan kesan menarik bagi setiap pengunjung yang pernah mengunjunginya. 

Tuuuuh, masih banyak spot instagrammable, belakang saya air terjunnya ya
Foto : Arsip pribadi

Ada yang penasaran dan ingin kesini? 
Untuk catatan, jika ingin mendatanginya pada musim penghujan, diusahakan untuk datang sebelum tengah hari, kalo bisa pagi hari saja karena kalau sudah lepas siang hujan suka turun tiba-tiba dan deras sering sampai malam hari. Nanti ga bisa kemana-mana untuk menjelajah wahana. Ancur deh tuh planning cekrak-cekrek. Kalau sedang musim kemarau, everything is alright, kecuali memang debit airnya yang kecil dan kurang puas bagi sebagian orang (katanya) karena tidak jarang orang ingin melihat Curug Citambur dalam kondisi yang sedang besar-besarnya.

Wait!
Nambahin dikit.

Di awal kan nyinggungnya one day trip ya? Tapi pasti kalau yang jauh-jauh ga bisa one day trip dong? Gimana nih yang nulis ngawur kan? Haha.

Ya udah, kalau gitu ganti istilahnya jadi One Week Trip, karena Semalam Di Cianjur udah ga zaman, yang kekinian di Cianjur itu Seminggu Di Cianjur, biar bisa explor banyak destinasi wisata menarik di negeri sejuta cerita ini.

Mau nanjak (baca : mendaki gunung) ? Ada tuh TNGP
Mau pantai ? Ada, banyak. Jayanti, Sereg, Apra, dll
Mau air terjun ? Ada, banyaaak. Curug Citambur, Curug Ngebul, dll
Mau wisata religi ? Inshaallah ada Mesjid Agung Cianjur, Makam Dalem Cikundul, etc
Mau belajar sejarah/arkeolog ? Ada tuh Situs Megalith Gunung Padang, older than Piramid di Egypt lho
Mau wisata kuliner ? Apalagiii, banyak. Tauco, Manisan, Bubur Sampurna, pokonya banyak. haha.
Hayu Ameng ka Cianjur
Mari bermain ke Cianjur
Semalam Seminggu di Cianjur 
Share:

Sensasi Nikmat dari Pahitnya Kopi

Sensasi Nikmat dari Pahitnya Kopi
Sensasi Nikmat dari Pahitnya Kopi
Sumber : Arsip Pribadi
Selamat pagi...
Semangat kan hari ini?
Harus dong ya, :-)

Suka ngopi? Pasti yang suka tak akan melewatkan pagi harinya dengan secangkir kopi panas yang harumnya membuat segar penikmatnya.

Kopi murni tanpa gula ?
Kopi dengan gula
Kopi dengan susu
Kopi dengan coklat
atau
Kopi pake gula pake susu taburin coklat? Bebaasss :-D
www.gitagusti.com
Kopi memiliki kenikmatan yang luar biasa bagi para pecintanya
Sumber : Arsip Pribadi

Semua mempunyai selera masing-masing, bahkan bagi penikmat berat kopi bukan tidak mungkin di dapurnya memiliki stok khusus bubuk kopi berbagai varian sebagai kebutuhan, mulai Arabika, Robusta, dan beragam varian lainnya.

Para penggemar kopi yang benar-benar penggemar, saya bisa bilang expert sih di bidang ini karena kalangan ini begitu sensitif dan peka akan citarasa kopi dan bahkan sudah mampu membedakan varian kopi hanya dari aromanya saja. Berbeda dengan penikmat kopi sembarang yang hanya menikmati kopi alakadarnya, yang penting kopi aja, haha. Dan sepertinya saya masuk ke golongan penikmat sembarang kopi karena menggemari kopi seperti orang kebanyakan.

Konon katanya kata "kopi" sendiri awalnya berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan.

Kenapa demikian?

Katanya sih karena pada awalnya kopi digunakan sebagai sumber bahan makanan berenergi tinggi. Yang kemudian kata qahwah sendiri kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. 

Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata "kopi" yang dikenal hingga saat ini.

Perkembangan kopi yang pada awalnya hanya dinikmati mayoritas oleh kalangan pria bergeser menjadi banyak dikonsumsi oleh semua kalangan dengan tidak memandang gender. Wanita pun saat ini memiliki tingkat konsumsi kopi yang tinggi.
Saat ini tanaman kopi ditanam di hampir seluruh daerah di Indonesia
Sumber : Arsip Pribadi
Penyebaran kopi pun sudah mulai merambah ke seluruh penjuru dunia. Bahkan di Eropa sendiri biji kopi Indonesia juga ada dan sangat digemari oleh para pecinta kopi.

Kopi menjadi komoditas tinggi bagi banyak negara karena tingkat konsumsi masyarakat dunia terhadap kopi yang menjadi sangat tinggi. Bayangkan saja, menurut data terakhir yang dikeluarkan oleh  International Coffee Organization (ICO) pada tahun 2017 setidaknya ada 10 negara dengan tingkat konsumsi kopi tertinggi, diantaranya:

1. Finlandia, 12 kg per kapita per tahun
2. Norwegia, 9,9 kg per kapita per tahun
3. Islandia, 9 kg per kapita per tahun
4. Denmark, 8,7 kg per kapita per tahun
5. Belanda, 8,4 kg per kapita per tahun
6. Swedia, 8,4 kg per kapita per tahun
7. Swiss, 8,2 kgper kapita per tahun
8. Belgia, 6,8 kg per kapita per tahun
9. Luxembourg, 6,5 kg per kapita per tahun
10. Kanada, 6,5 kg per kapita per tahun

Warga Finlandia sendiri setidaknya menghabiskan 12 kg biji kopi per orang per tahunnya.
D u a b e l a s k i l o g r a m p e r t a h u n lho!

Ukuran konsumsi yang fantastis sih menurut saya.
Beragam varian kopi memiliki citarasa berbeda, bahkan dengan jenis yang sama tapi berbeda daerah tempat penanaman
Sumber : Arsip Pribadi
Indonesia sendiri menjadi masuk dalam jajaran 5 (lima) besar negara penyuplai kopi terbesar di dunia. Ini dia urutannya berdasarkan data yang dirilis oleh International Coffee Organization (ICO):
1. Brasil
2. Vietnam
3. Kolombia
4. Indonesia 
5. Etiopia
Brazil masih menjadi negara eksportir kopi terbesar pertama di dunia yang konon sejak 150 tahun yang lalu. Ga aneh sih karena negara ini menyuplai sekitar 80 persen kopi yang ada di dunia.

Saat ini kopi tidak hanya bisa dinikmati di rumah atau di warung kopi pinggir jalan saja. Dengan berkembangnya tingkat konsumsi dan budaya ngopi di masyarakat dewasa ini begitu banyak tempat yang dapat dijadikan tempat nongkrong sambil ngopi bersama teman-teman atau pun sendiri. Mulai dari warung-warung pinggir jalan, kedai hingga cafe-cafe dengan beragam kelas yang bisa disesuaikan dengan kantong dan selera masing-masing.
Bahkan ada kopi setelah sarapan pagi... :-D
Bersama teman-teman Blogger Cianjur, tapi saya ga ada karena berada di belakang kamera :-( :-D
Sumber : Arsip Pribadi

Lagian, ngopi saat ini bukan hanya sekedar ngopi, selebihnya kopi dapat menjadi media komunikasi juga, rasanya lebih enak kalau ngobrol sambil ngopi, tapi saya ga tambah asa rokok kok, karena kebetulan saya bukan perokok aktif dan hanya jadi korban jadi perokok pasif ( kasian ya :-( ).
Ngopi itu...
Ngobrol penuh inspirasi.
Ngopi itu...
Ngobrol penuh informasi.
Dan Ngopi itu...
Kenikmatan yang datang dari silaturahmi sambil menikmati semerbak aroma seduhan kopi.

Jadinya, ngopi sepertinya sudah menjadi bagian tradisi bagi sebagian orang, kebiasaan sebagai sarana komunikasi. Kopi bukan hanya soal ekonomi, tetapi sosial, politik dan kebudayaan. Ngopi bukan hanya sekadar menikmati sensasi nikmat dari pahitnya kopi itu sendiri, tetapi ngopi juga dapat mendekatkan banyak orang, dengan alasan yang sama, dengan satu tawaran, dengan satu ajakan :  
"Yuk Ngopi...."
Share:

World Clean Up Day 2018 | Peduli Kebersihan Yuk !

www.gitagusti.com
Peduli Kebersihan Yuk!
Kamis, 13 September 2018, Taman Bunga Nusantara yang beralamat di Jl. Mariwati No.KM 7, Kawungluwuk, Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini menggratiskan tiket masuk mulai jam 09.00 sampai dengan jam 17.00 WIB seperti tahun-tahun sebelumnya.
Share:

Basa-Basi ? Jangan Bikin Risi Ya

Setiap orang dalam kesehariannya dipastikan akan bertemu dengan oranglain. Entah itu rekan di tempat kerja, saudara ataupun orang yang baru bertemu dan kebetulan memiliki sedikit waktu untuk bertegur sapa.
Namun bagi beberapa orang bertegur sapa dengan orang yang belum atau tidak akrab menjadi dilema. 
Eh kok dilema ya?
Ya dilema karena seandainya tidak menegur akan terkesan sombong atau apalah, kalau menegur atau sekedar berbasa-basi nanti dikira SKSD. Nah ada istilah jadulnya keluar, hihi. Maklum bukan abegeh zaman now.
Berbasa-basi ga apa-apa asalkan memiliki batasan pertanyaan yang goalnya adalah untuk mencairkan suasana canggung.
Yang harus dihindari adalah ketika kita melontarkan pertanyaan basa-basi, ga taunya malah membuat lawan bicara menjadi risi dengan pertanyaan itu sendiri. Nah kan kebayang efeknya gimana? Baru aja ketemu udah menyebalkan, gawat!
Okeee... dari beberapa pengalaman berinteraksi dalam keseharian dengan banyak orang ada beberapa pertanyaan yang sangat dibenci dan dibenci seseorang.
Dibenci karena dapat menyakiti hati dan menyinggung perasaaan, ga masalah itu laki-laki atau perempuan, sama-sama punya hati dan perasaan, macam lagunya siapa itu... hmm.
Yuk scrollllll....
1. Kapan nikah ?
Naaaah, pertanyaan ini berada di level pertama pertanyaan yang masuk katagori basa-basi yang tidak disukai banyak orang. Ya tau sendirilah kalau jodo, pati, bagja, cilaka itu Tuhan yang ngatur. Datangnya ga tau kapan dan dengan cara bagaimana.
Nah lantas kamu menanyakan itu ke seseorang yang jarang bertemu atau baru dikenal? Cari mati lah itu namanya, haha. (maksudnya mati silaturahmi sih)
Sekuat apapun dorongan untuk melontarkan pertanyaan itu, DON'T SAY IT!
Karena yang berhak menanyakan hal seperti itu hanya beberapa orang saja, misalnya orangtuanya sendiri. 
O iya, dulu pernah menjawab pertanyaan itu ke seseorang dengan pertanyaan : 
"Kapan mati?"
Dan si penanya nyolot karena ditanya hal itu.
"Kenapa nanya kapan mati?"
"Ya karena jodoh itu kaya kematian, ga tau kapan datangnya, haha"

2. Kapan punya anak ?
Di level 2, ada pertanyaan menyebalkan yang sering orang kepo gajelas tanyakan ke seseorang atau pasangan yang baru menikah ataupun sudah lama menikah. Setiap orang memiliki perencanaan masing-masing dengan keinginan untuk memiliki anak. Ada yang langsung ingin momong bayi, ada pula yang menahannya karena suatu hal semisal alasan studi atau pekerjaan, atau yang terakhir karena belum waktunya memiliki meski sudah berniat, yaaa kan itu mah takdir, Tuhan yang ngatur.
Jadi, DON'T SAY IT!

3. Berapa gajimu ?
Nah ini apalagi, udah kaya emaknya aja kalau ada yang menanyakan kepada seseorang tentang gajinya. Ga jarang ada seseorang yang baru dikenal tapi sudah dengan beraninya berbicara menyinggung masalah jumlah gaji di pekerjaan. Memang ga haram juga tapi itu adalah hal yang sangat sensitif. Bisa saja seseorang memilih pekerjaan yang tidak berdasarkan gaji. Entah besar atau kecil tapi pekerjaan membuatnya merasa puas. Misalnya kalau dia adalah pekerja sosial maka akan terasa absurd ketika yang dibicarakan adalah gaji, atau mungkin ada seseorang yang merasa tidak perlu membahas jumlah penghasilan karena tidak mau pamer dengan penghasilannya itu sendiri. Atau mungkin saja dia baru saja di PHK dari tempatnya bekerja, ditengah stres yang sedang berusaha diatasi eh ada si geje bertanya ga peka dan ga pake saringan. Nambah stres aja tuh. Jadi berfikir lagi sebelum menanyakan hal yang berhubungan dengan gaji seseorang. Lagian kita bukan PPATK, yang menanyakan berapa jumlah gaji dan kekayaan seseorang waktu dia daftar jadi pejabat negara, uhuy!.

4. Kapan wisuda ?
Terkadang kita menemukan beberapa orang memiliki perjalanan menuntut ilmu di jenjang perguruan tinggi dengan masa yang dapat dikatakan berbeda dengan kebanyakan mahasiswa.  Entah dia lulus dengan mudah atau sebaliknya, agak sulit dan lebih lama. Akan menjadi hal yang cukup sensitif ketika tiba-tiba ada pertanyaan "kapan wisuda?" kepada seseorang yang memiliki masalah dalam masa memperjuangkan wisudanya. Misalnya ada yang kuliah sampai 6 atau 7 tahun karena masalah finansial dan kita tahu sendiri masalah finansial itu sering membuat seseorang tertekan. Nah dalam keadaan tertekan kemudian ada pertanyaan "Kapan Wisuda?" muncul tiba-tiba dari situasi basa-basi?
Kecuali kalau kita menanyakan itu untuk kemudian membantu kesulitan yang tengah dihadapinya dengan memberikan bantuan dan motivasi agar dia tetap bersemangat. Ya kalau kita bertanya hanya untuk menunjukan jawaban "Oh" ketika seseorang menjawab tentang wisudanya, lebih baik ga usah bertanya. GA USAH.

5. Kok sendiri? Mana pasangannya?
Ada yang tahu dimanakah pertanyaan ini sering muncul ?
Yaaaa betullll....
Di kondangan, iya!
Di reunian, iya!
Yang paling lucu sih ketika yang menanyakan ini juga datang sendiri tanpa didampingi seseorang, semisal asisten penagih utangnya, haha.
Pertanyaan ini ada yang benar-benar bertanya karena ingin menanyakan itu atau bisa juga modus bagi seorang lawan jenis untuk mendapatkan respon dari yang ditanya. Ya dia berfikir mungkin dengan bertanya seperti itu ingin memastikan apakah yang ditanya sudah memiliki pasangan atau belum. Kalau belum dia punya kesempatan (ini maksudku modus) untuk pedekate. Nah modus kan?
Pertanyaan ini ga perlu-perlu amat kok. Karena banyak orang memilih untuk datang sendiri ke acara tertentu karena berbagai alasan. Misalnya karena ingin memiliki privasi dalam hal status pribadinya. Jangan berfikir seseorang yang memiliki pasangan harus selalu berangkat kesana kemari dengan pasangannya kaya prangko sama amplop, nempeeeeeel terooos. Jangan berfikir seseorang yang memiliki pasangan harus selalu pamer pasangannya, karena pasangan hidup bukan untuk dipamerkan. Emangnya eloooh yang pamerin pasangan kaya pamerin mainan baru.
Selain itu menghindari menanyakan hal semacam ini juga dalam rangka untuk menghormati seseorang yang memilih single untuk kehidupannya. Entah single karena divorce atau single karena sedang menunggu waktu dan calon pasangan hidup yang tepat kemudian tanpa berpacaran langsung menikah. Emang ada tipe seperti itu? Jawabannya ada.

6. Sudah hamil?
Hampir sama dengan poin 2 diatas, pertanyaan ini wajib dihindari ketika memulai obrolan dengan seseorang. Apalagi pertanyaan ini fokusnya ke perempuan, kan laki-lagi ga mungkin hamil juga.
Beberapa wanita yang sudah berumahtangga memiliki kesulitan dalam memiliki anak dan banyak orang tidak peduli dengan itu. Siapa pula orang yang sudah berumahtangga yang tidak memiliki anak? Memberikan kebahagiaan untuk suami dan keluarga kedua belah pihak. Hanya saja itu tadi, bagi beberapa calon orangtua ada diantaranya yang belum dipercayakan untuk memiliki keturunan padahal sangat mengidamkannya.
Pertanyaan ini akan sangat menyinggung apalagi jika keadaan orang sedang tidak mau mendengar orang menanyakan hal-hal ke arah sana. Daripada merusak suasana, lebih baik tidak mengucapkan pertanyaan seperti ini.

7. Kenapa ga merokok?
Ini dia pertanyaan terakhir yang sering saya temui sendiri ketika sedang dalam situasi berkumpul atau bertemu seseorang. Mayoritas perokok akan mencabut sebungkus rokok kemudian mengambil dan menyulutnya, kemudian menghirupnya tanpa menghiraukan keadaan sekitar. Entah itu di tempat-tempat umum semacam stasiun, terminal, bis atau kadang ruangan tertentu yang bahkan ada anak-anak disana, cukup menyebalkan bukan?
Ketika sedang berbicara tidak jarang mereka menawarkan rokok kepada kita dan saya selalu menolaknya dengan baik-baik.
Tapi apa yang terjadi? Terkadang banyak yang langsung bertanya "Kenapa tidak merokok?"
Selanjutnya akan membawa kata-kata "ga ngerokok ga jantan, ga gaul" dan lain-lain.
Padahal kalau mereka berfikir dengan jernih tidak perlu menanyakan itu karena merokok sendiri semua orang tahu tidak baik untuk kesehatan. Kalau memang baik untuk kesehatan kenapa tidak mereka ajarkan merokok kepada anak-anak atau saudara mereka yang masih kecil?. Buktinya tidak! Merekapun sadar bahwa merokok tidak baik untuk kesehatan namun anehnya masih sering menanyakan "Kenapa tidak merokok?"
Mungkin beberapa pertanyaan diatas terdengar sederhana, namun tidak bagi mereka yang sedang mendengarnya. Bukannya merasa nyaman, mereka justru merasa tersinggung dan tidak merasa mendapatkan kesan yang baik ketika berkomunikasi dengan kita.
Niatnya ingin mencairkan suasana, justru semakin membeku dan memberi bekas yang kurang baik bagi salahsatu pihak.
Share:

Menikmati Kesejukan di Curug Tilu, Bandung

www.gitagusti.com
Menikmati Kesejukan di Curug Tilu, Bandung
Besok udah hari Senin lagi
Ngantor lagi
Kerja lagi
Rutinitas lagi
Semangat pagi!

Hari Senin harus semangat, begitupun seterusnya tidak ada kata melehoy untuk beraktifitas besok hari.
Beragam cara dilakukan orang agar semangat kerja kembali full di awal minggu. Kebanyakan orang pada akhirnya memilih meluangkan waktu untuk pergi ke suatu tempat untuk sekedar merefresh fikiran.
Ga usah jauh-jauh
Ga usah mahal-mahal


Mahal juga ga apa-apa asal tetap nyaman di kantong pas pulang.
Lagian kata mahal itu relatif, tergantung dari kurus gemuknya kantong, iyakan?
Tapi saya mah memilih gaya wisata yang benar-benar terjangkau secara biaya dan jarak, karena suatu kewajiban untuk menyeimbangkan antara pasak dan tiang, hehe.


Hari Minggu ini saya memutuskan untuk pergi ke Curug Tilu yang terletak di jalan perlintasan Patengan Desa Rancabali, Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Curug Tilu menjadi tempat yang saya pilih karena beberapa alasan, mau tahu? Niiih
Latar lokasi yang landai cukup nyaman untuk pengunjung
#Pemandangan Yang Indah
Ini menjadi hal paling penting ketika mendatangi tempat wisata berbasis alam. Apalagi yang dicari kalau bukan keunikan pemandangannya. Pemandangan yang disuguhkan oleh Curug Tilu cukup memikat para pengunjung. Air Terjun yang bertingkat-tingkat dengan debit yang lumayan besar serta pemandangan asri nan hijau berlatar kebun teh dan pegunungan membuat mata betah memandanginya dalam waktu yang lama.

#Jarak Dekat
Jarak menjadi pertimbangan ketika saya memiliki waktu hanya sehari untuk meluangkan waktu berlibur. Tidak lain adalah untuk dapat kembali ke rumah menjelang sore hari tanpa perlu menginap di perjalanan. Kalau harus menginap repot juga karena besoknya harus ngantor lagi.
Banyak tempat yang cocok untuk dijadikan peristirahatan di pinggir sungai
#Lokasi Tidak Jauh dari Jalan Utama
Karena lokasi yang sangat dekat dari jalan utama menjadikan Curug Tilu sebagai pilihan untuk sekedar menyegarkan kembali fikiran yang lelah karena pekerjaan sehari-hari. Hanya berjarak 50 meter dari jalan utama langsung dapat memarkirkan kendaraan. Simple kan?

#Tiket Masuk Terjangkau
Tiket masuk yang ramah di kantong, hanya Rp. 5.000,- saja per orang, balita tidak dihitung jadi yaaa hanya dewasa dan remaja saja yang harus dibelikan tiket. Enak kan?
Paling-paling hanya ditambah ongkos buat Amang petugas parkir seharga Rp.2.000,-.

#Tempat Yang Luas
Curug Tilu memiliki tempat yang landai di beberapa titik sehingga cocok untuk membawa anak-anak ke sana tanpa perlu khawatir dengan keselamatannya. Kecuali karena lokasinya berupa terasering sehingga hanya ketika naik ke atas anak-anak harus diawasi, selebihnya, aman.

# Gazebo Yang Cukup Banyak
Saya lebih sering menyebut gazebo dengan istilah saung, itu karena memang bentuk dan fungsinya sama, untuk bersantai dan berteduh.
Jumlah saung yang banyak secara tidak langsung juga memberikan kenyamanan bagi pengunjung untuk dapat menikmati pemandangan yang ada. Air terjun yang landai, gemericik suara air, rindangnya pepohonan, sejuknya udara dapat dinikmati tanpa perlu khawatir berdesakan dengan pengunjung lain. Kalau saung sedikit biasanya berjejal pada waktu cuaca sedikit lebih panas atau tiba-tiba hujan. Ga enak kalau harus berjejal belum lagi kalau bawa anak kecil yang gampang rewel kalau sudah dalam kondisi seperti itu.

#Sanitasi Terjamin
Kebutuhan sanitasi tidak dipungkiri adalah hal yang penting. Semua tertata rapi dan membuat nyaman pengunjung.
Ada tempat bermain anak, hanya saja waktu itu belum diperbaiki karena ada kerusakan
#Spot Selfi Bertebaran
 Nah ini nih yang ga boleh ga ada di tempat wisata. Disini banyak sekali spot-spot selfi mulai dari sungai-sungai kecil maupun air terjun itu sendiri. Dapat diakses dengan aman, tapi mesti tetap hati-hati ya, karena beberapa pijakan dapat licin karena air. 
Gambar tambahan Sumber : https://www.youtube.com
Share:

Selamat Hari Aksara Internasional

Hari Aksara Internasional www.gitagusti.com
30 menit Literasi Pagi di sekolah menjadi salahsatu cara efektif untuk memerangi buta aksara di masa mendatang melalui kader-kader literasi di keluarga dan masyarakat.Foto : Arsip SMPN 1 Pasirkuda

 
Selamat pagiiii.... :-)
Udah hari Sabtu aja, weekend dong yaa...
Hari ini 08 September 2018 banyak postingan berseliweran di timeline Twitter, Facebook dan Instagram saya mengenai Hari Aksara Nasional berhastag:
#hariaksara  
#hariaksarainternasional 
#hariaksarainternasional2018
Pertanyaannya, kenapa hari ini diperingati sebagai Hari Aksara Internasional ya?

Daripada terus-terusan penasaran tanpa penghujung, lebih baik kita cari tahu yuk!

Hari Literasi Nasional atau lebih dikenal dengan Hari Aksara Internasional (HAI) dalam bahasa Inggrisnya International Literacy Day ini digagas United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Organisasi yang bertujuan untuk mendukung perdamaian, dan keamanan dengan mempromosikan kerja sama antar negara melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya dalam rangka meningkatkan rasa saling menghormati yang berlandaskan kepada keadilan, peraturan hukum, HAM, dan kebebasan hakiki ini menegaskan Hari Aksara Internasional dalam konferensi para menteri pendidikan tentang Pemberantasan Buta Huruf, di Teheran, Iran, pada tanggal 8-19 September 1965.
Sejak penyelenggaraan HAI pertama tahun 1966, peringatan HAI terus dilakukan setiap tahun sebagai wujud memajukan agenda keaksaraan di tingkat global, regional, dan nasional.
Lantas untuk apa ya Hari Aksara Internasional diperingati?
salahsatunya adalah untuk mewujudkan komitmen pengentasan buta aksara di seluruh penjuru dunia. Melalui pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap penuntasan buta aksara.
Peringatan Hari Aksara Internasional yang dirayakan oleh seluruh warga dunia dan ini merupakan kesempatan bagi pemerintah dan seluruh masyarakat untuk menyoroti peningkatan tingkat melek huruf di dunia, dan merenungkan tantangan keaksaraan yang tersisa di dunia.

Tema Hari Aksara Internasional tahun ini yang diusung oleh UNESCO adalah:
Literacy in a Digital World
Literacy in a Digital World memiliki makna Membangun Budaya Literasi di Era Digital, dengan tujuan melihat jenis keterampilan keaksaraan yang dibutuhkan orang untuk menavigasi masyarakat yang dimediasi secara digital, dan mengeksplorasi kebijakan keaksaraan yang efektif.
Upaya pengentasan buta aksara oleh aktivis
Sumber : www.liputan6.com

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa diketahui angka buta aksara usia  15-59 tahun di Indonesia dilihat dari masing-masing provinsi masih terdapat 11 provinsi memiliki angka buta huruf  di atas angka nasional yaitu:
  • Papua (28,75 persen)
  • NTB (7,91 persen)
  • NTT (5,15 persen)
  • Sulawesi Barat (4,58 persen)
  • Kalimantan Barat (4,50 peren)
  • Sulawesi Selatan (4,49 persen)
  • Bali (3,57 persen)
  • Jawa Timur (3,47 persen)
  • Kalimantan Utara (2,90 persen)
  • Sulawesi Tenggara (2,74 persen)
  • dan Jawa Tengah (2,20 persen).
Sedangkan 23 provinsi lainnya sudah berada di bawah angka nasional. Jika dilihat dari perbedaan gender, tampak bahwa perempuan memiliki angka buta aksara lebih besar jika dibandingkan dengan laki-laki dengan jumlah, yakni :
  • Laki-laki : 1.157.703 orang
  • Perempuan : 2.258.990 orang
Wow!
Melihat dari data tersebut sangat memprihatinkan sehingga perlu peran pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama dalam penuntasan buta aksara secara masif dan berkelanjutan. Sedangkan untuk usaha yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim telah mengentaskan Penduduk Buta Aksara Sebesar 97,93 Persen.
Peran pengentasan buta aksara bukan hanya Pemerintah saja melainkan bahwa masyarakat juga memiliki tanggungjawab yang sangat besar untuk dapat membantu menjadi kalangan yang memiliki perhatian dan peran aktif dalam hal ini.
Karena di zaman digital ini akan sangat memprihatinkan ketika Indonesia masih memiliki angka yang tinggi dalam buta aksara. Mengingat globalisasi yang sudah mulai masuk ke setiap bidang kehidupan masyarakat. Sehingga masyarakat diharapkan memiliki kemampuan adaptasi yang kuat untuk dapat bersaing dan berperan dalam pembangunan Indonesia menjadi negara maju. 
Mari berperan bersama untuk memajukan Indonesia dengan membantu orang terdekat yang buta aksara untuk bisa membaca!
SELAMAT HARI AKSARA INTERNASIONAL! 
Share:

Menjadi Guru Zaman Now Dengan ASUS VivoBook Flip TP410

ASUS Vivobook Flip TP410
ASUS Vivobook Flip TP410
Delapan tahun terlewati telah mengabdikan diri di salah satu lembaga pendidikan di suatu pelosok daerah di wilayah Cianjur. Delapan tahun pula selalu berkecimpung dan bersinggungan dengan berbagai jenis data mulai dari data sekolah hingga para siswa. Awalnya terasa berat memang ketika tiba-tiba dipercaya untuk berkecimpung dalam berbagai jenis data sekolah mengingat ketika waktu itu dunia pendidikan sudah memasuki era baru dalam bidang pendataan dengan terobosan baru digitalisasi database. Semua permintaan dan pengiriman data mulai menggunakan aplikasi baik offline maupun online. Dengan sumber daya sekolah yang alakadarnya serta fasilitas yang jauh dari standar pemenuhan mendorong kami untuk menyesuaikan diri mulai dari usaha untuk mengadakan fasilitas pendukung semisal perangkat keras hingga berusaha untuk mengejar ketertinggalan kami dalam bidang penggunaan perangkat komputer. Belum lagi jaringan internet yang tersedia hanya bergantung pada penyedia jaringan seluler karena jaringan fiber optik belum masuk ke daerah kami bahkan hingga saat ini.
Share:

Tentang Saya

Git Agusti

Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Blogger Cianjur | Buzzer | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Random Writer | ...Read More

Ikuti Saya Melalui Email

Label

Jalan-Jalan (16) Stories (16) opini (14) Teknologi (13) edukasi (12) Report (2)

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Komentar Terbaru

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"

Git Agusti | Lifestyle Blogger