Jadi Korban Hoax? NO!


www.gitagusti.com
Di zaman serba canggih seperti sekarang ini hampir semua orang memiliki fasilitas yang praktis untuk mengakses informasi dengan mudah dan cepat. Tinggal geser jari sana sini didapatkanlah apa yang dibutuhkan. Terkadang untuk orang yang memiliki sedikit waktu dan kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung dengan orang di sekitarnya menjadikan media sosial dan internet sebagai sumber informasi utama dalam kesehariannya. Padahal sebaiknya memang setiap orang memiliki alokasi waktu tertentu untuk berkomunikasi secara langsung dengan “tetangga nyata” sehingga memiliki pola komunikasi dua arah atau lebih, lebih baik lagi jika banyak bergabung dalam komunitas.
Dalam keseharian sering kan melihat bagaimana dahsyatnya sebuah berita hoax dapat menjerumuskan seseorang dalam resiko tertentu. Mulai dari resiko merasa malu sendiri setelah mengetahui bahwa berita yang dia miliki tidak memiliki tingkat kebenaran yang kuat. Akan menjadi hal yang sangat memalukan atuh ketika dalam suatu obrolan kita berbicara hal yang kita yakini benar pada nyatanya lawan bicara kita tiba-tiba menyanggahnya dan mengatakan bahwa itu adalah hoax dengan menunjukan bukti-bukti yang relevan. Ga kebayang deh nanti kita dibilang si penyebar hoax dan pada akhirnya dicap sebagai orang yang tidak dapat dipercaya.
Beberapa media sosial menjadi sumber berita hoax yang sangat masif seiring dengan beberapa tujuan dari si pembuat hoax itu sendiri. Mulai dari sekedar iseng hingga tujuan untuk mengadu domba beberapa pihak yang dianggap menjadi “musuh” nya. Karena banyak sekali pegiat sosial negatif yang bersedia menjadi pembuat hoax demi tujuan tertentu.
Nah, biar kita ga menjadi korban hoax, ada tips-tips sederhana untuk mengatasi agar kita sebagai warga netizen tidak menjadi pihak yang berperan sebagai penyebar dan korban hoax.

#1 Memperhatikan alamat situs
Ada baiknya sobat netizen perhatikan alamat situsnya ketika kita mendapat suatu berita yang sedikit dirasa ganjil, karena biasanya situs-situs penyebar berita hoax belum terverifikasi oleh Dewan Pers di Indonesia, bahkan diperkirakan hanya sekitar 300-400 situs yang terverifikasi dari sekitar 70.000-800.000 situs yang mengakui sebagai situs berita. Fantastis sekaligus mengkhawatirkan!

#Judul Yang Provokatif
Selanjutnya adalah headline atau judul yang provokatif. Biasanya berita-berita hoax selalu menggunakan headline atau judul yang provokatif dengan tujuan untuk membuat si pembaca merasa penasaran. Isinya sendiri ditulis dan disusun beserta bukti yang terkesan valid dan benar-benar nyata. Maka dari itu sangat bijak ketika kita mau menggali informasi lebih jauh dari beberapa sumber untuk melakukan perbandingan.

#Cek Keaslian Bukti
Bukti yang disajikan para pembuat hoax biasanya berupa data-data maupun foto-foto yang begitu mudah dapat dicomot dengan mudah dari sumber-sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Banyak foto-foto yang sudah lama dengan kronologi kejadian berbeda disandingkan dengan kejadian yang sedang hangat dibicarakan seolah kejadian di foto tersebut adalah kejadian yang sedang atau baru saja terjadi. Lebih baik cek lagi keaslian data dan foto dari situs resmi yang biasanya akan ditampilkan oleh penyedia berita tersebut.

#Konfirmasi dan Cek Kebenaran Informasi Melalui Forum
Ini langkah mudah dan gampang, bergabung dengan komunitas atau forum anti hoax di media sosial. Dari https://kominfo.go.id, di Facebook sendiri terdapat beberapa grup atau forum anti hoax diantaranya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci. Jadi ga ada salahnya untuk menghindari jadi korban hoax bisa bertanya di grup-grup tersebut. Karena pepatah mengatakan “Malu bertanya sesat di jalan”, haha.

Nah kan diatas sudah ada beberapa tips agar terhindar dari berita dan informasi hoax. Lantas bagaimana langkah kita seandainya menemukan berita dan informasi hoax dan bagaimana cara untuk mencegah agar tidak tersebar. Pengguna internet bisa melaporkan hoax tersebut melalui sarana yang tersedia di masing-masing media. Kita dapat melakukan beberapa cara seperti berikut ini:

Untuk media sosial Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari netizen, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut.


#di Google
Untuk Google, bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. 

#di Twitter
Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, 

#di Instagram demikian juga dengan Instagram memiliki fitur yang sama dengan Twitter.

Kita juga dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id.
Masyarakat Indonesia Anti Hoax juga menyediakan laman data.turnbackhoax.id untuk menampung aduan hoax dari netizen. TurnBackHoax sekaligus berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoax.

Jadi korban hoax? Jangan lagi. Mari berhati-hati dan cerdas mencerna informasi dari media sosial.
Share:

Git Agusti

Git Agusti
Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Ngakunya Blogger | Blogger Cianjur | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Just Writing | Review Everything | Random Writer |

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Ayah Blogger

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"