#CHILDHOODChallenge | Membuka Lembaran Lama Anak Kampung 90an


Waktu liat kolom challenge ODOP hari ketiga kemudian saya mengetahui bahwa tulisan hari ini bertema childhood. Satu idiom sederhana yang membuat ingatan saya terasa ditarik arus lorong waktu ke titik berpuluh tahun yang lalu. Tidak terasa usia sekarang sudah lebih dari seperempat abad, dua tahun lagi menuju kepala tiga. Kejam sekali rasanya waktu berjalan begitu cepat hingga masa-masa kecil dan remaja yang menyisakan banyak kenangan manis asem meninggalkan kita begitu saja. Kalau saja kantong Doraemon itu nyata, benda pertama yang akan saya ambil adalah mesin waktunya agar bisa bebas mengunjungi ke masa-masa yang saya rindukan. Menghayal, haha.
Namun tulisan ini tak memiliki foto, karena waktu itu memiliki dokumen foto bukanlah hal mudah, karena bertempat tinggal di pelosok daerah yang memiliki keterbatasan teknologi.

Salahsatu yang masih saya ingat dengan jelas adalah bagaimana harus bisa beradaptasi beberapa kali karena orangtua saya tercatat dalam ingatan beberapa kali pindah rumah sebagai tempat tinggal. Hal yang menyedihkan adalah banyak berpisah dengan sahabat yang dimiliki. Sangat sulit saat ini saya hubungi kembali beberapa dari sahabat karena ternyata beberapa dari mereka juga pindah tanpa saya tahu dimana posisinya saat ini.

Waktu berusia lima tahunan saya adalah adik dari dua bersaudara, kakak saya juga laki-laki Keluarga saya bukanlah dari kalangan orang berada, mereka adalah para pekerja keras yang mengandalkan buruh serabutan di perkebunan sayur di daerah tepian Kabupaten Bandung. Waktu itu TV menjadi barang yang eksklusif di lingkungan tempat tinggal saya. Jika ingin menonton acara kesukaan Si Unyil dan Satria Baja Hitam adalah menjadi kebiasaan saya untuk kuat berdiri berlama-lama menghadap jendela kaca besar rumah salahsatu juragan sayur. Setidaknya satu sampai dua jam saya habiskan dengan posisi demikian setiap harinya untuk dapat mengikuti alur cerita bersambung dari kedua film favorit. Betapa bahagianya setiap kali bisa menyelesaikan episode per episode setiap harinya meski terkadang harus lari pontang-panting ke rumah karena saking takutnya dimarahi si pemilik rumah yang kaca jendelanya kotor terkena tangan kami.

Pada usia lima tahun adalah momen adaptasi yang paling berat yang dialami karena lagi-lagi harus berpindah tempat tinggal ke lingkungan yang lumayan jauh berbeda keadaannya dengan yang sebelumnya.

Bapak memboyong kami sekeluarga ke daerah yang lebih jauh dari perkotaan. Kalau yang tadinya angkutan kota (angkot) di jalanan menjadi pemandangan sehari-hari disini mah boro-boro. Teman-teman baruku melihat mobil angkutan hasil bumi melintas di jalanan butut saja sudah menjadi hiburan yang langka dan mengasyikan bagi mereka.

Awalnya sangat berat dirasakan ketika harus tinggal di tempat yang demikian pelosoknya. Ketika malam menjelang lampu minyak menjadi penerang sampai pagi menjelang, hanya beberapa penduduk saja yang memiliki penerangan listrik itupun dari pembangkit listrik sederhana dengan memanfaatkan kincir yang digerakan oleh air sungai.

Namun ternyata dari sinilah kehidupan masa kecil yang indah dan bahagia dimulai.

Seiring berjalannya waktu di tempat tinggal yang baru, saya mulai berkenalan dengan lingkungan yang benar-benar jauh dari keseharian permainan anak-anak yang bertempat tinggal di zona cincin kota. Disini benar-benar memanfaatkan alam sebagai tempat bermain. Memancing ikan mengikuti aliran sungai di sekitar tempat tinggal lalu kemudian membakar dan menikmatinya dengan teman-teman. Mencari belut sawah dengan urek kemudian menjual hasilnya untuk membeli kelereng dan karet gelang. Membendung sungai kecil bersama-sama hanya untuk mendapatkan kolam agar bisa berenang menyegarkan badan yang kepanasan ketika musim kemarau mulai datang. Bermain kelereng berlomba untuk mendapatkan kelereng sebanyak-banyaknya untuk dijual kembali dan uangnya ditabungkan untuk simpanan kebutuhan sekolah. Pergi ke sekolah bersama teman-teman dengan keadaan bangunan sekolah yang bolong-bolong dan kerap digunakan sebagai jalan masuk kelas. Berangkat mengaji pada sore hari lalu kemudian menginap di kobong dan pulang pada esok paginya. Sekali-kali kami sepakat dengan teman-teman satu pesantren untuk bolos mengaji setelah isya lalu kemudian mengendap-endap melalui jalan kecil galengan di sawah untuk dapat menonton film layar tancep yang merupakan hal jarang bagi kami lalu kemudian pulang kembali ke kobong pada jam dua dinihari agar tidak ketahuan Pa Ustad. O iya, waktu malam kami berjalan di kegelapan kami tidak menggunakan obor karena akan dengan mudah diketahui guru ngaji,lalu kemudian menggunakan jamur yang bercahaya dalam gelap yang kami taruh di punggung teman yang ada di depan sebagai penanda ke arah mana kami harus melangkah agar tidak salah melangkah ke lumpur sawah.

Sungguh menyenangkan memiliki masa kecil yang menurut saya begitu sempurna. Tanpa televisi, tanpa listrik, tanpa dingdong dan kami memiliki banyak permainan dan aktivitas ala anak kampung yang bersahabat dan begitu dengan dengan alam.

Saat ini, 20 tahun kemudian, perkembangan dan pengaruh teknologi memasuki wilayah kami. Aliran listrik menerobos setiap penjuru kampung, setiap rumah memiliki televisi, kendaraan lalu-lalang di jalanan, mayoritas anak dapat dengan mudah mengakses gadget, permainan tradisional semacam galah, gatrik, ucing sumput, sobintrong, ngurek, bermain kelereng, egrang, oray-orayan (ular-ularan), congklak, sondah (engklek), boy-boyan dan kasti. Sekarang tergantikan dengan permainan modern yang kebanyakan individualis bagi lingkungan dekatnya meski katanya berkelompok secara maya.

Bersyukur dapat merasakan kehidupan tradisional yang begitu banyak mengajarkan kesederhanaan. Bersahabat dengan alam yang begitu akrab dalam keseharian.
Share:

Quote : "Tanamlah Kebaikan, Maka Engkau Akan Menuai Kebaikan"


Pernahkah mengalami suatu perlakuan yang baik dari seseorang yang kita baru kenal atau bahkan belum kita kenal sama sekali? Atau mendapat pertolongan dari seseorang secara tiba-tiba tanpa kita pernah bayangkan sebelumnya akan mendapatkan pertolongan itu sedangkan kita dalam posisi yang benar-benar sangat membutuhkannya.Tentunya kita akan senang, bahagia dan bersyukur jika menjumpai fenomena demikian.

Saya pernah, lebih dari sekali, beberapa kali, banyak bahkan tidak terhitung kalau diingat-ingat.
Terkadang menjumpainya dalam pekerjaan atau di tempat-tempat yang baru saya kunjungi ketika melakukan perjalanan.
Seringkali beberapa saat setelahnya saya termenung untuk beberapa saat. Bahkan sering menghubung-hubungkan dengan apa yang telah saya lakukan di masa yang telah terlewati sehingga saya mendapatkan keajaiban berupa hal-hal baik dalam keseharian.

Misalnya saja pernah suatu waktu harus melakukan perjalanan mendadak yang berhubungan dengan pekerjaan. Memperhitungkan jarak bukanlah yang bisa diukur dalam hitungan menit. Karena perjalanan dari tempat tinggal ke pusat kota kabupaten lumayan jauh, 80 kilometer mah ada sih, itu untuk sekali jalan.

Keberangkatan mendadak menjadikan persiapan yang saya lakukan menjadi alakadarnya. Memprioritaskan barang-barang yang terlintas dalam fikiran dirasa penting untuk membantu pengerjaan tugas yang diberikan.

Laptop, charger, berkas-berkas, handphone, brussss.... masuk ke tas ransel kemudian tidak lupa helm, jaket dan sepatu sebagai standar keselamatan berkendara. Berangkatlah dengan menunggang si kuda besiku meluncur menuju kota kabupaten.

Perjalanan melewati jalanan menurun, kemudian menanjak, menurun dan menanjak lagi, begitu terus rute yang dilewati plus belokan tajam, membayangkan diri sebagai pebalap jalanan, kalau bayangin jadi abang Marques kayanya kejauhan, haha.
Gambar ilustrasi
Cuaca dingin membuat saya sedikit mengurangi kecepatan, angin serasa jarum-jarum es merayap di sela-sela pakaian tebal yang dikenakan. Kabut tebal yang membatasi jarak pandang di beberapa titik perjalanan memaksa saya untuk tidak terlalu memacu kecepatan, karena kalau dipaksakan dikhawatirkan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kalau memacu kendaraan dengan kecepatan terlalu tinggi ada orang yang tiba-tiba menyebrang jalan atau dahan pohon yang tiba-tiba jatuh ke jalur kendaraan atau mungkin pula ada kendaraan dari arah berlawanan yang sama-sama hilang jarak pandang, kebayang kan? Heuuuh, na'udzubillahi min dzalik.

Dingin sekali, maklum karena waktu sudah menunjukan pukul 16.30 waktu mengisi bahan bakar di persinggahan pertama yang dilewati. Belum lagi karena ini adalah daerah pegunungan, lebih dari separuh perjalanan melewati perkebunan teh yang sebagian besar jarang pemukiman.
Gambar ilustrasi, sumber tertera
Dalam hati, malas sebenarnya harus berangkat sore hari menempuh perjalanan sejauh ini. Tapi karena saya berfikir bahwa ini adalah salahsatu dari resiko pekerjaan akhirnya berusaha untuk melawan rasa ingin bermalas-malasan. Kebetulan pekerjaan yang digeluti adalah pekerjaan tanpa batasan waktu yang memiliki jam kerja yang pasti. Eh jam pastinya dari 7.30 sampai dengan 14.00, tapi kebanyakan pekerjaannya menuntut untuk selalu on baik pagi, siang, sore, malam bahkan pada saat sahur sekalipun,:-D, terlepas dari semua itu, saya senang melakukannya.

Separuh jiwaku pergi...

eh...

Maaf maaf

Maksudnya separuh perjalanan telah dilewati, posisi pemandangan kanan kiri masih hamparan perkebunan teh yang menghijau berselimut kabut. Berusaha menikmati perjalanan dengan suguhan pemandangan ini. Namun tiba-tiba, suara berderak logam besi di bagian belakang disusul dengan motor yang hilang keseimbangan karena roda belakang tiba-tiba mengunci tanpa bisa berputar. Keadaan motor yang sedang dalam posisi melaju kemudian roda yang mengunci tiba-tiba membuat kendali oleng kesana-kemari, beruntung bisa dipertahankan untuk kemudian berhenti dalam keadaan rebah, bukan jatuh ndlosor.

Alhamdulillah, nasib baik berpihak, tidak ada luka kecuali sikut kiri sedikit lecet karena posisi rebah tadi. Setelah saya pastikan bahwa tidak ada bagian badan yang luka parah kemudian saya periksa isi tas untuk memastikan barang di dalamnya tidak rusak. Kemudian melanjutkan untuk memeriksa keadaan motor. 
Astagfirullah, sudah kuduga, rantai putus dan terjepit tepat di bagian gear belakang sehingga roda belakang terkunci.
Saya putuskan untuk mengingat letak bengkel terdekat dan itu kira-kira 2 kilometer di depan. Berusaha untuk mendorongnya untuk sampai kesana namun kendaraan tidak dapat didorong sedikitpun karena roda belakang yang ngelock. 

Ya Allah, saya tidak membawa peralatan kunci-kunci bengkel apapun.  

Sore bergeser ke malam, haripun semakin gelap. Sialnya tak satupun kendaraan besar yang mau berhenti untuk diminta pertolongan meski sudah memberi kode dengan melambaikan tangan.
Beberapa pemotor tak luput saya berikan kode untuk bisa menolong tapi hasilnya sama, tak ada yang mau berhenti. Wajar juga sih sebenarnya karena posisi jauh dari pemukiman dirasa membuat mereka enggan berhenti karena khawatir jadi korban tindak kriminal semacam pembegalan.

Namun akhirnya nasib baik berpihak kembali ketika ada pemotor dari arah belakang melihat lambaian tangan saya kemudian mau memberhentikan kendaraannya. Masih menggunakan masker dan helm beliau memperhatikan saya.

"Kang bisa tolong saya?"
"Ada apa Kang? Kenapa?"
"Ini Pak motor saya rantainya putus, rodanya terkunci, ga bisa didorong..."
"Waah, kok bisa putus begitu...". Sambil kemudian membuka karet yang mengikat tas merah di jok belakang motornya, ternyata kunci-kunci bengkel. Ternyata beliau adalah montir. Tanpa berkata banyak beliau mulai memperbaiki motor saya dengan cekatan.
"Masya Allah, kok bisa kebetulan" Bisikku dalam hati sambil terus memperhatikan
"Ini masih bisa dipaksakan untuk diperbaiki tapi harus segera diganti kalau sudah ketemu bengkel Kang" Ucapnya
"Alhamdulillah, yang penting bisa sampai dulu ke tujuan Pak. Terimakasih banyak Pak, sudah mau menolong". Berucap demikian sambil terus-terusan memperhatikan wajah malaikat penolong ini karena merasa pernah berjumpa, tapi dimana ya?
"Sama-sama, sudah menjadi kewajiban untuk saling menolong, Bapak juga sering mogok motor di jalan dan dibantu orang, hehe." Jawab si Bapak dengan ringan.

Ketika selesai diperbaiki, alat perbengkelan pun dimasukan kembali ke dalam tasnya. Sambil mencoba untuk memastikan bahwa motornya benar-benar bisa dikendarai saya mengobrol singkat bertanya tentang beberapa hal terkait si Bapak. Beliau mengatakan bahwa beberapa bulan yang lalu pernah terjatuh dari motor di tempat yang tidak jauh dari lokasi saat ini. Waktu itu beliau menyebutkan bahwa mendapat luka yang cukup parah kebetulan tidak ada orang yang lewat selama beberapa waktu kecuali 1 orang yang menolong untuk meminggirkan kendaraan dan memberikan pertolongan pertama sebelum kemudian dinaikan ke mobil angkutan yang lewat untuk kemudian masuk ke puskesmas terdekat.

Saya kemudian ingat bahwa saya pernah menolong orang yang kecelakaan di tempat yang sama dan ternyata Bapak inilah orang tersebut. Saya pun terheran-heran dengan kejadian ini. Mana mungkin bisa terjadi keajaiban, melibatkan dua orang yang sama dalam dua kejadian yang hampir serupa, sama-sama membutuhkan pertolongan.

Kemudian saya sadar bahwa mungkin ini adalah salahsatu wujud dari saling menanam kebaikan. Meskipun memang bukan dihubung-hubungkan, namun kejadian seperti ini mungkin dialami oleh orang lain meskipun dalam konteks yang berbeda. Saya rasa, jika banyak orang membiasakan melakukan kebaikan-kebaikan meskipun itu kecil, maka kebaikan itu akan menciptakan kebaikan-kebaikan yang lain di waktu dan kesempatan yang berbeda.
"Tanamlah Kebaikan, Maka Engkau Akan Menuai Kebaikan..."
 ======================================================================

Ada yang memiliki pengalaman-pengalaman serupa ?
Share yuk di kolom komentar agar menjadi motivasi berbuat kebaikan bagi yang lain...
Share:

Duta SO7, Eksis Dalam Karya Legendaris


Pagi-pagi udah sedikit mumet inget ke sisa-sisa pekerjaan yang tak kunjung usai. Aneh beberapa hari ini susah sekali untuk menyelesaikan. Padahal kalo difikir-fikir tinggal ngisi-ngisi form aja sebenarnya. Tapi kalau sudah datang rasa malas rasanya mudah datangnya susah perginya, haha dasar pemalas.

Lirik ke penunjuk waktu di dinding waktu menunjukan 05.32, ada waktu lumayan nih buat buka blog. Nambah-nambah beberapa kata di beberapa draft tulisan. Draft ngantri tapi belum satupun selesai, jadi ga bisa klik tombol "publikasikan", hadeuuuh.

Kopi pagi seduhan cantikku udah ada disamping laptop, aromanya yang khas membuat suasana jadi enak. Kebanyakan pagi sebenarnya kopi jarang habis 1 gelas, paling habis setengahnya karena yang dinikmati selain itu adalah aromanya, entah kenapa aroma kopi serasa jadi syarat pelengkap pagi, pecandu bukan ya?
Paginya segar, kopinya ada, ketak-ketik lanjut. 

Masih ada yang kurang, apa coba ?

Betul, musik.

Musik jadi salahsatu pelengkap kalau sudah manteng lama-lama di depan laptop. 

Musik sudah menjadi bagian dari kehidupan saya. Rasanya tanpa musik sama seperti masakan tanpa diberi bumbu. Saking mempengaruhi dunia dan kehidupan, musik juga dapat menjadi solusi dalam berbagai masalah sehari-hari.

Klik-klik buka folder menyasar ke folder lagu-lagu koleksi. Tidak banyak tapi sudah cukup lama jadi koleksi. Tekan Ctrl + A lanjut klik "Play All", naaah asyik nih, musik mengalun menemani pagi ini.

Membicarakan musik, erat sekali kaitannya dengan pemusik dan penyanyi. Setiap orang memiliki jenis musik dan penyanyi favorit yang berbeda.

Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman, banyak penyanyi sekaligus pemusik yang dijumpai dengan beragam karyanya. Banyak yang datang terkenal sebentar lalu menghilang. Hanya sedikit yang bertahan dan terus berkarya, menginspirasi dan menghibur penggemar dengan lagu-lagunya.

Terlahir di tahun 90-an, di pedesaan pula. Membuat saya tidak terlalu up to date dengan perjalanan dan perkembangan musik. Namun ada beberapa penyanyi yang lagu-lagunya menjadi koleksi di playlist pribadi untuk sesekali diputar menemani keseharian.

Kalau bagi sebagian orang menyukai genre musik hanya satu dua saja sehingga sering dibilang penggemar fanatik. Maka saya bingung sendiri kalau membicarakan fanatisme dalam menggemari penyanyi beserta genre musiknya. Semua tergantung mood, kalau sedang ingin mendengarkan musik santai saya putar lagu yang ritmenya woles, kalau sedang ingin mendengarkan lagu yang ngebeat saya dengarkan lagu yang ritmenya kenceng. Intinya jadi penikmat segala genre musik, mulai dari tradisional hingga ke lagu-lagu yang dinyanyikan para legendaris dari negeri Mamang (Paman) Sam, meskipun sering membawa kesedihan ketika mendengarkannya karena banyak ga ngerti ketimbang ngerti liriknya, karunya teuing, haha.

Karena saya adalah penyuka hampir segala musik dengan penyanyinya yang terdiri dari bermacam aliran, ada beberapa nama penyanyi yang salahsatunya sedikit saya akan ulas.

Kuy geser bawah....

Sheila On 7
Grup band yang setidaknya telah mengeluarkan lebih dari 10 album dalam kiprahnya di dunia musik sejak berdiri sejak 1996 menjadi grup musik dengan penyanyi dan pemusik idola saya selama ini. Hingga saat ini Duta tetap eksis berkarya dan selalu menyajikan penampilan terbaik bersama Sheila On 7 untuk para penggemarnya. Sejak didirikan, grup ini telah memiliki beberapa lagu-lagu orisinal karya mereka sendiri dan lagu-lagunya memiliki kenangan di hati penggemarnya masing-masing. Tak heran jika Duta dengan Sheila On 7 selalu dinantikan penampilannya di panggung. Termasuk pada konsernya yang diadakan di Balai Sarbini Jakarta dengan temanya "Sebuah Kisah Klasik" mampu membius penonton dengan performance terbaiknya.

Secara pribadi, Duta SO7 menjadi salahsatu musisi legendaris yang difavoritkan karena karyanya yang luar biasa, pribadinya yang selalu low profile, ramah kepada penggemar serta kharismatik. Bahkan di beberapa kesempatan tak jarang dia "konser" di gelaran hajatan. Buat artis selevel Duta rasanya jarang sih.

Kalau diingat-ingat awalnya suka dengan lagu-lagunya Duta di Sheila On 7 itu karena saya sering mendengar dari radio, maklumlah di kampung radio aja jadi barang mewah. Tidak setiap rumah memiliki radio sebagai media hiburan. Saya sendiri menjumpai radio itu di rumahnya Paman,:-D

Seniman musik yang akrab disapa Duta ini bernama lengkap Akhdiyat Duta Modjo. Usut punya usut memiliki garis keturunan salahsatu pahlawan Indonesia di zaman penjajahan Belanda. Ada mirip-miripnya juga kalau melihat foto Duta dengan Kiai Madja/Modjo. Cek aja, hihi.

Lahir di Kentucky, Amerika Serikat pada 30 April 1980, tidak menjadikan si akang ini menjadi betah atau mau bertempat tinggal disana. Dia mah cinta Indonesia, lebih betah dengan Jogja, kota yang selalu bikin kangen bagi yang sudah pernah datang jalan-jalan kesana. Aduh jadi keingetan rencana akhir tahun punya keinginan berkunjung lagi kesana.

Dari seringnya dengar di radio, beranjak ke VCD player, dapat kepingan CD pertama itu pemberian Paman juga, ya boleh dikatakan tau lagu-lagu Sheila On 7 dari sana. Sekarang-sekarang mah, nambah koleksi lagu gampang tinggal donlot-donlot aja, banyaaak.

Lagu-lagunya sendiri banyak jenisnya, dari yang melow sampai yang bikin semangat kembali kalau mood lagi melehooooy.

D i a n t a r a n y a  ....
atau ini...
atau ini...
atau yang terbaru ini nih...

Gimana? ada yang mengidolakan ini juga? Kalau iya, kita sama'an nih. Kita ? Iya... Kita. Haha

Sayangnya meski selalu ingin hadir dalam konser live si abang ini belum juga kesampaian sampai detik ini, entah kapan bisa.

Kemarin aja pas ada konser Kisah Klasik cuma bisa mungutin videonya di Youtube aja, hadeuh memprihatinkan pisan.


Teman-teman adakah yang hadir di waktu konser di Balai Sarbini pada September lalu? Pasti menyenangkan ya.

Share juga dong, kesan-kesannya tentang musisi atau grup band ini, yuk diantos pisan...
Share:

Curug Citambur, Wisata Air Terjun Terbaik di Jawa Barat

Curug Citambur
Foto : Arsip pribadi

Beberapa hari ini cuaca sudah menunjukan tanda-tanda sekarang sudah memasuki musim penghujan. Ya wajar juga sih karena memang kalau sudah masuk ke bulan Agustus merupakan periode musim hujan, malahan sepertinya terasa tahun ini rada telat datangnya. Orang tetangga-tetangga yang banyaknya petani udah berharap hujan datang dari awal September karena sudah masuk ke musim awal menanam (eh kaya tau aja masalah cuaca, haha).

Bagi sebagian orang yang hobinya atau mungkin travelling adalah pekerjaannya, musim hujan seperti ini menjadi salahsatu hal yang dapat menjadi hambatan dalam jadwal yang sudah tersusun rapi. Bisa-bisa banyak coretan pendingnya tuh jadwal.

Itu untuk traveller sejati, nah kan saya mah sekedar penyuka jalan-jalan kalau ada waktu yang pas dan situasi yang memungkinkan buat mengunjungi destinasi wisata tertentu. Lagian seringnya memang memilih mode one day trip karena kalau bukan masa liburan kan mesti masuk kerja di awal minggunya.
Baca juga : Ga Perlu Mahal Untuk Liburan di Akhir Pekan
Ingat one day trip itu ya jarak dekat jadi pertimbangan terbaik. Beruntungnya karena kebetulan dekat dengan beberapa tempat wisata berbasis alam yang orang-orang yang pernah datang kesini sih eksotis, surga yang tersembunyi, atau apapun itu yang mengesankan bahwa tempat ini memang menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah.

Curug Citambur, yang dalam bahasa Indonesia sendiri Curug berarti air terjun.

Dilihat dari kejauhan, tetap mempesona...
Foto : Arsip pribadi
Curug dengan tipe air terjun plunge ini adalah destinasi wisata alam terdekat yang bisa dikunjungi sesuka hati walaupun mau dua-tiga kali sehari. Lha iya kan dekat sekali dengan tempat tinggal saya saat ini.

Bertempat tinggal di sebuah kampung yang masuk ke daerah yang secara geografis berada di perbukitan dan saya kira-kira sekitar 1400 mdpl, lumayan dingin dan sejuk suhu disini, anyep.

Betah mata kalau melihat lanskap seperti ini
Foto : Arsip pribadi
Curug Citambur cukup tinggi lho, menurut pengukuran terakhir itu sekitar 130 meter tingginya, dan kalau tidak salah memiliki 3 air terjun bertahap. Jadi setelah air terjun utama yang tingginya 130 meter itu ada lagi tuh air terjun setelahnya, dan setelahnya lagi. Eh, bingung ga ? Bikin bingung sih penjelasannya, haha. Kalau masih bingung ya langsung aja datang kesini, biar bisa ngitung sendiri.
Air terjun kedua, indah bukan?
Foto : Arsip pribadi

Lantas apa yang menjadi daya tarik dan keunikan Curug Citambur ?

Salahsatunya karena Curug Citambur adalah air terjun yang cukup tinggi serta memiliki debit air yang besar.
Eh, siapa pagi-pagi dah berjemur disana...
Foto : Arsip pribadi

Ga enak nih kalau ujug-ujug jelasin air terjunnya, mestinya saya kasih tahu aksesibilitasnya terlebih dahulu berhubung memang banyak pembaca sendiri yang datang dari jauh nun di kota-kota besar sana.
Baiklaaah.

Curug Citambur secara geografis berada di wilayah Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Lebih tepatnya lagi berada di Desa Karangjaya, gerbang masuknya aja berhadapan dengan Kantor Desanya sendiri.

Dua jalur bisa digunakan untuk mengakses tempat ini. Kalau dari arah Puncak, turun melalui jalur Cipanas hingga ke Cianjur, ambil jalur menuju Cianjur selatan. Jangan lupa sesampainya di daerah Sukanagara ambillah jalur kiri, karena ke kanan adalah jalur menuju Kadupandak, wrong way!, haha.

Sesampainya di Pagelaran, Mbak Mas Bapak Ibu Ade Kakak Bro Sis boleh tanya tuh ke petugas SPBU dimana persimpangan Sinagar, nanti pasti diminta untuk belok kiri, perlu diketahui jalannya dari sana mulai kecil, tapi cukup untuk 2 badan truk, jadi kalau mobil kecil jangan khawatir pasti mudah kok. Dari Pagelaran ke Curug Citambur masih sekitar kurang lebih 15 km. Saya ingatkan untuk yang membawa kendaraan roda empat agar pengemudinya memiliki keterampilan mengendarai kendaraan di medan curam, karena selain lebar jalannya yang tidak biasa untuk pengemudi perkotaan juga karena beberapa titik masih ada jalanan yang rusak, berlubang disana-sini dan beberapa tanjakan yang lumayan. Be careful ya.

Dari persimpangan Sinagar, setidaknya ada 6 wilayah desa terlewati ketika kita menuju Curug Citambur. Yaitu Desa Kubang, Desa Mekarmulya, Desa Simpang, Desa Kalibaru, Desa Pusakajaya dan terakhir Desa Karangjaya, tempat Curug Citambur berada dan Curug Citambur berada di sebelah kiri. Sesimple itu bukan? Kalau dalam kenyataannya, mesti bersabar karena sejak dari Cianjur sendiri jalanan berkelok akan terus dilewati sampai ke tempat tujuan.

Kalau memiliki waktu yang banyak dan tidak ingin terlalu terburu-buru, menginap di beberapa tempat penginapan dengan harga terjangkau adalah pilihan terbaik. Jangan khawatir, di Sukanagara dan Pagelaran dan kebetulan berdekatan dengan tempat pengisian bahan bakar kendaraan ada beberapa penginapan yang bisa dijadikan peristirahatan.

Lagian, selama perjalanan akan disuguhkan pemandangan yang memanjakan mata dengan hijau dan asrinya perkebunan teh, hutan dan gunung-gunung serta sejuknya udara sekitar. Untuk traveller rasanya tidak akan membuat bosan perjalanan sepanjang dapat menikmatinya.

Itu ringkasan jalur kalau ingin mengunjungi wisata Curug Citambur via Cianjur. Sekarang saya akan berikan sedikit ringkasan kalau ingin mengambil jalur via Bandung.

Dari Bandung, ambillah jalur menuju Soreang, kemudian Ciwidey dan teruskan perjalanan menuju area wisata yang menurut saya terintegrasi sih, karena dalam satu area banyak tempat wisata yang berdekatan. Karena sekarang ini rasanya hanya sedikit orang yang tidak tahu wisata alam dan geologi Kawah Putih, Situ Patenggang (sekarang lebih terkenal dengan Glamping Lakesidenya), Pemandian Air Panas Cimanggu, Walini, Pemandian Air Panas Rengganis, termasuk yang pernah saya ceritakan tentang Wisata Alam Curug Tilu (Baca juga : Menikmati Kesejukan di Curug Tilu, Bandung).
Nah dari Curug Tilu sendiri sekitar 100 meter menyusuri jalan utama sebelum jalur ke arah Glamping Lakeside pada persimpangan silahkan ambil jalur kanan. Dari sana jaraknya masih sekitar 25 km. Jalanannya sudah terbilang bagus dan besar. Tapi yaa ga lebar-lebar juga, standar lah untuk daerah mah. Hanya satu titik yang menurut banyak orang sedikit menguji adrenalin, yaitu tanjakan Lemah Neundeut, kalo pas berangkat itu pasti turunan karena nanjaknya nanti pas pulang, hihi. Tapi ga usah khawatir, akan selalu ada yang bantu disana, mulai dari bantu dorong sampai bantu gantiin sopir sampai ke titik aman, paling ngasih seikhlasnya aja ya. Kalau maksa-maksa minta lebih, dor aja eh fotoin aja terus laporkan ke pihak berwajib, biar kapok.

Daerah yang dilewati ketika mengambil jalur ini adalah perkebunan teh yang lumayan luas sampai ke Desa Cipelah, setelah itu melewati daerah yang banyak penduduknya. Rest area di mesjid menjadi pilihan untuk istirahat, untuk stasiun pengisian bahan bakar terakhir ada di sekitar wilayah Ciwidey, kalau eceran sih, banyak di sepanjang perjalanan.

Nah, dua jalur pilihan sudah saya jelaskan, meskipun penjelasannya ga jelas dan ngawur, haturpunten (mohon maaf) ya.

Giliran saya sedikit mengulas tentang Curug Citambur ya.

Beberapa tahun ini Curug Citambur menjadi salahsatu tujuan wisata banyak orang dari beberapa daerah di Jawa Barat, dan mulai dikenal bahkan sampai mancanegara semisal Jerman karena wisatawan dari sana pernah ada yang berkunjung ke sini.
Dari mulai masuk gerbang, pengunjung akan disambut dengan sebuah danau kecil yang dalam bahasa lokal kami lebih sering menyebutnya rawa. Namanya Rawa Soro = Danau Soro. Ukurannya tidak terlalu besar, dengan sisi lain yang bersentuhan langsung dengan tebing yang penuh semak belukar yang sangat tinggi. Airnya bersih dan banyak ikan di dalamnya, tapi ga kelihatan karena kedalamannya, jadi kalau mau membuktikan banyak ikannya mesti mancing dulu, bisa kok. Hihi.

Selanjutnya anda akan tiba di tempat pembelian tiket masuk, harga sekitar adalah 10k per orang, sudah termasuk asuransi kecelakaan, eitss bukan berarti area wisata ini rawan kecelakaan tapi hanya untuk kenyamanan wisatawan. Harga itu untuk orangnya saja ya.

Setelah itu, sekitar 200 meter dari pos tiket, pengunjung akan menjumpai area parkir kendaraan yang cukup luas untuk sepeda motor dan mobil. Luas kok, tenang aja. Cuma mesti bayar parkir lagi, 2k buat roda dua dan 5k buat roda empat.

Nah, udah masuk ke area parkiran, sayup-sayup terdengar suara air bergemuruh dari dinding tinggi raksasa yang terpampang memanjang ke arah selatan. Pohon-pohon rindang berjejer bertebaran memberikan kesejukan bagi wisatawan sehingga tidak perlu khawatir untuk kepanasan terkena sinar matahari.

Lanskapnya cukup luas, dengan penataan yang cukup bagus sehingga cocok bagi yang suka berswafoto. Akan ada beberapa spot yang instagrammable yang disediakan khusus untuk menjawab kebutuhan generasi muda kekinian yang pasti ga akan mau ketinggalan buat pamerin foto-foto jepretan pribadinya.

Bagi pengunjung yang membawa anak kecil dan suka dengan kelinci, tersedia Taman Kelinci di area dekat parkiran, meskipun areanya tidak sebesar di tempat lain tetapi cukup untuk menghibur anak-anak dari kelelahan perjalanan. Cukup bayar 5k untuk sepuasnya bermain dengan kelinci-kelinci imut dan lucu. Kalau mau bawa pulang kelincinya, sediakan uang sekitar 50-100k untuk membelinya dari pihak pengelola.

Sementara si kecil asyik dengan kelinci lucunya, ada baiknya pengunjung menikmati fasilitas terapi ikan di tempat yang disediakan. Ratusan ikan-ikan kecil asli Indonesia jenis nilem (Osteochilus hasseltii) khusus terapi akan memberikan sensasi unik di sekujur kaki yang anda rendamkan di kolam terapi. Awalnya sih geli hampir ga kuat. Tapi satu menit kemudian akan terbiasa. Cukup untuk membuat relaks kaki yang pegal sepanjang perjalanan. Bayarnya sekitar 10k per orang.

Lalu ada spot foto yang unik buat para pengunjung, yaitu Rumah Terbalik, bisa sepuasnya berfoto disana cukup bayar 5k per orang.
Jangan lupa buat foto-foto disini...
Foto : Arsip pribadi
Ada juga kolam sebagai wahana air yang dilengkapi dengan sepeda air berbentuk bebek sehingga pengunjung bisa bergowes ria, membayar 20k untuk 2 orang per 30 menit.
Anak-anak mah betah atuh kalau udah nemu wahana mengasyikan
Foto : Arsip pribadi

Dan ada wahana terbaru nih yang membuat Curug Citambur semakin hits dan cocok buat anak kekinian. Sepeda gantung menjadi salah satu wahana favorit terbaru disini. Sky bike adalah wahana sepeda yang meluncur di seutas kawat baja. Kalau sering melihat sirkus yang bersepeda di seutas tali kira-kira seperti itu wahana. Namun sky bike di sini setiap pengunjung mendapatkan keamanan yang lebih. Pengunjung akhirnya akan terasa nyaman meluncur meski sebelumnya akan merasa takut. Untuk menikmati wahana itu, pengunjung harus membayar tiket terusan seharga 20k.

Berkunjung suatu tempat wisata tidak mungkin melewatkan sesi foto-foto, dari parkiran, kita bisa berjalan kaki melewati tangga-tangga batu menuju beberapa spot foto terbaik berlatar belakang air terjun, ya iyalah kan ini spot utamanya.
Sejuk... Ala-ala candid boleh lah...
Foto : Arsip pribadi

Semakin dekat dengan titik air terjun semakin deras pula jatuhan embun menyerupai hujan dari air terjun. Bisa basah kuyup kalau debit air sedang besar-besarnya. Disarankan membawa pakaian ganti agar nanti pas pulang tidak masuk angin karena kedinginan gara-gara baju basah. Atau bisa pula memakai mantel hujan selama berada di area sekitar air terjun, up to you, please.

Bang, kok ga ajak-ajak, ndiri bae... :-D
Foto : Arsip pribadi

Berlanjut ke arah selatan, masih ada beberapa titik instagrammable dengan berbagai gaya. Pokoknya pengunjung bisa puas-puasin foto-foto apalagi bagi yang hobi fotografi atau sekadar selfie.
Ga tau gimana bawanya nih dari parkiran... Yang penting, unik
Foto : Arsip pribadi

Itulah sedikit ulasan tentang wana wisata Curug Citambur, destinasi wisata air terjun yang menyajikan beragam keunikan dan memberikan kesan menarik bagi setiap pengunjung yang pernah mengunjunginya. 

Tuuuuh, masih banyak spot instagrammable, belakang saya air terjunnya ya
Foto : Arsip pribadi

Ada yang penasaran dan ingin kesini? 
Untuk catatan, jika ingin mendatanginya pada musim penghujan, diusahakan untuk datang sebelum tengah hari, kalo bisa pagi hari saja karena kalau sudah lepas siang hujan suka turun tiba-tiba dan deras sering sampai malam hari. Nanti ga bisa kemana-mana untuk menjelajah wahana. Ancur deh tuh planning cekrak-cekrek. Kalau sedang musim kemarau, everything is alright, kecuali memang debit airnya yang kecil dan kurang puas bagi sebagian orang (katanya) karena tidak jarang orang ingin melihat Curug Citambur dalam kondisi yang sedang besar-besarnya.

Wait!
Nambahin dikit.

Di awal kan nyinggungnya one day trip ya? Tapi pasti kalau yang jauh-jauh ga bisa one day trip dong? Gimana nih yang nulis ngawur kan? Haha.

Ya udah, kalau gitu ganti istilahnya jadi One Week Trip, karena Semalam Di Cianjur udah ga zaman, yang kekinian di Cianjur itu Seminggu Di Cianjur, biar bisa explor banyak destinasi wisata menarik di negeri sejuta cerita ini.

Mau nanjak (baca : mendaki gunung) ? Ada tuh TNGP
Mau pantai ? Ada, banyak. Jayanti, Sereg, Apra, dll
Mau air terjun ? Ada, banyaaak. Curug Citambur, Curug Ngebul, dll
Mau wisata religi ? Inshaallah ada Mesjid Agung Cianjur, Makam Dalem Cikundul, etc
Mau belajar sejarah/arkeolog ? Ada tuh Situs Megalith Gunung Padang, older than Piramid di Egypt lho
Mau wisata kuliner ? Apalagiii, banyak. Tauco, Manisan, Bubur Sampurna, pokonya banyak. haha.
Hayu Ameng ka Cianjur
Mari bermain ke Cianjur
Semalam Seminggu di Cianjur 
Share:

Sensasi Nikmat dari Pahitnya Kopi

Sensasi Nikmat dari Pahitnya Kopi
Sensasi Nikmat dari Pahitnya Kopi
Sumber : Arsip Pribadi
Selamat pagi...
Semangat kan hari ini?
Harus dong ya, :-)

Suka ngopi? Pasti yang suka tak akan melewatkan pagi harinya dengan secangkir kopi panas yang harumnya membuat segar penikmatnya.

Kopi murni tanpa gula ?
Kopi dengan gula
Kopi dengan susu
Kopi dengan coklat
atau
Kopi pake gula pake susu taburin coklat? Bebaasss :-D
www.gitagusti.com
Kopi memiliki kenikmatan yang luar biasa bagi para pecintanya
Sumber : Arsip Pribadi

Semua mempunyai selera masing-masing, bahkan bagi penikmat berat kopi bukan tidak mungkin di dapurnya memiliki stok khusus bubuk kopi berbagai varian sebagai kebutuhan, mulai Arabika, Robusta, dan beragam varian lainnya.

Para penggemar kopi yang benar-benar penggemar, saya bisa bilang expert sih di bidang ini karena kalangan ini begitu sensitif dan peka akan citarasa kopi dan bahkan sudah mampu membedakan varian kopi hanya dari aromanya saja. Berbeda dengan penikmat kopi sembarang yang hanya menikmati kopi alakadarnya, yang penting kopi aja, haha. Dan sepertinya saya masuk ke golongan penikmat sembarang kopi karena menggemari kopi seperti orang kebanyakan.

Konon katanya kata "kopi" sendiri awalnya berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan.

Kenapa demikian?

Katanya sih karena pada awalnya kopi digunakan sebagai sumber bahan makanan berenergi tinggi. Yang kemudian kata qahwah sendiri kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. 

Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata "kopi" yang dikenal hingga saat ini.

Perkembangan kopi yang pada awalnya hanya dinikmati mayoritas oleh kalangan pria bergeser menjadi banyak dikonsumsi oleh semua kalangan dengan tidak memandang gender. Wanita pun saat ini memiliki tingkat konsumsi kopi yang tinggi.
Saat ini tanaman kopi ditanam di hampir seluruh daerah di Indonesia
Sumber : Arsip Pribadi
Penyebaran kopi pun sudah mulai merambah ke seluruh penjuru dunia. Bahkan di Eropa sendiri biji kopi Indonesia juga ada dan sangat digemari oleh para pecinta kopi.

Kopi menjadi komoditas tinggi bagi banyak negara karena tingkat konsumsi masyarakat dunia terhadap kopi yang menjadi sangat tinggi. Bayangkan saja, menurut data terakhir yang dikeluarkan oleh  International Coffee Organization (ICO) pada tahun 2017 setidaknya ada 10 negara dengan tingkat konsumsi kopi tertinggi, diantaranya:

1. Finlandia, 12 kg per kapita per tahun
2. Norwegia, 9,9 kg per kapita per tahun
3. Islandia, 9 kg per kapita per tahun
4. Denmark, 8,7 kg per kapita per tahun
5. Belanda, 8,4 kg per kapita per tahun
6. Swedia, 8,4 kg per kapita per tahun
7. Swiss, 8,2 kgper kapita per tahun
8. Belgia, 6,8 kg per kapita per tahun
9. Luxembourg, 6,5 kg per kapita per tahun
10. Kanada, 6,5 kg per kapita per tahun

Warga Finlandia sendiri setidaknya menghabiskan 12 kg biji kopi per orang per tahunnya.
D u a b e l a s k i l o g r a m p e r t a h u n lho!

Ukuran konsumsi yang fantastis sih menurut saya.
Beragam varian kopi memiliki citarasa berbeda, bahkan dengan jenis yang sama tapi berbeda daerah tempat penanaman
Sumber : Arsip Pribadi
Indonesia sendiri menjadi masuk dalam jajaran 5 (lima) besar negara penyuplai kopi terbesar di dunia. Ini dia urutannya berdasarkan data yang dirilis oleh International Coffee Organization (ICO):
1. Brasil
2. Vietnam
3. Kolombia
4. Indonesia 
5. Etiopia
Brazil masih menjadi negara eksportir kopi terbesar pertama di dunia yang konon sejak 150 tahun yang lalu. Ga aneh sih karena negara ini menyuplai sekitar 80 persen kopi yang ada di dunia.

Saat ini kopi tidak hanya bisa dinikmati di rumah atau di warung kopi pinggir jalan saja. Dengan berkembangnya tingkat konsumsi dan budaya ngopi di masyarakat dewasa ini begitu banyak tempat yang dapat dijadikan tempat nongkrong sambil ngopi bersama teman-teman atau pun sendiri. Mulai dari warung-warung pinggir jalan, kedai hingga cafe-cafe dengan beragam kelas yang bisa disesuaikan dengan kantong dan selera masing-masing.
Bahkan ada kopi setelah sarapan pagi... :-D
Bersama teman-teman Blogger Cianjur, tapi saya ga ada karena berada di belakang kamera :-( :-D
Sumber : Arsip Pribadi

Lagian, ngopi saat ini bukan hanya sekedar ngopi, selebihnya kopi dapat menjadi media komunikasi juga, rasanya lebih enak kalau ngobrol sambil ngopi, tapi saya ga tambah asa rokok kok, karena kebetulan saya bukan perokok aktif dan hanya jadi korban jadi perokok pasif ( kasian ya :-( ).
Ngopi itu...
Ngobrol penuh inspirasi.
Ngopi itu...
Ngobrol penuh informasi.
Dan Ngopi itu...
Kenikmatan yang datang dari silaturahmi sambil menikmati semerbak aroma seduhan kopi.

Jadinya, ngopi sepertinya sudah menjadi bagian tradisi bagi sebagian orang, kebiasaan sebagai sarana komunikasi. Kopi bukan hanya soal ekonomi, tetapi sosial, politik dan kebudayaan. Ngopi bukan hanya sekadar menikmati sensasi nikmat dari pahitnya kopi itu sendiri, tetapi ngopi juga dapat mendekatkan banyak orang, dengan alasan yang sama, dengan satu tawaran, dengan satu ajakan :  
"Yuk Ngopi...."
Share:

World Clean Up Day 2018 | Peduli Kebersihan Yuk !

www.gitagusti.com
Peduli Kebersihan Yuk!
Kamis, 13 September 2018, Taman Bunga Nusantara yang beralamat di Jl. Mariwati No.KM 7, Kawungluwuk, Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini menggratiskan tiket masuk mulai jam 09.00 sampai dengan jam 17.00 WIB seperti tahun-tahun sebelumnya.
Share:

Basa-Basi ? Jangan Bikin Risi Ya

Setiap orang dalam kesehariannya dipastikan akan bertemu dengan oranglain. Entah itu rekan di tempat kerja, saudara ataupun orang yang baru bertemu dan kebetulan memiliki sedikit waktu untuk bertegur sapa.
Namun bagi beberapa orang bertegur sapa dengan orang yang belum atau tidak akrab menjadi dilema. 
Eh kok dilema ya?
Ya dilema karena seandainya tidak menegur akan terkesan sombong atau apalah, kalau menegur atau sekedar berbasa-basi nanti dikira SKSD. Nah ada istilah jadulnya keluar, hihi. Maklum bukan abegeh zaman now.
Berbasa-basi ga apa-apa asalkan memiliki batasan pertanyaan yang goalnya adalah untuk mencairkan suasana canggung.
Yang harus dihindari adalah ketika kita melontarkan pertanyaan basa-basi, ga taunya malah membuat lawan bicara menjadi risi dengan pertanyaan itu sendiri. Nah kan kebayang efeknya gimana? Baru aja ketemu udah menyebalkan, gawat!
Okeee... dari beberapa pengalaman berinteraksi dalam keseharian dengan banyak orang ada beberapa pertanyaan yang sangat dibenci dan dibenci seseorang.
Dibenci karena dapat menyakiti hati dan menyinggung perasaaan, ga masalah itu laki-laki atau perempuan, sama-sama punya hati dan perasaan, macam lagunya siapa itu... hmm.
Yuk scrollllll....
1. Kapan nikah ?
Naaaah, pertanyaan ini berada di level pertama pertanyaan yang masuk katagori basa-basi yang tidak disukai banyak orang. Ya tau sendirilah kalau jodo, pati, bagja, cilaka itu Tuhan yang ngatur. Datangnya ga tau kapan dan dengan cara bagaimana.
Nah lantas kamu menanyakan itu ke seseorang yang jarang bertemu atau baru dikenal? Cari mati lah itu namanya, haha. (maksudnya mati silaturahmi sih)
Sekuat apapun dorongan untuk melontarkan pertanyaan itu, DON'T SAY IT!
Karena yang berhak menanyakan hal seperti itu hanya beberapa orang saja, misalnya orangtuanya sendiri. 
O iya, dulu pernah menjawab pertanyaan itu ke seseorang dengan pertanyaan : 
"Kapan mati?"
Dan si penanya nyolot karena ditanya hal itu.
"Kenapa nanya kapan mati?"
"Ya karena jodoh itu kaya kematian, ga tau kapan datangnya, haha"

2. Kapan punya anak ?
Di level 2, ada pertanyaan menyebalkan yang sering orang kepo gajelas tanyakan ke seseorang atau pasangan yang baru menikah ataupun sudah lama menikah. Setiap orang memiliki perencanaan masing-masing dengan keinginan untuk memiliki anak. Ada yang langsung ingin momong bayi, ada pula yang menahannya karena suatu hal semisal alasan studi atau pekerjaan, atau yang terakhir karena belum waktunya memiliki meski sudah berniat, yaaa kan itu mah takdir, Tuhan yang ngatur.
Jadi, DON'T SAY IT!

3. Berapa gajimu ?
Nah ini apalagi, udah kaya emaknya aja kalau ada yang menanyakan kepada seseorang tentang gajinya. Ga jarang ada seseorang yang baru dikenal tapi sudah dengan beraninya berbicara menyinggung masalah jumlah gaji di pekerjaan. Memang ga haram juga tapi itu adalah hal yang sangat sensitif. Bisa saja seseorang memilih pekerjaan yang tidak berdasarkan gaji. Entah besar atau kecil tapi pekerjaan membuatnya merasa puas. Misalnya kalau dia adalah pekerja sosial maka akan terasa absurd ketika yang dibicarakan adalah gaji, atau mungkin ada seseorang yang merasa tidak perlu membahas jumlah penghasilan karena tidak mau pamer dengan penghasilannya itu sendiri. Atau mungkin saja dia baru saja di PHK dari tempatnya bekerja, ditengah stres yang sedang berusaha diatasi eh ada si geje bertanya ga peka dan ga pake saringan. Nambah stres aja tuh. Jadi berfikir lagi sebelum menanyakan hal yang berhubungan dengan gaji seseorang. Lagian kita bukan PPATK, yang menanyakan berapa jumlah gaji dan kekayaan seseorang waktu dia daftar jadi pejabat negara, uhuy!.

4. Kapan wisuda ?
Terkadang kita menemukan beberapa orang memiliki perjalanan menuntut ilmu di jenjang perguruan tinggi dengan masa yang dapat dikatakan berbeda dengan kebanyakan mahasiswa.  Entah dia lulus dengan mudah atau sebaliknya, agak sulit dan lebih lama. Akan menjadi hal yang cukup sensitif ketika tiba-tiba ada pertanyaan "kapan wisuda?" kepada seseorang yang memiliki masalah dalam masa memperjuangkan wisudanya. Misalnya ada yang kuliah sampai 6 atau 7 tahun karena masalah finansial dan kita tahu sendiri masalah finansial itu sering membuat seseorang tertekan. Nah dalam keadaan tertekan kemudian ada pertanyaan "Kapan Wisuda?" muncul tiba-tiba dari situasi basa-basi?
Kecuali kalau kita menanyakan itu untuk kemudian membantu kesulitan yang tengah dihadapinya dengan memberikan bantuan dan motivasi agar dia tetap bersemangat. Ya kalau kita bertanya hanya untuk menunjukan jawaban "Oh" ketika seseorang menjawab tentang wisudanya, lebih baik ga usah bertanya. GA USAH.

5. Kok sendiri? Mana pasangannya?
Ada yang tahu dimanakah pertanyaan ini sering muncul ?
Yaaaa betullll....
Di kondangan, iya!
Di reunian, iya!
Yang paling lucu sih ketika yang menanyakan ini juga datang sendiri tanpa didampingi seseorang, semisal asisten penagih utangnya, haha.
Pertanyaan ini ada yang benar-benar bertanya karena ingin menanyakan itu atau bisa juga modus bagi seorang lawan jenis untuk mendapatkan respon dari yang ditanya. Ya dia berfikir mungkin dengan bertanya seperti itu ingin memastikan apakah yang ditanya sudah memiliki pasangan atau belum. Kalau belum dia punya kesempatan (ini maksudku modus) untuk pedekate. Nah modus kan?
Pertanyaan ini ga perlu-perlu amat kok. Karena banyak orang memilih untuk datang sendiri ke acara tertentu karena berbagai alasan. Misalnya karena ingin memiliki privasi dalam hal status pribadinya. Jangan berfikir seseorang yang memiliki pasangan harus selalu berangkat kesana kemari dengan pasangannya kaya prangko sama amplop, nempeeeeeel terooos. Jangan berfikir seseorang yang memiliki pasangan harus selalu pamer pasangannya, karena pasangan hidup bukan untuk dipamerkan. Emangnya eloooh yang pamerin pasangan kaya pamerin mainan baru.
Selain itu menghindari menanyakan hal semacam ini juga dalam rangka untuk menghormati seseorang yang memilih single untuk kehidupannya. Entah single karena divorce atau single karena sedang menunggu waktu dan calon pasangan hidup yang tepat kemudian tanpa berpacaran langsung menikah. Emang ada tipe seperti itu? Jawabannya ada.

6. Sudah hamil?
Hampir sama dengan poin 2 diatas, pertanyaan ini wajib dihindari ketika memulai obrolan dengan seseorang. Apalagi pertanyaan ini fokusnya ke perempuan, kan laki-lagi ga mungkin hamil juga.
Beberapa wanita yang sudah berumahtangga memiliki kesulitan dalam memiliki anak dan banyak orang tidak peduli dengan itu. Siapa pula orang yang sudah berumahtangga yang tidak memiliki anak? Memberikan kebahagiaan untuk suami dan keluarga kedua belah pihak. Hanya saja itu tadi, bagi beberapa calon orangtua ada diantaranya yang belum dipercayakan untuk memiliki keturunan padahal sangat mengidamkannya.
Pertanyaan ini akan sangat menyinggung apalagi jika keadaan orang sedang tidak mau mendengar orang menanyakan hal-hal ke arah sana. Daripada merusak suasana, lebih baik tidak mengucapkan pertanyaan seperti ini.

7. Kenapa ga merokok?
Ini dia pertanyaan terakhir yang sering saya temui sendiri ketika sedang dalam situasi berkumpul atau bertemu seseorang. Mayoritas perokok akan mencabut sebungkus rokok kemudian mengambil dan menyulutnya, kemudian menghirupnya tanpa menghiraukan keadaan sekitar. Entah itu di tempat-tempat umum semacam stasiun, terminal, bis atau kadang ruangan tertentu yang bahkan ada anak-anak disana, cukup menyebalkan bukan?
Ketika sedang berbicara tidak jarang mereka menawarkan rokok kepada kita dan saya selalu menolaknya dengan baik-baik.
Tapi apa yang terjadi? Terkadang banyak yang langsung bertanya "Kenapa tidak merokok?"
Selanjutnya akan membawa kata-kata "ga ngerokok ga jantan, ga gaul" dan lain-lain.
Padahal kalau mereka berfikir dengan jernih tidak perlu menanyakan itu karena merokok sendiri semua orang tahu tidak baik untuk kesehatan. Kalau memang baik untuk kesehatan kenapa tidak mereka ajarkan merokok kepada anak-anak atau saudara mereka yang masih kecil?. Buktinya tidak! Merekapun sadar bahwa merokok tidak baik untuk kesehatan namun anehnya masih sering menanyakan "Kenapa tidak merokok?"
Mungkin beberapa pertanyaan diatas terdengar sederhana, namun tidak bagi mereka yang sedang mendengarnya. Bukannya merasa nyaman, mereka justru merasa tersinggung dan tidak merasa mendapatkan kesan yang baik ketika berkomunikasi dengan kita.
Niatnya ingin mencairkan suasana, justru semakin membeku dan memberi bekas yang kurang baik bagi salahsatu pihak.
Share:

Git Agusti

Git Agusti
Hai | Saya adalah Seorang Ayah dari 1 Putri Cantik | Ngakunya Blogger | Blogger Cianjur | Lifestyle Blogger | Parenting Care | Just Writing | Review Everything | Random Writer |

Artikel Terbaru

A Member of

A Member of

Ayah Blogger

Find Me:

  • Facebook : Git Agusti.
  • Twitter : @git_agusti.
  • Instagram : git_agusti.

Kata Mutiara Hari Ini :

"Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu"